Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)

Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)
#S2 Dika 21


__ADS_3

Pagi harinya, Maira bangun seperti biasa pukul 04.00 pagi. Dia langsung bangun, dan mendapati suaminya masih terlelap sambil memeluknya. Maira perlahan menyingkirkan tangan suaminya yang melingkar di perutnya dengan hati-hati, Agar Dika tidak terbangun. Dia masih belum sadar kalau saat ini dia dalam keadaan polos tanpa sehelai benangpun. Saat dia hendak beranjak dari tempat tidur, dia sedikit terpekik karena merasakan pusat tubuhnya terasa sakit.


"Auhhhh... "


Dika yang mendengar suara pekikan Maira langsung terbangun dan membuka matanya . Dilihatnya Maira ,yang tengah terduduk di tepi tempat tidur dalam keadaan polos. Dika langsung mencari celana boxernya, dan segera memakainya. Dia Lalu menutup tubuh Maira dengan selimut .


Maira yang mendapat perlakuan manis dsri Dika akhirnya sadar, kalau dia saat ini sedang dalam keadaan polos. Maira jadi teringat kejadian semalam dimana Dika berada di atasnya. Dan mereka melakukan penyatuan untuk pertama kalinya.


"Apakah ini efek semalam ya? " batin Maira.


"Kamu kenapa Mai ?" Tanya Dika saat melihat Maira hanya diam saja .


"Mas kenapa itu ku sakit ya ?" Tanya Maira balik dengan polosnya .


Mendengar itu , Dika mengulas senyum dibibirnya.


"Apakah sakit sekali? "


"Hanya perih sih dan sedikit mengganjal. " Jawab Mira sambil meringis .


"Apa perlu aku gendong ke kamar mandi ?"


Maira langsung menggeleng , " tidak usah Mas . "


Maira mencoba untuk berdiri , lalu berjalan dengan perlahan menuju kamar mandi yang ada di kamarnya . Perlahan dia mulai membersihkan tubuhnya , dan sedikit demi sedikit rasa sakit itu hilang . Setelah membersihkan tubuhnya, Maira langsung keluar dari kamar mandi. Dia langsung menghampiri suaminya yang tengah duduk di tepi tempat tidur sambil memejamkan matanya.


"Aku sudah selesai Mas . Sekarang giliran Mas Dika yang mandi. " ujar Maira .


"Bagaimana apa masih sakit ? " tanya Dika yang merasa khawatir dengan keadaan Maira .


"Sudah tidak begitu sakit kok mas , setelah terkena air tadi . " Ujar Maira , sedikit berbohong agar tidak membuat suaminya khawatir .


"Syukurlah kalau begitu , Aku mandi dulu ya ." Dika lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya .

__ADS_1


Sedangkan Maira sudah bersiap untuk menjalankan ibadah subuhnya , setelah itu dia langsung ke dapur untuk melakukan tugasnya sebagai seorang istri .


Dika yang keluar dari kamar mandi , sudah tidak melihat Maira ads di kamar. Dia Lalu menjalankan ibadahnya terlebih dahulu , lalu keluar untuk mencari istrinya .


Dika pergi ke dapur untuk mencari istrinya , tapi tidak ditemukan . Lalu dia mencarinya di ruang cuci , dilihatnya sang istri sedang mencuci pakaian secara manual. Karena tidak ada mesin cuci dirumah nya. Dia merasa kasihan , melihat Apa yang dilakukan Maira , apalagi dia dalam keadaan sakit .


"Mai Apa perlu aku bantu. " tawar Dika sambil mendekati Maira.


"Nggak perlu mas , ini cuma dikit kok ." ujar Maira yang merasa terkejut karena Dika datang tiba-tiba .


Dika terus memperhatikan apa yang dilakukan oleh istrinya . Setelah selesai , Dika lalu mengambil alih timba yang berisi pakaian yang sudah dicuci .


Biar aku yang menjemurnya , kamu lakukan tugasmu yang lain . Kata Dika yang tidak mau dibantah .


Walau sedikit segan , tapi Maira mengikuti perintah suaminya . Dia Lalu menuju dapur untuk memasak sarapan untuk pagi ini .


Tak berapa lama , Dika pun menyusul ke dapur . Dilihatnya sang istri sedang berkutat dengan sayur dan bumbu dapur lainnya . Dika lalu mendekat ke arah Maira , lalu melingkarkan tangannya di perut rata istrinya itu dan mencium aroma tubuh Maira. Maira yang terkejut hanya bisa tertegun dan mematung , dengan perlakuan Dika saat ini .


"Kenapa kamu wangi sekali sih Mai? Membuatku candu." Ujar Dika berbisik di telinga Maira.


Bu Ayu yang keluar dari kamarnya , merasa terkejut melihat pemandangan pagi ini di dapur . Dia tidak menyangka kalau anaknya bisa bersikap seperti itu kepada wanita . Padahal Jika di ingat dulu saat bersama Yesha , dia tidak pernah melihat Dika bersikap seperti itu kepads istrinya . Dan saat bersama Vio , Vio lah yang lebih agresif daripada Dika . Tapi sekarang , sepertinya Dika akan jadi bucin dengan Maira .


"Ehmmm...." Bu Ayu berdehem untuk mengakhiri kebuncinan anaknya itu .


"Dik, kalau Maira terus kamu peluk, dia tidak akan selesai memasak dan kamu tidak akan mendapatkan makanan pagi ini . " ujar Bu Ayu dengan nada mengejek kepada anaknya .


Dika yang tertangkap basah pun meringis dan menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal . Lalu segera melepaskan pelukanny dari perut Maira dan pergi ke kamarnya .


Maira yang masih berada di dapur merasa malu dengan sikap Dika padanya pagi ini . Dia menunduk dan tidak berani menatap mertuanya .


"Nggak perlu malu Mai ? Itu sudah biasa dilakukan suami istri . Anggap aja Ibu nggak ada . " ujar bu Ayu sambil terkekeh .


"Kalau boleh cerita , Dika dulu nggak pernah seperti ini dengan istrinya . Dia seperti kanebo kering , kaku dan tidak bisa mengekspresikan perasaannya kepada istrinya yang dulu . Makanya tadi ibu terkejut , saat dia melakukan hal itu kepadamu . Sangat romantis. " ujar Bu Ayu terus terang ,sambil membayangkan adegan film romantis yang diperankan Dika dan Maira.

__ADS_1


"Bu hari ini masak ini saja ya , " ujar Maira beberapa saat kemudian sambil menunjukkan masakannya .


"Ya sudah nggak apa-apa , itu aja udah cukup . Kemarin kita lupa nggak belanja untuk pagi ini . Mulai hari ini, kamu nanti belanja sendiri ya , Pilihlah bahan makanan sesuai apa yang kamu inginkan . Dan jangan lupa tawarkan makanan apa yang diinginkan suami mu. " ujar bu Ayu.


"Apa kau sudah mendapatkan uang bulanannya? " tanya bu Ayu kepo.


"Belum bu. "


"Mungkin Dika lupa, biar nanti Ibu tanyakan padanya "


Mereka bertiga berkumpul di meja makan , untuk sarapan pagi . Tapi sebelumnya Dika memberikan uang kepada ibunya , sesuai kesepakatan di awal . Dan memberikan sisanya kepada Maira .


"Ini untukmu Mai, Uang belanja untuk satu bulan , Semoga kamu bisa mengelolanya dengan baik. " kata Dika sambil tersenyum simpul .


"Terima kasih Mas , " Maira mengambil uang itu lalu membawanya ke kamar . Dan menyimpannya di tempat yang aman . Lalu dia kembali lagi ke meja makan untuk sarapan bersama .


"Oh ya May , kalau minggu depan kita akan ada acara ulang tahun perusahaan , kalau minggu besok aku mengajakmu jalan-jalan , kamu mau nggak . " Kata Dika sambil meminum air putih yang Maira sediakan .


"Jalan-jalan ke mana Mas ,"


"Pokoknya jalan-jalan deh ke mana aja . Aku pengen mamerin Istriku yang cantik ini ke seluruh dunia ." Kata Dika sambil menggombal .


Mendengar itu , tentu saja membuat Maira malu . Wajahnya yang putih bersih berubah menjadi merah seperti tomat . Melihat itu Dika langsung tersenyum . Dia memang sengaja menggoda istrinya, karena dia menyukai Wajah Maira yang yang memerah karena malu .


"Ya udah kamu ajak aja istrimu jalan-jalan , Kasihan dia di rumah terus . Berkutat dengan kompor dan penggorengan setiap hari . " Ujar Bu Ayu yang setuju dengan rencana Dika


"Tapi Ibu nanti sendiri di rumah . " Kata Maira yang merasa khawatir .


"Tenang saja Mai , dulu sebelum kamu menikah dengan Dika . Ibu juga di rumah sendiri setiap hari , kalau Dika kerja . Jadi bersenang-senanglah kalian berdua. " kata bu Ayu lagi.


"jadi Minggu ini dan Minggu depan aku tidak jualan? " tanya Maira meminta penjelasan .


"Iya."jawab Dika singkat .

__ADS_1


Setelah sarapan Dika berangkat kerja . Sedangkan di rumah , Maira melakukan kegiatannya sehari-hari . Tanpa mengeluh dan terus tersenyum menjalani harinya.


__ADS_2