Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)

Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)
Resepsi


__ADS_3

Tepat pukul tiga, pintu kamar pengantin Yesha dan Abhi di ketuk. Dengan malas Abhi membuka matanya dan melepaskan pelukannya dari tubuh Yesha. Dia melihat jam di tangannya.


"Pantas sudah jam tiga. " batinnya.


Abhi lalu membangunkan Yesha, yang masih terlelap. Mungkin karena terlalu nyaman tidur di dalam dekapan Abhi.


"Yesha, bangun. Sepertinya MUA sudah datang ini sudah jam tiga. " Abhi membangunkan Yesha dengan membelai lembut pipinya.


Yesha menggeliatkan badannya dan mulai membuka mata. Hal pertama kali yang ia lihat adalah, wajah tampan suami barunya.


"Cepat mandi, aku akan membukakan pintu. "


Yesha mengangguk, dan tanpa bicara sepatah kata pun dia langsung beranjak ke kamar mandi. Abhi membenarkan pakaiannya yang kusut, lalu ia berjalan menuju pintu membukakan pintu untuk seseorang yang sedari tadi mengetuk pintu kamarnya. Siapa lagi pelakunya kalah bukan sang mama.


"Yesha mana? " tanya mama Erina ketika berada di dalam kamar anaknya.


"Mandi ma. Kami baru bangun tidur. " kata Abhi sambil menguap, lalu ia mendudukkan dirinya di atas ranjang.


Mata mama Erina memicing tajam meminta penjelasan dari Abhi. " Kalian belum ngapa-ngapainkan? "


"Apaan sih ma, ngapain apa? Meski ngapa-ngapain juga nggak apa-apa kan. Toh udah halal juga."


Mama Erina langsung memukuli anaknya itu, yang dengan santai nya berkata seperti itu.


"Kamu ini ya, nggak bisa nunggu sampai nanti malam apa. Kok nggak sabaran amat jadi orang. "


"Apaan sih, ma. Sakit tau. " kata Abhi sambil mengusap tangannya yang dipukuli sang mama. "Kami nggak ngapa-ngapain, kami cuma tidur siang doang. " kata Abhi lagi sambil mengerucutkan bibirnya.


"Habisnya kamu ngomongnya nggak jelas. Mama kan jadi salah paham. "


Ibu dan anak itu kemudian tertawa dengan kekonyolan yang mereka lakukan. Hingga beberapa orang MUA masuk ke dalam kamar, dan menyiapkan gaun pesta untuk resepsi malam ini beserta alat makeupnya.


Yesha pun keluar dari kamar mandi dengan keadaan tubuh dan wajah yang sudah segar. Mama Erina memperhatikan menantunya itu dengan seksama. Dan benar apa yang dikatakan Abhi, kalau mereka tidak melakukan apa-apa. Sebab rambut Yesha masih kering.


"Mama.... " Sapa Yesha yang merasa sungkan dengan kehadiran ibu mertuanya di kamarnya.


"Iya, sayang. Ya sudah, mama akan keluar. Tadi mama hanya mengantarkan mbak-mbak MUA ini kemari katanya sungkan kepada kalian." Kata mama Erina sambil beranjak dari duduknya.


"Abhi, kamu juga buruan mandi. " pesan mama Erina kepada anak sulungnya itu.


"Iya, maaa... "

__ADS_1


Abhi mengantarkan mama Erina sampai ke pintu, setelah itu ia kembali dan memberikan satu kecupan dipipi Yesha yang hendak di beri polesan make up.


"Apa sih, mas... " kata Yesha dengan semburat merah di wajahnya. Karena Abhi melakukannya saat ada beberapa MUA yang sedang mendandani nya.


Setelah mencuri satu kecupan itu Abhi langsung berjalan masuk kamar mandi tanpa rasa bersalah dan tidak menghiraukan Yesha yang salah tingkah.


"Masnya kayaknya sayang banget sama mbaknya." celetuk salah satu MUA sambil memoleskan bedak di wajah Yesha.


Yesha hanya tertunduk malu, mendengar godaan dari para MUA itu.


Setelah hampir satu jam Yesha di make up. Akhirnya selesai juga.Yesha terlihat sangat cantik dengan make up natural yang di poleskan para MUA.


"Pada dasarnya sudah cantik, mau di apa-apain juga cantik. " celetuk salah satu MUA itu.


Mereka lalu memakaikan Yesha gaun pestanya. Gaun pesta yang simple dan anggun yang menjadi pilihan Yesha saat fitting baju kemarin. Yesha tidak ingin gaun yang terlalu ribet dan berat, karena itu akan membuatnya kelelahan pada saat resepsi. Mama Erina dan Abhi setuju dengan pilihan Yesha kala itu, yang penting nyaman dipakai Yesha.


Abhi juga sudah bersiap dengan setelan jas nya yang senada dengan gaun pengantin yang dipakai Yesha. Mereka berdua tampak serasi.


Jihan dan Aksa masuk ke dalam kamar pengantin setelah mereka bersiap. Jihan yang ingin melihat pasangan pengantin, dan Aksa yang ingin melihat kedua orang tuanya. Mereka sangat antusias melihat kedua orang raja dan ratu sehari itu.


"Mama... " Teriak Aksa saat pintu kamar sudah terbuka.


"Aksa, jangan lari-lari nanti jatuh. " kata Yesha yang melihat anaknya berlari.


"Benarkah? kenapa anak mama sekarang pintar menggombal ya " Yesha mencolek dagu Aksa.


Aksa terkikik geli dibilang gombal oleh sang mama. "Aksa nggak gombal kok ma. Beneran mama, cantiiiik banget."


"Iya, mbak Yesha cantik banget. Aku jadi pengen didandani kayak mbak Yesha nanti kalau menikah." celetuk Jihan yang sudah ada dihadapannya.


"Sekolah yang bener, habis itu kerja.Baru ngomongin nikah. " Suara berat Abhi menyapa indra pendengaran Jihan yang sedang terpesona manatap kakak iparnya.


"Ih mas Abhi. bikin kaget aja. "


Abhi lalu mendudukkan dirinya disamping Yesha, lalu menyodorkan ponselnya pada Jihan.


"Fotoin dong, dek. Buat wallpaper "


Jihan menurut lalu, mengambil foto Abhi dan Yesha berserta Aksa di tengah-tengah mereka.


"Aksa, sini. " Jihan memanggil Aksa setelah mereka mengambil banyak foto bertiga.

__ADS_1


Aksa berlari ke arah Jihan. "Apa kak. "


"Sekarang giliran, papa dan mama Aksa yang foto berdua. " kata Jihan.


Aksa mengangguk. Lalu memperhatikan Ibu dan papa barunya itu.


Banyak foto yang Jihan Ambil, mulai dari foto tegang seperti ktp, berangkulan bahkan Abhi yang menggoda dan mencium Yesha. Semua Jihan abadikan dalam jepretan kamera handphone Abhi.


Jihan merasa bahagia, akhirnya sang kakak yang selama ini bersikap dingin dan angkuh itu bisa tertawa lepas bersama istrinya yang sekarang, Yesha.


Aksa sendiri juga merasa bahagia melihat sang ibu, bisa tersenyum kembali. Semoga papa barunya bisa menjaga ibunya dan dirinya dengan baik.


Harapan mereka berdua adalah kakak dan ibu mereka bisa bahagia selalu selamanya.


Mama Erina dan bu Hasna masuk ke dalam kamar pengantin yang heboh itu, Mereka memberitahukan kepada Yesha dan Abhi kalau tamu undangan sudah hadir, mereka diminta segera keluar. Karena banyak yang ingin melihat sepasang pengantin baru.


Yesha merangkul lengan Abhi, dan mereka berjalan beriringan memasuki ruangan. Semua mata memandang kedua mempelai dengan terkesima. Mereka tidak menyangka Abhi yang dingin bisa tersenyum manis seperti itu di hari pernikahannya. Dan siapa mempelai wanitanya? Dia sangat cantik dan anggun dengan riasan make up tipis di wajahnya. Pantas saja Abhi, bisa bertekuk lutut pada wanita itu.


Abhi dan Yesha diarahkan menuju kursi pelaminan, untuk menyambut para tamu yang ingin bersalaman dan mengucapkan selamat kepada mereka berdua.


Sepasang mata memandang kebahagiaan mereka dengan nanar. Karena ia sama sekali tidak menyangka kalau Yesha akan sampai di titik ini. Berpisah dengannya, dan Menikah dengan pria yang jauh diatas segalanya, dari dirinya. Dialah Dika. Dika datang sendiri ke pesta pernikahan mantan istrinya. Karena Vio tidak bisa datang, dia harus di rawat di rumah sakit sejak dua hari lalu. Belum diketahui penyakit apa yang menggerogoti tubuh Vio saat ini. Karena masih diperlukan pemeriksaan yang lebih teliti.


Pembawa acara menyampaikan sambutan dan ucapan terimakasih kepada para tamu undangan yang telah hadir. Dan semoga menikmati acara pesta ini.


Abhi dan Yesha pun mulai menerima ucapan selamat dari para tamu undangan. Lelah mereka rasakan, karena tamu yang datang sangat banyak. Itu semua karena rekan bisnis dan saudara pak Pradipta yang hadir sangat banyak.


Hingga sosok yang tidak ingin Yesha temui, naik keatas panggung. Abhi hanya melihat apa yang akan dilakukan Dika. Jika keterlaluan, maka dia yang akan turun tangan.


"Selamat, Yesh. Semoga kamu bahagia dengan pernikahan mu. " ucap Dika saat bersalaman dengan Yesha. Ingin sekali Dika memeluk Yesha saat itu. Tapi ia tak mampu melakukannya, karena ada sosok tinggi berkharisma dibelakang Yesha.


"Terimakasih." ucap Yesha singkat. Dia tidak mau berbasa-basi lagi dengan Dika.


Dika pun menyalami Abhi dan mengucapkan selamat kepadanya. "Selamat tuan Abhi. Aku harap, anda bisa menjaga Yesha dengan baik. "


"Tentu saja, aku akan menjaga istriku dengan baik." Abhi menepuk bahu Dika setelah bersalaman.


Saat hendak turun Dika mendengar suara anak kecil yang memanggil


"Papa... "


Dika segera menoleh kebelakang. Dilihatnya anaknya Aksa yang bergelayut manja kepada Abhi dan memanggilnya dengan sebutan papa... semakin sakit hati Dika rasakan. Anaknya, darah daging nya memanggil papa kepada orang lain. Tapi dia tidak memanggilnya dan mendekatinya sama sekali atau bahkan melirik kearahnya. Dika u sangat bersalah kepada Aksa selama ini. Dika turun dari panggung pelaminan dengan mata berkaca-kaca. Dia segera duduk di tempatnya tadi berada dan berkumpul bersama teman-teman nya.

__ADS_1


Yah, teman-teman. Untung saja teman-teman Dika tidak tau kalau Yesha adalah mantan istrinya, kalah mereka tau, maka dia akan menjadi bahan ejekan semua teman-temannya. Karena istrinya sudah membuang batu kerikil dan menemukan sebuah berlian.


__ADS_2