
☕️☕️
Sekolah hari pertama setelah libur panjang disambut bahagia oleh Lala yang sangat gemar belajar, di sambut bahagia juga oleh Lili yang akan segera bertemu dengan rekan penyimpanan rahasianya, Adam.
Namun tidak pada Lulu yang masih saja kecewa karena lagi-lagi diantar sekolah oleh sang ayah ia merasa tidak sama seperti orang lain, namun janji manis yang kali ini Raja berikan cukup beresiko. Bagaimana tidak laki-laki itu dengan percaya diri mengatakan akan mencari mama untuk Lulu.
Bukan hanya Lulu yang terkejut dengan pernyataan yang Raja berikan tetapi Lala dan Lili juga, namun pada dua anaknya itu Raja mengatakan itu hanya untuk membuat Lulu semangat sekolah.
Meskipun demikian dua anak itu tidak setuju dengan sang ayah karena menurut mereka berdua kalau ayah mereka tidak benar-benar mencari ibu untuk mereka itu berarti ayah berbohong, lagi-lagi senjata makan tuan.
Saat jatuh cinta memang orang cerdas bisa menjadi bodoh dan juga sebaliknya orang bodoh bisa menjadi cerdas, sayangnya Raja berada di pilihan pertama cerdasnya menguap sangat banyak akhir-akhir ini.
Hari pertama sekolah setelah libur panjang ini juga menjadi hari yang dinantikan oleh Raja, andai saja ia masih sendiri maka dari kemarin Raja sudah menyusul Yana ke Kediri.
Tapi dengan sisa kecerdasan dan akal sehat yang dia punya, laki-laki itu tak mungkin meninggalkan tiga bidadari kecilnya untuk mengejar Yana detik itu juga ia harus punya perencanaan yang matang, begitu pikirnya.
Bukan karena untuknya Yana tak penting, tetapi otaknya masih berfungsi dengan baik meski sedang terserang virus cinta gila, virus yang belum ditemukan vaksin nya hingga detik ini. Namun meskipun vaksinya ada Raja tetap saja tak mau divaksin jika gilanya tertuju pada Yana.
Malam tadi ia sudah mengingatkan masyitah sekretarisnya untuk mengosongkan semua jadwalnya hari ini tanpa kecuali, jadwal mengajarnya hari ini digantikan oleh asisten dosen sedangkan untuk bimbingan skripsi dialihkan besok atau hari lain.
Masyitah tentu saja mematuhi semua perintah Raja, meskipun kemarin Raja sempat marah padanya melalui sambungan telepon setelah mengajar kelas karyawan yang Titah tak tau entah apa sebabnya.
Raja jelas marah, baru saja ia sampai kampus dan akan mengajar mamak menelpon mengatakan sudah akan naik ke pesawat hal lain yang membuatnya terkejut adalah mamak mengatakan bertemu dengan Yana dan mengobrol panjang lebar beberapa menit setelah ia pulang.
Jika bukan karena masyitah yang mengingatkannya bahwa ia ada janji mengajar kelas karyawan sudah dapat dipastikan ia bertemu dengan Yana kemarin, masyitah tidak salah hanya saja ia merasa kesal dengan keadaan.
Setelah sarapan Raja memakaikan jaket untuk ketiga anaknya, mobilnya yang rusak akibat ia terserang virus cinta gila dadakan masih di bengkel sehingga ia terpaksa mengantar anak-anaknya dengan sepeda motor matic 250 cc miliknya yang biasa hanya dia gunakan untuk sholat ke masjid atau membawa anak-anak itu memutari komplek sore-sore.
Sudah seminggu ini memang ia beraktivitas dengan sepeda motor itu tak ada masalah anak-anaknya juga tak pernah mengeluh meskipun kemana mana menggunakan sepeda motor.
Bahkan Lulu selalu merasa paling senang karena berada di posisi paling depan sedangkan Lili yang paling menyedihkan karena lebih sering di posisis tengah dan hanya dapat melihat ke samping tapi Lili tak pernah mengeluh, meski sesekali minta bertukar posisi dengan Lulu.
Kali ini yang pertama Raja antar adalah Lulu gadis kecil itu sangat bahagia karena diantar oleh ayah dan kedua kakaknya sekaligus, setelah itu Raja mengantar Lala dan Lili.
Selanjutnya Laki-laki itu menuju sekolah SMA Binaan satu, ia sudah bertekad andai Yana tidak masuk sekolah kali ini ia akan mengejar kemanapun Yana pergi.
Tekadnya sudah bulat penampilannya sudah pas Lala bahkan sempat bertanya pagi tadi tentang penampilan ayahnya hari ini.
__ADS_1
Pasalnya hari ini Raja mengenakan baju kaos berwarna abu muda dengan Jaket berwarna abu lebih gelap dan celana jeans yang senada dengan jaket ditambah dengan sepatu kets juga abu-abu. Paduan yang sangat pas.
Ia tak mengenakan kemeja atau jas seperti biasa jika akan ke kampus penampilannya menurut Lala lebih mirip dengan saat mereka akan pergi ke mall.
Pada Lala Raja jujur tidak pergi mengajar ke kampus hari ini karena ada hal sangat penting dan segera harus diselesaikan secepat mungkin tak bisa ditunda lagi.
➰➰➰☕️☕️☕️
Di Sudut lain di kota yang sama di sebuah rumah sederhana Yana mulai menjalani hidupnya seperti sedia kala, pagi setelah membereskan kamar dan keperluan mengajarnya ia akan turun dari kamar dan membantu ibu menyiapkan sarapan.
Hal pertama yang ia lakukan tentu saja memeluk bu Nur wanita tersayangnya dan mencium pipi bu Nur kuat-kuat sampai bu Nur mengomel.
“Omelan ibu pagi-pagi adalah moodboster hidup.” Begitu biasa Putra membela kakak-kakaknya.
Hal berikutnya yang Yana lakukan adalah menelusup ke kamar Utha Uthi dan menculik Aboy untuk diserahkan ke pangkuan ayah.
”Yakin hari ini mau masuk sekolah.” Tanya pak Ahmad saat Yana menyerahkan Aboy ke pangkuan ayah.
“InsyaAllah yah, anak ayah kan strong.” Jawab Yana sambil mengepalkan tangan ke atas.
Yana tau akan banyak sekali pertanyaan mengapa dan kenapa yang akan didapatkan hari ini saat sampai ke sekolah tapi Yana tetap bertekad akan pergi ke sekolah.
Pagi itu Yana diantar oleh Elita dan Ali kebiasan lama soal antar mengantar juga kembali seperti sedia kala, Yana akan pergi dengan siapa saja yang ada di rumah yang kebetulan keluar jika tidak maka dia akan naik ojek atau taxi begitu juga saat pulang nanti.
Yana tak pernah meminta mau di antar atau di jemput tapi justru orang-orang di sekelilingnya selalu menawarkan diri.
“Dek Yana, sabar ya semoga digantikan dengan yang lebih baik.” Mang Dadang satpam yang bertugas menjaga pintu pagar biasa kalau bicara selalu di luar jalur hari ini terlihat sangat sopan pada Yana. Gadis itu hanya tersenyum sambil mengangguk dan langsung masuk ke area sekolah.
“Yana, Yana... Yana.” Bu Siti guru paling senior yang dalam hitungan bulan sudah akan pensiun dari sekolah itu memeluknya sambil hanya mengucapkan nama Yana berkali-kali di depan ruang guru.
Yana tak menjawab apapun guru-guru lain juga datang mendekat memberi Yana kata-kata semangat untuk masalah yang menimpa dirinya. Gadis itu hanya menganggukan kepala dan mengucap terima kasih pada rekan-rekan sesama guru.
“Yana ada yang nyariin kamu, bapak suruh tunggu di meja guru piket.” Pak Joni memberi tahu Yana.
“Siapa pak.” Tanya Yana penasaran, siapa yang mencarinya sepagi ini bahkan apel pagi saja belum di mulai. Seingatnya juga ia tak punya janji dengan wali murid.
“Teman kamu, pak Mahraja dosen yang mengisi acara seminar yang kita pernah ikut dulu itu.” Ucap pak Joni santai sambil berlalu pergi menyambungkan kabel sound system pada mikrofon untuk acara apel pagi ini.
__ADS_1
Dada Yana sesak seperti dihimpit batu besar, baru saja ia merasa jauh lebih baik saat melihat begitu banyak rekan-rekan guru yang memberinya semangat.
Sekarang malah datang masalah baru, apa lagi maunya laki-laki itu mencari Yana, mereka sudah sepakat bahwa untuk berteman pun Yana tak mau kenapa sekarang malah mencarinya.
Yana bergegas menuju meja guru piket, ada guru magang laki-laki yang menemani Raja disana.
“Kamu bantu pak Joni saja mempersiapkan apel pagi, nanti saat apel di mulai kembali kesini karena saya mau ikut apel.” Ucap Yana pada guru magang itu, guru magang yang diperintahkan juga langsung bergegas pergi meninggalkan Yana dan Raja disana.
“Ada apa kamu kesini.” Tanya Yana datar, jika Raja datang untuk mengucapkan selamat menikah maka Yana sudah berniat tak membantah dan akan mengucapkan terima kasih saja.
“Abang lapar mau ngajak Aya sarapan.” Jawab Raja juga datar seolah mereka sudah sering sarapan berdua. Memang mereka sering sarapan bersama tapi itu dulu, dulu sekali.
Yana mengernyitkan alisnya bingung dengan apa yang Raja maksud, pakaian laki-laki itu juga terlihat beda dari biasa kali ini terlihat lebih santai.
“Maaf aku ga bisa.” Jawab Yana sopan.
“Kenapa? Ga akan ada yang marah lagi kan.”
Yana menarik nafas panjang dari kata-kata Raja itu artinya Raja tahu bahwa ia batal menikah.
“Aku harus apel pagi dan ada mengajar di jam pertama dan kedua.” Jawab Yana menolak.
“Gapapa silahkan aja abang tunggu, abang belum sarapan dan abang nunggu Aya baru abang akan sarapan.”
Raja duduk di kursi yang tersedia di depan meja guru piket itu, Yana kenal dan tau Raja seperti apa. Laki-laki itu dulunya selalu bisa diajak negosiasi kali ini Yana juga berharap demikian, tak mungkin ia membiarkan Raja duduk di situ apa kata orang nanti.
“Jangan duduk disini nanti jadi pertanyaan orang,” kata Yana sinis.
“Oke, abang tunggu di cafe depan ya, sampai jam kedua kan? Jam sebelas abang kesini lagi jemput Aya.” Raja mengucapkan maunya dengan percaya diri lalu bangun dan benar-benar pergi dari hadapan Yana.
☕️☕️to be continue☕️☕️
☕️Saat jatuh cinta orang cerdas bisa menjadi bodoh dan juga sebaliknya orang bodoh bisa menjadi cerdas.
Rakan pembaca : Hilihhh sok paham cinta kau
Diriku : 🤭😴😴😴😴😴😴😴😴
__ADS_1
Jan lupa bahagia rakan jan lupa syenyummm ☺️