
Maira langsung menata semua belanjaannya tadi ke dalam kulkas. Dia lalu kembali ke ruang keluarga, untuk memikirkan bagaimana caranya dia akan berjualan.Karena dia belum memikirkan sama sekali mengenai tempat jualannya nanti, mejanya, kompornya penggorengan nya dan lain-lain. Tanpa terasa dia melamun .
Bu Ayu yang keluar dari kamarnya merasa heran ketika melihat Maira melamun .
'Kenapa anak itu .' Pikir Bu Ayu
Lalu dia mendekat dan duduk di samping Maira . Dan respon Maira tetap sama dia masih terdiam dan melamun ,seolah ada sesuatu hal yang sedang ia pikirkan .
"Mai kamu kenapa ?" Tanya Bu Ayu menyadarkan Maira
"Eh ibu ,Nggak apa-apa kok Bu ." Kata Maira telah kapan
"Nggak papa gimana ? Lha Wong kamu tadi melamun ." kata Bu Ayu sambil memicingkan matanya .
"Aku sedang memikirkan Bagaimana caraku berjualan Bu , di mana Aku mendapatkan meja, kompor penggorengan dan lain-lainnya . Aku sama sekali belum memikirkannya sedangkan uangku hanya cukup untuk modal jualan saja dan tempatnya belum terpikirkan sama sekali ." Kata Maira dengan lesu .
"Oh jadi itu yang sedang kamu pikirkan , kamu mau bantu ibu bersih-bersih gudang? Sepertinya di sana ada beberapa peralatan yang kamu butuhkan . Kalau kamu melihatnya ayo , sekalian kita membersihkan gudang yang sudah lama tidak pernah dibersihkan . Barangkali ada sesuatu yang membuatmu tertarik nanti di sana ,dan kamu bisa memakainya nanti . "Ujar Bu Ayu panjang lebar .
Mendengar hal itu membuat mata Maira langsung berbinar .
"Beneran Bu , Ya sudah Ayo kita bersihkan gudang sama-sama." Kata Maira dengan penuh semangat.
Melihat Maira yang sangat bersemangat , membuat bu Ayu tersenyum senang. Karena baru kali ini dia bertemu dengan wanita yang sangat bersemangat seperti Maira .
Mereka berdua akhirnya menuju ke gudang belakang , dengan semangat Aira mulai membersihkan gudang . Ternyata dia menemukan sebuah kompor single , sebuah penggorengan dan beberapa kotak plastik yang bisa digunakan untuk wadah jualannya nanti . Maira memisahkan barang-barang yang ia perlukan dengan barang-barang yang harus dibersihkan . Agar dia tidak kerepotan untuk membersihkannya nanti .
Bu Ayu hanya memperhatikan saja , karena Maira melarangnya untuk ikut .
"Ibu nggak usah membantu, biar Maira aja yang menyelesaikan semuanya. Nanti mas Dika marahin aku kalau ibu kecapean." celoteh Maira melarang bu Ayu yang ingin membantu.
Bu Ayu hanya tersenyum mendengar celotehan Maira, yang sangat lucu menurutnya.
"Mai, kamu umur berapa sih?" tanya bu Ayu yang penasaran dengan usia Maira. Karena siapa pun merasa kalau Maira daun muda jika disandingkan dengan Dika.
"Aku masih, umur delapan belas tahun bu." kata Maira sambil terus membersihkan barang-barang yang sudah berdebu.
"Oh pantas saja , jika dibandingkan dengan Dika usianya terpaut dua belas tahun. " gumam bu Ayu.
"Bu apa meja ini sudah tidak digunakan lagi? " Teriak Maira saat menemukan sebuah meja yang masih bagus .
__ADS_1
Oh itu , meja itu sudah lama tidak digunakan . Apa kamu mau menggunakannya ?
"Apa boleh bu ?" Tanya Maira dengan mata berbinar.
"Boleh , pakai saja ."
Maira langsung berlari ke arah Bu Ayu lalu dia memeluknya .
"Terima kasih Bu , Ibu memang Dewa penolongku ." Kata Maira dengan penuh bahagia
Mendapat perlakuan Tak Biasa dari Maira membuat Bu Ayu tertegun senang di waktu yang bersamaan . Karena baru kali ini dia dikatakan sebagai seorang Dewa penolong , sedangkan sebelumnya dia sering mendapatkan julukan nenek sihir atau Mak Lampir .
Maira lalu melepaskan pelukannya dari bu Ayu, lalu dia berlari ke gudang lagi untuk membersihkan sebagian barang yang belum dibersihkan Ada beberapa barang yang sudah dia pisahkan dari barang lainnya ,mungkin saja Suatu Hari Nanti dia membutuhkannya .
Dua jam MAira berkutat di dalam gudang dan akhirnya gudang itu sudah bersih dari debu dan kotoran yang menempel Maira lalu menutup gudang yang sudah bersih itu , kemudian satu persatu barang yang ia butuhkan untuk jualan, Ia Angkut ke teras depan . Nanti jika ada waktu dia akan membersihkan dan mencoba kompor yang sepertinya sudah lama tidak dipakai.
"Apa semua yang kau butuhkan sudah ada Mai ? " Tanya Bu Ayu saat Maira memindahkan satu persatu barangnya ke teras rumah .
"Sudah Bu ,semua yang aku butuhkan sudah aku siapkan di teras depan nanti akan aku bersihkan dan aku coba. " Kata Maira dengan wajah yang terlihat sangat bahagia
"Baguslah kalau begitu." Ibu ikut senang untukmu .
"Masak sayur asem sama tempe goreng ditambah telur asin dan sambel pasti enak di makan siang-siang begini. " Request dari Bu Ayu .
"Siap Bu, aku akan masak sekarang ." Maira segera pergi ke dapur, namun langkahnya terhenti saat bu Ayu menanyakan sesuatu kepadanya.
"May Apakah kaki mu sudah tidak sakit lagi ? Kenapa kau bisa berjalan normal tidak pincang seperti kemarin ." tany bu Ayu yang sejak tadi melihat Maira berjalan dengN lincah kesana kemari.
"Alhamdulillah kakiku sudah bisa diajak kompromi Bu , aku sudah biasa terluka seperti itu . Makanya aku cepat sembuh . " kata Maira dengan cengiran kudanya, lalu dia segera menuju dapur.
Di dapur dengan cekatan Maira segera menyiapkan bahan makanan yang dipinta oleh Bu Ayu , Bu Ayu sendiri ikut membantu memotong sayuran yang akan dimasak untuk sayur asem . Sekarang mereka berdua jadi lebih kompak di dapur .
"May Kapan kamu akan mulai jualan ?" Tanya Bu Ayu sambil memotong sayuran
"Insya Allah besok bu, kalau kompornya sudah bisa digunakan . Kita tadi juga sudah belanja bahan untuk membuat gorengan." Kata Maira sambil menggoreng tempe .
"Iya lebih cepat lebih bagus , agar kamu bisa mendapat pelanggan, disini juga nggak ada yang jualan gorengan. Kebanyakan toko kelontong. Jadi ide kamu jualan gorengan menurut ibu sangat bagus. " kata bu Ayu
"Nanti sore aku akan membuat tester gorenganku untuk ibu dan Mas Dika , Apakah layak untuk dijual atau tidak." Kata Maira dengan senyuman di bibirnya
__ADS_1
"Wah bagus itu ,Ibu tunggu nanti ya ."
"Siap Bu. "
Setelah memasak, mereka berdua segera menyantap makan siang mereka. Kemudian masuk ke kamar untuk istirahat.
Hari pertama di rumah ink sangat melelahkan, tapi itu semua sesuak dengan apa yang dia dapatkan. Yah beginilah orang susah, harus bekerja dulu lalu mendapatkan apa yang dia inginkan. Maira harus melakukan pekerjaan rumah dulh baru mendapatkan tempat tinggal yang nyaman, harus membersihkan gudang dulu baru mendapatkan apa yang dia butuhkan. Memasak dulu baru bisa makan.
Apakah Maira mengeluh? jawabannya tentu tidak. Karena apa yang ia lakukan sudab sesuai dengan hukum alam yang berlaku. Yaitu saling memberi dan menerima. Baginya saat ini dia mendapatkan tempat tidur yang nyaman saja itu sudah cukup.
Sore harinya Maira mulai mengerjakan pekerjaan lainnya yaitu menyetrika pakaian yang dia cuci tadi, agar tidak menumpuk. Setelah itu memasak makan malam untuk Dika. Semua ia lakukan dengan ikhlas tanpa mengeluh, dan pekerjaan seberat apapun akan terasa ringan jika kita melakukannya dengan ikhlas.
Dika pulang dari kantornya merasa heran karena di tera rumahya ada meja dan kompor dan beberapa barang lainnya. Ada apa ini? pikirnya. Dia segera masuk ke dalam rumah, dan hidungnya sudah disuguhkan dengan aroma masakan yang sangat menggugah selera.
"Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam." jawab Bu Ayu dan Maira.
"Kamu sudah pulang Dik?" Sebuah pertanyaan yang sangat basa-basi dari Bu Ayu
"Sudah Bu , di luar Kenapa ada meja kompor dan beberapa alat masak lainnya. " Yang ditanya Dika yang tidak mengerti .
"Oh itu , itu barang-barang yang diperlukan Maira untuk berjualan di depan rumah. " kata bu Ayu.
"Nanti kamu bantu Maira untuk mencoba kompornya ya karena kompor itu sudah lama tidak dipakai " pinta bu Ayu.
Dika hanya mengangguk cepet, dan segera masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri .
Setelah makan malam, benar saja Dika segera membantu Maira untuk mencoba kompor nya. Dan bersyukurnya mereka, ternyata kompornya masih bisa dipaka. Mereka bertiga merasa lega,
Namun kelegaan mereka bertiga tidak berlangsung lama, karena tiba-tiba terdengar suara ramai beberapa orang yang menuju ke rumah bu Ayu.
"Nah, ini pak orangnya. " kata bu Retno yang dari pagi tadi mencari gara-gara sama bu Ayu.
Dika, bu Ayu dan Maira saling berpandangan tak mengerti dengan kedatangan para warga kampung.
"Ada apa ya pak? " tanya Dika yang tak mengerti apa-apaapa-apa kepada pak RT dan warga kampung yang datang.
"Ini nih, mungkin saja mereka sudah melakukan kumpul kebo. " kata Retno lagi yang mengompori para warga.
__ADS_1
"Usir mereka... usir... " teriak warga kampung di belakang lak RT.