
💚💚
Assalamualaikum Rakan apa kabar? Terima kasih sudah membersamai Mas Doni dek Yana dan bang Raja sejauh ini 🙏🏻🙏🏻Selamat membaca.
➰➰➰➰♥️♥️
Doni yang kini mengurusi enam puluh persen urusan perusahaan membuatnya kian hari kian sibuk dengan pekerjaannya.
Pak Angga berencana akan menyerahkan semua urusan perusahaan pada putra satu-satunya itu setelah nanti Doni menikah, itulah sebabnya sekarang ini laki-laki itu benar-benar serius mendalami usaha yang sudah di bangun oleh keluaraganya itu jauh sebelum dia lahir.
Beruntung Doni mendapatkan calon istri seperti Yana yang selalu memaklumi pekerjaan Doni dan tak pernah mengeluh ataupun menuntut waktu lebih pada laki-laki yang bentar lagi menjadi imam dari gadis bernama Yana itu.
Namun hal tersebut justru membuat Doni tak yakin pada perasaan Yana, sejauh pengetahuan Doni tentang wanita jika wanita tak pernah marah dan tak menuntut apapun pada laki-lakinya maka cinta seorang wanita hanya sekedar saja.
Doni itu tak perna mau ambil pusing tentang perasaan Yana yang terpenting sekarang adalah Yana sudah memilihnya dan sebentar lagi akan menjadi istrinya, itu saja.
Sejak yana setuju menjalin hubungan yang lebih serius dengannya Doni memang sudah memberi perhatian khusus pada Yana, tidak sekalipun wanitanya itu boleh pergi bebas lagi Sendiri apalgi jika menggunakan kendaraan umum dan semua kegiatan Yana di bawah pantauan Doni.
Bahkan Doni sendiri yang menyempatkan waktu mengantar serta menjemput dan menemani Yana kemana pun wanitanya itu ingin pergi. Meskipun nama besar keluarganya yang membuat ia dikenal banyak orang membuat Yana sedikit risih.
Doni juga menyuruh orang memantau pergerakan Yana secara langsung saat tak beramanya dan rutin dilaporkan padanya setiap hari, awalnya laki-laki itu hanya tak ingin ada hal buruk terjadi pada Ayyana.
Namun kejadian beberapa bulan lalu saat orang suruhannya mengatakan Yana bertemu dengan mantan kekasihnya membuat Doni lebih ketat lagi memantau wanitanya itu.
Hal buruk yang membuat Doni sampai menyadap semua komunikasi pada ponsel Yana adalah ketika orang suruhannya mengatakan bahwa Raja mantan kekasih Yana kini sudah duda.
Doni ingat laki-laki itu, Raja. ia pernah bertemu dua kali dengan Raja sebelum tahu fakta itu, pertama ia merelakan tiket pesawatnya untuk Raja saat laki-laki itu sedang panik karena istrinya akan melahirkan beberapa tahun lalau.
Kedua saat Doni menabrak dan menjatuhkan es krim gadis kecil yang ternyata anak Raja.
Doni memang pernah berbuat baik dengan merelakan tiket pesawatnya untuk Raja sampai ia hampir saja nyaris kehilangan kontrak kerjanya dengan kliennya di Medan kala itu. Namun bukan berarti kali ini ia juga akan merelakan Yana kembali pada Raja, Doni tak semurah hati itu.
Butuh menunggu waktu seminggu setelah pertemuan terakhirnya untuk Doni bisa bertemu kembali dengan Ayyana gadis pujaan hatinya, kesibukan Doni di perusahaan mebuat waktunya bersama Ayyana juga banyak berkurang.
__ADS_1
Jika rindu Doni sudah menggunung maka lain halnya dengan Ayyana perpisahannya kali ini dengan Doni justru menimbulkan pertanyaan yang menggunung.
“Sayang kangen,” Ungkap Doni saat melihat wanita pujaanya keluar dari rumahnya.
Namun Yana hanya tersenyum manis tanpa menjawab sepatah katapun dan hanya mengucapkan terima kasih pada Doni saat laki-laki itu membukakan pintu mobilnya untuk Yana.
Kata-kata Elita dan Putri beberapa hari ini terus saja menari nari di kepala Yana dan bertambah parah saat Doni mengatakan akan pulang dari urusan pekerjaannya.
Pasalnya Doni melarangnya pergi bersama rekan-rekan sesama guru untuk makan bakso bersama di warung kecil dekat sekolah tempatnya mengajar.
jika urusan izin makan semangkok bakso saja begitu sulit didapatkan, bukankah ia sekarang benar-benar sudah jadi burung dalam sangkar.
“Aku butuh penjelasan kenapa mas menyadap semua komunikasi di ponselku dan apa kecurigaan ku tentang mas mengirim ku mata-mata benar?”
Tanya Yana dingin saat Doni sudah melajukan mobilnya menjauh dari rumah orang tua Yana.
Pagi cerah Doni setelah mengatakan pada gadisnya bahwa dia yang akan mengantar calon istrinya itu hari ini mendadak gelap gulita ketikan Yana langsung menuntut jawaban dari pertanyaanya ketika itu juga.
“Kalau mas gak bisa jawab turunkan aku di halte depan aku bisa pergi sendiri ke sekolah.” Tambah Yana tak kalah dingin.
“jawab saja yang aku tanya.”
“Iya masalahnya apa.” Doni masih seolah tak paham dengan arah pembicaraan gadis itu.
“Turunin aku atau jawab,” Teriak Yana dengan suara yang sudah bergetar.
Doni yang terkejut mendadak menginjak rem dan mobil itu berhenti seketika di tengah badan jalan beruntung mereka berjalan di jalur kiri dan masih berada di jalan yang sepi, sehingga hanya menimbulkan suara klakson dari beberapa kendaraan di belakang mereka.
“Jangan teriak teriak sayang, ngomong baik-baik.” Ucap Doni ambil kembali melajukan kendaraannya sedikit kedepan dan benar-benar berhenti di sisi jalan itu.
“Jawab mas Jawab, aku capek aku lelah cukup mama Jelita saja yang membuat aku hampir gila.” Yana kembali meluapkan isi hatinya dengan suara tinggi.
“Sayang, jangan teriak-teriak, aku jelasin semuanya.” Ucap Doni meyakinkan.
__ADS_1
“Aku capek, aku lelah, aku jenuh aku mau bebas.” Ucap Yana lirih sambil menangis.
➰➰➰➰➰♥️♥️♥️
Dibelahan kota Jakarta yang lainnya seorang laki-laki yang sudah cukup matang dalam usianya dan juga sudah banyak pengalaman dalam hal problematika kehidupan kini justru kalah dengan keadaan.
Mual muntah demam sakit kepala serta berkeringat dingin membuatnya lemas tak berdaya di atas tempat tidur.
Wak mar yang biasa hanya bekerja setengan hari terpaksa harus menginap beserta dengan suaminya untuk membantu majikanya itu mengurus anak-anaknya.
Tiga hari sudah laki-laki itu terkapar tanpa daya, ternyata patah hati bisa membuat orang menjadi gila benar adanya, beruntung Raja tak sampai gila hanya sakit demam saja.
Awalnya Raja sakit di kampus tiga hari lalu sampai harus membuat Tita sekretarisnya mengantarnya pulang kerumah.
Dan ternyata di saat serius Tita benar-benar bisa diandalkan, tidak ada kata-kata manja dan men de sah dari Tita yang sudah tiga hari ini juga selalu memantau keadaan atasanya itu setiap hari.
Malam itu Lala gadis kecil berusia dua belas tahun itu keluar dari kamar ayahnya setelah memastikan ayahnya sudah tertidur, terbukti dari irama nafas sang ayah yang sudah mulai beraturan saat gadis itu memijat kepala ayahnya yang mengeluh hampir pecah.
Gadis kecil itu mencoba menelpon neneknya di kampung nun jauh disana, setidaknya untuk berbagi keluh kesah seperti yang biasa ia lakukan.
“Opung, Ayah sakit gak bisa makan, terus muntah munta,” Ucap gadis kecil itu pada sang nenek yang membuat opungnya terkejut.
“Sakit apa? dari kapan.?” Tanya wanita yang Raja panggil mamak itu panik.
“Udah tiga hari, kata Ayah jangan kasih tau Opung nanti opung sama atok susah,” Jawab gadis kecil itu polos.
“kebiasan kali pun ayahmu itu cak kasihkan dulu hp ke ayahmu.”
“Dah tidur ayah, tapi coba Lala tengok kekamranya ya.” Ucap gadis kecil itu sambil berjalan kembali menuju kamar ayahnya.
Saat membuka pintu kamar betapa terkejutnya Lala melihat Ayahnya yang sedang terduduk di lantai depan pintu kamar mandi yang ada di kamar itu sambil memuntahkan isi perutnya yang kosong.
➰➰To Be Continue➰➰
__ADS_1
♥️Hilihhhhhhh bang Raja untung cuman sakit demam kan, ga sampe gila. Jan lah sakit-sakit bang sadar dirilah sikit ga ada yang urus, kecuali ada rakan-rakan pembaca yang mau urus hihihihi.
〰️Selamat senin pagi Rakan jangan lupa bahagia jangan lupa senyuuuuuuummmmmmm😉〰️