
"Memang siapa sih yang mau menikah dengan ibu? " tanya Arum masih dengan mengunyah makanannya.
"Om Dika. " jawab Maya dengan ragu.
Mendengar nama yang di sebutkan ibunya, sontak membuat martabak yang di makan Arum jatuh begitu saja dari tangannya.
Maya yang sudah tau respon anaknya yang terkejut seperti ini pun hanya bisa mendesah kasar, sambil mengambil makanan yang jatuh dari tangannya.
"Bu... ibu serius? beneran om Dika yang mau menikahi ibu. " tanya Arum tak percaya.
Dan di jawab Maya dengan anggukan kepala.
Arum menghembuskan nafasnya kasar.
"Bu, apa nggak ada pria lain yang mau menikahi ibu. Kenapa harus om Dika sih? Arum nggak mau." kata Arum dengan menggengkan kepalanya tak percaya.
"Memangnya kenapa? " Maya mencoba bertanya kenapa Arum bersikap seperti ini.
"Yah, aku nggak suka aja bu. Ibu tau kan, sikap om Dika sama Aksa dulu. Nggak ada sayang-sayangnya sama sekali. Aku meskipun kecil tau lho, bu sikap km Dika sama Aksa itu nggak banget." kata Arum sambil mengingat-ingat kejadian masa lalu.
"Dan, aku nggak mau punya nenek kayak nenek Ayu. Jadi nenek kok jahat banget, udah tua lagi. Enggak, ah. Aku nggak mau. Mending kita hidup seperti ini aja bu. Walau kekurangan tapi aku bahagia. Nggak ada yang nyuruh-nyuruh ibu dan bentak-bentak ibu. Kita hidup Begini saja bu, sampai nanti ibu bisa menemukan pria baik yang bisa menerima ibu apa adanya dan juga nerima Arum juga tentunya. " Ujar Arum panjang lebar, menjelaskan kalau dia enggan kembali ke rumah yang seperti neraka itu.
"Kalau om Dika sudah berubah gimana? Apa Arum masih nggak mau kalau ibu menikah dengan om Dika. Om Dika juga bilang kita nggak akan tinggal di rumah nenek, tapi dirumah Om Dika sendiri. Gimana. " Maya mencoba memancing lagi pendapat anaknya itu.
Arum tetap menggeleng. "Enggak apapaun alasannya Arum tetap nggak mau kembali ke keluarga itu. Kalau ibu keberatan membiayai sekolah Arum, Arum nggak apa-apa nggak sekolah. Asalkan kita nggak kembali ke keluarga itu. " tanpa terasa Arum mengeluarkan air matanya saat mengatakan semua itu.
Maya langsung memeluk anaknya dengan erat.
"Arum nggak boleh gini nak.. Arum akan tetap sekolah. Ibu nggak keberatan menyekolahkan Arum. Karena itu sudah tugas ibu. Ibu akan kerja keras buat nyekolahin Arum dan buat memenuhi kebutuhan kita. " Kata Maya yang ikut meneteskan air matanya mendengar semua yang di katakan anaknya.
Mereka berdua saling berpelukan melepaskan semua sesak yang mereka rasakan selama ini.
Ternyata begitu besar trauma yang di torehkan keluarga itu kepada dua anak kecil yang pernah masuk di dalam keluarga itu. Yaitu Aksa dan Arum. Sehingga mereka berdua benar-benar tidak ingin kembali ke sana, dan lebih memilih hidup menderita dari pada harus hidup tersiksa di rumah itu.
__ADS_1
Maya sudah mendapatkan jawaban dari anaknya. Dan dia sudah tau keputusan apa yang akan dia ambil. Dia akan lebih menjaga kewarasan anaknya, daripada harus mengorbankan perasaan anaknya.
"Ayo tidur. Biar besok Arum nggak terlambat bangunnya. "
"Tapi ibu janji, nggak akan menikah dengan om Dika. " pinta Arum kepada ibunya.
"Iya Arum, ibu janji. "
Mendengar janji ibunya,Arum mengangguk dan langsung menuju kamar mandi untuk segera gosok gigi, mencuci tangan dan kaki. Mereka berdua kemudian segera berbaring dan bercerita sebelum menyelami alam mimpi.
*
*
Keadaan Abhi sudah lebih baik dari kemarin. Dia sudah bersiap untuk berangkat ke kantor hari ini. Di depan rumah, Mario sudah datang menjemput Abhi dengan mobilnya. Karena mobil Abhi di tinggal di kantor kemarin.
Mario yang baru turun dari mobil sedikit tertegun melihat sosok wanita yang sedang mengantarkan anaknya ke sekolah dengan menggunakan sepeda biasa. Berkali-kali dia mengucek matanya, tapi tetap saja yang dia lihat adalah sosok wanita yang dia cari selama ini.
Hingga terdengar suara Abhi dan istrinya yang sedang berdebat.
"Mas... mas yakin mau kerja. Mas nggak periksa ke dokter dulu gitu? " Kata Yesha yang sedikit berlebihan mengkhawatirkan suaminya.
"Aku sudah baik-baik saja sayang. Jangan khawatir, lagi pula aku bersama Mario. Dia yang akan menjadi sopir ku sampai aku lebih baik. Okey. Apa kamu sudah puas? " Abhi merasa gemas sendiri dengan tingkah istrinya yang berlebihan itu.
Tapi dalam hati dia merasa bahagia karena istrinya itu sangat menghawatirkannya dan peduli padanya.
"Ya udah, pokoknya kalau terasa nggak enak badan, mas harus langsung ke dokter atau pulang." Yesha memperingatkan.
"Iya sayangkuuuuhhhh.... Kok tambah cerewet sih." kata Abhi sambil menarik ke dua pipi istrinya sambil menggoyangkan nya ke kanan dan kekiri.
"Iihhhh.... mas. "
Pemandangan sepasang suami istri itu membuat Mario jadi salah tingkah. Tidak menyangka saja kalau bosnya yang terkenal galak dan dingin bisa semanis itu kepada istrinya.
__ADS_1
"Ya sudah aku berangkat dulu. Assalamu'alaikum." Abhi menyerahkan tangannya untuk dicium oleh istrinya dan segera disambut dengan takzim oleh Yesha. Lalu dibalas Abhi dengan ciuman hangat di keningnya.
Akhirnya drama rumah tangga di pagi hari itupun selesai. Mario segera menancapkan gasnya menuju kantor. Dia yang sudah penasaran dengan sosok Maya darii tadi pun akhirnya menanyakan kepada bosnya.
"Bos, saya boleh bertanya sesuatu. '
Abhi yang sedang memeriksa ponselnya langsung mendongak melihat kearah Mario di kursi depan.
" Apa yang ingin kau tanyakan? "
"Tempat kost disebelah rumah anda itu apakah milik nona Yesha? " tanya Mario
"Iya, memang kenapa? "
"Apakah untuk kost rumah tangga, atau khusus putri. "
"Khusus putri. Memang kenapa sih? "
"Enggak, bos. Aku tadi kok liat ada wanita nganterin anaknya sekolah yang keluar dari tempat kost itu. " tanya Mario memancing bosnya
"Oh itu. Dia mantan istrinya kakak ipar mantan suami istriku. "
"Maksudnya? "Mario tak mengerti.
" Mantan suami istriku punya kakak cowok, nah istri kakaknya itu dia. Namanya Maya, tapi sayang dia sudah bercerai dengan suaminya. Karena denger-denger suaminya selingkuh. " kata Abhi tanpa sadar.
"Eh... pagi-pagi aku kok sudah gibahin orang sih. kayak mak-mak aja. Astaghfirullah haladzim... " kata Abhi sambil memukul-mukul mulutnya.
Mario tidak mempedulikan kekonyolan bosnya itu, dia terpaku pada dua hal, Maya dan bercerai. Sepertinya dia harus mencari tau sesuatu.
Mobil mereka sudah memasuki perusahaan, Mario segera membukakan pintu mobil untuk bosnya. Dan mereka berjalan beriringan menuju ruangannya. Di ruangannya Mario tidak langsung bekerja dia lalu membuka dompetnya dan mengambil sebuah foto yang sudah usang disana. fotonya bersama seorang wanita yang tersenyum lepas memakai baju SMA yang sudah di corat-coret. Itu artinya foto itu diambil saat mereka merayakan kelulusan.
"Maya, akhirnya aku menemukanmu. " gumamnya dengan senyuman yang mengembang.
__ADS_1