Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)

Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)
#S2 Dika 7


__ADS_3

"Ini nih, mungkin saja mereka sudah melakukan kumpul kebo. " kata bu Retno lagi yang mengompori para warga.


"Usir mereka... usir... " teriak warga kampung di belakang lak RT.


"Sebenarnya ada apa ya Pak RT? " giliran Bu Ayu yang bertanya kepada Pak RT


"Maaf Bu Ayu kami mendapat laporan dari salah satu warga , kalau ibu katanya membuka kamar kost, dan menerima seorang wanita untuk tinggal di sini. . Sedangkan ibu tidak meminta izin dulu kepada kami pengurus RT." Jelas Pak RT


"Oh jadi seperti itu , sebaiknya kita bicarakan di dalam Pak RT biar lebih enak ngobrolnya. Biar nggak rame-rame kayak gini. Pengurus Rt saja sama dua orang warga cukup kan sebagai saksi. " ujar Dika lalu berjalan masuk.


Bu Ayu lalu mengajak pengurus RT dan beberapa warga untuk masuk , tidak semua warga dibolehkan masuk karena tempatnya yang tidak cukup. Dan Dika tidak suka keributan.


"Bisa anda jelaskan Bu Ayu Sebenarnya ada apa? dan apa yang terjadi." Tanya pak RT yang meminta penjelasan dari Bu Ayu .


"Begini lho Pak RT ... " Bu Ayu lalu menceritakan apa yang terjadi kemarin kepada Pak RT , tentang Dika yang menabrak Maira . Kemudian Maira yang diusir dari kontrakannya dan Dika membawanya pulang ke rumah karena merasa bertanggung jawab dengan kaki Maira yang terluka .Sehingga Bu Ayu meminta Maira tinggal untuk membantunya meringankan pekerjaan rumah sebagai bayaran. Karena Maira tidak punya uang untuk nyewa tempat kost atau kontrakan.


"Sebenarnya hanya seperti itu Pak ? Apa kami salah membantu seseorang yang membutuhkan pertolongan, dengan memberikannya tempat tinggal . Dia anak yatim loh pak yang hidup sendiri dan tidak tahu siapa orang tuanya . Aku juga merasa iba kepadanya . Itu yang di depan , adalah alat-alat yang akan kami gunakan untuk berjualan besok, karena Maira ingin berjualan. " Jelas Bu Ayu panjang lebar.


"Memang tadi pagi Maira ikut berbelanja dengan saya , dan bertemu dengan Bu Retno . Dia tanya tentang Maira, Ya aku jawab kalau Maira adalah anak yang kost di rumahku . Hanya itu saja Pak nggak ada yang kami sembunyikan . Apakah membantu seseorang itu juga harus lapor kepada pengurus RT . Kalau memang iya ya udah sekarang saya sudah melaporkannya." Kata Bu Ayu lagi .


Pak RT mengangguk mengerti Begitu juga dengan beberapa orang yang masuk , mereka kini mengerti siapa Maira dan alasannya tinggal di rumah Bu Ayu .


"Maaf ya bu , tapi kalau boleh saya sarankan . Sebaiknya Mbak Maira keluar dari rumah Ibu , karena tetap akan menjadi fitnah untuk keluarga ibu nanti. " Kata Pak RT menimpali cerita Bu Ayu .


"Maksud anda fitnah itu , gimana ya pak ?" Tanya Dika angkat bicara , karena ini mengenai keluarganya .


"Begini Mas Dika , Mas Dika kan seorang duda . Sedangkan Mbak Maira adalah seorang gadis . Jika kalian tinggal bersama dalam satu atap ,meskipun ada Bu Ayu Di Antara Kalian akan tetap menimbulkan fitnah bagi orang yang melihatnya,walaupun sebenarnya niat kalian baik. "Jelas Pak RT .

__ADS_1


Dika mengangguk mengerti , Begitu juga dengan Bu Ayu .


"Tapi saya memiliki sebuah solusi yang baik untuk mas Dika dan Mbak Maira agar tidak menjadi fitnah , Mbak Maira juga bisa tetap tinggal di sini membantu Bu Ayu dan menemani nya di rumah ." Lanjut Pak RT


"Apa Pak ? Saran apa yang bisa menjadi solusi untuk kami semua ?" Tanya Bu Ayu dengan antusias .


"Saya menyarankan sebaiknya Mas Dika menikahi Mbak Maira ."


"Apa? " kata semua orang terkejut.


"Iya, Dengan begitu , tidak akan ada lagi fitnah . Lagi pula baik Mas Dika maupun Mbak Maira sama-sama sendiri , jadi tidak ada salahnya jika kalian menikah. Ibu Ayu dan Mas Dika bisa menolong Mbak Maira, dengan mengangkat derajatnya menjadi seorang istri dan, Mas Dika memiliki teman hidup, Bu Ayu punya teman di rumah setiap hari yang bisa membantu Bu Ayu mengerjakan pekerjaan rumah . Dan semuanya itu akan berpahala bagi rumah ini." Ujar Pak RT menyampaikan solusinya .


Ucapan pak RT di setujui semua orang kecuali Dika, dan Maira yang hanya diam. Sedangkan Bu Ayu sedang mencerna apa yang dikatakan pak Rt.


Dika dan Maira menikah, menantu? kelak ada orang yang akan merawat Dika dan dirinya di masa tuanya. Pikiran-pikiran itu berputar di kepalanya.


"Solusi yang sangat bagus, kenapa tidak terfikirkan oleh ku ya? " pekik Ayu setelah lama berfikir.


"Ibu apaan sih. " Kata Dika yang salah tingkah .


"Saran Pak RT itu bener banget loh Dik , kalau Maira jadi istrimu kita bisa menolongnya ,kamu juga akhirnya bisa memiliki istri yang akan mendampingimu di saat-saat tersulit mu nanti. Dan Ada yang akan membantu ibu di rumah. " ujar Bu Ayu dengan penuh semangat


Dika hanya memutar bola matanya malas , mendengar semua ocehan dari ibunya . Iya lalu menghadap ke arah Pak RT .


"Baiklah Pak RT , semua sudah jelaskan? Beri kami waktu untuk memikirkannya, karena ini adalah masalah keluarga kami. Dan tolong apapun keputusan kami kalian menghargainya . Lagi pula kami hanya bermaksud menolong Maira saja tidak maksud apa-apa." Ujar Dika untuk mengakhiri pertemuan kala itu .


"Ya sudah kalau begitu Mas , kami semua pulang dulu . Dan tolong pikirkan solusi yang telah saya berikan . Demi kebaikan kalian semua . Assalamualaikum. "Pamit Pak RT kepada keluarga Dika

__ADS_1


"Waalaikumsalam . "


Setelah kepergian semua orang , Dika Maira dan Bu Ayu berkumpul di ruang keluarga . Untuk membicarakan apa yang terjadi barusan .


"Jadi bagaimana , Apa kamu mau menikah dengan Mahra ? Atau Maira yang pergi dari sini ." Tanya Bu Ayu dengan wajah sendunya. Karena tadi ia melihat wajah Dika yang tidak bersemangat .


"Ibu maunya bagaimana? " tanya Dika balik .


"Ibu mau Ibu maunya kamu menikah dengan Maira. " ujar bu Ayu dengan ragu.


"Jadi bener Ibu pengen aku menikah dengan Maira ? Apakah ibu bisa bersikap baik kepada Maira selayaknya seorang mertua kepada menantunya? Tidak melakukan kekerasan verbal kepada istriku nantinya . Dan tidak mempersalahkan masalah uang Dengan istriku. Karena jika aku menikag, aku akan bersikap adil kepada istriku. Dialah yang lebih utama aku nafkahi daripada ibu Karena kewajiban seorang suami menafkahi istrinya. Apa Ibu Sanggup ?"


"Aku tidak akan menikah jika ibu tetap bersikap sama seperti kepada Yesha dulu. Dan aku nggak mau, pernikahanku gagal lagi. Karena keegoisan ibu. " kata Dika lalu beranjak dari duduknya dan menjuku kamarnya.


Maira Merasa tidak nyaman dengan keadaan ini. Karena dia berada diantara dua orang ysbg berselisih. Jadi dia memilih diam.


Sedangkan bu Ayu sendiri merasa tertegun setelah mendengar semua ucapan dari Dika. bisa disimpulkan jika Dika selama ini tidak mau menikah karena takut sikapnya akan menyakiti hati istrinya nanti . Karena itu, lebih baik dia diam dengan biaya kehidupan mereka berdua .


"Ya Allah, ternyata semua ini karena aku. " ujar Bu Ayu dengan segala penyesalan nya.


Mendengar semua itu membuat Maira semakin tidak mengerti.


"Mai,tolong tutup dan kunci semua pintu. ibu ingin istirahat. " kata bu Ayu kepada Maira.


"i... iya, bu. " jawab Maira dengan tergagap .


Maira lalu bangkit dari duduknya dan mulai menutupi semua pintu dan menguncinya , walaupun hari masih terlalu sore untuk tidur . Dia yang tidak tahu apa-apa , juga ikut masuk ke dalam kamarnya . Mungkin dia akan mengatakan kepada semua orang, Besok dia akan pergi dari rumah ini dan tidak perlu menikah dengan Dika. Dia sendiri bingung ,Kenapa juga dia disuruh menikah dengan Dika dan tidak ada satupun yang bertanya tentang pendapatnya . Mereka malah Adu argumen satu sama lain .

__ADS_1


Sebenarnya dari tadi dia juga bingung dwngan Apa yang terjadi di masa lalu keluarga ini . Dia menangkap sebuah nama yaitu Yesha , siapa Yesha ? Apakah dia mantan istri Mas Dika . Lalu apa yang terjadi padanya , dan membuat bu Ayu shock saat mendengarkan namanya di sebut mas Dika tadi.


Malam itu , di ketiga kamar yang berbeda , baik Dika ,Bu Ayu dan Maira telah memutuskan apa yang akan dilakukannya besok . Mereka akan mengambil keputusan yang tidak ingin menyakiti satu sama lain .


__ADS_2