
💚💚
"Ay...Ayyana Ay...." Raja mengetuk ngetuk sendok pada meja didepan Yana.
"Oh ya ya apa."
"Mau teh kan? Panas atau dingin?"
"Panas, eh dingin aja." Kenyataan istri Raja telah meninggal masih dalam pikiranya.
Setelah keterkejutan Yana atas berita yang baru dia dengar sekarang mereka berada di warung tenda dekat SMA Binaan satu. Awalnya Yana ingin memesan ojek online saja jika pun sampai Doni tau laki-laki itu pasti mengerti, Yana tidak mungkin menghubungi mang Didi supir Doni untuk menjemputnya.
Jarak SD tempat Adam sekolah hanya sekitar satu kilo meter dari SMA tempat Yana sekolah, namu keterkejutannya tadi pembuat Yana reflek menjawab iya saat raja menawarkan akan mengantarnya kembali ke sekolah.
Melihat ada warung tenda di dekat sekolah Yana, Raja mengajaknya singgah untuk makan dan lagi-lagi Yana setuju.
Ini adalah pertama kali Yana makan di pinggir jalan setahun yang lalu. selama menjalin hubungan dekat dengan Doni tidak pernah sekalipun Doni setuju untuk makan di warung tenda pinggir jalan.
Jangankan untuk makan bersama Doni di pinggir jalan begini, untuk Yana makan sendiri saja Doni tak memberikan izin. Setahun bersama Doni gaya hidupnya jauh berubah, mulai dari jenis makanan yang dipilih sampai cara memakanya.
Untuk Yana makan Nasi padang ternikmat yaitu menggunakan tangan namun tidak pada Doni untuk laki-laki itu segala jenis makanan harus di makan menggunakan sendok dan garpu.
kesempatan ini benar-benar Yana nikmati dengan hati gembira tak terperi. Laki-laki yang sekarang di hadapannya adalah laki-laki yang tidak pernah melarang apapun yang dia mau di masa lalunya, iya hanya masa lalu.
“Lili anak kedua ku Ay..ayyana.” Raja mulai menceritakan tentang anak-anaknya.
“Nama lengkapnya Liyana aku ambil Yananya sedikit hahah.” Raja terlihat sedikit tertawa.
“Yang sulung sekarang dua belas tahun kelas enam di SD yang sama dengan Lili namanya Lala”
“Yang bungsung Lulu umurnya tiga tahun kalau pagi begini dia aku sekolahkan PAUD”
Melihat expresi Yana yang tak terbaca Raja kembali melanjutkan bicaranya.
“Hahaha kenapa Ayyana? banyak banget ya anak ku”
“Kamu gimana? Adam anak pertama kamu? adiknya berapa.”
“Satu.” Jawa Yana singkat. Yana tak bohong Adam memang punya satu adik.
Raja hanya mengangguk-anggukan kepalanya dan melanjutkan bertanya.
__ADS_1
“Papa Adam kerja dimana.” Raja mulai nyaman gugupnya hilang. hanya saja yang di hadapanya sekarang Yana yang jauh lebih pendiam dari Yananya yang dulu.
Raja jelas bahagia bisa bertemu dan makan bersama seperti ini dengan Yana namun itu tak berlangsung lama kebahagianya menguap saat ponsel Yana berdering.
“Iya mas… udah ini mau balik…ga usah aku balik ke sekolah diantar orang tua murid yang tadi berkelahi sama Adam… karena dikatain giginya ompong mas hahhaha… gak ada kelas lagi cuma mau ambil tugas anak-anak terus langsung pulang…iya…cepat pulang ya mas...iya aku juga..."
Dan percakapan di telepon itu berujung pada pipi yana yang merona, entah apa yang dikatakan laki-laki di seberang sana pada Yana.
Lagi-lagi Raja disadarkan oleh keadaan bahwa Yana sudah menjadi istri orang, bukan lagi Yananya yang dulu.
➰➰➰♥️♥️
Setelah mengantar Yana kembali ke sekolah, Raja menawarkan diri untuk mengantarnya pulang dan lagi-lagi Yana setuju. Walaupun pada akhirnya Raja menyesali tawarannya itu. Terbukti dari Raja yang merasa kepalanya sakit luar biasa saat menunggu Yana di parkiran sekolah.
“Istri oran ja, Istri orang.” Ucapnya pada diri sendiri sambil memukul kepala dengan ponsel yang dia pegang.
“Makasih ya bang udah antar aku pulang.” Ucap Yana sambil turun dari mobil, Ayana minta di turunkan di depan saja, tanpa mengajak Raja masuk untuk singgah, Walaupun hanya sekedar basa basi. ‘bisa bisa basa basi ku jadi basi beneran kalau aku ajak dia singgah’ begitu pikir yana.
Ucapan yana mengurungkan niat Raja untuk ikut turun. “sama-sama selamat istirahat Ay..ayana.” Raja menjawab dengan senyum manis bak gula.
Ayana masuk kerumah dan langsung menuju dapur dimana bu Nur sedang mengaduk adonan brownies kukus pesanan orang yang akan diambil ba’da magrib Yana langsung mencium pipi bu Nur dan berlalu ke kamarnya.
"kak, kakak,,," bu Nur mengetok kamar berkali kali namun tidak ada jawaban dari si pemilik kamar, Ayana Ahmad buka pintunya...! suara bu Nur dan gedoran pintu yang serasa hampir merobohkan daun pintu yang bercat biru itu bagai petir di siang bolong yang membuyarkan mimpi indah Yana.
"iya bu." Yana yang hanya menggunakan baju kaos tanpa lengan serta celana selutut, menjawab sambil membuka pintu kamarnya.
Belum habis pintu terbuka bu Nur sudah bersuara.
"kamu tu ya kak...! kalau dipanggil, jawab. kamu mau buat ibu sakit jantung hah...? tuh di depan ada teman kamu katanya hp nya ketinggalan di tas kamu, yang tadi antar kamu kayaknya kak, terus ibu kayak kenal pernah liat dimm......"
Belum sempat bu Nur menghabiskan kata-katanya Yana sudah masuk berbalik merogoh tas kerjanya di atas meja dan menyambar mukena serta kain sarung di atas tempat tidur dan melesat keluar begitu saja, melewati bu Nur yang masih bingung dengan apa yang terjadi.
“Bang Raja, maaf tadi Aya eh aku lupa". Raja tersenyum mendengar penjelasan Yana dengan nafas terengah-engah seperti baru siap lari keliling senayan saja, dan juga mendengar ayana menyebut dirinya aya Raja seperti disirami air di saat panas terik.
Dulu hanya Raja yang memanggilnya Ay dan Yana menyebut dirinya Aya ditambah dengan melihat penampilan Yana menggunakan sarung dan mukena, bahkan mukena yang dikenakan Yana terbalik.
"Gapapa abang belum jauh kok" Raja mengambil ponselnya miliknya dari tangan Yana.
Melihat respon yana yang bahkan tidak mempersilahkan duduk membuat Raja, memutuskan untuk segera pamit pulang, yana mengiyakan dan segera menutup pintu dan saat gadis berbalik betapa terkejutnya Yana ada Ibu disana.
“Tamunya mana” bu Nur yang datang dengan segelas kopi bertanya heran melihat kemana tamu manisnya yang iya persilahkan duduk manis di kursi teras tadi,
__ADS_1
“Ud...udah pulang.” Jawab Yana gugup.
“Padahal ibu udah buatkan kopi, tadi katanya mau kopi. Terus kamu ngapain pake sarung sama mukena gitu? Dzuhur udah lewat, Ashar masih lama, mukenanya terbalik lagi ka..”
Dan terulang lagi bu Nur belum selesai bicara yana sudah memotong lagi.
"Jangan ada yang tau aku di antar laki-laki ya bu terutama Putra." Ucapnya
"Memangnya dia siapa." Tanya ibu heran
"Teman aja, ibu kan tau Doni gimana pokoknya cuma ibu yang boleh tau." Dan Yana pergi meninggalkan ibu begitu saja.
“Ga anak ga ayahnya hari ini sama semua, aku berhenti masak kelar hidup kalian semua” gumam bu Nur sambil duduk di sofa dan menyesap kopi yang di buatnya untuk tamu manisnya tadi.
Pagi tadi bu Nur ditinggal begitu saja setelah mendapatkan ciuman pagi di pipinya dari anak laki satu-satunya dan putri menantunya, yang sedang terburu-buru ke kantor padahal bu Nur belum selesai membicarakan soal acara pengajian untuk acara empat bulanan putri.
Siang tadi pak ahmad yang baru saja tiba dirumah harus balik ke sekolah karena ada orang tua murid yang menyerang guru, hanya karena guru tersebut menghukum anak yang tidak membuat PR itu hormat bendera lima belas menit.
Saat itu ibu baru saja membuka mulut hendak bertanya tapi pak Ahmad sudah mendaratkan bibirnya di kening bu Nur dan pergi tanpa pesan, tragis sekali hidup bu Nur hari ini.
➰➰➰♥️♥️♥️♥️♥️
Setelah mengantar Yana pulang Raja tak kembali ke kampus ayah tiga anak itu memilih pulang ke rumah, dia butuh merebahkan diri menetralkan pikiran yang mulai kacau.
Bahkan untuk urusan menjemput anak-anak Raja percayakan pada suami wak Nur yang juga seorang supir di kampusnya.
Raja mencoba tidur setelah berendam cukup lama namun nyatanya matanya tak bisa terpejam pikirannya melayang pada Yana yang menyebut dirinya Aya hari ini, apakah Yana juga masih mengenang masa lalu mereka, bukankah dia tak boleh lagi berharap pada Yana bahkan andai pun Yana masih sendiri bukankah terlalu egois jika dia masih mengharap Ayana kembali?
“Ga... ga basi istri orang itu istri orang.”
“Jangan sampai Rumah tangga orang hancur gara-gara aku, ga boleh ga bisa.”
Raja kembali menutup wajahnya dengan bantal berharap bisa tertidur dan melupakan Ayyana-nya.
➰➰to be continue➰➰
♥️karena hanya sayang seorang ibu yang tanpa TEPI dan tanpa TAPI
〰️Selamat bersabtu malam teman-teman tersayang terimakasih masih setia membersamai Yana 😘
〰️Tetap semangat jangan lupa bahagia jangan lupa syenyummmm😊〰️
__ADS_1