Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)

Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)
#S2 Dika 8


__ADS_3

Keesokan harinya ,


Maira bangun pagi seperti biasa , Dan Dia mulai mengerjakan apa yang sudah menjadi pekerjaannya di rumah itu . Mungkin hari ini adalah hari terakhir dirinya berada di rumah ini . Maira memutuskan akan pergi dari sini , karena tidak ingin membuat keluarga ini berselisih paham dan menyebabkan fitnah bagi keluarga ini . Jadi, lebih baik dia pergi saja.


KDan seperti hari sebelumnya , Bu Ayu dan Dika terbangun saat mencium aroma masakan yang sangat menggugah selera . Mereka berdua keluar dari kamarnya bersamaan dan menuju dapur . Di sana terlihat Maira yang masih berputar dengan alat masaknya .


Bu Ayu dan Dika saling berpandangan , entah apa yang mereka pikirkan saat ini . Dika segera membersihkan dirinya untuk pergi bekerja .


Mereka sudah berkumpul di meja makan untuk melakukan sarapan .


"Setelah sarapan Aku ingin mengatakan sesuatu kepada kalian berdua." kata Maira yang membuka percakapan karena semua orang sedang terdiam .


"Baiklah Ibu juga ingin mengatakan sesuatu . " ujar Bu Ayu .


Dika hanya mengangguk , dia ingin mendengarkan apa yang ingin mereka katakan .


Mereka melanjutkan sarapannya , hingga semua makanan yang ada di piring bersih tak tersisa .


"Katanya ada yang ingin kau sampaikan kepada kami , Katakanlah . " Ujar Dika kepada Maira .


"Terima kasih aku ucapkan kepada kalian berdua karena telah mau menampung ku di rumah ini . Benar-benar berterima kasih , tapi sepertinya aku harus pergi karena aku tidak ingin membuat kalian berselisih paham , dan menjadikan keluarga ini tertimpa sebuah masalah atau fitnah .karena aku . Oleh sebab itu Aku akan pergi hari ini ." Kata Maira panjang lebar .


Mendengar itu Bu Ayu Merasa tidak senang ,karena dia ingin Maira tetap tinggal di sini .


"Aku tidak setuju , " kata Bu Ayu yang langsung menyanggah ucapan Maira .


"Kamu akan tetap tinggal di sini , dan kamu akan menikah dengan Dika. " Kata Bu Ayu yang sudah membuat keputusan semalam .


"Apa maksud ibu , " tanya Dika yang tidak mengerti maksud ibunya .


"Ibu sudah memutuskan , Maira akan tetap tinggal di sini . Dia yang akan menikah denganmu ." Kata Bu Ayu yang tidak ingin ditolak .

__ADS_1


"Tapi Bu, Apa ibu sudah memikirkannya ? "tanya Dika yang merasa tak percaya .


"Ibu sudah memikirkannya , dan Ibu sudah yakin dengan keputusan ibu . Maira akan menikah denganmu ." ujar bu Ayu dengan oenuh keyakinan.


"Tunggu , kenapa kalian memutuskannya sendiri ? Kenapa tidak bertanya kepadaku ? Aku juga berhak atas hidupku " kata Maira yang menyela perdebatan antara ibu dan anak itu.


Bu Ayu dan Dika langsung menoleh ke arah Maira . Rupanya mereka hanya berdebat sendiri , dan tidak memperdulikan bahwa Maira juga berhak memutuskan apa yang dia inginkan .Akhirnya perdebatan antara Bu Ayu dan Dika berhenti setelah Maira mengatakannya .


"Lalu apa yang kau inginkan Maira. " tanya Bu Ayu dengan wajah penuh harap .


"Aku ingin pergi saja Bu . Aku tidak ingin menjadi beban kalian , dan menjadi penyebab fitnah di keluarga ini . Aku juga tidak ingin kalian berdua salah paham atau berselisih paham karena aku . " ujarr Maira dengan wajah tertunduk .


Mendengar itu Bu Ayu langsung lemas , karena ternyata Maira tidak ingin menikah dengan Dika dan lebih memilih pergi . Melihat ibunya yang tidak bersemangat jika lalu bertanya kepada Maira .


"Baiklah jika itu maumu , sekarang aku tanya padamu . Setelah keluar dari sini kau akan tinggal di mana ? Dan Apakah kau punya uang untuk memenuhi kebutuhanmu sehari-hari ?" Kata Dika yang ingin tahu respon dari Maira.


"Dan Maaf Maira Jika kamu pergi sekarang , aku tidak bisa memberikanmu uang karena ini tanggal tua dan aku belum gajian . sedangkan untuk kebutuhan di rumah masih berjalan satu minggu lagi. "


"Mai ibu mohon kamu jangan keras kepala , tetaplah tinggal di sini . Ibu tidak ingin kau terlunta-lunta di jalanan . Ibu sudah menganggapmu seperti anak sendiri . Jadi , Ibu ingin menjadikanmu anak mantu ibu, mau ya . " pinta Bu Ayu dengan menggenggam Tangan Maira.


Baru kali ini Dika melihat ketulusan di mata ibunya . Dia benar-benar menyukai sosok Maira ,meskipun anak ini bukanlah dari keluarga kaya . Bahkan bisa dikatakan orang yang sangat tidak punya . Karena bahkan Uang sepeser pun Dia tidak punya . Apakah Ibunya benar-benar sudah berubah ? Semoga saja .


"Kamu mau kan Mai menikah dengan Dika ? Ibu sangat berharap kamu menjadi istri Dika dan menjadi menantu ibu. " Ucap Bu Ayu dengan penuh harapan .


"Bagaimana dengan mas Dika? " tanya Maira lirih.


"Dik Bagaimana Apakah kamu mau menikah dengan Maira ? Tanya Bu Ayu kepada Dika .


"Apakah ibu benar-benar menginginkannya menjadi menantu ibu ." Tanya Dika pada ibunya


Dan Bu Ayu menjawabnya dengan anggukan kepala .

__ADS_1


"Apa Ibu bisa menjamin , kalau kejadian di masa lalu tidak akan pernah terulang lagi ." Kata Dika lagi yang ingin meyakinkan dirinya .


"Ibu berjanji Dika , ibu akan bersikap baik kepada Maira . Ibu tidak akan menyakitinya , dan menyakiti anak-anak kalian nanti . Ibu berjanji akan menjadi ibu mertua yang baik untuk Maira . " Kata Bu Ayu dengan lelehan air matanya .


Mendengar itu ketika Dika merasa lega , dia Lalu mendekati Maira .


"May Apakah kamu mau menikah denganku ," tanya Dika dengan memperhatikan Maira yang sedang tertunduk dan menangis .


"Aku hanyalah seorang duda , dengan seorang anak yang tidak mau menganggapku sebagai ayahnya . Karena semua itu terjadi akibat kesalahan yang aku lakukan kepada mantan istriku dan anakku . Aku memang bukan pria baik , ataupun pria sempurna . Aku adalah pria , yang menorehkan banyak luka kepada wanita masa laluku . Dan saat ini , Aku sedang belajar untuk memperbaiki diriku menjadi lebih baik. " ujar Dika panjang lebar. Dan tanpa Dika sadari ucapan nya membuat bu Ayu menangis.


"Maukah kamu belajar bersamaku untuk merajut masa depan? Aku masih dalam proses berhijrah menuju kebaikan. Semoga saja Allah memberikanku jalan untuk menjadi lebih baik lagi. Dan sesuai permintaan ibuku, yang menginginkanmu untuk menjadika menantunya. Maukah kamu menjadi istriku? " tanya Dika dengan sedikit keraguan di hatinya. Apakah Maira msu menjadi istrinya.


Maira sendiri bingung, dan masih bergelut dengam pikirannya sejak tadi. Jika dia keluar dari rumah ini, dia tidak akan punya tempat berteduh lagi, dan pasti akan menjadi gelandangan diluar sana. Jika dia tetap di rumah inu dia harus menikah dengan Dika, seorang pria dewasa dan duda. Apakah dia harus menyandarkan hidup nya kepada pria ini? Dan bukankah ibunya juga sangat menyukai nya. sehingga bersikeras memintanya tetap tinggal di rumah ini .


Dan tanpa sadar Maira menganggukkan kepalanya , tanda menyetujui kalau dia mau menjadi istri Dika .


Ucapan Alhamdulillah keluar dari mulut Bu Ayu dan Dika .


"Jadi benar kan kamu mau menerima Dika menjadi suamimu ?" Tanya Bu Ayu dengan penuh antusias .


Dan Maira menganggukkan kepala sebagai tanda setuju .


"Baguslah kalau begitu kita akan segera melakukan persiapan pernikahan . Hanya ijab qobul saja tidak apa-apa kan Maira ? Asalkan kalian resmi menikah dan Syah di mata hukum dan agama. " Kata Bu Ayu lagi.


Lagi-lagi Maira hanya mengangguk , dia juga tidak ingin perayaan pernikahan . Karena dia juga tahu diri . Dinikahi saja sudah syukur .


Tapi sebelumnya Aku ingin mengatakan sesuatu kepada kalian berdua , agar tidak terjadi lagi kesalahpahaman atau cocok rumah tangga di tengah-tengah pernikahan kita nanti .


"Apa ?" Katanya Bu Ayu Yang penasaran.


"Ini tentang masalah keuangan Bu , Aku ingin setelah menikah semua kebutuhan rumah ini di handle oleh istriku . Karena aku berkewajiban menafkahinya , dan memberikan kepercayaan kepadanya untuk mengatur rumah tangga . Bukannya aku tidak percaya pada ibu . Tapi aku tidak ingin kejadian masa lalu terulang kembali ." Kata Dika dengan wajah sendunya .

__ADS_1


"Baiklah Dika , Ibu mengerti . Jika kamu masih ragu kalau Ibu sudah berubah ,tidak apa-apa . Kamu bisa mengaturnya saat ini juga ,sebelum pernikahan kalian berjalan . Agar tidak ada kesalahpahaman antara menantu dan mertua nantinya. " Kata Bu Ayu yang mengerti trauma Dika .


__ADS_2