Dia Yang Kembali Datang

Dia Yang Kembali Datang
Satu Sama


__ADS_3

☕️☕️


Gadis itu benar-benar datang di hadapan Raja, rasa bahagia tak terhingga di dadanya senyumnya mengembang dengan sempurna sampai ke telinga. Raja merasakan jantungnya berdetak lebih cepat seperti remaja yang baru jatuh cinta.


Senyum manis gadis itu membuat Raja bangun dari tempat duduknya berjalan ke arah Yana namun hal tak disangka terjadi saat Yana menyapanya seperti orang baru bertemu tanpa ada janji sebelumnya.


Hal lain yang membuat ritme jantung nya terasa tak normal adalah ketika Yana berbisik mengajaknya sarapan dan mengatakan jangan lupa membayar semua makan siang anak-anak muridnya.


Ia kenal Yana dengan baik gadis itu memang dulunya sangat usil dan ahli mengerjai orang lain, tapi pertemuan pertamanya kembali dengan Yana sekitar delapan bulan lalu membutanya mengira Yana tak akan pernah kembali sesadis ini mengerjainya.


Yana yang sekarang terlihat lebih bersahaja terlebih gadis itu telah menggunakan hijab, terlihat lebih lembut dan tersenyum seadanya saja bahkan tertawa pun jarang, atau karena Raja memang jarang menemuinya, Entahlah.


Namun kejadian siang ini benar-benar membuatnya terasa ingin menelan Yana hidup-hidup itu juga andai dia tak cinta, namun virus cinta sudah terlalu parah sehingga dia bahkan lupa cara marah pada Yana.


Hatinya sempat lega karena bisa berada di satu meja yang sama berdua saja dengan Yana, tapi itu hanya sesaat saja kedatangan empat siswa Yana mengganggu momen berduanya dengan Yana.


“Kenalin pak Fauzan Azima Ketua osis SMA Binaan satu anak kesayangan guru-guru serta calon pacar bu Yana.” Ucap Ozan siswa usil yang menangkap sinyal bahwa bapak yang di depannya yang merupakan teman wali kelasnya itu curi-curi pandang pada ibu Yana guru kesayangan mereka.


“Bhuk,” Teh hijau sedang yang sedang Raja minum dari gelas ke empat jika dihitung sejak pagi itu hampir saja keluar dari mulutnya.


Tapi dengan cepat ia menetralkan keadaan seolah semua baik-baik saja dan dia tak terpancing dengan kata-kata siswa bernama Fauzan itu.


“Wah bu Yana ternyata idola di sekolah siswa saja sampai naksir, saya kira hanya mang dadang satpam sekolah yang naksir berat sama bu Yana ini.” Ucap Raja santai sambil melirik Yana.


Tak terduga empat murid yang duduk satu meja bersama mereka ikut tertawa mendengar ucapan Raja, bahkan seorang murid laki-laki yang memakai kacamata menceritakan bahwa mang dadang pernah rela hujan-hujanan saat memayunginya Yana.


“Waduh manis ya kisah bu Yana ini,” Ucap Raja lagi.


“Tapi jangan deh pak, bapak cari teman bapak aja yang single untuk ibu kami ini. Mang dadang istrinya sudah tiga.” Ucap siswi yang memakai bandana.


“Siap nanti saya carikan yang super spesial untuk ibu Yana.” Raja berkata pada empat anak-anak itu tapi matanya tertuju pada Yana.


“Baiklah karena saya kenal ibu Yana yang sangat baik ini, hari ini semua saya yang traktir silahkan makan sesukanya.”


“Yeeeeeeee… woi boleh nambah.” Teriak Ozan memberi informasi yang disoraki semua anak-anak.


Wajah Yana sudah merah padam, andai saja tak menjaga image di depan anak-anak itu Raja sudah ia siram dengan teh hangat di depanya.

__ADS_1


“Saya pamit ya, jagain ibu Yana-nya baik-baik.” Ucap Raja sambil bangun ke arah meja kasir. Raja membayar semua yang sudah di makan oleh murid-murid Yana, untuk sisanya jika ada penambahan ia memberikan nomor ponsel Tita sekretarisnya jika ada kekurangan nanti akan ia berikan.


Kasir wanita yang merupakan anak dari pemilik cafe itu hanya menjawab ia tanpa bantahan, pesona Raja membuatnya lupa tidak semua orang berlaku jujur di dunia ini.


“Mari bu Yana, saya duluan.” Ucap Raja pada Yana setelah menyelesaikan urusnya pada kasir cafe itu.


Yana hanya menganggukan kepala menghormati dia tak benar-benar kalah tapi dia merasa terjebak, Raja benar-benar mampu menguasai sikap dan tingkah lakunya.


Saat anak-anak kelasnya masih ribut, notifikasi ponselnya berbunyi Yana berharap itu dari tukang ojek online yang sudah ia pesan tadi.


Yana memang sudah memesan ojek online dan berencana meninggalkan Raja dengan anak-anak muridnya itu tapi ternyata tukang ojek itu mengirimnya pesan bahwa ban motornya bocor dan meminta Yana menunggu.


Yana bergegas mengambil ponselnya dan membuka aplikasi pesan di ponselnya itu.


Hantu blau


”Makasih udah nemenin abang sarapan jamak dengan makan siang.”


Tak lama masuk pesan yang lainya.


Yana yang memang sedang kesal sontak mengangkat kepala dan melihat kekanan dan kekiri.


“Di parkiran motor Ay, abang pulang dulu ya mau jemput Lulu di sekolah.”


Yana reflek melihat ke arah parkiran motor cafe itu. Dan pesan kembali masuk di ponselnya.


”jangan liat-liat nanti kangen, hati-hati ya pulangnya sampai ketemu besok Ay.”


Yana menahan diri untuk tak melihat lagi ke arah parkiran motor kepalanya menunduk sampai ia merasa Raja memang sudah pergi dari sana.


Tak lama gadis itu kembali melihat ke arah parkiran menghilangkan rasa penasaran ia tentu saja berharap Raja sudah tidak disana tapi faktanya malah sebaliknya.


Laki-laki itu melambai-lambaikan tangannya dan tersenyum lalu pergi begitu saja.


☕️☕️☕️☕️


Sekolah Lulu adalah tempat yang ia tuju pertama, meski jaraknya tidak terlalu jauh ia tak ingin terlambat menjemput putri bungsunya itu.

__ADS_1


Untuknya Yana penting, tapi saat ini Lala Lili dan Lulu tetap menjadi prioritasnya.


Raja memasuki sekolah itu dengan pikiran bercabang kemana-mana, sikap Yana-nya anak-anaknya, mamaknya, mahasiswanya dan lain-lain, lumrahnya pikiran bapak-bapak.


Andai Yana tau isi hatinya saat ini mungkin Yana tak akan membiarkannya mengendarai motor sendiri, itu asumsinya pribadi yang muncul dari rasa percaya diri yang tak terhingga.


“Lulu sudah di jemput nak,” Ucap Miss Eva lembut memanggil Lulu saat melihat Raja sudah di depan kelas.


“Ayah...” Lulu berlari mendekat ke arahnya, Raja langsung berjongkok menyambut gadis kecilnya itu.


“Lulu happy hari ini.” Tanya Raja, pertanyaan itu sudah ada sejak dulu, itu adalah kebiasan pertanyaan Mia pada Lala dulu saat pulang sekolah. Memurut Mia dengan begitu anak akan mengungkapkan apa saja yang ia rasakan setiap hari dan anak akan lebih terbuka.


“So happy.” Jawab Lulu senang. Raja ikut tersenyum melihat anaknya bahagia. Ia biasa akan bertanya apa saja kegiatan Lulu saat di mobil, dan itu berlaku untuk semua anak-anaknya.


Miss Eva membantu Lulu memakaikan tas anak itu dan memberikan empat buah bintang yang terbuat dari kertas jeruk sebagai tanya Lulu mendapatkan prestasi empat bintang hari ini.


Sampai kerumah bintang yang tertulis nama itu akan ditabung oleh anak-anak yang mendapatkan bintang untuk nantinya di tukar dengan hadiah saat akhir sekolah.


“Yah, yuyu udah cita cama Mill Eva Yuyu mu beli mama bayu, iyaa kan Mill.” Ucap Lulu dan membenarkan kata-katanya pada Miss Eva.


“Hah.” Raja sangat terkejut dengan apa yang ia dengar barusan.


“Iya pak Raja saya dengar dari Lulu, katanya mau punya mama baru. Selamat ya pak.” Ucap Miss Eva guru kelas Lulu tepat didepan kelas Lulu.


Hah.” Raja kembali terkejut, lagi-lagi ia terjebak dengan kata-katanya sendiri.


“Selamat ya sayang,” Ucap Miss Eva sambil mengelus kepala Lulu penuh sayang.


Raja hanya tersenyum ia tak menjawab iya dan tak juga menjawab tidak, di sekolah Lulu ada peraturan orang tua tak boleh berbohong pada anak tentang hal apapun dan apapun alasanya.


Sebenarnya Raja tidak berbohong, hanya saja berita itu terlalu cepat Lulu sebar luaskan, bagaimana bisa memiliki mama baru, calon mama yang Raja incar saja masih licin seperti belut sawah.


☕️☕️To be continue☕️☕️


☕️Lulu jaga diri baik-baik nak rakan-rakan pembaca ini meresahkan, jangan sampai Lulu di bungkus juga seperti kak Lili 🤭


☕️Jan lupa bahagian rakan jannn lupa syemyummmmmmm

__ADS_1


__ADS_2