Dia Yang Kembali Datang

Dia Yang Kembali Datang
Kenyataan


__ADS_3

💚💚


Genap satu bulan setelah pertemuan dengan Raja tidak pernah ada sekalipun Yana bertemu lagi dengan laki-laki itu.


Namun kilas balik kisahnya dengan Raja sering berputar di kepalanya terutama saat mengunjungi tempat-tempat yang dulu pernah mereka lewati bersama.


Sekuat tenaga Yana menetapkan hati agar berporos pada Doni dan hanya Doni.


Hari ini Yana tidak mengajar, dan juga tidak ada janji dengan dengan Doni karena laki-laki itu sedang keluar kota selama satu minggu kedepan.


Dan juga ada arisan keluarga yang diadakan di rumah Yana, jika saja bukan di rumahnya maka sudah dapat dipastikan yana tidak akan mau hadir. Tapi ini dirumahnya bagaimana bisa dia mengelak.


Yana harus benar-benar memastikan dua adiknya dan adik iparnya ada bersamanya sore nanti. Akhirnya Yana mengirim pesan pada Elita.


[El lu dimana].


Cabe rawit


[Masih dirumah].


[Lu kesinikan]. Yana bertanya memastikan.


Cabe rawit


[Pastinya dong jenk Yana 😊😊 gue siapin keperluan anak-anak dulu, mau nitip si abang ya satu minggu]


[lu mau kemana]


Cabe rawit


[Makasar, mamer gue sakit]


Yana tak membalas lagi pesan itu karena ibu sudah memanggilnya untuk membantu mengelap piring untuk acara arisan siang nanti.


"Uthi bantuin kakak dek." Kata Yana saat melihat sepasang suami istri masuk dari pintu samping langsung menuju dapur.


"Hati-hati jangan cape-cape ya sayang." Ucap Putra pada Putri tapi seperti biasa matanya mengarah pada Yana.


"Uthaaaa..." Yana meninggikan suara merasa kesal.


"Hahaha bu bos marah aku takut." Ucap Putra sambil lari menjauh.


"Kata bang Utha mas Doni itu bucin banget ke kakak."


"Kenapa kakak ga terima aja lamaran bang Doni, kasian kak." Putri memberanikan diri bertanya pada Yana.


Yana hanya tersenyu dan tak menjawab pertanyaan Putri, tidak mungkin juga Yana menjelaskan alasanya tentang ibu Doni atau tentang perasaannya yang mulai ragu.


Keluarga mulai berdatangan hati Yana sudah risau si cabe rawit yang dia tunggu-tunggu belum terlihat batang hidungnya.


"Assalamualaikum." Suara Elita yang masuk dengan kedua anaknya membuat Yana bernapas lega. Bukan apa Yana memang sangat membutuhkan Elita pada saat acara keluarga seperti sekarang ini.


Tak lama setelah Elita datang dugaan Yana benar terjadi.


"Elita tuh anaknya udah dua kamu masih aja sendiri." Ucap bude Sukma kakak ipar ayah, pada Yana.

__ADS_1


"Iya ih Yan kamu kapan. nihh anakku aja udah SMP bentar lagi masuk SMA eh nanti bantuin ya masuk SMA di tempat kamu ngajar." Kali ini sepupu Yana yang lainya yang bicara.


"Nanti juga waktunya ya nak ya." Ucap ibu sambil memegang tangan Yana.


Yana hanya diam sesekali tersenyum jika dalam hal lain Yana selalu bisa diandalkan tidak dengan masalah jodohnya, untuk urusan Yang satu itu keberanian Yana menjawab hilang menguap entah kemana.


"Iya sih Nur tapi ya harus di usahakan juga kamu kurang doa mungkin yan atau kurang sedekah, terus tu ya jangan jual mahal." Ucap bude Sukma lagi.


"Bener tu liat aku yang penting nikah." Lontaran kata-kata dari sepupunya langsung disambar bak bensin bertemu api oleh Elita.


"Ahh kak mawar kalau kawin-kawin aja kayak kak mawar kucing juga bisa."


Bukan tanpa alasan Elita menjawab demikian karena tahu betul siapa suami sepupunya yang satu itu.


"Tapi kan..." Mawar berusaha menyanggah ucapan si mulut cabai.


"Tapi apa? Mana suami kamu sekarang? lagi main perempuan dimana lagi dia?." Ucap Yana pedas.


"Bude juga, jangan ngurusin kak Yana kapan nikah nanya-nanya mulu emang kalau kakak nikah bude mau nyumbang apa? Gedung? Catering? atau mau ngado rumah atau mobil." Kali ini ucapan Elita tertuju pada bude Sukma.


"Sudah-sudah ngumpul untuk silaturahmi kok malah ribut." Pak de menengahi, dia tau betul istrinya seperti apa.


➰➰➰♥️♥️


Malam setelah acara itu Yana meminta pendapat pada adik-adiknya.


"Apa aku terima aja mas doni ya". Kata yana saat tiga saudara itu berkumpul di kamar Yana


"Emang lu udah yakin kak." Jawab Elita


"Baik sih,,, Emaknya tuh mama sering cerita ke aku mama si Doni itu sombong"


"Kan yang nikah mas Don sama kakak bukan mamanya." Putra masih membela.


"Nikah itu harus menerima semua keluarganya Utha.” Elita mulai geram.


"Tapi terserah lu sih kak kalau udah yakin ya lanjut." Tambah Elita dengan terpaksa.


"Yakin aja kak pewaris tunggal itu." Kata Putra dengan menggebu.


Yana hanya diam Tentang Doni yang baik seratus persen benar, tentang Mama Doni juga seratus persen benar.


"InsyaAllah besok aku bilang sama dia aku siap." Ucap Yana.


Putra terlihat senyum bahagia, namun tidak dengan Elita ibu dua anak itu hanya mengguk dan menepuk bahu Yana.


"Jangan nikah cuman untuk nutup mulut orang kak, mulut orang ga akan puas dengan apapun pencapaian kita."


"Gue pamit ya, oh iya besok aku ke makassar titip Adam ya dia harus sekolah Idris aku bawa." Ucapnya lagi sebelum meninggalkan kamar itu.


"Ayo kak Yakin." Ucap Putra menyemangati sebelum laki-laki itu keluar mengikuti Elita.


Pikiran Yana melayang untuk bertemu Doni masih terlalu lama akhirnya Yana simpulkan untuk mengirim pesan. Menanyakan Doni sedang apa. Tak lama Doni langsung menelponnya.


Yana sudah matang untuk menerima Doni. Dan ternyata Doni pun menanyakan hal yang sama langsung saja Yana menjawab setuju untuk lebih serius dan setuju jika keluarga Doni datang melamarnya secara resmi.

__ADS_1


➰➰➰➰➰♥️♥️♥️♥️♥️


Hari ketiga setelah Yana menyatakan setuju menerima lamaran Doni semua terasa baik-baik saja. Yana bahagia Doni yang awalnya perhatian sekarang lebih perhatian lagi.


Pagi ini Yana sedang sarapan di ruangan guru setelah selesai mengajar jam pertama sambil ditemani Doni melalui panggilan video.


Notifikasi tanda telepon masuk membuatnya mematikan panggilan video dengan Doni.


Ternyata guru BK SD Binaan tempat Adam sekolah yang menelpon mengatakan Adam berkelahi dan memintanya datang kesekolah. Jarak yang tidak terlalu jauh membuatnya meminta bantuan Ozan untuk mengantarkannya dengan sepeda motor.


Seorang anak perempuan duduk dengan rambut berantakan membuatnya mengernyitkan dahi.


"Adam berkelahi sama perempuan kak." Tanyanya pada Guru BK yang juga Yana kenal itu, karena SD tempat Adam sekolah masih satu yayasan dengan SMA tempatnya mengajar.


"Dia yang mulai." Jawab Adam sambil menunjuk anak perempaun itu.


"Muncung mu yaa kau yang mulai." Jawab gadis kecil itu berani.


"Kamu ngatain aku ompong."


"Kau duluan bilang bilangin ranbut ku kuncir kuda."


"Udah diam-diam." Guru BK itu menengahi lagi. Lili tunggu Ayahnya datang ya.


Guru BK itu menceritakan bahwa Lili baru pindah dari medan sekitar tiga bulan lalu, membuat Yana teringat dengan logat bicara khas medan dari anak itu yang mirip dengan seseorang.


Tak lama laki-laki berbadan tegap dengan aroma maskulin masuk ke ruang BK dengan tergesa langsung memeluk Lili.


"Lili kenapa sayang." Tanyanya cemas


"Bang Raja." Ucap Yana terkejut


Raja berbalik melihat wanita yang sudah satu bulan ini mengganggu pikirannya harapannya bertemu Yana terkabulkan lagi.


Guru BK mendamaikan keributan ini dan kedua belah pihak pun sepakat berdamai, Adam berjanji tidak akan mengejek Lili lagi begitu pula dengan Lili.


Dua anak SD itu sudah kembali ke kelasnya lagi. Raja dan Yana berjalan beriringan keluar dari pekarangan sekolah SD Binaan, hal itu membuat Yana sedikit gugup.


Perkataan Adam saat di ruang BK agar sang bunda tidak menelpon papanya membuat Raja penasaran.


"Memangnya papanya kemana Ay..Ayyana." Ucapnya gugup


"Makasar bang." Jawab Yana singkat.


"Anak kamu ganteng ya sepertinya mirip ayahnya."


Yana hanya tersenyum menanggapi Raja, biarlah Raja pikir Adam anaknya, Sekarang Raja juga sudah punya keluarga. Lagi pula Doni juga sudah mengatakan akan datang melamar secara resmi setelah urusannya di luar kota selesai, Mungkin minggu depan.


"Sekali lagi abang minta maaf Ayyana, Lili memang lebih sensitif dari Lala dan Lulu sejak ibu mereka meninggal Lili suka mencari perhatian."


"MENINGGAL." Ucap Yana sedikit berteriak.


➰➰to be continue➰➰


♥️Jangan mengadaikan kesenanggan mu cuman untuk menutupi mulut orang, mulut orang tak akan puas dengan apapun pencapaian mu.

__ADS_1


〰️jangan lupa bahagia jangan lupa syennnyuummmmm😊〰️


__ADS_2