Dia Yang Kembali Datang

Dia Yang Kembali Datang
Pengakuan


__ADS_3

đź’šđź’š


Dalam suatu hubungan selalu saja ada selisih paham kadang ringan dan kadang juga berat bahkan ada yang sampai memutuskan hubungan.


Dalam suatu hubungan juga memang harus ada keterbukaan dan penerimaan yang ikhlas dari pasangan.


Sebuah hubungan akan menjadi rumit jika di buat rumit dan akan jadi lebih mudah jika dijalani bersama dengan saling percaya.


Ayyana sudah susah payah mencoba membuka hati untuk laki-laki yang saat ini sedang berada di sampingnya.


Namun sang lelaki yang sebentar lagi menjadi suaminya itu justru mengambil langkah salah menyikapinya.


Mata Yana sudah perih dan terasa membesar seperti bola, air matanya terus saja berjatuhan meski tanpa suara tangisan.


“Mas bisa jelasin semua Yana.” Ucap Doni masih dengan begitu sabar.


Yana diam dengan tatapan tajam tanpa suara sepatah katapun, membuat Doni menarik nafas dalam melepas seatbelt nya dan berbalik berhadapan dengan Yana.


“Mas cuman ingin kamu baik-baik saja sayang, kamu tau kan kerjaan mas gimana, saingan bisnis ku juga banyak sayang.” ucap Doni menjelaskan.


“Bohong.” Teriak gadis itu dengan mata memerah dan suara bergetar.


“Mas ga pernah bohong sama kamu, setahun ini kita sama-sama apa mas pernah bohong sama kamu?” Tanya Doni meyakinkan.


“Nggak pernah kan sayang,?” Ucap Doni kemudian menuntut jawaban.


“Semua demi keselamatan kamu, biar aku juga gampang tau kamu dimana dan dalam kondisi baik-baik aja.”


“Mas begitu sama kamu karena mas sayang sama kamu mas cinta sama kamu, kamu paham kan.”


“Aku paham tapi aku ga suka,” Suara Yana mulai melembut


“Mas ga pernah curiga sama kamu sayang, nggak sedikitpun mas cuman mau pastiin kamu dalam keadan baik dimana pun dan kapan pun.”


“Termasuk melarang aku pergi sama teman- teman sesama guru.” Tanya Yana sinis.


“Nanti kamu sakit mas ga mau kamu sakit itu aja.”


“Kita bicara sambil jalan ya.” Bujuk laki-laki itu lagi.


“Suruh semua orang suruhan kamu berhenti ngikutin aku, berhenti sadap ponsel ku.” Ucap Yana dingin dengan wajah sudah memerah dan mata bengkak.


“Tapi sayang, ak.... ok ok baik nanti aku suruh mereka berhenti.” Alasan yang sudah akan dikeluarkan Doni berhenti saat melihat mata Yana melotot ke arahnya.


“Sekarang,” ucap gadis itu dingin. Dan langsung membuat Doni mengambil ponsel dari saku jas nya bagian dalam.


Kemudian laki-laki itu menghubungi dua orang secara bergantian dan mengatakan berhenti mengikuti kegiatan Ayana.


“Udah ya, beres kan. Apa aja yang kamu mau asal jangan marah-marah ya sayang.” Ucap Doni sambil mengusap kepala Yana penuh sayang.

__ADS_1


“Kalau sampai aku tau masih ada orang kamu yang ngikutin aku, maka detik itu juga hubungan kita berakhir.” Ucap Yana masih sama dingin seperti sebelumnya.


Doni menarik nafas dalam dan kembali mengambil kembali ponsel yang tadi sudah ia simpan di saku jas dan kembali menghubungi seseorang lagi serta mengatakan berhenti mengikuti Ayana.


Gadis itu sampai geleng-geleng kepala mendapati kelakuan Doni yang tak wajar, ia pikir hanya satu orang yang diperintahkan Doni untuk mengikutinya, namun ternyata faktanya ada tiga, atau mungkin bahkan masih ada yang lain yang tak Yana ketahui.


“Ponselnya.” Tanya gadis itu lagi.


“Nanti mas bereskan di kantor, mas janji.” Ucap Doni meyakinkan.


Doni kembali melajukan kendaraan menuju sekolah, sebelum sampai ke sekolah Donk menyempatkan membeli Kopi susu kemasan Kaleng untuk Ayyana dan juga air mineral untuk wanita itu mencuci muka.


Setelah mencuci muka dan mengeringkan dengan tisu Yana menaburkan sedikit bedak ke wajahnya dan juga lipstik untuk menghilangkan tampilan wajah sembab habis menangisnya.


➰➰➰➰♥️♥️♥️


Sudah sangat telat saat Yana sampai ke sekolah beruntung Yana tak ada mengajar jam pertama jadi gadis itu bisa beristirahat sebentar di ruang guru.


Ketika Yana masuk ruang guru, dari begitu banyak meja hanya ada satu meja yang terisi yaitu meja di samping mejanya.


"Tumben calon manten telat," Ucap guru kesenian yang bernama Muti itu dengan logat jawa kental saat Yana baru saja duduk di kursinya.


"Lemes bestie cobaan ga abis-abis." Ucap Yana.


"Sek sek ada masalah opo." Tanya Muti dengan kening berkerut.


"Bestie sih cuti melahirkan lama banget kan jadi ga up to date berita artis," Jawab Yana sambil sedikit tertawa.


Yana tertawa merasa lucu dan juga bahagia karena temanya itu sudah kembali dari cutinya sejak dua hari lalu.


"Kediri jauh pulsa ku ga cukup untuk nelpon mbak Muti," Ucap Yana memberi alasan.


"Banyak alasan cepat cerita kamu kenapa,"


"Mas Doni mbak." Ucap Yana lemas.


"Walah dia lagi toh." Jawab guru kesenian yang Yana panggil mbak itu tak heran karena memang banyak yang ia tau tentang sikap Doni.


"Sifat manusia itu susah di rubah Yana, kamu yakin mau nikah sama dia. Cinta oh cinta keluhan e banyak lamaran e kamu terima juga toh."


"Mbak ak..."


"Yana Fauzan anak kelas mu kecelakaaan sekarang di bawa ke rumah sakit, kabarnya tangan atau kakinya patah." Ucapan pak Joni yang baru masuk keruang guru bak petir siang bolong untuk yana.


Yana menatap nanar bu Muti di sebelahnya, harapanya hanya pada Muti tak mungkin dia kerumah sakit di antar oak Joni bisa marah besar Doni.


"Ayokk sama ku ayok," Ucap Muti menarik tangan Yana.


➰➰➰➰♥️♥️♥️♥️

__ADS_1


Seorang gadis kecil berusia dua belas tahun sedang menahan rasa takut dan trauma nya pada rumah sakit demi untuk menemani sang ayah yang terbaring di bed IGD rumah sakit itu.


Tiga tahun lalu Ia melihat dengan mata kepalanya ibunya dinyatakan meninggal oleh dokter setelah melahirkan adik bungsunya.


Sejak saat itu tidak pernah sekalipun lagi ia menginjak tempat yang bernama rumah sakit.


Wak Ipan suami wak War yang mengantar dan menemaninya kali ini, sedangkan wak mar tinggal di rumah menemani dua adiknya Lili dan Lulu.


Tadi malam saat sedang menelpon opung ia mendapati ayahnya terduduk di depan pintu kamar mandi sedang muntah.


Namun ayahnya menolak untuk dibawa kerumah sakit dan mengatakan dia ia baik-baik saja.


Lala memutuskan tidur bersama ayahnya untuk menemani laki-laki tersayangnya itu dengan terus memegang lengan ayahnya memastikan ayahnya baik-baik saja.


Namun setelah ia selesai shalat subuh kondisi Ayahnya semakin parah dan panas badanya semakin tinggi.


Bermodal dari menanya saran pada Opung dan namboru melalui saluran telepon serta menanya pendapat wak Mar dan wak Ipan suami wak Mar, Lala memutuskan membawa ayahnya ke rumah sakit.


Sunguh seharusnya ia belum mampu memikirkan itu semua namun keadan mengharuskanya mampu mengabil keputusan.


Ayahnya yang sudah sangat lemah tak dapat menolak saat Lala mengatakan akan membawanya kerumah sakit, Lala yang awalnya baik baik saja berubah pucat saat memasuki IGD dan mencium bau obat-obatan.


Tanganya terus menggenggam tangan ayahnya, membuat laki laki itu juga melakukan hal yang sama.


“Ayah jangan meninggal dulu, nanti Lala kekmana.” Ucap gadis itu terisak.


Raja memegangi kepala Lala dan mengatakan ia akan baik-baik saja “Nanti kalau udah diperiksa dokter pasti ayah bisa pulang jangan nangis.” Ucapnya sambil meringis.


“Jangan meninggal yah, Lala takut nanti kekmana Lala pulang opung belum lagi sampe yah.” Ucapan Lala kali ini membuat Raja sedikit tertawa, entah apa yang anak itu pikirkan.


“Ayah jangan ketawa lala takut nanti ayah meninggal kayak mama, mama juga senyum bilang gapapa terus meninggal abis itu.” ucap gadis itu lagi.


Seorang perawat menggunakan hijab yang sedang memasang infus ayahnya mencoba menenangkan Lala.


"Jangan nangis ibu kakak juga meninggal sejak kakak kecil, kalau kita menanggis nanti ibu kita juga ikut sedih."


"Kalau ayah kakak sakit, kakak yang rawat kamu juga harus bisa ya." Ucap perwat wanita itu setelah selesai memasang infus dan menyuntikkan obat pada tangan Ayahnya.


Lala mengangguk tanda setuju air matanya mulai berhenti.


"Ayah cepat sembuh." Ucapnya pada sang Ayah yang di tanggapi dengan senyuman oleh sang ayah.


"Nah gitu ayahnya di kasih semangat, Nama kakak Tala kaka duduk di kursi perawat yang di ujung sana kalau ada perlu kamu boleh pangil kakak ya, semangat sayang." Ucap perawat cantik dan ramah itu pada Lala.


âž°âž°To Be Continueâž°âž°


Namboru : (bibi) pangilan untuk adik perempuan dari ayah.


♥️Cintailah dengan cara mencintai bukan dengan obsesi

__ADS_1


〰️jangan lupa bahagia rakan jangan lupa senyummmmmmmmmm〰️


__ADS_2