Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)

Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)
Malam Pertama


__ADS_3

"Yesh... bolehkah aku...." Kata Abhi dengan ragu, dan menggigit bibir bawahnya.


Yesha yang mengerti arah pembicaraan Abhi pun mengangguk malu.


"Sudah sewajarnya aku melayanimu malam ini, mas. " kata Yesha dengan tertunduk malu.


Abhi mengangkat dagu Yesha agar tidak tertunduk dan menatap matanya.


"Apa kau siap? "


Yesha mengangguk sebagai jawaban.


Abhi menyusuri tiap jengkal wajah Yesha. Wajah yang selalu mengganggu pikirannya beberapa waktu terakhir. Mulai dari keningnya, dia menyingkirkan anak rambut yang mengganggu penglihatanya. Sungguh dia tidak menyangka istrinya itu ternyata sangat cantik dengan rambut terurai yang selalu tersembunyi dibalik hijab yang selalu menutup kepalanya.


"Kamu cantik sekali, sayang. " Abhi tak sungkan lagi memanggil istrinya dengan panggilan sayang. Agar mereka lebih terlihat mesra.


Wajah Yesha memerah saat mendengar Abhi memanggilnya sayang. Baru kali ini dia mendapat panggilan dan pujian seperti itu.


Abhi tersenyum melihat wajah Yesha yang memerah, tangannya lalu turun ke pipi Yesha dan membelainya dengan lembut. Setelah puas dipipi, tangan itu lalu turun di bibir Yesha. Sebentar bermain di sana. Yesha menikmati setiap sentuhan yang Abhi berikan, Penuh kelembutan dan kehangatan.


Tak tahan bermain terlalu lama, Abhi lalu mendekatkan wajah nya, ke wajah Yesha. Lalu Mulai mencium Yesha dengan penuh kelembutan. Yesha pun membalas ciuman Abhi sesuai nalurinya. Yesha terlena dengan kelembutan yang diberikan Abhi, hingga Tanpa ia sadari tangan Abhi sudah bekerja dibawah sana membuka satu persatu kancing piyama yang dipakai Yesha.


Setelah berhasil membuka semua kancing piyamanya, ciuman Abhi turun keleher jenjang Yesha dan memberikan beberapa tanda cinta di sana. Sedangkan satu tangannya bermain-main di salah satu gundukan squishy milik istrinya itu.Yesha merasa melayang saat itu juga. Rasa yang sudah lama tidak ia rasakan, ia bisa menikmatinya lagi dengan cara yang sangat lembut saat Abhi menyentuh setiap jengkal tubuhnya.


Dirasa sudah cukup, kini giliran Abhi yang membuka piyamanya dengan semangat. Ia dengan tidak sabaran mebuka seluruh pakaiannya, hingga tanpa tersisa sehelai benangpun. Yesha memalingkan wajahnya saat melihat tubuh berotot milik suaminya dan enam tonjolan di perutnya, senjatanya juga sudah tegak berdiri menantang lawannya. Abhi segera melepaskan pakaian bagian bawah milik Yesha yang tersisa. Lalu ia segera Mengungkung tubuh Yesha yang berada di bawahnya.


"Apa kau sudah siap. " bisiknya di telinga Yesha


Membuat Yesha merinding dibuatnya. Dan ia hanya bisa mengangguk sebagai jawaban.


Mendapat persetujuan dari Yesha, Abhi segera melakukan apa yang harus dia lakukan. Senjata itu segera Abhi dorong masuk ke dalam sarangnya. Begitu sempit dan susah untuk memasuki nya. Kening Abhi mengernyit, apa benar istrinya ini seorang janda beranak satu. Tapi kenapa miliknya sempit sekali seperti milik seorang perawan.


"Kenapa mas? " tanya Yesha, saat Abhi Menghentikan gerakannya.


"Apa sakit? "


"Sedikit, tapi aku bisa menahannya. "


Abhi pun dengan semangat melanjutkan aksinya. biarlah pertanyaannya tadi ia tanyakan saat selesai bertempur. Abhi meraup bibir Yesha agar ia relaks dan senjatanya bisa masuk dengan sempurna, tanpa harus mendengarkan rintihan Yesha yang akan membuatnya tidak tega. Rasa itu kembali menghampiri kedua insan yang sudah lama haus akan kenikmatan surga dunia. Terutama bagi Abhi yang sudah berpuasa lebih dari lima tahun. Kini ia bisa merasakannya lagi. Dan kali ini ia merasakaannya dengan wanita yang ia cintai.

__ADS_1


Abhi mempercepat ritme permainannya saat ia akan melakukan pelepasan. Dan lenguhan panjang itu akhirnya keluar dari dua anak manusia yang sedang melakukan ritual suci mereka di malam pertama. Abhi mengecup kening Yesha lama, dan mengucapkan


"Terimakasih, sayang. "


Yesha menanggapinya dengan anggukan kepala dan senyum di bibir nya. Dia tidak bisa membalas ucapan Abhi karena masih mengatur nafasnya yang tersengal akibat pertempuran yang mereka lakukan barusan.


Abhi langsung merebahkan tubuhnya di samping Yesha. Ia juga masih mengatur nafasnya. Karena sudah lama ia tidak melakukan nya, jadi dia merasa bersemangat malam ini. Abhi menghadap ke Arah Yesha, dan segera memeluknya. Menenggelamkan kepalanya di dada Yesha dan bermain-main di sana seperti seorang bayi.


Yesha yang awalnya merasa geli, risih dan malu pun. Akhirnya menyerah dengan sikap Abhi yang seperti kekanakan itu. Dia mengusap lembut kepala Abhi hingga keduanya terhanyut dalam mimpi.


*


Dika berlari menyusuri koridor rumah sakit. Dia mencari ruang ICU tempat istrinya di rawat. Hingga ia menemukan kamar itu. Perawat yang berjaga di sana segera memberitahukan kepada Dika, jika dokter yang menangani Vio ingin bertemu dengannya.


Dengan langkah gontai, Dika menemui dokter. Setelah dipersilahkan masuk, Dika langsung masuk dan duduk berhadapan dengan dokter itu.


"Kenapa istri saya dok. Kenapa bisa kritis. "


"Maaf tuan, kami harus memberitahukan kabar ini kepada anda. " kata dokter dengan wajah yang serba salah.


"Katakan dokter, apa yang terjadi pada istri saya. "


"Setelah kami melakukan beberapa tes dan pemeriksaan intensif kepada istri anda, ternyata istri anda mengalami penyakit sirosis hati."


"Sirosis hati bisa disebabkan karena gaya hidup tidak sehat. Apakah istri anda sering minum alkohol selama ini. "


Dika menganggukan kepalanya.


"Itulah penyebab utama sirosis hati tuan. "


Dika terduduk lemas mendengar penjelasan dari dokter.


"Apa bisa disembuhkan dokter? "


Dokter menggeleng. "kerusakan hati karena sirosis tidak dapat dipulihkan, tapi kita bisa mencegah kerusakan yang lebih lanjut. Mungkin istri anda akan dirawat beberapa hari di ruang ICU setelah stabil kita akan memindahkannya ke ruang perawatan. "


Setelah mendengar semua penjelasan dokter, Dika Keluar dengan langkah gontai. Menuju ruangan Vio di rawat. Dia merasa khawatir karena selama ini dia dan vio selalu bermain-main di club malam tiap keluar kota, menghamburkan uang untuk berfoya-foya dan mencari kenikmatan sesaat. Tanpa memikirkan apa efek kedepannya.


Dia jadi memikirkan kesehatannya sendiri. Andai dia tidak dibutakan dengan godaan duniawi mungkin dia akan hidup Bahagia sekarang bersama Yesha dan anaknya Aksa. Walau hidup dengan kesederhanaan tapi jika itu membuat hati Bahagia itu sudah cukup.

__ADS_1


"Yesha... " lirihnya.


Wanita yang terlambat ia cintai itu, walau sudah hidup bersama selama tujuh tahun. Mungkin kini dia sedang melakukan malam pertamanya dengan suaminya. Sedangkan dia terjebak di rumah sakit ini, malam ini.


"Apakah keberuntunganku sudah hilang saat Yesha sudah menikah seperti saat ini. " batinnya.


*


*


Abhi terbangun di tengah malam. Ia lalu mencari air minum untuk membasahi tenggorokannya yang kering. Setelah merasa segar, ia menoleh ke sampingnya, terlihat wajah damai Yesha istrinya yang sedang tertidur di bawah lampu temaram. Membuat dirinya gemas. Abhi lalu menciumi wajah Yesha berkali-kali, hingga membuat Yesha menggeliat. Dan selimut yang menutupi tubuh mulusnya tertarik ke bawah, sehingga memperlihatkan kedua gundukan squishy yang tidak tertutup apapun.


Abhi langsung memejamkan matanya melihat tubuh polos istrinya. Sungguh godaan itu datang lagi, dan membangunkan sesuatu yang tadi tertidur kini berdiri dengan tegak.


Tanpa pikir panjang lagi, Abhi segera mengungkung tubuh Yesha dibawahnya dan memberikan ciuman bertubi-tubi di seluruh wajahnya. Menyesap bibir Yesha atas bawah tanpa rasa bersalah sedikitpun. Abhi juga Memberikan beberapa tanda kepemilikan di leher dan dada Yesha.


Yesha yang merasa terganggu dengan aksi suaminya itupun segera membuka matanya, dan melihat suaminya sedang asik bermain di atasnya dengan dua squishy miliknya.


"Mas.. ah..." Suara laknat itu akhirnya keluar dari mulut Yesha yang baru bangun dari tidurnya.


Membuat Abhi segera menghentikan aksinya. Dan menatap ingin kearah Yesha.


"Nambah satu lagi boleh? "


Ingin mengatakan tidak pun percuma karena Yesha merasa ada yang sedang menusuk-nusuk di bawah sana. Akhirnya Yesha pun mengangguk pasrah.


Dimulailah ronde ke dua untuk pasangan pengantin baru itu di waktu dini hari, hingga menjelang subuh. Abhi yang katanya hanya nambah satu kali lagi, ternyata mengulanginya lagi dan lagi, hingga mereka berdua terkapar tak berdaya dengan Abhi yang ambruk di atas tubuh Yesha.


Abhi dan Yesha tertawa bersama setelah melakukan olah raga menyenangkan itu. Karena tidak menyangka mereka akan melakukannya sampai berkali-kali, demi mengejar kepuasan pada diri mereka masing-masing.


"Kita bersihkan diri dulu, setelah sholat subuh kita akan lanjut tidur. " ujar Abhi yang sudah terduduk di sisi ranjang.


"Kirain mau lanjut ronde berikutnya. " gumam Yesha, tapi masih di dengar Abhi.


Abhi mengangkat alisnya mendengar gumaman Yesha. "Apa kamu mau lagi? " tanyanya dengan wajah menggoda.


"Nggak." Yesha langsung berlari menuju kamar mandi, tanpa mempedulikan Abhi.


Abhi yang melihat tingkah istrinya itu hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


------------------oo0oo-------------------


Ehm..... ehm....


__ADS_2