Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)

Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)
Permintaan Papa


__ADS_3

Sudah dua bulan berlalu, masa Iddah Yesha sudah selesai sejak beberapa hari lalu. Namun itu tak membuat Yesha berfikir untuk menikah lagi. Rasanya hanya dengan menjalankan usahanya dan membesarkan Aksa saja itu sudah cukup baginya saat ini. Yesha sepertinya sudah tidak memiliki minat untuk menikah lagi. Tapi Yesha juga tidak menampik kemungkinan untuk membuka diri jika ada seorang pria yang menawarkan sebuah cinta tulus kepadanya.


Usaha Yesha juga sudah berjalan dengan baik. semua menghasilkan rejekinya sendiri-sendiri. Mulai dari persewaan kamar kost, baju online maupun ofline, toko sembako dan warung makan modern yang dia miliki semua berjalan dengan baik. Jika salah satu usahanya tidak berjalan, maka usaha lain menutupi nya. Itulah kenapa Yesha memilih empat usaha yang berbeda. Karena tiap usaha itu memiliki kelebihan dan kekurangan Masing-masing. Jadi jika ada yang tidak berjalan usaha lainnya bisa saling menutupi dan Yesha tetap mendapat penghasilan dari usaha lainnya.


Bukankah pemikiran Yesha itu patut di ancungi jempol, mereka saja yang bodoh tidak pernah memberikan kesempatan kepada Yesha dalam berusaha dan berkembang. Sehingga dia memendam bakatnya dalam diam.


Saat ini Yesha berada di rumah makannya, dia sedang membantu pegawainya untuk melayani pembeli. Banyak para pembeli di sana dari kalangan mahasiswa ataupun orang biasa yang sekedar makan, nongkrong atau memperhatikan pemilik rumah makan itu. Karena mereka tau, kalau Yesha adalah seorang janda yang lumayan sukses.


Ada Satu orang yang selalu datang ke rumah makan itu di jam makan siang, dan orang itu selalu memperhatikan gerak -gerik Yesha yang sedang melayani pembeli atau turun langsung ke dapur. Dia sangat penasaran dengan wanita yang bernama Yesha, seorang janda satu anak yang masih sangat muda.


Jihan sering melihat gerak gerik aneh pria bernama Andre itu. Dengan perasaan kesalnya, Jihan lalu mengambil ponselnya dan menghubungi Abhi melalui panggilan video. Abhi yang tidak tau apa-apapun langsung mengangkat panggilan video dari adiknya itu. Namun adiknya tidak terlihat, yang terlihat malah Seorang pria yang sedang memperhatikan Yesha yang sedang melayani pembelinya dengan ramah. Jihan sengaja memasang kamera belakang nya agar kakaknya tau kalau saat ini Yesha sedang ada yang mengincar.


"Bagaimana, puas melihat Mbak Yesha sedang menjadi magsa orang lain. " ketus Jihan yang kesal dengan kakanya. Karena tidak segera melakukan tindakan kepada Yesha yang sudah menghabiskan masa Iddah nya.


"Maksud kamu apaan sih dek. " Abhi yang tidak tahu menahu tentang apa yang terjadi, jadi korban kekesalan Jihan.


Mata Abhi langsung melotot saat melihat pria tadi menghampiri Yesha dengan maksud mengajaknya berkenalan atau mungkin mengajaknya berteman. Yesha hanya menangkup kan kedua tangannya didada membalas uluran tangan Andre sambil tersenyum.


"Maaf mas, tidak membalas jabatan tangannya. nama saya Yesha. " kata Yesha dengan sungkan.


Andre pun mengerti, ia lalu menarik tangannya lagi.


"Aku Andre, senang berkenalan dengan mu Yesha." kata Andre sambil memasukkan tangannya kedalam kantong celananya.


"Senang juga berkenalan dengan, anda. Saya permisi dulu, mau bantuin anak-anak. " Yesha kemudian undur diri dari hadapan Andre menuju dapur.


Andre bersorak senang dalam hati, karena langkah pertama berkenalan dengan Yesha sudah berhasil. Karena rasa senangnya, dia sampai mengeplalkan tangannya di udara sambil berkata "Yes."


Jihan kemudian keluar dari warung Yesha, untuk bicara pada kakaknya itu.


"Gimana? sudah puas melihat adegan tadi? " sungut Jihan pada kakaknya itu.


"Apaan sih, Jihan? tidak ada hubungannya denganku itu. " kata Abhi sambil memrndam perasaannya.

__ADS_1


"Ya udah kalau gitu. Mas Abhi aku kasih tau ya, cowok yang tadi kenalan sama mbak Yesha itu, selalu datang ke sini tiap makan siang ,sejak mbak Yesha membuka warung ini. Aku sudah memperhatikannya sejak lama, Dan tadi dia sudah ngajak mbak Yesha kenalan. Entah besok, apa dia akan berhasil ngakak mbak Yesha atau Aksa untuk jalan bareng. " Jihan menceritakan semua yang dia tau tentang tingkah Andre sekaligus ngompori kakaknya.


"Kalau mbak Yesha sudah jatuh cinta sama tuu cowok. Siap-siap aja mas Abhi bakal patah hati. Ibarat bunga, hati mas Abhi bakal layu sebelum berkembang. " Jihan memperingatkan.


"Terus aku harus gimana dong dek?" Abhi terlihat lemah saat ini.


"Aku masih belum tau perasaanku sama Yesha. "


"Heh... " Jihan menghembuskan napas beratnya.


"Coba cari jawabannya sendiri, mas. Masa iya aku yang masih bocah ini ngajari cinta-cintaan sama mas Abhi yang udah tua bangka. " kata Jihan lagi meledek kakaknya.


Abhi mendelik saat dibilang tua bangka sama Jihan


"Aku nggak tua-tua amat, ya dek. umurku masih tiga puluh tahun, usia matang ini mah. " kata Abhi membela dirinya.


"Iya, usia matang, tapi sama perasaan sendiri aja nggak tau. Udah deh, tanya sama mbak google sana, bagaimanakah perasaan jatuh cinta itu. Pasti langsung di jawab. Nanti rasakan sendiri pada hati mas Abhi. Aku cuma mau ngasih tau, jangan sampai terlambat dan kekasih hati di embat orang. Assalamu'alaikum. "


Jihan langsung mematikan ponselnya, tanpa mendengar balasan salam dari Abhi.


"Dasar bocah nakal. "


Tapi tak ayal Abhi pun mengikuti saran adiknya itu, dia langsung melakukan browsing di internet tentang gejala jatuh cinta. mbah google pun langsung memberikan jawabanya.


"Merasa Berdebar saat bertemu, rindu jika tidak bertemu, galau jika tidak ada kabar, memiliki rasa peduli, dan simpati, membuka diri pada orang itu,merasa cemburu bila si dia dekat dengan pria/wanita lain. dan masih banyak yang lainnya."


Membaca itu, Abhi jadi merenung. Apa benar kalau dia sudah jatuh cinta pada Yesha? karena semua yang ada dalam penjelasan itu Abhi merasakan nya pada Yesha.


"Ah, bodohnya aku. kenapa nggak peka dengan perasaanku sendiri. " geram Abhi sambil mengacak rambutnya.


Dia lalu bergegas untuk kembali ke rumahnya, dan mendinginkan otaknya. Sesampainya di rumah, Abhi langsung mendapat sambutan dari papanya.


"Bersihkan tubuhmu, setelah itu kita perlu bicara. " kata papanya sengan suara yang terkesan tegas.

__ADS_1


"Baik, pa. " Abhi kemudian masuk ke dalam kamarnya dan langsung mandi. Setelah itu dia segera bergegas menemui kedua orang tuanya di ruang keluarga.


"Ada apa pa, sepertinya serius banget. " kata Abhi sambil menyomot kentang goreng di hadapannya.


"Usiamu sudah cukup matang untuk berumah tangga Abhi, apa kamu masih belum bisa membuka diri? " tanya pak Pradipta hati-hati, karena dia tau pertanyaan ini sangat sensitif untuk anaknya.


"Belum, pa. Dan aku harap kalian tidak ikut campur lagi dengan pernikahan ku nanti. " katanya yng merasa tudak senang jika ditanyakan masalah pernikahan.


"Baiklah papa dan mama tidak akan ikut campur dengan kehidupan pribadimu. Tapi papa ada satu permintaan padamu. " kata pak Pradipta dengan pandangan memohon.


"Apa? "


"Kembalilah bekerja di perusahaan papa, papa ini sudah tua nak. Harusnya sudah istirahat dari pekerjaan dan menikmati masa tua bersama mamammu. " pinta pak Pradipta dengan nada memelas.


Abhi menghembuskan nafasnya kasar. Sudah dia duga, jika papanya ngajak bicara, pasti yang dibahas kalau tidak pernikahan ya pekerjaan. Dan semua terbukti.


"Akan aku pikirkan pa, tapi aku harus membagi waktuku di perusahaan dan kantor ku. " kata Abhi kemudian. Karena sebenarnya dia sendiri tidak tega jika melihat papanya tiap hari pergi pagi pulang malam. Di usia papanya yang seharusnya sudah beristirahat masih harus bekerja karena dirinya yang keras kepala.


"Baiklah, papa sudah senang jika kamu mau bekerja di perusahaan papa lagi. " Akhirnya senyum itu terukir indah di bibir pak Pradipta.


Setelah obrolan singkat itu, mama Ernia mengajak mereka makan malam. Tapi Abhi menolak, karena dia ingin makan di tempat Yesha. Abhi segera mengambil kunci mobilnya dan melajukannya ke rumah Yesha.


"Yesha itu siapa sih ma? kenapa Abhi selalu membicarakannya. "


"Yesha itu pemilik kostnya Jihan, dia janda beranak satu, tapi masih sangat muda, usianya 4-5 tahun di bawah Abhi. " kata mama Erina menjelaslan siapa Yesha.


"Kalau dia janda berarti pernikahan pertamanya tidak beres dong ma. Jangan dekatkan Abhi dengan wanita seperti itu, aku takut Abhi akan melakukan kesalahan yang sama lagi. " kata Pak Pradipta menolak.


"Dia bukan janda seperti yang papa bayangkan. " Akhirnya mama Erina menceritakan kisah pernikahan Yesha, hingga perceraiannya. bahkan meski sudah bercerai, tapi mantan mertuanya itu suka menghinanya di muka umum.


"Oohh, gitu. Jadi dia juga korban perselingkuhan suaminya. Kalau begitu sih, ya terserah Abhi aja. mungkin mereka berdua bisa saling mengobati karena pernah terluka akan hal yang sama. " Putus pak Pradipta.


"Terimakasih pa. Sudah membuka diri untuk Yesha. Tapi sayangnya, anakmu itu masih belum tau perasaannya pada Yesha. Dia memang benar-benar bodoh. Yesha sudah menyelesaikan masa indahnya. mama Takut ada pria lain yang nyerobot Yesha duluan. Karena mama dapat telpon dari Jihan, Yesha sudah menjadi incaran seorang pria di sana. " kata mama Erina yang khawatir dengan cerita Jihan.

__ADS_1


"Sudahlah ma, jangan khawatir, jika dia jodohnya Abhi. Nggak akan kemana kok. Biarlah Abhi mengenali perasaanya dulu. jangan terlalu di paksa. Kita nggak mau kan, pernikahan keduanya hancur lagi? " kata pak Pradipta bijak.


Mama Erina hanya menganggukkan kepalanya setuju.


__ADS_2