Dia Yang Kembali Datang

Dia Yang Kembali Datang
Kencan


__ADS_3

💚💚


Penolakan berkali-kali dari Ayana membuat Raja menyerah.


"Ya udah abang temenin sampai suami kamu datang aja, sekalian bisa kenalan." ucap Raja lagi


Baru saja Yana akan menengelengkan kepala tanda tak setuju, Yana tak ingin ada pertemuam antara Raja dan Doni. Dan bagaimana nanti kalau Doni memperkenalkan diri bukan sebagai suaminya.


Drtttt drttt


Ponsel Raja bergetar, laki-laki itu bergegas mengangkat telepon yang masuk.


Holo sayang,,,, apa.... kok bisa... Iyaa iyaa ayah pulang sekarang.


"Ay Maaf, anakku yang kecil kakinya kena beling, barusan Lala nelpon udah nangis-nangis maaf ya Ay aku jadi nemenin kamu sampai di jemput." Raja berbicara sambil memasukan ponselnya kembali ke saku celana, mukanya terlihat panik.


"Gapapa bang bentar lagi aku juga dijemput, semoga cepat sembuh. Salam untuk kak Lala dan sikecil." Ucapa Yana, oh jadi nama istrinya Lala pikir Yana.


Raja hanya mengangguk dan langsung pergi begitu saja meninggalkan Yana sendiri. Beruntung tak lama setelah kepergian Raja Doni menelpon dan mengatakan akan segera datang menjemputnya.


Jarak Doni yang lumayan jauh sudah bisa dipastikan memakan waktu lama untuk Doni sampai ketempat Yana. Hal itu membuat Yana memutuskan menunggu di kantin terdekat saja, masih terlihat ada beberapa mahasiswa disana.


Khayalanya menerawang jauh ketika melihat sepasang mahasiswa yang duduk tidak jauh darinya dan memakain pakaian berwarna senada.


Terlihat seorang laki-laki menunjuk-nunjuk buku yang terbuka di atas meja dengan pulpen, di depannya duduk seorang gadis dengan rambut panjang tergerai indah yang sesekali terlihat menulis sesuatu pada buku catatanya.


Mahasiswa Laki-laki itu memukul lembut kepala gadis didepanya dengan pulpen yang digunakan saat menunjuk-nunjuk buku tadi lalu tertawa, terlihat gadis itu memajukan bibirnya cemberut lucu sekali, sesaat kemudian mereka tertawa bersama. Entah apa yang sedang mereka bicarakan.


Yana reflek ikut tersenyum saat melihat interaksi sepasang mahasiswa itu.


Bayangan kisahnya dengan Raja belasan tahun silam melihat jelas di kepalanya, Raja yang dulu sering sekali mengajaknya diskusi tentang pelajaran di kantin kampus mengajarinya banyak hal dan selalu membuatnya tertawa.


Laki-laki yang ketika itu saat berbicara masih sangat terdengar khas logat medannya meski sedikit namun malah membuat Yana menjadi suka.sangat lucu dan manis pikirnya kala itu.


Lamunannya buyar saat notifikasi pesan pada ponselnya berbunyi.


MasDon

__ADS_1


[Yana aku di parkiran aula kamu dimana]


Yana hanya membaca tanpa membalas pesan itu, ia bangun menuju kasir membayar teh manis yang bahkan belum sempat dia minum seteguk pun karena asik memperhatikan sepasang mahasiswa tadi.


"Kebiasaan kamu pesan nya gak di balas aku nungguin." Ucap Doni yang berdiri bersandar pada mobilnya saat Yana menghampirinya.


"Tapi kan aku langsung kesini." Jawab Yana membela diri.


Doni bergegas membuka pintu mobilnya untuk Yana.


"Silahkan calon istri." Ucapnya menggoda membuat Yana malah tertawa.


"Kita makan dulu ya, aku lapar banget Yan siap rapat liat hp kamu nelpon banyak banget buat aku langsung jalan kesini." Ungkap Doni saat mobil yang mereka kendarai sudah mulai bergerak maju.


Yana malah tertawa merasa lucu diperlakukan begitu, dalam hidupnya hanya ada dua laki-laki yang benar-benar dekat dengan nya selain ayah dan putra. Dimasa lalu ada Raja dan sekarang ada Doni.


Sepanjang perjalanan pikiran Yana kembali melayang pada Raja, Yana berharap ini adalah hari terakhir dia bertemu dengan Raja dan tidak akan pernah lagi setelah ini.


"Ayo turun." Ucapan Doni menyadarkan lamunan Yana.


"Hari ini terserah deh kamu mau kemana aku anterin sampe malam juga boleh, mau apa belanja? Nonton? Apa?." Ucap Doni lagi saat mereka berjalan masuk ke restoran.


“Udah ijin ke Papa hari ini spesial untuk calon istri.” Jawabnya sambil mengedipkan sebelah mata pada Yana membuat wajah Yana bersemu.


Bukan tanpa alasan Yana bertanya begitu. Mereka memang bertemu hampir setiap hari saat Doni mengantar jemputnya terkecuali jika Doni keluar kota ata hari minggu. Namun jarang sekali waktu mereka melewatkan waktu bersama layaknya pasangan kekasih di luar sana.


Untuk makan siang bersama saja kadang Doni sudah memesan tempat dan saat mereka sampai makanan sudah tersaji hanya tinggal makan saja. "Menghemat waktu." Begitu biasa alasan Doni.


Tapi hari ini semua terasa manis untuk Yana, setelah makan Doni menemani Yana nonton meski sempat ada perbedaan pendapat ketika Doni memilih film action Yana malah memilih komedi meski pada akhirnya keinginan Yana yang terpenuhi.


Bahkan Doni sempat menemani Yana membeli gamis lengkap dengan hijab beberapa helai, Doni dengan sabar menunggu meski sambil disibukkan dengan ponselnya. Kencan manis mereka di akhiri dengan mengelilingi toko buku bersama.


➰➰➰♥️♥️


Saat Raja sampai ke rumah semuanya terlihat baik-baik saja tidak ada tangis Lala ataupun Lulu yang tadi ia dengar melalui sambungan telepon malah terasa sepi seperti rumah tidak berpenghuni.


Wak Mar menghampiri Raja saat iya akan naik ke kamar anak-anaknya.

__ADS_1


"Lukanya sudah saya bersihkan pak, hanya tergores sedikit, sekarang sudah aman nak Lulu juga sudah tidur"


"Kenapa bisa kena beling?" Jawab Raja dingin.


"Gelas susunya pecah pak, nak Lulu sudah saya jauhkan tapi tetap memaksa mendekat maaf pak" Ucap wak Mar sambil menundukkan kepala.


Raja menarik napas panjang, ia yakin wak Mar tidak salah dan ia juga tahu betul bagaimana aktif anak-anaknya terutama Lulu yang tidak pernah mau diam.


"Ya, ga apa wak besok-besok lebih hati-hati aja." Ucapnya.


"Satu lagi besok wak Mar ga usah datang ya, sa...!" Kata kata raja terhenti saat wak Mar sudah menjawab sebelum iya selesai berbicara.


"Jangan pak jangan maafkan saya pak, saya janji akan lebih baik menjaga nak Lala Lulu dan Lili."


“Untuk kesalahan saya yang ini potong saja gaji saya pak asal saya jangan di pecat.” Suara wak Mar yang sudah serak sambil menangis membuat Raja menepuk keningnya.


"Bukan wak, bukan berhenti kerja disini maksud saya besok tidak usah datang sampai hari minggu, saya sama anak-anak mau pulang ke medan." Papar Raja panjang lebar yang akhirnya membuat wak Mar terkekeh malu dan meminta maaf.


Raja menaiki tangga langsung menuju kamar ketiga anaknya. Lala terlihat sedang duduk di meja belajarnya sedangkan Lili asik dengan mainan. Mata Raja beralih pada Lulu yang tertidur pulas.


Raja mendekat dan langsung melihat kaki Lili yang sudah terbungkus perban.


"Ayah... tadi Lulu nangis kakinya berdarah." Teriakan Lili membangunkan Lulu yang tertidur pulas.


"Huaaaaaaaaa Ayahhh sakittttttt." Lulu langsung bangun dan minta di gendong.


"Iss ribot kali mulut mu dah bangun dia kan." Ucap Lala pada Lili.


"Udah gak apa, dimana nak sakitnya." Ucap menengahi Raja sambil menggendong Lulu dan membawa putrinya itu keluar dari kamar menuju ruang keluarga yang berada di bawah sambil diikuti Lala dan Lili.


Lala dan Lili bergantian sambung menyambung menceritakan kronologis terjadinya insiden berdarahnya kaki Lili secara dramatis dan mengerikan, tidak ada yang Raja bantah meski Raja sudah tau ceritanya dari wak Mar sesekali dia tersenyum ketika melihat expresi wajah Lala dan Lili saat bercerita.


Semua terlewatkan dengan baik Lulu sudah kembali tertawa hanya saja awalnya Lulu tidak bisa jalan, tapi setelah Raja mengatakan akan jalan-jalan ke mall membeli gamis dan hijab syar’i pesanan opung mereka Lulu langsung saja bisa berlari dan merengek minta ikut.


➰➰To be continue➰➰


#opung : panggilan untuk nenek atau kakek dalam suku batak/medan.

__ADS_1


♥️kamu akan istimewa ketika seseorang mau memprioritaskanmu sesibuk apapun dirinya.


〰️tetap semangat jangan lupa bahagia jangan lupa syenyummmm😊〰️


__ADS_2