Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)

Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)
#S2 Dika 38


__ADS_3

"Aksa... cucuku... ini nenek, nak. "


Bu Ayu mendekati Aksa yang bersembunyi di belakang tubuh ayahnya. Dika memberi isyarat kepada ibunya agar berhenti, Bu Ayu yang mengerti akan hal itupun segera menghentikan langkahnya.


Dika lalu berbalik dan menghadap ke Aksa. Dia lalu berlutut di hadapan aksa.


"Aksa itu nenek Ayu. Katanya Aksa ingin bertemu dengan nenek Ayu. Nenek Ayu sudah berubah dan tidak akan menyakiti Aksa. " Kata Dika yang melihat kalau Aksa sedang menunduk.


Aksa lalu mengangkat kepalanya dan melihat ke arah bu Ayu. Dilihatnya wanita tua itu sedang menangis terisak. Aksa lalu bergeser dari ayah nya. Dia berjalan mendekati neneknya, yang sedang menatap nya sendu.


"Nenek.... " ucap Aksa lirih saat sudah berada di hadapan neneknya.


"Iya sayang... ini, nenek... nenek Aksa. " kata Bu Ayu dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Dia lalu memeluk tubuh kecil Aksa, masuk ke dalam pelukannya.


"Maafkan nenek Aksa, maafkan nenek... karena sudah menyakiti hati Aksa selama ini. Maafkan nenek, sayang... " kata Bu Ayu dengan perasaan bersalahnya.


Aksa hanya diam saja tidak menanggapi ucapan neneknya. Selama ini dia sudah memiliki dua nenek yang baik. Apakah dia masih memerlukan nenek lagi?


"Apa nenek Ayu sudah berubah." Tanya Aksa polos.


"Iya... nenek sudah berubah, aksa. Nenek tidak akan menyakiti Aksa lagi. Nenek akan bersikap baik kepada Aksa. "


Dika yang melihat Aksa mau di peluk ibunya merasa bahagia. Setidaknya, Aksa mau ber-interkasi dengan ibunya. Dan untuk dekat mungkin masih memerlukan proses. Maira yang melihat suaminya terharu, langsung menggenggam tangannya.


"Semua akan baik-baik saja, mas. " dia tersenyum hangat kepada Dika. Lalu masuk ke dalam dapur.


"Ayo, semuanya kita makan malam dulu. " ujar Maira yang memecahkan suasana haru itu.


Bu Ayu langsung melepaskan pelukannya dari Aksa. Dia lalu menatap cucunya yang sudah besar itu.


"Apa Aksa mau makan di suapin nenek? " tawar bu Ayu yang mencoba berinteraksi dengan cucunya.


"Aksa bisa makan sendiri nek. Tapi kalau nenek mau menyuapi Aksa nggak apa-apa. " kata Aksa masih ada keraguan di hatinya.


"Ayah mandi dulu ya, dan mau ke masjid. Apa Aksa mau ikut ayah ke masjid juga? " Dika juga menawarkan kebiasaannya kepada Aksa.


"Baiklah yah aku ikut Ayah ke masjid dulu, setelah itu Aksa mau disuapi makan sama nenek. Karena ini pertama kalinya nenek Ayu mau menyuapi Aksa. " ujar Aksa dengan senyuman di bibir nya.


"Ya sudah kalau begitu, Mai bantu Aksa berganti pakaian ya. "


"Iya, mas. Ayo Aksa. kita masuk kamar dulu. " Maira menggiring Aksa masuk ke dalam kamarnya, setelah berpamitan dengan ibunya.

__ADS_1


Bu Ayu mengangguk dan tersenyum. Karena ternyata Aksa mau menanggapinya. Dia juga persiapan untuk melakukan ibadah karena sudah waktunya.


Tak berapa lama, Dika dan Aksa sudah keluarr dengan menggunakan pakaian muslim yang sengaja Dika dan Maira belikan beberapa hari lalu Sebelum berangkat, Maira meminta foto mereka berdua yang akan berangkat ke Masjid. Dia lalu mengirimkannya kepada Yesha.


Jika Dika berhubungan dengan Abhi, maka Maira berhubungan dengan Yesha. Hanya sekedar bertukar kabar.


Tak lama Yesha membalas pesan dari Maira.


"Alhamdulillah... tapi itu pakaian dari mana, Mai. "


"Sengaja mas Dika siapkan mbak buat Aksa beberapa waktu lalu. Kalau Aksa kemari ingin mengajaknya ke masjid katanya. "


"Alhamdulillah, kalau begitu. "


Maira segera keluar kamar setelah mengerjakan ibadahnya. Dia segera menyiapkan makan malam untuk mereka semua. Bu Ayu yang juga sudah selesai membantu Maira menyiapkan makanan.


"Assalamu'alaikum."


Terdengar suara salam terdengar dari pintu depan. Maira dan bu Ayu pun langsung membalas salam dari Dika dan Aksa.


"Wa'alaikum salam. "


Dika lalu mengajak anaknya ke kamar untuk berganti pakaian. Lalu mereka berdua segera keluar kamar dan menuju meja makan. Beberapa makanan telah terhidang di sana , salah satunya adalah makanan kesukaan Aksa . Yaitu ayam krispi. Mata Aksa langsung berbinar saat melihat ayam kesukaannya itu.


"Iya dong Aksa. Tadi tante belajar melalui YouTube , Maaf Jika rasanya tidak sama dengan yang dijual di pinggir jalan , atau dijual di restoran karena ini baru pertama kalinya tante membuat ini khusus untuk Aksa. " kata Maira jujur.


"Makasih tante, sudah berusaha untuk Aksa. "


"Iya, sama-sama. Sekarang ayo kita makan. "


"Aksa apa mau disuapi nenek? " tawar bu Ayu lagi.


"Nenek Bolehkah untuk sekarang aku makan sendiri dulu , karena aku menyukai makanan ini dan biasanya akan makan sendiri jika makan ayam . " kata Aksa yang sudah tidak sabar untuk memakan makanan yang ada di depan matanya .


"Ya sudah kalau begitu , makanlah yang banyak . Biar Aksa cepat besar ." Kata bu Ayu sambil mengusap rambut Aksa .


Mereka semua akhirnya memulai makan malam mereka dengan tenang . Sesekali mereka memperhatikan Aksa yang sedang memakan makanannya dengan lahap .


"Apakah itu sudah sesuai selera Aksa ?" Tanya Maira yang ingin mendengar pendapat dari Aksa .


"Iya Tante makanan ini ternyata enak . Meskipun Tante baru membuatnya pertama kali . Tapi aku sangat suka ." Kata Aksa tanpa menoleh kepada seseorang yang Bertanya kepadanya .


Maira tersenyum lebar mendengarkan pendapat dari Aksa.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu , habiskan saja makanan kesukaan Aksa itu. "


"Apa tidak apa-apa tante ?" tanya Aksa tak percaya.


"Iya... semua Aksa makanlah. "


"Terimakasih tante. "


Setelah menyelesaikan makan malamnya semua orang berkumpul di ruang keluarga , tapi tidak dengan Maira . Karena Maira harus berjualan di tokonya , dan melayani pembeli . Tanpa Maira sadari Aksa sudah berada di belakang nya


"Aksa bikin kaget aja. "


"Tante Maira sedang apa ?" Tanya Aksa Yang penasaran .


"Tante sedang jualan Aksa , apa Aksa mau pisang goreng? Sama bakwan jagung . Katanya Aksa suka kedua makanan itu . " tawar Maira.


Dengan cepat akan menggangguk . "Iya Tante aku mau . "


Dengan cekatan Maira langsung mengambilkan kotak makanan untuk tempat pisang goreng dan bakwan jagung yang diminta Aksa , lalu memberikannya kepada Aksa .


"Ini bawa ke dalam , dimakan sama Ayah dan Nenek ya ? Tante mau melayani pembeli dulu ."


"Iya tante , Terima kasih ya . "


Aksa segera berlari masuk ke dalam rumah sesuai perintah Maira , Dia memberikan makanan itu kepada ayahnya untuk dimakan bersama .


"Apa itu Aksa anaknya mas Dika Mbak Maira.?


"Ah iya ibu-ibu , Dia anak mas Dika . "


"Kok tumben , ada di rumah ini . Sudah beberapa tahun lo nggak kelihatan batang hidungnya ." timpal yang lainnya.


"Katanya kangen sama Mas Dika , jadi dia berkunjung kemari ." Kata Maira yang berkata apa adanya .


"Mbak Maira nggak khawatir , Mas Dika berhubungan dengan mantan ? Nanti ada kisah , cinta lama belum kelar ."


Menanggapi ucapan ibu-ibu itu , Maira hanya tersenyum .


"Insya Allah tidak ibu-ibu , karena Mbak Yesha juga sudah menikah , dengan seseorang yang jauh lebih baik dari mas Dika . Bukannya saya tidak membela Mas Dika . Tapi Kenyataannya memang begitu . Tapi saya bersyukur dan bahagia sudah menjadi istri mas Dika. " kata Maira yang rendah hati.


"Salut sama mbak Maira. Mbak Maira ini orangnya pekerja keras. Semoga bahagia selalu. "


"Aamiin.. "

__ADS_1


Dika yang tak sengaja mendengarkan obrolan istrinya dengan para ibu ibu hanya tersenyum. Tidak menyangka kalau istrinya ternyata bahagia menikah dengan dirinya.


__ADS_2