Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)

Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)
Hasil Tes DNA


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu sejak kepergian Dila, Agus bahkan sudah mencarinya kemana-mana. Tapi tidak juga ketemu, menyesal, iya. Karena dia tidak bisa menjaga seseorang yang mungkin saja sedang mengandung anaknya. Agus bahkan sudah mencarinya ke rumah orang tua Dila tapi tidak juga ketemu. Ibunya sendiri tidak tau dimana anaknya itu berada.


Panggilan telpon masuk membuyarkan lamunan Agus tentang Dila yang sudah menghilang selama beberapa hari. Dia melihat nomor siapa yang sudah menghubungi nya. Dan ternyata yang menghubunginya adalah pihak rumah sakit. Agus langsung mengangkat panggilan telpon itu.


"Hallo selamat siang. '


" Siang Pak, kami dari pihak rumah sakit meminta anda untuk segera ke rumah sakit kami. Untuk mengetahui hasil tes yang anda minta. "


Mendengar itu mata agus terbelalak, ia bahkan sudah melupakan tes DNA itu.


"Baik saya akan segera kesana. ' jawab Agus dengan wajah tegang dan segera menuju rumah sakit.


Hari ini dia benar-benar dibuat spot jantung, karena akan menerima hasil DNA anak Dila yang sudah meninggal dengan dirinya. Agus langsung menuju mobil dan segera menuju rumah sakit untuk mengetahui hasilnya.


Sesampainya di rumah sakit, agus segera menemui dokter yang sudah melakukan tes kepadanya dan hasil itu sudan keluar saat ini.


Agus segera. mengetuk pintu saat berada didepan ruangan dokter.


"Masuk."


Agus segera masuk setelah dipersilahkan dan duduk dihadapan dokter.


"Selamat siang pak Agus. "


"Siang dokter, bagaimana hasilnya." tanya agus tak sabaran.


Dokter lalu memberikan hasil tes DNA kepada Agus.


" Ini tuan, silahkan anda buka. Jika ada yang ingin anda tanyakan anda bisa tanyakan ke saya. " ujar dokter.


Agus lalu menerimanya, dan langsung membaca hasilnya. Banyak tulisan atau istilah medis yang tidak ia mengerti, hingga dibagian bawah tertulis kecocokan 99% . Agus langsung menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang dia baca hingga akhirnya dia menyerahkan kertas itu kepada dokter.


"tolong bacakan untuk saya dokter. Apakah itu memang nyata? " pintanya dengan mata yang sudah memanas. Dokterpun mengerti posisi Agus, dan dia mulai membacakan hasilnya.


"Memang benar tuan, bayi yang sudah meninggal itu adalah anak anda, jadi secara otomatis kembarannya yang masih hidup di kandungan ibunya adalah anak anda juga. " ujar dokter memberikan keterangan nya.


Tubuh Agus menjadi lemas mendengar semua itu. Dia tidak menyangka ternyata selama ini dia sehat.


Dokter yang mengerti keadaan Aguspun hanya bisa bersimpati atas apa yang terjadi padanya.


"Tuan, sebaiknya anda segera mencari wanita itu. Karena dia masih mengandung buah hati anda. "


Mendengar ucapan dokter, Agus pun segera sadar dan ia segera kembali ke dunia nyata. Dia harus mencari Dila dan anaknya.

__ADS_1


"Dokter, terimakasih atas bantuan anda selama ini. Saya tidak bisa membalasnya. " kata Agus yang telah kembali sadar.


"Cukup rawat anak itu dengan baik tuan, dan hargai ibunya. Karena perjuangan wanita hamil itu sangat luar biasa. " ujar dokter.


Mendengar itu, Agus secara spontan memeluk tubuh dokter yang telah membantunya.


"Terimakasih dokter, aku akan melakukan yang terbaik untuk mereka. Aku permisi dulu. " pamit Agus kemudian.


Agus segera kembali kerumah ibunya, dan memberitahukan hasil tes DNA itu kepada sang ibu. Dengan tak sabaran Agus masuk kedalam rumahnya yang kini sepi lagi tanpa adanya Dila. Namun sebuah suara yang sangat Agus kenal menyapa pendengarannya.


"Susan." lirihnya. "Mau apa dia kemari. "


Memang sejak kejadian di rumah sakit Agus tidak pernah datang ke rumahnya lagi, Agus sudah muak dengan sikap posesif Susan yang selalu mengekangnya,tapi dia sendiri tidak tau diri. Sudah hampir satu minggu dia tidak pulang, dan mungkin saja karena itu Susan mrncarinya kemari.


Agus tersenyum miring melihat kedatangannya di rumah ini. Keberutulan sekali, dia tidak perlu datang jauh-jauh untuk menemuinya.


"Ada apa ini. " tanya Agus saat dia mendengar perdebatan antara ibunya dan Susan.


"Mas, akhirnya kamu datang juga, kemana saja kamu selama satu minggu ini kenapa tidak pulang ke rumah. ' tanya Susan ketus setelah melihat kedatangan suaminya.


" Rumah... rumah siapa? Rumah yang seperti neraka itu kau sebut rumah. " Agus membalas Susan tak kalah ketusnya.


Mendengar itu Susan langsung membelalakkan matanya.


"Tidak perlu di tanya lagi kau pasti sudah tau. Sekarang katakan padaku, apa maumu. "


"Aku mau kamu pulang, mas. Aku sangat merindukanmu."


"Cih... rindu katamu, lalu kau kemanakan para berondongmu itu. " kata Agus dengan tak acuh.


Mendengar itu baik Susan maupun bu Maria membelalakkan matanya.


"Agus, apa yang kau katakan nak. " tanya bu Maria yang tak percaya dengan ucapan Agus.


"Tanyakan saja pada menantu kesayangan ibu. Dia sudah menuduhku bermain gila. Lalu dia sendiri apa? Dasar munafik. "


"Mas... aku... " kata Susan dengan suara tergagap.


"Cukup, Susan aku rasa sepertinya sampai disini saja pernikahan kita ini. Aku tidak mau berpura-pura lagi menutup mataku selama ini. Aku akui aku memang sama bejatnya denganmu, tapi apa kamu tau kenapa aku melakukannya, itu semua karena aku sudah tau kelakuanmu dibelakang ku. Jadi apa aku salah jika aku membalasmu. " ungkap Agus pada akhirnya.


"Mas.... " Susan sudah tidak bisa membendung airmatanya lagi.


"Dan sekarang aku patut berbahagia, karena hasil dari perselingkuhanku aku bisa memiliki anak. Dan itu membuktikan kalau aku sehat, aku tidak bermasalah. Kaulah yang bermasalah selama ini."

__ADS_1


Susan dan ibu Maria menutup mulut mereka mendengar apa yang Agus katakan.


"Jadi sebaiknya kita berpisah, tidak ada lagi yang bisa kita pertahankan dengan pernikahan penuh racun seperti ini. Pernikahan macam apa jika suami ataupun istri saling selingkuh. "


"Tapi mas.... "


"Sudah cukup. Aku tidak mau dengar apapun lagi darimu. Mulai hari ini kamu Susana bukan lagi istriku. Aku mentalakmu dengan talak tiga, tidak ada keinginku untuk kembali kepadamu lagi. " ucap Agus dengan yakin.


"Mas..." tubuh Susan luruh ke lantai, dia tidak menyangka kedatangannya kemari akan berakibat buruk kepadanya.


"Aku akan segera mengurus perceraian kita, dan aku harap kamu bisa bekerja sama dengan baik agar prosesnya cepat selesai. Jika kamu berbelit-belit maka aku tidak segan-segan melaporkanmu ke polisi atas kasus penganiayaan dan pembunuhan."


"Apa maksudmu, mas"


"Apa maksudmu Agus. "


Tanya Susan dan Bu Maria bersamaan.


"Ya, karena kamu sudah menganiaya seorang wanita hingga salah satu bayinya meninggal. Apa kau ingat atau kau pura-pura lupa. Dan asal kau tau, bayi yang sudah kau bunuh itu adalah anakku." Ungkap Agus pada akhirnya.


Bu Maria menutup mulutnya tak percaya, dan air matanya tiba-tiba menetes tak terbendung lagi. Ternyata benar anak yang Dila kandung adalah anak Agus, itu artinya cucunya. Cucu yang sudah dia tunggu sejak lama. Tapi dengan kejamnya menantunya sendiri yang membunuhnya, walaupun dia berada di dalam kandungan wanita lain.


Bu Maria segera menarik tubuh Susan hingga berdiri, lalu menampar nya.


"Sekarang, pergilah dari rumah ini, aku tidak mau melihatmu datang ke rumah ini lagi. Dan segera tanda tangani surat perceraian kalian nanti. " ucapnya dengan keras.


Susan semakin sakit hati dengan keluarga ini. Dia tidak menyangka semua kebusukannya sudah diketahui suaminya sejak lama, dan membuat suaminya membalasnya hingga menghasilkan anak. Susan keluar dari rumah itu dengan langkah gontai dan tatapan kosong.


Bu Maria segera mendekati anaknya, dan bertanya. "Dari mana kamu tau kalau anak Dila adalah anakmu. "


Agus lalu memberikan hasil tes DNA yang dia dapat tadi. Bu Maria segera membukanya, dan matanya langsung memanas setelah membaca sebuah angka 99%.


"Agus kamu harus cari Dila... kamu harus menemukannya, dan mendapat kan cucuku. "


"Tapi ada satu masalah bu. "


"Apa? "


Agus segera memberikan surat yang Dila tulis untuknya sebelum dia pergi.


"Benar-benar wanita licik. " ujar bu Maria dengan sedikit kesal.


"Tapi itu wajar Agus, dia sudah kehilangan satu bayinya. Dan dia tidak ingin kehilangan lagi. Jadi temukan dia dan segera nikahi. " putus bu Maria.

__ADS_1


Agus terbelalak mendengar keputusan ibunya yang diluar ekspektasinya


__ADS_2