
☕️☕️
“Ay, Hp abang ketinggalan dalam tas kamu.” Ucap laki-laki berkemeja warna hijau botol dengan celana bahan berwarna hitam pekat itu tergesa.
Yana hanya bergeming, ia terjebak dalam suasana serba salah, namun beruntung Raja tak mempermasalahkan keberadaan Doni di sana.
Raja juga sempat melempar senyum dan mengulurkan tangan untuk bersalaman memperkenalkan diri pada Doni yang berada di depanya sebelum Raja berjalan menuju pintu utama rumah mertuanya itu.
Hingga saat ini Raja belum pernah tau apa alasan Yana gagal menikah dengan Doni, oleh sebab itu Raja memilih tak ikut campur ia yakin dan percaya istrinya itu bisa membereskan masalahnya sendiri.
“Ay, tasnya dimana.” Tanya Raja berbalik menghadap Yana saat sudah di depan pintu.
“Em apa ha hape dikamar, bang,” Ucap Yana gugup yang sudah berdiri hendak mengikuti langkah Raja.
“Ok, gapapa abang ambil sendiri aja. Selesaikan saja dulu urusan Aya sama teman Aya.” Ucap Raja dan berlalu begitu saja.
Yana hanya diam, dan kembali duduk seraya menarik nafas panjang.
“Astagfirullah, Ayah.” Ucap Raja terkejut saat membuka pintu utama rumah sederhana milik pak Ahmad itu.
Disana berdiri Pak Ahmad, bu Nur dan Putra yang sedang merapat ke jendela mencuri dengar apa yang orang di luar bicarakan.
“Abang hust” Ucap Putra sambil meletakkan jari telunjuk tak bersalahnya di depan bibir.
“Cuman mau ambil hape.” Jawab Raja dan berlalu begitu saja, bukan Raja tak penasaran dengan kisan istrinya tercinta dengan laki-laki yang sedang bertamu tapi Raja tidak punya waktu untuk mengurusi hal itu.
Dan juga Raja sudah percaya seribu persen pada Ayana sang pujaan Hatinya itu.
“Astagfirullah, Lulu.” Kali ini Raja terkejut saat mendapati Lulu di ujung tangga saat ia hendak naik ke atas menuju dimana letak kamar Yana berada.
“Tantik kan, yah.” Ucap gadis itu.
“Itu bedak siapa lu sampai putih gitu satu muka, kamu jangan nyusahin umma disini.” Ucap Raja sungguh-sungguh pada anaknya itu sambil berjongkok menyamakan tinggi dengan bocah kecil itu.
Tapi Lulu tak peduli, anak itu dengan cepat melesat berlalu kearah depan berniat menunjukkan wajahnya yang penuh dengan bedak tabur pada Umma.
Raja melirik arloji di lengan kirinya dan ia menggelengkan kepala tak ada waktu lagi untuk dia mengurusi hal-hal aneh di rumah ini pikirnya. Jadwal rapatnya hanya tersisa tiga puluh lima menit lagi untuk segera dimulai.
Setelah mendapatkan apa yang ia cari Raja segera bergegas turun dan keluar dari rumah itu, dibalik pintu bagian dalam masih ada kedua mertuanya dan Putra, adik iparnya. Dengan Lulu berada di gendongan Putra saat ini.
“Yah, Bu. biar saya yang selesaikan.” Ucap Raja sopan membuat tim kepo yang diketuai pak Ahmad itu bubar barisan dengan berat hati sebelum sebelum Raja beranjak keluar.
Raja melihat laki-laki itu masih ada dasana dengan wajah sedih bercampur marah yang susah di tebak.
__ADS_1
Raja kembali melirik jam di tangannya ia memilih untuk berdiri di sebelah Yana, dan tak lupa ia kirimkan pesan pada Tita sekretarisnya yang sangat layak dibuat susah itu.
Awalanya ia tak ingin ikut campur tapi melihat keadaan yang ada ia tak bisa tinggal diam.
“Maaf, apa masih ada keperluan dengan istri saya.” Ungkap Raja dingin raut wajah tak suka.
“Maaf, saya tidak tahu Yana sudah menikah.” Jawab Doni tak kalah dingin.
Yana menatap wajah suaminya, ia belum pernah melihat Raja marah dan apakah kaku begini adalah marahnya, Yana pun tak tau.
“Saya pahami kondisinya dan saya tau siapa anda, tetapi keadaannya saat ini Ayyana istri saya.”
“Dan saya selaku suaminya tak tenang untuk pergi bekerja jika harus meninggalkan dia dengan tamu laki-laki.” Raja memberi penekanan di setiap kata yang keluar dari mulutnya.
Sebagai laki-laki yang tak mau dikatakan lemah, Doni yang sudah dijelaskan oleh Yana tentang fakta saat ini langsung meminta maaf pada Raja, ia mengakui khilaf dan malu atas perbuatannya serta berjanji tak akan mengganggu rumah tangga Yana dan Raja.
Doni juga jujur mengatakan rasa kecewa membuatnya membicarakan perihal tak baik tentang Raja, Raja juga mengucap terimakasih pada Doni karena pernah membantunya mengorbankan tiket pesawat ke Medan saat Mia melahirkan Lulu, Setelah Yana mengingatkan Raja.
Yana mengucap maaf pada Doni begitu pula sebaliknya, Doni bahkan berjanji akan hadir di acara pesta pernikahan Yana.
Doni pulang dengan langkah gontai membawa kekecewaan dan ke bodohnya hari ini. dan berjanji pada diri tak akan mengulangi kebodohan yang sama di masa akan datang.
☕️☕️☕️☕️
Itulah yang Yana rasakan hari ini angan-angannya tentang momen pernikahan berjalan sesuai impiannya, dekorasi dari Madera decoration and entertaimen sangat memuaskan hatinya.
Begitu juga dengan hal yang lainya, tak ada satu kekurangan pun yang Yana rasakan.
Sejak acara dimulai senyum bahagia dari wajah Yana terus merekah tanpa henti.
“Selamat mas, semoga bahagia.” Yana menyaksikan dengan mata kepala sendiri Andoni Rama Anggara menepati janjinya menghadiri undangan menyalami suaminya tepat di samping Yana.
Disebelah laki-laki itu ada pak Anggara yang menemani Doni.
“Terimakasih, Don.” Jawab Raja santun.
“Saya minta maaf, atas kejadian kemarin. Saya benar-benar tidak tau bahwa Yana sudah menikah.” Ucap Doni lagi.
Raja hanya mengangguk, “Tak apa lupakan saja.” Jawab Raja sambil tersenyum.
“Semoga bahagia, doakan juga saya Yana.” Ucap Doni besar hati dengan lapang dada dan kemudian Doni meninggalkan tempat itu.
“Makasih bang,” Ucap Yana pada Raja setelah Doni tak terlihat lagi.
__ADS_1
“Mas mantan ngado apa ya Ay.?” Tanya Raja menjahili Yana.
“Abang ih, ngeselin.” Jawab Yana sambil memanyunkan bibir berbalut lipstik pink soft itu.
Yana dengan tulus berdoa semoga Doni bisa menemukan orang yang tepat untuknya dan untuk mama Jelita.
☕️☕️☕️
Satu minggu berlalu, saat ini mereka semua sudah bersiap untuk berangkat ke Medan mak Duma serta pak Azis dan Rani sudah pulang lebih dulu.
Yana, Raja dan ketiga putrinya akan berangkat besok pagi dengan membawa serta wak Mar.
Selama dua minggu ini Yana hanya dibenarkan memasak, itu juga karena Yana mengatakan tak ingin memberi makan anak dan suaminya dari jerih payah orang lain.
Makanan adalah sumber hidup manusia, ia mengatakan tak rela jika yang mengurusi isi perut anak dan suaminya harus orang lain.
Selebihnya tak ada satupun yang Yana boleh dikerjakan, Yana juga sempat terkejut saat wak Mar mengatakan nominal gaji yang ia terima dari Raja selama ini.
Maharnya, mamak dan bapak yang selalu menerima telepon di sore hari seolah sangat penting, biaya pesta pernikahan dan juga hidup mewah Raja, Yana tak yakin jika pekerjaan Raja sebagai seorang dosen mampu memiliki itu semua.
“Bang, apa ga berlebihan jika biaya ayah dan ibu ke Medan juga abang yang akan menanggung.” Ucap Yana pada Raja yang sedang memeluknya dari belakang sebelum mereka tidur.
“Emm.” Hanya itu jawabanya
“Abang, Aya serius abang dapat uang dari mana.” Tanya Yana serius sambil melepas pelukan Raja.
“Bentar aja Ay, sebelum Lulu datang.” Ucap Raja dan mengeratkan pelukannya kembali di tubuh minggil wanita itu. Sungguh tragis memang menjadi Raja yang hanya masuk urutan cinta ke empat setelah tiga anaknya.
“Bang jawab dulu yang Aya tanya. Banyak banget bang yang masuk penjara sekarang ini.” Lirih Yana cemas membayangkan dari mana suaminya itu mendapatkan itu semua.
Mahar yang Yana minta hanya 3,8 gram tetapi yang raja berikan 38 gram. Begitu juga dengan uang tunai yang Yana Minta 3,8 juta tapi yang Raja berikan 38 juta.
Bahkan Yana mendapatkan tambahan satu hektar kebun sawit siap panen sebagai maharnya. belum lagi Kendaraan mewah milik Raja serta rumah yang juga tak bisa dikatakan sederhana.
Jika memang kekayaan Raja sebanyak itu kenapa mak Duma masih harus menerima siswa menjahit, kenapa pak Azis masih repot mengurusi kolam ikan di kampung pikir Yana.
“InsyaAllah semua halal.” Jawab Raja singkat.
“Bunda, huhhh huhhh Lili hilang huhh huhhh.” Teriak Lala yang membuka pintu tanpa salam dan mengetuk terlebih dahulu.
-☕️☕️to be continue☕️☕️
☕️halo rakan niat hati cerita ini end di minggu lalu tapi tak terkejar, kemudian berharap selesai minggu ini tapi ternyata sama saja. Mohon maaf jika harus molor lagi waktunya karena aku di kejar-kejar bang Raja ehh upsss dikejar realita yang tak terduga.mungkin mulai besok aku ga rutin up tiap hari mohon maaf .
__ADS_1
☕️Terimakasih untuk yang stay with me Rakan jan lupa bahagia jan lupa syenyummmmmmm