Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)

Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)
#S2 Dika 31


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang , Dika membelokkan motornya ke sebuah minimarket . Maira yang merasa bingung hanya mengikuti suaminya di belakangnya . Dia tidak tahu Dika ingin membeli apa , atau mungkin dia lupa apa yang bisa dikatakan dokter .


"Mas Dika mau cari apa ? Kenapa kita berhenti di minimarket ?" tsmya Maira yang melihat suaminya mondar mandir, tanpa dia tau apa yang mau dia beli.


"Aku mau cari susu untuk ibu hamil , dan roti untukmu . Tadi kata dokter Kalau kamu tidak menyukai nasi , setidaknnya perutmu terisi dengan roti atau apapun yang bisa mengenyangkan perutmu karena tidak baik bagi bayi jika ibunya tidak makan. " kata Dika mengingatkan, yang sepertinya Maira lupa dengan nasehat dokter tadi.


Sampai di tempat susu ibu hamil , Dika memilah-milah rasa apa yang diinginkan oleh Maira .


"Kamu mau rasa apa May ? Rasa coklat atau vanila . "


"Coklat aja Mas . Karena aku nggak suka minum yang rasa Vanila. "


Akhirnya Dika mengambil 2 box susu ibu hamil rasa coklat . Dan mengambil 2 Bungkus roti . Untuk Maira .


"Apa masih ada yang kamu inginkan Mai , mumpung kita masih di sini ." tanya Dika sebelum mereka pergi dari minimarket .


"Nggak ada Mas itu saja sudah cukup , Terima kasih ya . Mas Dika udah perhatian sama aku . " Kata Maira yang merasa terharu dengan perhatian dari Dika .


"Sudah kewajibanku Mai , untuk menjagamu dan calon bayi kita ."


Setelah membeli roti dan susu , mereka melanjutkan perjalanan untuk pulang tapi sebelum sampai di rumah . Merah tiba-tiba menginginkan sesuatu .


"Mas berhenti deh , aku kok tiba-tiba pengen itu . " Tunjuk Maira pada seorang pedagang gado-gado yang sedang mangkal di pinggir jalan .


"Kamu pengen gado-gado ? "


Maira mengangguk , meng-iya kan apa yang dia pinta .


Dika langsung menghentikan motornya di depan penjual gado-gado .


"Dibungkus aja ya Mai , soalnya aku harus berangkat kerja . Tadi aku pamit mengantarmu ke rumah sakit kepada atasanku . Setelah itu aku harus berangkat kerja kalau kamu sudah tidak apa-apa. " kata Dika menjelaskan.


"Iya Mas, nggak apa-apa ." jawab Maira yang merasa senang mendapatkan makanan yang dia inginkan.


Akhirnya mereka pulang dengan membawa sebungkus gado-gado , dan beberapa barang yang mereka beli di minimarket tadi .


Sesampainya di rumah , Bu Ayu langsung menyambut mereka di teras dengan memberondong mereka dengan banyak pertanyaan .


"Bagaimana, Dik? Bagaimana hasilnya ? Apakah Maira positif "


Dika langsung membawa Bu Ayu masuk ke dalam rumah , dan mereka duduk bersama di meja makan .


"Aku ceritanya sambil makan ya Bu ? soalnya aku mau berangkat kerja sebentar lagi. "bKata Dika yang mulai menyendokkan nasi ke dalam mulutnya setelah disiapkan Maira tadi , sedangkan Maira sibuk sendiri dengan gado-gadonya .


Melihat itu itu Ayun jadi tak mengerti ,

__ADS_1


"Kenapa cuma beli satu gado-gadonya. " tanya Bu Ayu


"Tadi Maira pengen gado-gado saat perjalanan pulang dari rumah sakit . Ya aku belikan saja satu. Soalnya di rumah ibu kan sudah masak , mubazir nanti kalau tidak dimakan . Aku hanya memberikan Maira , karena mungkin dengan makan gado-gado . Perutnya bisa kenyang ." jawab Dika yang menjelaskan keadaan Maira.


"Lalu Sebenarnya apa yang terjadi pada Maira ?" tanya bu Ayu yang masih penasaran.


"Maira hamil bu , usia kandungannya sudah enam minggu sesuai prediksi dari Ibu tadi ." Dika akhirnya menjelaskan keadaan Maira kepada ibunya .


Dia juga menjelaskan , jika Maira tidak menyukai nasi, dia bisa makan makanan lainnya. Yang penting bisa masuk ke dalam tubuh Maira .


"Jadi aku tadi mampir mini market, untuk memberikan susu dan roti untuk Maira ." Kata Dika menunjukkan kantong plastik dengan dagunya .


Mendengar itu Bu Ayu jadi mengerti .


"Mungkin tadi dia waktu pulang ke rumah tiba-tiba ngidam gado-gado . "


"Bisa jadi . Biarlah bu, yang penting dia mau makan. " ucap Dika oada akhirnya.


Mereka membicarakan Maira tepat di depannya . Sedangkan Maira , tidak mempedulikannya dia lebih sibuk memakan gado-gado yang terlihat enak di matanya .


setelah selesai makan , Desa kemudian berpamitan kepada ibu dan istrinya . Kemahiran mengantarkan suaminya sampai ke teras depan . Naira langsung menyalami suaminya seperti biasa . Setelah kita tidak terlihat lagi dia langsung masuk ke dalam rumah , untuk melanjutkan makannya .


"Enak Mai ?" tanya Bu Ayu saat melihat Maira makan dengan lahap.


"Enak banget Bu , sayang Mas Dika tadi cuma beli satu . Padahal aku minta beli dua , untuk ibu juga . Tapi Mas Dika bilang kalau Ibu sudah masak . Jadi cuma beliin aku. Maaf ya, bu. " kata Maira sungkan.


"Iya Bu, Terima kasih sudah mengingatkan ."


Bu Ayu terus memperhatikan bagaimana Maira makan dengan lahap. Bukannya kepingin, tapu dia lebih ke arah kasihan kepada Maira. Anak sekecil Maira, harus mengandung cucunya.


"Kapan kamu mulai berjalan lagi ?


"Nunggu Mas Dika Katanya , dia mau membelikan ku etalase dulu. Dan menyuruhku membuka toko di depan untuk kegiatanku dan ibu di rumah. Kalau semua sudah siap, Aku akan sekalian menjual gorengan nanti. " ujar Maira.


"Oh pantes , Dika menyisakan sebuah tempat dan diberi rolling door aku pikir untuk apa , ternyata untuk membuka toko . Ya nggak papa lah Mai , untuk kegiatan kita berdua dari rumah ini . Daripada keluar menggibah orang . Nanti kalau waktunya tidur siang kita tutup .gitu aja . "


"Iya bu lumayan , untuk menambah penghasilan keluarga kita ." Kata Maira dengan senyum lebar di bibirnya .


"Setelah makan itu, kamu jangan lupa minum obat dari dokter , dan minum susu mu loh . Kasihan suamimu sudah membelikannya untukmu dia akan kecewa jika kamu tidak meminum ya ." Bu Ayu mengingatkan .


'Iya Bu, aku mengerti ." kata Maira singkat.


Maira lalu membersihkan peralatan makan sisa dia tadi makan. Setelah selesai Miara lalu duduk bersama ibu mertuanya di depan televisi.


"Mai, karena keadaanmu seperti ini , Bagaimana kalau hari ini kita masak sayur lodeh saja, jadi saat mau makan, nanti tinggal di hangatkan. " usul bu Ayu.

__ADS_1


"Iya bu, lagipula aku sudah tidak apa-apa ini. Sudah lebih baik. "


"Memang begitu, Mai. Saat hamil kalau kita mengalami morning sickness, pasti kita akan merasa tidak nyaman dipagi hari. Nanti kalau sudan agak siang, pasti rasa mual itu hilang. Kalau kamu merasa mual minun aja obat anti mual dari dokter. "


"Iya bu, Terimakasih. sekarang aku mengerti. " kata Maira,


Setelah mendapat penjelasan dari dokter dan ibu mertuanya, Maira mulai mengerti beberapa hal tentang kehamilan. Mungkin nanti dia juga akan belajar , dari internet seputar kehamilan .


*


Dika pulang kerja seperti biasa , dia hari ini ada janji dengan Maira akan mengajaknya keluar , untuk pergi ke sebuah showroom mobil. Dia juga mengatakan kepada ibunya kalau malam ini , dia dan Maira akan melihat-lihat mobil di beberapa showroom. Kalau ada yang cocok dia akan membelinya.


"Ya sudah hati-hati , pelan-pelan naik motornya . Ingat istrimu sedang hamil ."


"Iya Bu , aku mengerti ."


Akhirnya , Dika dan Maira segera keluar dari rumah . Dan menuju tempat tujuan mereka. Dika sudah mendapatkan rekomendasi tempat penjualan mobil bekas yang berkualitas dari teman-teman kantornya tadi siang . Dan sekarang , dia akan ke sana bersama Maira .


Tak lama akhirnya mereka pun sampai di tempat tujuan . Banyak mobil-mobil berjajar rapi di sana mulai dari mobil yang sudah tua ,maupun mobil yang keluaran terbaru .


Seorang pegawai showroom menyambut kedatangan Dika dengan senang hati dan menjelaskan beberapa kualitas mobil yang mereka miliki .


Dari awal Dika memang hanya ingin membeli sebuah mobil yang berukuran kecil , agar tidak terlalu memakan banyak tempat digarasinya nanti , lagi pula dia hanya tinggal bertiga dengan istri dan ibunya juga calon bayinya nanti. Ada beberapa pilihan mobil yang sesuai keinginannya .


Akhirnya sesuai kesepakatan Maira dan Dika , mereka memilih satu unit mobil Brio berwarna merah. Pas sekali dengan body ramping sesuai keinginan Dika dan tidak akan memakan banyak tempat di rumah


"Iya ini Bagus Mas aku suka ," kata Maira yang mengemukakan pendapatnya .


"Apakah tidak ingin mobil yang lainnya ," tawar Dika barangkali istrinya menginginkan mobil lainnya saat dia hamil .


"Tidak usah Mas , ini saja sudah cukup . Yang penting bisa melindungi kita dari teriknya matahari dan lebatnya hujan ." Kata Maira dengan polosnya .


Inilah yang Dika suka dari Maira , yang selalu berkata jujur apa adanya tentang apa yang dia pikirkan saat ini . Dia bahkan tidak membebani Dika dengan sesuatu yang berlebihan . Maira selalu memikirkan sesuatu sesuai takaran dan kemampuan dirinya.


"Ya sudah kalau begitu , kita ambil ini saja ." Kata Dika pada akhirnya setelah Maira menyetujui pilihan mereka


Maira mengangguk , mengiyakan apa yang Dika katakan.


Dika melakukan pembayaran DP terlebih dahulu , sebelum dibayar lunas saat mobil sudah sampai di rumahnya .


"Terima kasih Pak , nanti mobilnya akan kami antar sesuai alamat rumah yang Bapak berikan . " Kata pegawai showroom tersebut .


Dika dan Maira akhirnya , keluar dari showroom . Dan menuju tempat selanjutnya yaitu tempat penjualan etalase untuk tokonya nanti.


"Mas, tadi aku lihat di sosmed ada yang jual etalase bekas, harganya lebih murah. Kalau ada yang murah Kenapa kita harus beli yang baru dan harganya pasti mahal . kalau yang bekas lebih murah kita beli saja yang bekas tidak apa-apa . Nanti aku akan mencucinya sampai bersih . " Kata Maira yang menyampaikan pendapatnya .

__ADS_1


"Apa tidak terlalu merepotkan mai. Apalagi kamu sekarang hamil loh , Aku tidak ingin Kamu kecapean. Kita lihat-lihat dulu dan bandingkan harga yang baru dan bekas. Kalau harganya selisih jauh, kita bisa beli yang bekas saja tapi kalau selisih harganya cuma sedikit kita beli yang baru aja. " putus Dika pada akhirnya


Maira tidak bisa membantah lagi , jika suaminya sudah memutuskan . Sebenarnya dia sayang , kalau uangnya dipakai membeli etalase baru . Soalnya tadi saat dia melihat di media sosial ada yang berjualan etalase bekas , Dan harganya lebih murah .


__ADS_2