Dia Yang Kembali Datang

Dia Yang Kembali Datang
Aku Sayang Kamu


__ADS_3

💚💚


keributan antara Yana dan Doni tidak bisa dihindari, sejak mengantarnya pulang semalam tidak ada satupun pesan Doni yang Yana balas begitu juga panggilan telepon tidak ada satupun yang Yana angkat bahkan ponselnya dia buat mode getar.


 


Saat terbangun Yana melihat ada tiga puluh kali panggilan tak terjawab dari Doni, dan ada beberapa pesan dari Doni dan teman-temanya yang lain namun tak ada satupun yang yana baca.


 


Yana bahkan belum siap saat Doni datang menjemputnya pagi itu, ibu yang memanggilnya ke kamar terkejut saat melihat baju yang berserakan di atas tempat tidur.


 


“Ini kenapa kak”? tanya ibu heran.


 


“Sempit gak enak dipakai jadi aku tes yang lain, gapapa nanti aku beresin pas pulang ya” jawab Yana.


 


“Itu nak doni udah di bawah cepetan.”


 


Yana diam sejenak dan mengangguk kemudian turun menyapa Doni dengan ramah seolah tak terjadi apa-apa antaranya dan Doni. Keadaan berubah saat laki-laki itu baru saja menutup pintu mobil, Yana sudah langsung menodong dengan pertanyaan mengerikan.


 


“Mama mu ngajak aku ikut acaranya dia buat apa? untuk dipamerkan?”


 


“Ada apa Sayang…” Doni masih menyikapi dengan lembut sambil mulai melajukan mobilnya menjauh dari Rumah Yana.


 


“Ada apa? kamu nanya ada apa? bukan aku yang kenapa mama kamu yang ada apa.”


 


“Diomongin baik-baik ya, ada apa?” Doni memarkirkan mobilnya di jalan yang sedikit sepi, dan menoleh pada Yana.


 


Yana hanya menatap dengan tatapan dingin penuh marah pada Doni.


 


“Kenapa, ngomong dong biar kita cari tau solusinya. aku sayang banget sama kamu Yana.” Ucap Doni sambil mengelus lembut kepala Yana.


 


“Mama kamu malu sama umur aku yang udah tua iya kan.” Yana berteriak, sampai membuat Doni terkejut.


“Mama kamu juga ngomong ke teman-temanya kalau nanti setelah menikah aku tidak boleh kerja.” Air mata Yana sudah meleleh begitu saja suaranya bergetar.


 


Doni menarik napas panjang, mengambil beberapa lembar tisu dan menyerahkannya pada Yana, kapan masalah begini akan selesai pikirnya.


 


“Sayang, yang akan menikah kita yang akan menjalani hidup bersama juga kita orang diluar sana tidak perlu tau apapun tentang kita, mungkin Mama begitu agar teman-temanya tidak berkomentar banyak.” Doni kembali mengelus lembut kepala yana


 

__ADS_1


Doni terdengar menarik nafas panjang sebelum melanjutkan kata-katanya.


 


“Kalau masalah pekerjaan… Aku yang akan menjamin kamu tetap bisa bekerja setelah menikah nanti.” Ungkap Doni panjang lebar.


 


Yana menatap mata doni mencari kejujuran disana, Doni yang selalu penuh sayang padanya.


 


“Minum dulu, kita cari tempat sarapan di depan kamu belum sarapan kan?.” Doni menyerahkan satu botol air mineral pada Yana.


 


“Kita baikan ya jangan kayak gini, jangan seperti semalam juga aku ga bisa kalau kamu ngambek gini. aku bisa gila Yana, aku sayang banget sama kamu.”


 


Yana mengangguk tanda setuju.


 


“Aku juga.” jawab Yana lirih yang membuat hati Doni seperti ditumbuhi taman bunga yang sedang merekah.


 


“Makasih sayang, makasih.” Ucap Doni huru, baru kali ini ungkapan sayang Doni di balas oleh Yana biasa gadis itu hanya menjawab iya atau malah diam saja.


 


Soal kesabaran menghadapi Yana Doni adalah ahlinya selama mereka bersama tidak pernah ada sekalipun doni berlaku kasar bahkan suara tinggi saja tidak pernah Doni lontarkan pada Yana.


 


➰➰➰➰➰➰➰➰➰➰➰➰♥️♥️


 


Yana memilih duduk di depan bukan tanpa alasan ia ingin menguji diri sendiri tentang hatinya, juga ingin memastikan apakah perasaan yang dia rasakan pada Doni sudah tepat atau hanya sebagai pelarian semata.


 


begitu juga dengan Raja kerisauan hatinya semalam tidak terjadi hari ini. sikap Yana terlihat tenang dan baik-baik saja saat tadi iya melewati Ayana untuk naik ke panggung seminar.


 


Bahkan waktu makan siang pun mereka lewatkan bersama walau lebih tepatnya Raja yang menghampiri Yana ke tempat makan para peserta. Yana juga merespon dengan baik tidak ada aura permusuhan dari diri Yana, Namun tetap ada rasa bersalah pada hari Raja.


 


“haloo… Iya mas, ini lagi makan siang… hahaha iya… kamu udah makan… oh iya…  udah juga tadi sebelum makan aku sholat dulu… ok baik hari ini jangan telat ya jemputnya aku capek banget pengen cepat sampe rumah.” Setelah kejadian tadi pagi hubungan Yana dan Doni sudah kembali seperti biasa.


 


Raja mendengar dengan jelas suara Yana yang berada di depannya saat mengangkat telepon yang diyakininya  dari suami Yana. lamunanya jauh melayang, Yana nya yang dulu sekarang sudah bahagia, dan bukankah dia juga seharusnya bahagia melihat Yana bahagia.


 


Keyakinannya diperkuat saat sebelum sambungan telepon itu putus wajah Yana terlihat merona, entah apa yang dikatakan orang di seberang telepon Yana hingga membuat wajah Yana begitu merona.  


 


Nyatanya harapan bertemu Yana untuk minta maaf malah menjadi bumerang untuk Raja, saat waktu mempertemukan mereka bukan hanya sekedar meminta maaf yang laki-laki itu butuhkan, tapi lebih.


 

__ADS_1


drtttt dtrrr


ponselnya bergetar Raja merogoh saku celananya tulisan ♥️Tiga dara membuatnya sedikit tersenyum.


 


“Ya sayang… iya boleh, tapi ayah pulangnya malam ya…ok bye”


 


Kali ini dugaan Yana tidak jauh-jauh dari Raja,  Yana meyakini yang Raja panggil sayang adalah istri Raja tidak mungkin tidak.


Pikiran masing-masih bahwa yang lainnya sudah hidup bahagia dengan pasangan masing-masih membuat mereka sekarang bersikap lebih santai saat bicara berdua, seperti teman ya hanya teman saja.


➰➰➰➰➰➰➰➰➰➰➰➰♥️♥️


Hari ini terakhir Yana mengikuti acara seminar itu, sama halnya dengan kemarin pagi sudah empat baju yang tergeletak di atas tempat tidur, bu Nur masuk tanpa mengetuk pintu membuat Yana dan bu Nur sama-sama terkejut.


"Kak bajunya kenapa lagi? sebanyak ini gak muat semua? berantakan gini kak." Bu Nur menatap anaknya heran.


"Ibu ih kalau masuk ketuk dulu buat kaget aja." kata Yana.


"Pagi-pagi udah ribut, lo mau jualan baju kak? butuh duit lo? atau bu bos mau beli baju baru yang berkelas istri CEO." Suara Putra yang menggandeng sang istri membuat yana dan ibu sama-sama memberi tatapan tajam pada si usil satu itu.


"Turun cepetan sarapan, nanti telat udah pada tua masih aja harus ibu yang naik jemput kalian ke atas, cepetan turun." Ibu memberi perintah tanpa bisa dibantah yang mengharuskan anak dan menantunya segera turun.


“Kamu punya punya hutang penjelasan sama ibu, cepat turun Doni sudah menunggu.” Ucap ibu sinis pada Yana.


“Iya” hanya itu yang mampu yana jawab


Hari itu ternyata acara selesai lebih cepat, setelah makan siang acara sudah bubar, Yana berdiri di depan gedung sambil menelpon Doni berkali-kali tetapi Doni tetap tidak menjawab, mungkin laki-laki itu sedang ada rapat penting.


Yana memilih menghubungi Putra namun sama saja tidak ada jawaban dari adik bungsunya itu, selanjutnya Yana menghubungi Elita dan tetap sama saja, Yana sudah duduk di tangga depan gedung itu dan menunggu sejenak sebelum kembali menghubungi Doni.


lima belas menit berlalu Yana kembali melakukan panggilan telepon pada Doni tapi tetap saja tidak ada jawaban.


“Kenapa? belum dijemput ya Ay?” Suara yang sangat Yana kenal membuatnya menoleh kesamping dan melihat Raja sudah duduk di sebelahnya.


Yana menggelengkan kepala.


“Sekarang tinggal dimana?” Kata raja lagi.


“Masih di rumah lama.” Jawabnya singkat.


“Udah sepi ni, mau abang antar pulang.” Ucap Raja ragu-ragu.


Yana diam sejenak, lalu melirik kekanan kekiri dan menggeleng.


“Ga usah aku nunggu aja bang.”


Yana kembali menelpon Doni dan kedua adiknya, tidak ada satupun yang menjawab telponya Yana mulai risau, melihat keadaan Yana Raja kembali menawarkan untuk mengantar Yana.


“Abang antar aja, nanti jelasin ke suami kamu. dia pasti ngerti kok. Yok,,,!"


 


➰➰to be continue➰➰


 


♥️hidup itu bukan hanya tentang bagaimana cara kita menjalaninya, tetapi juga tentang bagaimana cara kita menyikapinya-


tetap semangat jangan lupa bahagia jangan lupa syenyummmm😊〰️


 


 

__ADS_1


__ADS_2