Dia Yang Kembali Datang

Dia Yang Kembali Datang
Lili si Ratu Drama


__ADS_3

☕️☕️☕️


Jangan hanya menilai suatu hal dari satu sisi saja, mungkin itu kata-kata yang tepat untuk menasehati Lili saat ini.


Matanya membulat sempurna, mulutnya ternganga saat mendengar cerita Udek yang memiliki ibu sambung yang jahat.


Udek menceritakan bahwa pagi tadi anak itu diseret ke kamar mandi hanya karena Udek tak mau pergi kesekolah sehingga membuat ibu tirinya marah.


“Bener, aku juga liat begitu.” Ungkap Ammora, anak kecil berwajah oriental dengan rambut lurus sepinggang saat jam istirahat baru saja di mulai.


“Kamu lihat dimana,?” Tanya Lili antusias.


“Di televisi, Li. Aku kan sering ikut momy ku nonton sinetron.” Ucap gadis itu.


“Oh, begitu.” Jawab Lili lemas.


“Tapi kata opung, yang di tivi ga semuanya benar.” Tambahnya lagi.


“Tapi ini kan bener, yang di tivi sama yang di rumah Udek sama.” Jawab Ammora lagi meyakinkan.


“Ibu tiri kamu jahat ga.?” Tanya gadis kecil itu lagi.


Lili menggeleng dengan ragu-ragu ia belum pernah melihat Yana marah, hanya saja sekarang ini saat pagi Yana lebih banyak bicara dari sebelumnya.


Begitu juga saat malam hari, Yana membuat peraturan seperti wajib sikat gigi dan sudah tidur sebelum jam sepuluh malam.


Sejauh ini Lili juga tak keberatan dengan peraturan-peraturan itu, opungnya juga sering mengomel pagi-pagi dan membuat aturan jam tidur.


“Belum aja kali Li, dulu ibu tiriku juga begitu waktu awal-awal.” Udek memberi keterangan yang membuat Lili merinding.


“Betul di film-film juga gitu li.” Ammora menambahkan lagi.


“Husssst jangan ribut.” Ucap Lili saat melihat Adam mendekat ke arah tempat. Ia berkumpul dengan Ammora dan Udek.


“Li, nenek titip ini untuk kamu, yang untuk kak Lala udah aku antar ke kelasnya.” Ucap Adam sambil menyerahkan satu buah box makanan berwarna kuning pada Lili.


Lili menerima box makanan itu dan mengucapkan terima kasih pada Adam, kemudian Adam berlalu begitu saja.


Hubungan CS bestie mereka sedang renggang sejak Yana menikah dengan ayah Lili, Adam sempat bertanya kenapa Lili menjauh tetapi Lili tak menjawab apapun.


Saat pulang sekolah Lili sudah bertekad akan kabur dan mengungsi ke rumah Ammora, gadis kecil itu sudah memberi alamatnya pada Lili dan mengatakan Lili boleh menginap di rumahnya asal jangan meminjam mainanya.


Lili menyanggupi syarat yang Ammora berikan asal Ammora mau menerima Lili di rumahnya.


Malam itu Raja belum pulang, tiga anak gadis itu di temani dan di awasi oleh Yana saat mengaji setelah magrib.


Setelah itu Yana memilih masuk ke kamarnya menyiapkan barang untuk dibawa esok pagi ke Medan. Mereka sudah berencana akan menghabiskan waktu sekitar sepuluh hari di medan sampai libur sekolah selesai.


Lala tak jauh beda, gadis kecil itu bahkan juga sempat membantu Yana menyiapkan pakaian untuk Lulu si bungsu.


Lala juga sempat melihat Lili memasukkan pakaian di koper kecil yang baru dibeli Raja karena Lili mengatakan tak ingin menggunakan satu koper yang sama dengan Lala dan Lulu.

__ADS_1


Saat Lala baru saja masuk setelah ke kamarnya setelah selesai makan dari bawah ia mendapati Lulu sudah terlelap memeluk bantal keropi miliknya, namun tak ada Lili disana, koper pakaiannya juga tak ada.


Lala bergegas mencari ke semua sudut rumah tapi adiknya itu tak terlihat batang hidungnya.


Tanpa pikir panjang Lala berlari tergesa kearah kamar Raja untuk memberitahu pada ayahnya dan bundanya berita penting itu.


☕️☕️☕️


Yana bagai di sambar petir mendengar teriakan Lala, wanita itu melompat dari tempat tidur menghampiri Lala.


Setelah mendengar cerita Lala, Yana langsung menuju pintu depan rumahnya, beruntung pintu masih terkunci dari dalam menandakan tak ada yang keluar dari rumah itu.


“Bang, gimana.” Tanya Yana panik.


“Udah, nanti juga kluar dia.” Jawab Raja santai.


“Abang, jangan bercanda. Lili beneran ga ada.” Jawa Yana setelah mencari di sekeliling rumah.


Raja membuka tabletnya dan tersenyum saat melihat rekaman sisi tivi dari benda canggih itu.


“Bang, cari anak dulu baru kerja bisa ga sih!” Tanya Yana dengan suara meninggi dan mulai serak.


“Bunda.” Lala memeluk Yana saat melihat mata wanita itu melalui berair dan bahunya sudah baik turun.


“Satu yang belum Umma tau, anaknya takut gelap, sebentar ya.” Setelah mengucapkan itu Raja menuju ruang tamu dan mematikan semua Aliran listrik di rumah itu.


Dan detik itu juga terdengar suara teriakan Lili menggema memanggil ayahnya dari arah sudut ruanga keluarga, Yana bergegas menyalakan ponselnya sebagai penerangan dan mencari sumber suara.


Terlihatlah Lili disana di bawah kolong meja kerja Raja, sambil menunduk dengan tatapan tajam ke arah Yana.


Tak lama listrik kembali menyala, dan Raja menyusul Yana ketempat dimana Lili berada.


“Sini sayang, kenapa di situ kamu buat tante cemas.” Ucap Yana hendak memeluk Lili yang baru keluar dari bawah kolong meja kerja Raja.


“Jangan pegang-pegang aku ga suka.” Ucap Lili dengan suara tinggi pada Yana.


“Lili, yang sopan sama Bunda.” Ucap Lala pada adiknya itu.


“Lili kenapa, marah sama umma ya? Ada apa? Bilang sama ayah.” Ucap Raja membujuk gadis kecil itu.


“Umma ada salah sama Lili,? Umma minta maaf ya kalau ada salah.” Ucap Yana lembut.


“Kau bukan mama ku!” Lili kembali berteriak.


“Lili, ayah ga suka Lili bicara begitu.” Ucap Raja tegas.


Mata indah Yana sudah digenangi oleh cairan bening yang siap jatuh kapan saja.


“Apa-apaan kau ini Li.” Lala juga ikut bicara.


“Dia bukan mama kita kak, dia ibu tiri pasti dia jahat.”

__ADS_1


“Aku ga suka sama dia.” Ucap Lili dengan guratan kebencian dia wajahnya.


“Lili, ayah...”


“Abang, Aya gapapa.” jawaban Yana lembut. Memotong ucapan Raja.


“Tapi Ay...”


“Ummaaaaaaaaaaaa.” Dari lantai atas terdengar suara tangisan Lulu memanggil Yana.


“Lili, Umma minta maaf ya kalau ada salah.” Kemudian Yana bergegas menaiki tangga dan menggendong putri bungsunya dalam dekapanya membawa Lulu ke kamarnya.


Tak ada setetes tangis pun yang Yana tampakkan di hadapan Lulu sampai gadis itu kembali terlelap dalam pelukannya.


☕️☕️☕️


Sudah hampir satu jam berlalu Raja tak kunjung kembali ke kamar mereka, Yana hanya bisa menerka nerka apa salahnya dan apakan Raja juga marah padanya.


Pikirannya melayang kepala beberapa Hari sesaat sebelum pesta pernikahan di gelar.


Bude Sukma sempat menuduhnya hamil duluan sehingga membuat Yana harus segera menikah.


Belum lagi omong yang sempat Yana dengar bahwa Yana sengaja menerima lamaran Raja karena umurnya dan karena Raja sudah pasti tak menuntut anak.


Macam-macam yang Yana rasakan dan dengar efek dari menikah dengan Raja.


Yana juga teringat tentang nasehat ibu Nur dan mbak Muti yang mengatakan bahwa iya harus menyayangi semua anak-anak itu secara sama Rata.


Terlebih jika kelak dia dipercayakan oleh sang khalik untuk memiliki anak kandung maka tak boleh di bedakan kasih sayangnya.


Hampir satu bulan menjadi ibu dari tiga anak ini perhatian Yana tertuju pada Lulu dan juga Lala yang sempat sakit dan butuh perhatian extra karena baru pertama kali datang bulan.


Yana kembali menyadari selama hampir satu bulan ini juga hanya Lili yang tak dekat dengan nya, dulu Lili banyak bicara sekarang lebih banyak diam.


Air matanya meleleh, Yana merasa gagal untuk Lili. Bu Nur, Elita dan mbak Muti benar Yang Yana hadapi pasti sulit dan tak akan mudah.


“Umma jangan menangis.” Lala memeluk Yana dari belakang. Yana segera berbalik dan memeluk Lala erat.


“kata ayah, ayah minta maaf ayah nemenin Lili malam ini.” Ucap Lala hati-hati.


Yana tak menjawab sepatah kata pun, ia tak merasa sedih karena harus ditinggal tidur oleh Raja melainkan karena ucapan orang-orang yang membuatnya bener-bener hampir terjatuh ke jurang.


Ditambah lagi dengan ucapan Lili yang tak mau menerimanya tangisnya mulai terdengar.”


“Maafin abang, kita pasti bisa lewati semua.” Suara Raja lirih terdengar di telinga nya. Laki laki itu sedang memegang puncak kepalanya penuh sayang.


Raja terpaksa meninggalkan Lili sejenak untuk kembali ke kamarnya karena Lala yang ia ditugaskan mengambil ponsel tak kunjung kembali.


“Abang tidur sama Lili ya malam ini.” Ucapan Raja lembut. Dan Yana hanya menjawab dengan anggukan. Wanita itu sudah tak tau lagi hatinya sekarang merasakan apa.


“La, yuk.” Ucap Raja sambil mengambil ponsel di atas nakas.

__ADS_1


“Aku mau disini aja temenin Umma.” Jawab Lala sambil kembali melingkarkan tangan memeluk Yana.


☕️☕️too be continue☕️☕️


__ADS_2