Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)

Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)
CEO Baru


__ADS_3

Persiapan Pernikahan Abhi dan Yesha hanya tinggal satu minggu lagi. Saat ini, Abhi dan Yesha sedang menjalani proses pingitan. Dimana Yesha harus berdiam diri di rumahnya selama satu minggu ini, hingga H-1 dia akan diboyong ke hotel tempat acara pernikahan mereka diadakan.


Sedangkan untuk Abhi, dia akan tetap bekerja di kantornya. Tapi di larang untuk pergi ke rumah Yesha. Abhi sempat protes, namun tidak dihiraukan kedua orang tuanya, bahkan dia menggunakan alasan makanan tapi tetap saja tidak diijinkan bertemu. Bahkan mereka punya solusi tentang makanan Abhi. Yaitu, tiap makan siang dan malam akan ada orang yang mengambilkan makanan dari rumah Yesha untuk Abhi. Abhi lemas dibuatnya karena semua tradisi ini yang membuatnya tidak bisa berkutik.


Untuk satu minggu ini, Pak Pradipta akan mengajak Abhi datang ke perusahaannya untuk di kenalkan kepada seluruh petinggi perusahaan dan para karyawan, sebagai CEO baru mereka dan akan menjadi penerus Pradipta group.


Persiapan untuk menyambut CEO baru di perusahaan Pradipta sudah di lakukan dengan matang selama beberapa hari ini. Para petinggi perusahaan juga sudah datang hanya tinggal menunggu pak Pradipta sebagai pimpinan perusahaan dan anaknya yang akan meneruskan jabatan papanya.


Mobil mewah yang membawa pimpinan perusahaan dan keluarga nya sudah tiba. Mereka semua turun dengan anggun, Ada mama Erina yang akan menemani suaminya dalam serah Terima jabatan nanti. Dan yang terakhir turun adalah Abhi, sang CEO baru yang akan di lantik.


Semua orang membungkukkan badan untuk menghormati kedatangan pimpinan mereka. Abhi masih setia dengan masker dan kaca mata hitam yang nangkring di wajahnya.Ia tidak ingin di ekspos dulu sebelum acara pelantikan di mulai.


"Ma... kenapa gini amat ya, penyambutannya. Kayak mau nyambut presiden aja. " bisik Abhi di telinga mamanya.


"Sudahlah bhi, terima aja. ini konsekuensi kamu sebagai pimpinan tertinggi di perusahaan ini. " jawab mama Erina dengan santai sambil terus berjalan mengikuti suaminya


Abhi menghela napasnya sambil berjalan di belakang sang papa. Dia mengedarkan pandangan ke seluruh karyawan. Matanya memicing lalu menajamkan pandangan saat melihat sosok yang sangat dia kenal. Bibirnya tersenyum devil di balik maskernya saat melihat dua sosok yang sangat ia kenali itu.


"Heh... I got you. "


Abhi lalu melanjutkan melangkahkan kakinya ke ruang rapat. Dia akan di perkenalkan dulu kepada seluruh anggota petinggi perusahaan, sebelum diperkenalkan kepada seluruh karyawan.


Di ruang rapat Abhi duduk di samping pak Pradipta dan bu Erina. Di belakang nya ada Mario yang akan menjadi asistennya mulai hari ini.


"Hari ini saya akan menyerahkan kursi kepemimpinan saya kepada anak saya Abhiseva Pradipta. " Ucap pak Pradipta pada akhirnya setelah mengatakan semua basa-basinya di ruang rapat itu.


Semua orang bertepuk tangan menyambut pimpinan baru mereka. Abhi lalu membuka masker dan kaca matanya. Terpampang lah, wajah tampan Abhi saat itu juga Para wanita yang ada di ruang rapat itupun langsung terpesona akan ketampanan tuan muda Pradipta, kecuali satu orang


Vio tampak shock saat melihat wajah pimpinan baru mereka. Benar-benar kejutan yang luar biasa. Ia jadi mengingat pertemuan mereka beberapa waktu lalu di sidang cerai Dika dan Yesha. Lalu setelah itu, mereka bertemu lagi saat ia dan Dika bertemu dengannya di mall.

__ADS_1


Vio langsung mengingat wajah wanita yang menyebut Yesha akan dijadikan calon mantunya. Dan lihatlah sekarang wanita dan pria itu ada di hadapannya dengan tatapan menusuk kearahnya.


" Glek... "


Vio Menelan salivanya dengan susah payah. Ia masih Tidak percaya akan kenyataan yang ia lihat saat ini. Ini masih Vio yang melihatnya, Bagaimana jika Dika? Vio menggigit bibir bawahnya karena menahan panik yang melanda nya.


Abhi memberikan sambutan kepada para petinggi perusahaan sebagai CEO baru mereka, ucapan syukur dan terimakasih ia ucapkan dan tak lupa memohon dukungan kepada semua pihak untuk selalu mendukung dan membantu kinerjanya kelak. Setelah memberikan sambutan, Abhi bersama ayah dan ibunya keluar dsri ruangan rapat itu, dan sekarang berpindah ke aula di mana semua karyawan sudah berkumpul untuk bertemu dengannya dan mendengarkan sambutan darinya.


Semua orang sangat antusias melihat sosok muda dan tampan naik ke atas panggung untuk memberikan sambutan setelah diperkenalkan sebagai CEO baru mereka.


"Terimakasih atas penyambutan yang meriah ini. "


Suara berat itu menyapa indra pendengaran semua orang yang ada di sana, termasuk Dika. Dika yang sejak tadi sedang memainkan ponselnya langsung mendongak setelah mendengar suara yang mengganggu pendengarannya. Dan betapa terkejutnya Dika saat mengetahui siapa pemilik suara itu. Dia adalah Abhi, pengacara itu, sekarang menjadi CEOnya dan....


"Aku harap kita bisa bekerja sama dengan baik kedepannya. " ucapan Abhi di akhir kalimat.


Matanya menelisik ke seluruh orang disana, hingga matanya dan mata Dika bertemu. Bibirnya menyunggingkan senyuman sinis.


Ucapan terakhir Abhi ini lantas membuat semua karyawan wanita menjadi lemas. Ternyata CEO baru mereka sudah akan menikah. Dika yang mendengarnya pun langsung mengepal kan tangannya.


Abhi turun dan langsung menuju ke ruangannya bersama papa dan mamanya. Ia duduk di sofa bersama kedua orang tuanya.


"Bagaimana penampilan ku pa, ma." tanya Abhi kepada papa dan mamanya.


"Bagus nak, sangat bagus. Kelak kamu harus bisa menjadi pemimpin yang bertanggung jawab. Karena ada ribuan orang yang menggantungkan hidupnya di perusahaan ini. " pesan pak Pradipta.


" Iya pa, aku mengerti. Ngomong-ngomong, aku ingin tau, apa jabatan Violet dan di Dika di perusahaan ini. " tanya Abhi.


"Kamu kenal mereka berdua?

__ADS_1


Abhi mengangguk.


" Vio adalah General Manager, sedangkan Dika adalah Manager marketing di perusahaan ini. "


Abhi manggut-manggut mendengar nya, sambil tersenyum simpul.


"Kamu kenal mereka dari mana? " tanya pak Pradipta penasaran.


"Dika adalah mantan suami Yesha, sedangkan Vio adalah selingkuhan Dika. " jawab Abhi santai sambil menyandarkan punggungnya di sofa.


"Apa." Pak Pradipta terkejut mendengar ucapan anaknya barusan.


"Iya pa, mereka berdua adalah orang-orang dibalik penderitaan Yesha. " Kini mama Erina pun angkat bicara. Dia juga tidak menyangka kalau mantan suami Yesha dan selingkuhannya bekerja di perusahaannya.


Pak Pradipta mengusap wajahnya dengan kasar. Dia tidak menyangka kalau selama ini sudah memelihara ular di perusahaan nya.


"Sudah waktunya makan siang, apa bekalku sudan datang? " tanya Abhi pada mamanya.


"Tadi mama sudah menyuruh Mario untuk menunggu bekal makan siangmu di lobby, dan meminta padanya agar menyampaikan pesan pada security dan resepsionis agar menerima bekal makan siangmu dan menyuruhnya mengantar ke ruanganmu. Takutnya nanti bekalmu di buang seperti di novel-novel itu. "


Abhi terkekeh mendengar ucapan mamanya. Tapi benar juga, jika mereka tidak tau kalau bekal makan siang itu miliknya pasti akan di buang, atau di berikan kepada security.


Pintu ruangan di ketuk, dan Mario langsung masuk setelah mendapat ijin. Ia datang dengan menenteng sebuah paper bag, itu oasti bekal makan siangnya.


"Ini tuan, bekal makan siang anda. " Mario meletakkan bekal makannya, lalu segera meninggalkan ruangan itu.


Abhi dengan tak sabaran membuka makan siang yang di masak calon istrinya itu Menu yang selalu menggoda nafsu makannya. Ia lalu menyantap makanannya tanpa menawarkannya sama sekali kepada kedua orang tuannya.


"Apa seenak itu, sampai kamu lupa menawarkan makanan itu kepada kami? " tanya Pak Pradipta yang melihat anaknya dengan lahap memakan makanannya.

__ADS_1


"Aku tidak akan menawarkan pada kalian, Kalian berdua kan bisa memakan segala. Sedangkan aku hanya bisa makan makanan ini saja. " ucap Abhi dengan mulut yang penuh dengan nasi di mulutnya.


Pak Pradipta dan mama Erina menggelengkan kepalanya melihag tingkah Abhi. Tapi dia juga bersyukur, jika Abhi kelak menikah dengan Yesha. Karena Yesha pasti akan memanjakannya dengan makanan buatannya.


__ADS_2