Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)

Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)
Mempermalukan


__ADS_3

Pukul sepuluh, sebuah mobil berhenti di depan rumah Yesha. Yesha kemudian keluar setelah bersiap dan menitipkan Aksa kepada Aryo agar menjemputnya dari sekolah.


"Dan jika Aksa tanya aku dimana, katakan saja Aku sedang ke kantor papanya, ada pertemuan yang harus aku hadiri. " pesan Yesha pada Aryo.


Biasanya yang menjemput Aksa sekolah adalah Danu kalau tidak ada kuliah siang. Tapi karena Danu dan Jihan sedang kuliah, maka Yesha meminta tolong kepada security nya untuk menjemput Aksa.


Yesha segera masuk kedalam mobil mewah itu dan segera meluncur ke perusahaan suaminya. Tak butuh waktu lama, akhirnya Yesha sudah berada di gedung perusahaan Pradipta.


Asisten Mario sudah menunggu kedatangannya di lobby untuk menyambut sang nyonya. Mereka kemudian berjalan beriringan menuju lift khusus petinggi perusahaan. Semua orang yang sudah mengenal Yesha sebagai nyonya Pradipta pun membungkukkan badannya untuk memberi hormat.


"Mario, apa benar Jasmin akan datang. " tanya Yesha pada Mario asisten suaminya.


"Benar nyonya, dan nona Jasmin adalah investor besar di perusahaan Samantha. Maka dari itu, tidak ada yang bisa menentangnya untuk bekerjasama dengan kita. " ujar Mario menjelaskan siapa Jasmin di Samantha.


Yesha kembali menghembuskan nafasnya untuk mengurai ketegangan di hatinya


Pintu lift terbuka, Yesha dan Mario segera keluar dari dalam lift dan menuju ruangan Abhi. Setelah mendapatkan persetujuan untuk masuk.


Yesha masuk dengan anggunnya dan segera mencium tangan sang suaminya dengan takzim dan Abhi membalasnya dengan kecupan di kening . Hal itu tak luput dari pandangan mata semua orang yang berada di ruangan Abhi. Mungkin mereka iri dengan keharmonisan dari tuan dan nyonya Pradipta.


Abhi pun mengenalkan Yesha kepada semua orang yang ada disana. Mereka adalah orang-orang yang akan ikut dalam pertemuan nanti dengan perusahaan Samantha.


"Perkenalkan, ini istri saya Yesha. Dia sedang mengandung buah hati kami saat ini. " kata Abhi memperkenalkan istrinya dengan bangga kepada semua orang, sambil mengusap perut buncit istrinya.


Mereka yang ada disana pun memberikan Selamat kepada nyonya Pradipta karena sedang mengandung keturunan Pradipta.


Setelah memperkenalkan istrinya, Abhi kemudian menyuruh istrinya untuk istirahat di ruang pribadinya agar dia tidak kelelahan karena sedang hamil saat ini.


Mereka melanjutkan pembicaraannya, namun satu hal yang Abhi tekankan kepada mereka semua.


"Saya tidak akan memaksakan kerjasama dengan Samantha. Karena disana ada mantan istri saya. Saya tidak ingin hanya karena bisnis dan wanita itu, rumah tangga saya jadi berantakan. Apalagi istri saya sedang hamil. Saya lebih rela kehilangan proyek besar itu daripada harus berurusan dengan mantan. Dan sengaja saya mengajak istri saya dalam pertemuan ini, karena saya tidak ingin ada kesalah-pahaman di antara kami, dan membuatnya tidak berharap lagi kepada saya. Bukan karena saya terlalu percaya diri. Tapi ini harus saya lakukan untuk menjaga kewarasan istri saya. " ucapnya tegas kepada semua orang.


Mendengar ketegasan Abhi, semua orang yang ada di sana tidak bisa berkata-kata lagi. Memang kalau berbicara masa lalu dan masa kini tidak akan ada habisnya.

__ADS_1


"Baiklah tuan Abhi. Kami mengerti. Dan kami akan menyetujui apapun keputusan anda nanti. " ujar salah satu dari mereka.


Abhi segera memanggil istrinya agar bersiap, karena mereka akan segera berangkat ke tempat pertemuan yang sudah di reservasi oleh perusahaan Samantha.


Dua puluh menit perjalanan yang mereka tempuh, hingga akhirnya mereka semua sampai di restoran yang mereka tuju.


Dari jauh, terlihat Jasmin menyambut kedatangan perwakilan dari Pradipta dengan senyuman yang mengembang, dia berharap Abhi datang dan akan mendekati nya lagi. Karena Jasmin sudah mendengar sepak terjang Abhi baik di dunia bisnis maupun hukum. Kalau boleh berharap, Jasmin ingin kembali ke pelukan Abhi lagi.


Tapi senyum itu luntur saat Abhi turun dengan menggandeng istrinya yang tampil cantik dengan hijab di kepala dan pakaian yang sopan, jangan lupakan perutnya yang sedikit membuncit membuatnya semakin tampil sempurna sebagai seorang wanita dan seorang istri.


"Selamat datang tuan Abhi. " Sapa Jasmin dengan ramah, dia menempatkan dirinya sebagai seorang tuan rumah yang baik saat ini dan menyingkirkan dulu rasa cemburunya.


Hello...Cemburu? cemburu sama siapa, mbak?


Abhi, Yesha dan rombongan dari Pradipta menempati tempat yang sudah di sediakan oleh Samantha. Tidak hanya dari Pradipta comp yang datang tapi juga dari perusahaan besar lainnya, yang ingin merebut tender yang ditawarkan oleh perusahaan Samantha.


Abhi sudah mewanti-wanti timnya agar tidak terlalu berharap pada proyek ini, karena dia tidak begitu berminat dengan proyek ini. Karena ada Jasmin yang akan menghandlenya. Dan semua timnya setuju, akan hal itu.


Pertemuan segera di mulai, dan dengan tidak tahu malunya Jasmin duduk di samping Abhi, sambil mendengarkan apa yang disampaikan perwakilan dari perusahaannya.


"Abhi... " panggil Jasmin agar Abhi mau beralih pandang kepadanya.


Namun Abhi tidak menghiraukannya, dan terus menikmati tendangan kaki anaknya diperut istrinya. Kejadian itu dilihat oleh rekan Abhi, yang duduk satu meja dengan Abhi. Dan mereka hanya menggelengkan kepala melihat tingkah bosnya itu, yang mengabaikan wanita secantik Jasmin untuk istrinya. Mereka salut akan kesungguhan Abhi dalam menjaga rumah tangga nya.


Jasmin yang dicueki Abhi pun merasa kesal dengan sikap Abhi. Hingga dia dengan sengaja menjatuhkan minumannya kecelana Abhi.


Merasakan hal itu, abhi menggeram kesal dan menatap Jasmin dengan tajam. Membuat Jasmin beringsut ketakutan.


"Ma... maafkan aku Abhi. " katanya kemudian.


Abhi lalu tersenyum remeh.


Abhi langsung berdiri, dia tidak peduli kalau acara masih di mulai.

__ADS_1


"Tidakkah hinaanku semalam membuatmu malu Jasmin. Apa maksudmu melakukan ini semua. Duduk di sampingku untuk mencari perhatian ku dengan menumpahkan air ini di celanaku. Apa kah kau masih berani bermimpi kalau aku akan peduli padamu setelah apa yang kau lakukan pada pernikahan kita dulu. Jangan bermimpi terlalu tinggi nona Jasmin. Bahkan untuk melihat wajahmu saja aku sudah jijik dan muak. Kau sudah berani muncul di hadapan ku lagi, dimana rasa malumu, sedangkan orang tuamu saja tidak pernah berani menunjukkan wajah mereka di hadapan keluarga Pradipta." Abhi mengeluarkan semua hinaannya kepada Jasmin, agar dia bisa tau diri. Dan tidak mengganggunya lagi.


"Maaf kepada kalian semua jika saya sudah tidak sopan mengganggu acara ini. Bagaimana saya bisa diam saja, jika ada seseorang yang dengan tidak tahu malunya mendekati pria beristri.Apalagi hubungan kami sudah usai lima tahun lalu. "


"Untuk pihak Samantha maaf perusahaan kami tidak berminat sama sekali dengan proyek besar ini, selama ada wanita tidak tau diri seperti dia yang ikut andil dalam proyek ini Kami dari Pradipta mengundurkan diri," kata Abhi dengan tegas.


"Ayo teman-teman. "


Abhi menggandeng istrinya dan mengajak timnya untuk segera keluar dari ruang pertemuan itu. Meninggalkan Jasmin dengan segala rasa malunya. Dan disana ia mendapatkan cibiran dan cemoohan dari semua orang yang hadir di sana.


Abhi dan Yesha berhenti di lobby dan mengucapkan permintaan maafnya kepada timnya. Karena telah mengacaukan acara hari ini.


"Maafkan atas sikap saya tadi. " ujarnya pada rekan satu timnya.


"Tidak apa-apa tuan Abhi. Kami mengerti dan kami melihat sendiri nona Jasmin, dengan sengaja menjatuhkan air di celana anda. Dan menurut kami itu sangat keterlaluan. " ujar salah satu dari mereka.


"Baiklah ayo kita kembali ke kantor. " ujar rekan yang lainnya.


Abhi merasa senang karena teman-temannya bisa mengerti dengan keadaannya.


"Kalian kembalilah ke perusahaan dulu, aku akan mengantarkan istriku pulang ke rumah dulu. " ujar Abhi kepada semua teman-temannya.


"Baiklah tuan Abhi, Hati-hati di jalan. Kami pergi dulu. "


"Tunggu, "Abhi mengambil dompetnya dan memberikan beberapa uang ratusan ribu kepada mereka.


" Ambillah, makan sianglah dulu, karena ini sudah waktunya makan siang. "


"Terima kasih tuan. " mereka bersorak senang karena mendapat uang dari atasannya.


Abhi segera masuk ke mobilnya dan segera pulang dengan seorang supir yang akan mengantarkan mereka kembali ke rumah. "


"Apakah tadi tidak keterlaluan mas?

__ADS_1


" Tidak, dia lantas mendapatkannya. "


__ADS_2