Dia Yang Kembali Datang

Dia Yang Kembali Datang
Drama Queen


__ADS_3

💚💚


Dua minggu berlalu setelah keributan dengan wanita yang melahirkannya, Doni tidak pernah pulang kerumah keluarga Anggara. Apartemen pribadinya adalah tempat laki-laki berusia tiga puluh tahun itu menepi.


Yana pernah sempat bertanya beberapa kali mengapa ia Doni tak pulang ke rumahnya namun Doni tak jujur dengan masalah yang sedang ia hadapi.


Pada Yana Doni mengatakan sedang malas pulang karena jaraknya terlalu jauh dari kantor dan menyita waktu untuk istirahat.


Tak ada sedikitpun perasaan curiga pada Yana karena mama jelita pun masih bersikap sama padanya, menelpon melarang ini itu dan mengatakan hal-hal yang boleh Yana lakukan.


Yana hanya mengiyakan meski tak semua larangan mama Jelita ia patuhi, anjuran mama Jelita untuk selalu meminum vitamin untuk kulitnya juga hanya Yana iyakan saja tanpa pernah ia lakukan.


Pagi itu saat mengantar Yana kesekolah Doni berpamitan akan pergi ke Solo selama tiga hari dan mengatakan bahwa tiga hari kedepan mang Didi yang akan mengantar jemput Yana.


Selama tiga hari itu juga Yana berjanji akan memberi laporan kemanapun dan bersama siapa pun ia pergi.


sikap posesif Doni memang membuat Yana tak nyaman namun untuk menghindari keributan terjadi Yana memilih mengikuti saja apa mau Doni.


Cemburu memang kadang menbuat manusia paling cerdas sekali pun akan menjadi bodoh.


Setelah mengantarkan Yana, Doni melajukan kendaraannya menuju kantor dan langsung menemui Papanya yang memang mengatakan sudah menunggunya sejak masih pagi sekali.


“Masuk,” Ucap pemilik ruangan paling luas di kantor itu dan di dominasi dengan warna abstrak serta ada beberapa jenis kain khas dari beberapa daerah di negara ini tergantung sebagai hiasan.


“Disitu saja.” Ucap pak anggara menunjuk sofa yang berada di depan meja kerjanya saat melihat Doni anak laki-laki semata wayangnya yang masuk.


Doni mengikuti arahan sang papa untuk duduk di sofa panjang yang papanya tunjuk, sedangkan sang papa memilih duduk di sofa single.


“Ada apa Pa,” Tanya Doni langsung ada sasaran.


Pak Anggara terdengar menarik nafas panjang sebelum menjelaskan maksud dan tujuannya menelpon Doni saat ayam baru saja berkokok pagi tadi.


“Mama kamu sakit.”


Doni diam tanpa reaksi apapun, sudah sering ia mengikuti drama mamanya itu dan kali ini ia sudah jenuh.


“Papa tau perasaan kamu nak, dan juga tau apa yang kamu pikirkan saat mendengar berita ini.” Pak Anggra lagi lagi menarik nafas sambil membenarkan posisi duduknya.


“Dua hari ini papa diamkan saja, sampai tadi pagi mama kamu pingan.”


“Saat papa bawa kerumah sakit kata dokter mama terserang hipertensi emergency, darah tinggi.” Ucap pak Angga dengan sangat tenang.


“Papa ke kantor hanya ingin bertemu dengan kamu karena menurut papa disini tempat paling nyaman untuk kita membicarakan hal-hal begini.” Tambah laki-laki itu lagi.


“Ini juga bukan pertama kali drama mama masuk rumah sakit kan!” Ucap Doni sama tenangnya dengan pak Anggara.

__ADS_1


Pak Anggara tak menjawab apapun lagi posisinya sedang berada di antara perang dingin dua orang yang sangat ia cintai.


Jelita wanita yang mati-matian ia kejar cintanya dahulu dan sampai saat ini cinta itu tak pernah pudar meski sudah di usia senja.


Disisi yang lainya ada Doni Anak satu-satunya yang sifatnya hampir sembilan puluh delapan persen sama dengan nya membuat pak Anggara paham betul siapa anaknya itu.


Dua laki-laki beda usia dengan wajah yang nyaris serupa itu diam dengan pikiran masing-masing sampai dering ponsel pada Hp Doni memecah lamunan mereka.


Doni bergegas mengambil ponselnya dari kantong jasnya bagian dalam, tulisan ‘Sayang’ tertera di layar ponselnya membuat Doni segera mengangkat telpon dari wanita yang sangat ia cintai itu.


“Mas belum berangkat kan? Mas dimana? Mama masuk rumah sakit mas! kata mama udah telpon mas tapi gak diangkat, mas dimana? aku telpon mang Didi tapi ga di angkat, aku pesan ojek online ya untuk ke rumah sakit, halo mas halo…” Tanpa mengucap salam Yana sudah berbicara panjang lebar dan dengan suara tersengal-sengal dan terdengar panik.


“Aku belum berangkat masih di kantor, mas jemput kamu sekarang jangan naik ojek.” Jawab Doni tenang.


“Ok aku tunggu cepetan tadi mama nagis telpon aku mas aku takut banget.”


“Tiket pesawat ke solo juga dibatalkan ya mas aku ga mau mas pergi, ga boleh.” Ucap Yana masih dengan nada panik.


“Ia aku jemput kamu sekarang ya.” Ucap Doni sebelum mematikan sambungan telepon pada Yana.


Setelah sambungan telepon itu benar-benar mati Doni menatap Papanya yang tadi sempat mendengar suara Yana karena sejak mendengar suara Yana panik Doni langsung menekan tombol loudspeaker pada ponselnya.


Sehingga semua kata-kata Yana yang sedang cemas dan panik di dengar jelas oleh pak Anggra.


“Seharusnya mama ikut dengar tadi betapa paniknya Yana, Aku permisi.” Ucap Doni pada sang papa dan pergi meninggalkan ruang kerja mewah milik pak Anggara itu.


Pak Anggra tak salah namun posisinya yang berada di tengah membuatnya sering menjadi korban seperti yang sedang ia rasakan sekarang ini.


➰➰➰♥️♥️


Di Sebuah kamar super VVIP rumah sakit terbaik di kota ini seorang wanita tengah setengah duduk sambil tersenyum bahagia setelah calon menantunya mengabari akan datang bersama anak semata wayangnya.


Mama jelita benar-benar sakit dan harus dirawat karena hipertensinya namun yang membuatnya pingsan bukan karena hipertensi melainkan karena kondisi tubuhnya yang melemah setelah tak makan selama lebih dari dua puluh empat jam.


Ia terpaksa menelpon Yana setelah suaminya mengirim pesan bahwa kali ini suaminya tak mampu membujuk Doni dan membawa anak mereka ke rumah sakit serta menyuruhnya istirahat saja sampai dokter mengizinkan pulang.


Saat ia menelpon Yana, gadis itu mengatakan akan datang sendiri jika memang Doni sudah berangkat ke Solo.


Namun hanya berselang lima menit calon menantunya itu menelpon lagi dan mengatakan akan datang sedikit terlambat karena menunggu Doni menjemputnya.


Itu artinya semua sesuai harapan dan rencan yang sudah ia susun, saat tadi tebangun dan tak melihat Doni ada disana.


Andoni raman anggra anak semata wayangnya akan datang menemuinya sebentar lagi.


Mama Jelita menyuruh si mbok yang sudah bekerja selama puluhan tahun pada keluarga mereka dan juga sudah menjaganya sejak malam tadi untuk segera pulang.

__ADS_1


Mama Jelita juga mengatakan pada perawat yang bertugas bahwa ia ingin tidur dan tak mau diganggu oleh siapapun terkecuali putranya yang datang.


➰➰➰♥️♥️♥️♥️


Sisi sudut lain dari kota ini seorang laki-laki sedang duduk di meja kerjanya namun bukan untuk bekerja melainkan sedang membolak balik sebuah m baju gamis yang terbungkus rapi dalam plastik.


kepalanya terasa hampir pecah memikirkan bagaimana dia bisa menyampikan pesan mamaknya untuk memberikan baju itu pada wanita yang bernama Yana guru SMA Binaan satu.


Mak Duma bahkan meminta foto gadis itu saat menerima baju itu agar mamak yakin tak salah orang, begitu kata mamak.


Raja bangun dari duduknya dan mengambil sebuah hanger pada laci meja kerjanya, biasa hanger itu ia gunakan untuk menggantung jas setelah ia gunakan di acara-acara resmi.


jika hanya mengajar Raja biasa hanya menggunakan kemeja saja.


Raja menyematkan baju gamis berwarna biru itu pada hanger dan menggantungnya pada gantungan jas yang ada di dekat meja kerjanya.


Gamis berwarna biru dengan tali ikatan di pinggang yang bisa diikat sesuai keinginan pengguna saat gamis itu dipakai terlihat sangat cantik dan pas jika digunakan oleh Yana.


Pikiran Raja melayang pada gadis itu dua bulan sudah ia berusaha melupakan Yana, meskipun tak dapat dikatakan sukses setidaknya pikiran Raja mulai jernih.


Namun gamis tergantung itu membuatnya seolah sedang melihat Yana berdiri memakai gamis itu di depan matanya.


Tubuh mungil gadis itu akan terlihat sempurna jika ikatan gamis itu diikat pada pinggangnya yang ramping.


“Rusak lah lama-lama anak mu ini inangggggg.”


“Bini orang inang bini orang,” Raja meremas rambut ikalnya dengan kuat.


Raja melipat kembali Gamis itu dengan cepat dan memasukkannya ke dalam laci meja kerjanya.


Nanti akan ia pikirkan bagaimana caranya ia menyerahkan gamis itu beserta dengan meminta foto Yana saat menerima gamis itu tanpa Yana harus tahu bahwa mamak-mamak batak super aktif bernama Duma itu adalah mamaknya.


➰➰To be continue➰➰


🤭Durhaka ini bang Raja ga mau mengakui mamaknya yang surper aktif, nanti di rondok i mamak tu kunci pintu surga nangis kau bang hahahaha.


Inang : Ibu


Rondok : sembunyi


〰️selamat senin pagi selamat beraktifitas untuk rakan pembaca setia dari aku yang sedang libur, jan lupa bahagia Rakan jan lupa senyummmmmmmmmmmmmmm


Ohh iyaa yang mau Seragaman sama Kak Yana yang hatinya selembut kembang gula di persilahkan waktu dan tempat.


__ADS_1


__ADS_2