Dia Yang Kembali Datang

Dia Yang Kembali Datang
Patah...


__ADS_3

💚💚


Dalam kehidupan masa lalunya jelas tak pernah terpikirkan oleh Raja untuk meninggalkan Yana. Namun bukankah menikah adalah pilihan dan Raja memilih menikahi pilihan ibunya dan meninggalkan Yana yang entah bagaimana kondisinya saat itu.


Begitu juga yang Yana lakukan sekarang ini memilih pilihan hidupnya yang menurutnya terbaik dan kelak bisa membuatnya bahagia.


Kopi pahit tanpa gula yang biasa Raja minum terasa nikmat kali ini benar-benar menjadi kopi pahit dan terasa pahit.


buruknya kopi tanpa gula itu masih sangkut di mulut belum sempat Raja telan saat Lili mengatakan rahasia penting antara gadis kecil itu dan Adam temannya.


waktu seolah berhenti bahkan udara yang Raja hirup pun seolah tak cukup, saluran napas terasa tertutup dan berujung pada Raja tersedak kopi pahit yang benar-benar terasa pahit.


Berita dari Lili selalu saja membuat jantungnya terasa berhenti dan enggan berdetak, namun jika berita sebelumnya menumbuhkan secuil harapan pada hati Raja berbeda dengan berita kali ini yang kali ini benar-benar terasa menyakitkan.


“Ayah kenapa,” Tanya Lili panik yang melihat ayahnya yang tersedak dengan muka yang sudah pucat.


Raja yang masih terbatuk hanya menggelengkan kepala sambil meraih tisu dan membersihkan sisa tersedaknya.


“Ayah… Ayah kenapa.” Lili mulai panik dan melihat ayahnya masih saja batuk.


Raja masih menggeleng dan mengambil air mineral di atas meja lalu meminumnya sedikit saat batuknya berhenti.


“Gak apa cuman keselek aja kopinya pait,” Ujar Raja menenangkan putrinya sambil menepuk dada menenangkan diri.


“Oh…” Hanya itu yang keluar dari mulut Lili.


Raja tersenyum sedikit terpaksa dan bergegas bangun mengajak dua putrinya pulang meski ada sedikit derama dengan Lulu tapi akhirnya bocah kecil itu setuju berhenti main dengan iming-iming dibelikan es krim stroberi.


Saat sudah di mobil Raja bergegas menelpon Masyitah sekretarisnya yang bisa diandalkan dalam pekerjaan, memerintahkan Sita menghubungi asisten dosen untuk menggantikan mengajar siang itu.


“Ayah gak ke kampus lagi,” Tanya Lili.


“Gak, kita jalan-jalan aja sambil nungguin kak Lala pulang.”


“Jalan-jalan yeeeyyyy jalan-jalan kita dek,” Ucap Lili pada Lulu yang sudah mulai mengantuk duduk di kursi depan.


“Beli e kem tobeli yah,” Ucap Lulu.

__ADS_1


“Ok baik siap laksanakan hari ini apa aja boleh.” Jawab Raja dengan senyum manis meski hatinya sudah sangat berantakan hancur berkeping tak berbentuk lagi.


Saat jam pulang sekolah Lala mereka kembali menjemput Lala dan dari mulut Lili, Lala dapat mengetahui semua hal yang terjadi secara detail bahkan kisah buruk ayah mereka yang tersedak saat Lili membocorkan rahasia bunda temanya.


Lala tak banyak berkomentar hanya menanggapi cerita adiknya itu dengan sepenggal-sepenggal kata saja seperti iya ok boleh nanti dan lain-lain.


Tatapan Lala tajam ke arah Raja dan Raja tau itu, anak sulungnya sudah beranjak dewasa meski tidak mengerti segala hal Lala sudah pernah mencurigai Raja saat Lili membocorkan rahasia Adam pertama kali.


Malam itu setelah menemani anak-anak menghafal dan makan malam Raja memilih tidur lebih awal serta melewatkan makan malam.


Ayah tiga anak itu mentipkan Lili dan Lulu pada Lala, Lala yang seolah mengerti keadaan ayahnya hanya mengangguk saja tanda setuju.


Sakit yang Yana rasa empat belas tahun yang lalu saat Raja mengabarinya bahwa laki-laki itu akan menikah bisa saja jauh lebih sakit dari yang kali ini Raja rasakan.


Jika kali ini sebutir nasi saja tak sanggup Raja telan tidak menutup kemungkin empat belas tahun lalu air saja tak sanggup Yana telan.


Inilah definisi patah hati yang sebenarnya, patah yang benar-benar patah. Maka anggap saja saat ini Raja sedang memanen hasil bibit yang ia tuai di masa lalu.


➰➰➰➰♥️♥️♥️


Pagi yang cerah seharusnya juga membuat penghuni rumah ini merasa bahagia karena sebentar lagi seorang gadis di dalam rumah itu akan dilamar oleh seorang pemuda yang tampan mapan serta bertanggung jawab.


Sudah berbagai cara bu Nur Elita dan Putri lakukan namun tangis Yana tetap saja tak bisa berhenti.


Memang tak ada suara tangis meraung, hanya ada air mata yang terus menetes tanpa henti entah apa sebabnya.


Tidak ada satu pertanyaan pun dari ibu dan adik-adiknya yang Yana jawab gadis itu hanya diam saja dengan air mata yang terus saja membasahi pipi.


“Kak kalau lo ragu masih bisa kita batalkan,” Kata Elita uang sudah duduk di sampingnya entah sejak kapan.


“Kalau kakak mau aku bisa bawa kakak ke rumah depan.” Kali ini Putri sang adik ipar yang memberi ide.


“Iya biar aku sama bang Ali yang hadapi semua kalau kakak ragu mundur aja.” Elita kembali bersuara.


“Pertanggung jawabkan apa yang sudah kamu mulai Yana, serahkan bagaimana nanti akhirnya pada pemilik cerita kehidupan, tugasmu sekarang bertanggung jawab menyelesaikan apa yang kamu mulai.”


Suara ibu membuat Yana tersadar dan mengangkat kepala menatap mata ibu, Yana dapat melihat dengan jelas air mata ibu yang juga sudah mengenang.

__ADS_1


“Tapi bu kalau nanti dia ga bahagia gimana.” Elita mulai protes dengan pendapat bu Nur.


“Ibu sudah memberikan waktu untuk dia berfikir dan sampai kemarin sore jawabannya tetap sama.” Jawab Ibu dingin.


“Terkecuali kalau kalian mau membuat ayah kalian mati berdiri maka lakukanlah sesuka hati kalian.” Bu Nur terlihat menyeka air mata dan menepuk pundak Yana.


“Bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu mulai.” Ucap ibu dan berlalu keluar kamar begitu saja.


Yana yang seolah tersadar dari tidur panjang menangis pecah sambil memeluk Elita yang hanya bisa diam tanpa kata.


“Aku mimpi duduk disamping dia El.”


“Sudah berkali-kali El berkali-kali.”


Hanya itu yang Yana ucapkan berkali-kali di sela tangisnya dalam pelukan Elita walaupun tidak terlalu jelas tapi Elita tau maksudnya tanpa harus dijelaskan. Yana terus saja mengulang kata-kata itu tanpa henti sampai tangisnya mereda.


Putri yang ikut menepuk-nepuk pelan pundak Yana memberi kekuatan pada pilu yang sedang kakak ipar yang sudah ia anggap seperti kakak kandungnya sendiri itu rasakan.


Entah sudah berapa lama Yana menangis matanya terlihat sembab dan baru berhenti saat penata rias datang, Putri berkilah bahwa kakaknya menangis karena terharu akan dilamar.


Penata rias langganan tante Jelita itu percaya saja pada kata-kata putri bahkan ia mengatakan jika saja dia di posisi Yana mungkin ia juga akan menangis haru seperti yang Yana rasakan.


Mendapatkan Laki-laki yang lebih dari mapan tampan serta baik hati, juga ayah mertua yang terkenal loyal terhadap sesama ditambah dengan ibu mertua yang semua orang tahu bagaimana baiknya tante Jelita di lingkungan mereka.


Yana hanya tersenyum terpaksa menanggapi celotehan penata rias yang terus saja membangga-banggakan tante Jelita sang calon ibu mertua yang menurut Yana tak seperti diceritakan penata rias tersebut.


“Kak udah siap belum.” Suara Putra dari luar kamar sambil membuka pintu dan memasukkan kepalanya saja dari balik pintu.


“Wih cantik banget kakak gue kalau dandan gini, kalah lu mpok,” Ucap Putra pada Elita yang di tanggapi dengan mata melotot dari Elita.


“Seriusan ih udah siap belum,,, mas Doni sama keluarganya udah nyampe tuh.”


Pernyataan Putra seolah menghimpit dada Yana membutanya sesak tak bisa bernafas.


➰➰To Be Continue➰➰


♥️Akhiri dengan berani apa yang sudah kamu mulai dan jangan lari dari masalah.

__ADS_1


〰️Tetap semangat rakan jangan lupa bahagia jangan lupa syenyummmm😊〰️


__ADS_2