Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)

Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)
#S2 Dika 25


__ADS_3

Satu minggu berlalu Sejak Dika menceritakan tentang Vio kepada istrinya. Dan Dika mengatakan kalau dia sudan mulai mencintai Maira.


Maira merasa sangat bahagia karena dia bisa dicintai seorang pria, apalagi pria itu adalah suaminya sendiri. Dia pun tidak mem ahas lagi masalah Vio. Dika benar. Masa lalu biarlah menjadi pelajaran, dan yang harus mereka lalui adalah masa depan. Dika dan Maira akan menatap masa depan bersama, saling bergandengan tangan dan melalui semuanya bersama.


Hari ini adalah hari ulang tahun perusahaan, Maira dan Dika mulai bersiap dengan pakaian yang memiliki warna senada. Maira selama ini juga sudah belajar cara tutorial make up natural dan tutorial memakai hijab dari salah satu aplikasi di ponselnya. Ternyata benar, ponsel itu sangat berguna bagi siapapun, karena dia bisa melihat apapun disana baik dari dalam maupun dari luar negeri.


Dan hasilnya belajar otodidak itu Maira tunjukkan sekarang. Dia terlihat sangat cantik dengan penampilannya hari ini. Setelah dirasa sudah siap, Maira lalu keluar dari kamarnya, menemui Dika yang menungguny sejak tadi.


Pintu kamar terbuka, Dika langsung menoleh ke arah pintu kamar. Dilihatnya Maira yang sangat cantik dengan balutan baju muslim dan hijab yang menempel di kepalanya, belum lagi sapuan make-up natural yang menghiasi wajahnya.


"Cantik sekali.. " gumam Dika yang masih bisa di dengar bu Ayu dan Maira.


Dika langsung berdiri, dan menyambut Maira.


"Ini istri siapa sih, kok cantik banget. " goda Dika yang ingin melihat semburat merah di wajah istrinya.


"Mas... " lagi-lagi rengekan manja Maira yang selalu Dika rindukan.


"Apa tidak apa-apa kalau kita naik motor, Mai? " tanya Dika.


"Memangnya kenapa mas? "


"Aku takut make-up mu luntur nanti. "


"Nggak akan. Mas... Ayo aku sudah siap ini. " kata Maira yang tak sabar ingin berangkat.


"Tunggu sebentar. " Dika lalu masuk ke dalam kamar nya untuk mengambil sesuatu.


Bu Ayu lalu mendekati Maira.


"Nanti disana ada Yesha, Mai. Kamu harus siap bertemu dengannya, dan anak Dika yang bernama Aksa. Karena Yesha sekarang adalah istri dari Bos besarnya. "


"Iya, bu. Mas Dika sudah menceritakan nya semalam. InsyaAllah, aku sudah siap bu. Karena itu aku berdandan cantik agar mas Dika tidak malu." ujar Maira.


Bu Ayu menunjukkan dua jempolnya untuk Maira.


"Pakai ini Mai. " Dika tiba-tiba datang dengan sebuah masker ditangannya, lalu memakaikan nya pada Maira.


"Kenapa pakai ini, mas? "


"Biar make-up mu nggak luntur, dan nggak dilihatin banyak orang di jalan. Sabar setelah renovasi rumah ini selesai aku akan membeli mobil untuk kita. " Kata Dika penuh perhatian.


Mendengae ucapan Dika baik Bu Ayu maupun Maira merasa terharu. Ternyata Dika sangat perhatian kepadanya.


"Sudah cepat berangkat. Nanti kalian terlambat. " ujar bu Ayu.


Mereka berdua pun berpamitan kepada ibunya, lalu segera berangkat dengan motor maticnya.


Tiga puluh menit perjalanan akhirnya mereka sampai di tujuan. Dika lalu memarkirkan motornya di tempat parkir khusus sepeda motor. Dia lalu membukakan helm Maira. Beberapa orang rekan Dika memperhatikan dengan siapa Dika datang, tumben sekali membawa pasangan di acara kantor, biasanya dia datang sendiri atau tidak datang sama sekali. Tapi kali ini dia datang dengan seorang wanita yang berboncengan dengannya.

__ADS_1


Perlahan Dika membuka masker yang menempel di wajah Maira. Lalu dengan penuh perhatian dia merapikan hijab Maira yang sedikit miring. Dika lalu melingkarkan tangannya di lengan Maira lalu mereka berjalan masuk ke dalam perusahaan.


Semua mata merasa takjub melihat wajah Maira yang sangat cantik. Apalagi jika dilihat secara seksama terlihat perbedaan usia yang jauh antara Dika dan wanita yang bersama dengannya.


Dika dan Maira masuk ke tempat acara dengan Dika yang selalu menempelkan di samping Maira.


Beberapa teman Dika, langsung menemui Dika yang membawa seorang wanita cantik bersamanya.


"Siapa Dik . Tanya salah seorang teman Dika setelah mereka bersalaman


"Oh , kenalkan dia yang aku ceritakan kemarin , dia adalah istriku ." kata Dika yang mengenalkan Maira sebagai istrinya.


"Jadi beneran dia istrimu , beruntung sekali kamu . Dapat daun muda ."


"Siapa dulu dong ." Kakak Dika dengan bangga.


Maira hanya menunduk mendengar obrolan Dika dan temann-temannya.


Setelah puas mengobrol, Dika lalu mengajak Maira untuk duduk di sebuah kursi yang sudah disediakan untuk para tamu. Mereka lalu berdiri untuk menyambut pimpinan perusahan yang datang bersama keluarganya. Yang duduk di kursi VIP.


Dika berbisik di telinga Maira .


"Itu yang memakai baju merah dan berhijab adalah Yesha, saat ini dia sedang hamil anak keduanya bersama tuan Abhi. Dan anak laki-laki itu adalah Aksa anakku .


Maira lalu mengedarkan pandangan ke bangku VIP , dia melihat sosok wanita cantik bergaun merah yang ditunjukkan Dika .


" Iya dia memang cantik , sebelum menikah denganku Dia mendapat julukan bunga desa di desanya tapi setelah menikah denganku aku menyia-nyiakannya dan tidak bisa merawatnya dengan baik , sehingga dia tampak buruk di mataku . Tapi sekarang bunga desa itu sudah kembali cantik setelah dirawat oleh pria baik yang mencintainya ." Kata Dika dengan menggenggam erat tangan Maira


"Oleh karena itu , saat ini Aku tidak akan menyia-nyiakan berlian yang bersamaku . Aku akan merawatnya dengan baik . Sama seperti Tuan Abhi , yang merawat bunganya dengan baik sehingga dia terlihat cemerlang di antara bunga-bunga yang lain . Sedangkan kau ibarat berlian yang berharga untukku. " kata Dika penuh bangga.


"Apa Mas Dika tidak merindukan Aksa? "


"Aku merindukannya , tapi dia sama sekali tidak peduli padaku . Dia sangat membenciku . Karena dulu aku menorehkan luka terlalu dalam kepada Aksa dan ibunya . Karena itu dia tidak mau memaafkanku . " Maira mengangguk mengerti , dia Lalu menepuk-nepuk tangan kita untuk menenangkannya .


Maira memandang Dika yang melihat lurus ke arah Aksa , yang sedang bermain dengan adik laki-lakinya . Dia melihat , banyak Kerinduan yang dirasakan suaminya .


Mungkin Maira akan mencoba mendekatkan Aksa dengan Ayah kandungnya anak suatu hari nanti .


Acara penyambutan oleh pimpinan perusahaan sudah selesai mereka kini, dipersilahkan untuk mencicipi hidangan yang telah tersedia .Dika lalu mengajak istrinya untuk memilih makanan yang dia inginkan .


Saat memilih makanan , Jika berpapasan dengan Maya. Maya terkejut saat melihat Dika menggandeng seorang wanita . Mereka lalu bersalaman


"Bagaimana kabarmu Dik. "tanya Maya yang sudah lama tidak bertemu dengan Dika .


"Alhamdulillah sehat Mbak , Mbak Maya sendiri bagaimana kabarnya ?"


"Aku juga baik-baik saja . Siapa Dik? "Tanya Maya sambil menunjukkan dagunya ke samping Dika .


"Kenalkan Mbak , ini Maira istriku ." Kata Dika , yang mengenalkan Maira kepada Maya.

__ADS_1


"Jadi kamu sekarang sudah menikah ? " Tanya Maya yang penasaran .


"Iya mbak kurang lebih satu bulan yang lalu ."


"Baguslah kalau begitu . Silakan menikmati acaranya ya . Aku pergi dulu menemani suamiku. "


"Iya mbak ."


Dika lalu melanjutkan , mengambil makan untuk dirinya dan Maira .Setelah kepergian Maya


"Tadi itu siapa Mas ? " Tanya Maira yang tidak kenal dengan wanita itu.


"Dia adalah Maya , mantan kakak iparku atau mantan istri kakakku Bagus . Sekarang dia menikah dengan Mario , ia adalah asisten Tuan Abhi. " Dika menjelaskan siapa Maya.


Mendengar penjelasan Dika , Maira hanya membulatkan bibirnya. Mereka lalu duduk kembali , di tempat yang sudah disediakan untuk menikmati makanan yang sudah terhidang .


Saat mereka sedang menikmati makanannya , tiba-tiba seorang anak kecil berlari ke arah Mayra . Dan menabrak kakinya . Maira lalu membungkuk , dan memperhatikan anak kecil Tampan itu usianya sekitar 2 sampai 3 tahunan .


"Ayah dan ibumu di mana Dek ?" Tanya Maira kepada anak kecil itu .


Anak kecil itu hanya diam tidak mengerti apa yang dikatakan Maira .


"Siapa sayang ? " tanya Dika kepada Maira yang sedang berbicara dengan anak kecil .


"Nggak tahu Mas ini ada anak kecil yang menabrak kakiku tadi ." ujar Maira sambil menunjuk anak kecil yang sedang terdiam.


Dika lalu memperhatikan anak kecil itu , dia mengenali anak itu , yang ternyata adalah anak dari Yesha dan Abhi.


"Aku tahu siapa dia , Mari kita antarkan dia kepada orang tuanya . Sekaligus kamu berkenalan dengannya . " Kata Dika kemudian .


Dika lalu menggendong , anak kecil itu . Dan mengantarkannya kepada orang tuanya di meja VIP.


"Permisi Pak , ini Mas Adit tadi lari-lari dan menabrak kaki istri saya . Jadi saya antarkan dia kemari takut Anda mencarinya ." Kata Dika dengan sopan kepada Abhi .


Abhi lalu memperhatikan Adit yang sedang digendong Dika . Dia Lalu mengambilnya dari gendongan Dika .


"Kenapa kamu bisa lari-lari sih ? Mamamu mencarimu tahu ." Kata Abhi sambil mencubit gemas pipi anaknya yang chubby . Lalu Yesa datang ,dengan tergopoh-gopoh karena melihat Adit yang sudah berada di gendongan suaminya .


"Ketemu di mana, Mas" tanya Yasa kepada suaminya .


"Ini Dika tadi yang menemukannya , Katanya tadi dia nabrak istrinya . " kata Abhi menjelaskan kepada istrinya.


"Istri ? Kamu sudah menikah Dik ? " tanya Abhi yang baru sadar dengan kalimat dari Dika.


Iya tuan ? Dan ini istri saya . Namanya Maira ." Kata Dika sambil mengenalkan istrinya kepada bosnya .


Yesha dan Abhi saling berpandangan, mereka memiliki pendapat yang sama.


"Ternyata istri Dika sangat muda. "

__ADS_1


__ADS_2