Dia Yang Kembali Datang

Dia Yang Kembali Datang
Kesabaran Ayyana


__ADS_3

💚💚


Jika kata orang sabar ada batasnya maka hal itu saat ini sedang terjadi pada Ayana sabarnya sudah habis, menguap terbang melayang entah kemana.


Amarahnya sudah memuncak serasa ingin segera menghajar Doni sampai hancur babak belur tanpa ampun.


Langkah Yana sangat cepat seolah tak sabar lagi menemui laki-laki itu, wajahnya sudah merah padam siap untuk berperang.


Saat sudah mendekati Doni langkah Yana melambat saat melihat sosok Doni laki-laki yang sebentar lagi akan menjadi tunangannya itu berdiri bersandar pada pintu mobilnya dengan kondisi tidak seperti biasa.


Doni yang lebih sering berpenampilan dalam kondisi sempurna hari ini terlihat sangat kacau kemejanya sudah tidak dimasukkan kedalam celana.


Kemeja warna abu-abu tua yang menempel di tubuhnya itu sudah berantakan satu kancing di atas sudah tidak terpasang dasinya entah sudah kemana dan lengan baju yang sudah ia gulung sampai kesiku.


Yana tercengang melihat keadaan Doni, satu tahun ini bersama dengan Doni tak pernah sekalipun ia melihat Doni dalam kondisi begini, jika tidak sedang berpakaian formal Doni biasa menggunakan celana jeans dengan baju kaos saja namun tetap terlihat rapi serta wangi.


Meski dalam kondisi berantakan laki-laik itu tetap terlihat tampan dan gagah serta begitu manis saat tersenyum.


“Maaf sayang aku ga sempat pulang mandi, dari pabrik langsung kesini kirain malah udah telat.” Ujar Doni saat Yana sudah di depan matanya sambil membukakan pintu mobilnya untuk wanita itu.


Yana hanya diam dan mengangguk saja, sabar yang tadinya sudah tak ada batasnya seolah sudah berbatas lagi dengan sempurna.


“Aku kirim pesan kamu gak bales, aku telepon juga ga angkat ya udah aku langsung kesini, kamu ga malu kan sayang aku jemput dengan kondisi begini.” Kembali Doni bersuara saat sudah duduk dibalik kemudi di samping Ayyana.


“Gapapa, ga malu juga.” jawab Yana berusaha senetral mungkin.


Rasa kasihan sayang kesal benci datang dalam waktu bersamaan menggerogoti hati Ayyana, bagaimana bisa dia marah pada laki-laki yang berlaku sedemikian manis penuh cinta padanya.


Anda saja mama Doni bukan tante Jelita mungkin Yana sudah siap menikah sejak awal Doni mengutarakan niat baiknya itu setelah tiga bulan mereka memiliki hubungan dekat. Tidak ada alasan untuk Ragu menerima lamaran Doni.


“Lama banget ya aku, maaf sayang banyak kerjaan yang harus beres sebelum kamis, aku mau di acara pertunangan kita nanti aku ga mikirin kerjaan lagi.” Ujar Doni sungguh-sungguh.


Yana lagi-lagi mengutuk diri, bagaimana bisa dia meragukan laki-laki sebaik ini.


“Gapapa mas ga lama, aku juga baru beres kerja,”

__ADS_1


“Yuk pulang biar mas bisa cepat istirahat mukanya keliatan lelah banget tu.” Ucap Yana selembut mungkin menenangkan hati Doni.


Biarlah kali ini ia mengalah lagi, tak tega rasanya menambah beban pikiran kekasihnya itu.


“Pengertian banget calon istri, makasih sayang aku sayang kamu.” ucap Doni sambil menghadap pada Yana.


Yana hanya menganggukkan kepala saja dan sedikit tersenyum, harus berbohong dan menyimpan kesal di hati bukanlah hal yang mudah untuk Ayyana.


Sepanjang perjalan pulang tak banyak yang mereka bicarakan tak ada canda tawa hangat seperti biasa, wajah lelah Doni jelas terlihat oleh Ayyana.


Mungkin saat ini bukan waktu yang tepat untuk mengeluh lagi pada Doni perihal sikap tante Jelita yang kian hari kian membuatnya merasa tertekan.


➰➰➰♥️♥️♥️


Yana masuk kerumah dan mendapati ibu yang sedang ngobrol di ruang tamu dengan bude Sukma yang langsung memanggilnya saat melihat Yana masuk.


“Yana sini,” Bude Sukma memanggil sambil melambaikan tangan.


“Kamu gimana sih nikahnya sama pengusaha kaya tapi buat acara lamaran di rumah aja malu dong,” Bude Sukma langsung menyudutkannya pada inti permasalahan.


“Aku maunya begitu bude, maaf Yana lelah mau istirahat.” Hanya itu yang Yana jawab dan pergi begitu saja, serta membuat bude Sukma malah tambah mengomeli sikap tak sopannya.


Kamar yang bernuansa biru milik gadis itu sungguh membuatnya lebih tenang, tanpa berganti pakaian kerjanya Yana sudah merebahkan diri di tempat tidur.


Hidupnya akhir-akhir ini terasa lebih berat, mungkin ini yang teman-temanya katakan cobaan menjelang pernikahan.


Tante Jelita yang menguji kesabarannya bude Sukam yang selalu suka ikut campur dengan urusannya sungguh ini hari-hari yang berat.


Namun hatinya menghangat saat mengingat permintaan siswa-siswinya yang membuat Yana haru, begitu sayangkah mereka pada Yana, pak Bangkit yang juga meminta agar dia tetap mengajar serta sikap Doni yang begitu manis dan penuh cinta.


Yana bangun dan bergegas mandi untuk meringankan sedikit beban hari ini, setelah segar dan benar-benar merasa lebih baik Yana berencana menemui ibu untuk sekedar bertukar pikiran tentang sikap tante Jelita, sekarang Yana memang sudah tidak menyimpan Rahasia apapun dari ibu.


Namun saat Yana keluar kamar terdengar masih ada suara bude Sukma yang bertanya ini itu perihal Doni calon suaminya pada Bu Nur, membuat Yana mengurungkan niatnya dan kembali merebahkan diri pada tempat tidur lagi.


Rasa lelah membuatnya mengantuk dan saat matanya hampir terpejam ketukan pintu kamar menyadarkanya, pintu itu terbuka setelah ia mempersilahkan si pengetuk pintu masuk.

__ADS_1


“Bu Bos ada calon suami tuh diluar.” Ucap Putra yang hanya memasukan kepalanya dari balik pintu kamar Yana.


“Mas Doni.” Tanya Yana memastikan, untuk apalagi dia datang Yana bergegas mengambil ponselnya yang ternyata mati karena habis baterai.


“Iya lah, emang kakak punya calon suami yang lain?”


“Dia kenapa kak? berantakan gitu kayak orang baru ditinggal mati sama istri hahahahaha,” Ucap Putra yang masih betah di balik pintu dengan hanya menampakkan kepala saja untuk Yana.


“Berantakan gimana Ta?” Tanya Yana sambil bangun dan mengambil jilbab kurung di gantungan jilbab dalam lemarinya.


“Tuh liat aja nanti kayak gembel hahahaha untung gantengnya ga luntur.” Jawab Putra asal sambil meninggalkan kamar Yana menuju kamarnya yang juga ada di lantai dua rumah itu.


“Mas kenapa.” Tanya Yana bingung saat melihat Doni yang masih menggunakan baju yang sama dengan saat menjemput dan mengantarnya pulang tadi hanya saja alas kaki yang laki-laki itu pakai sekarang sendal jepit bukan lagi sepatu seperti tadi saat mengantarnya pulang.


“Ikut aku sebentar.” Ucap Doni


Yana bergegas masuk ke dalam berpamitan pada ibu dan keluar mengikuti Doni.


Yana menggunakan celana kulot baju kaos dan jilbab kurung yang warnanya berbeda-beda dan Doni yang begitu berantakan. mau kemana meraka dengan penampilan begitu pikir Yana bingung.


Doni menghentikan kedaraannya di jalan yang sedikit sepi tanpa mematikan mesin agar pendingin di mobil itu tetap bisa menyala.


“Aku minta maaf.” Ucap Doni saat membalikan badan menghadap pada Yana.


“Untuk.” Tanya Yana bingung dan cemas pikiran Yana sudah kemana-mana apakah laki-laki itu selingkuh. Yana memejamkan mata menepis pikiran buruk itu berharap itu tak akan pernah terjadi.


“Mama, mama ke sekolah kamu menemui ketua yayasan dan kepala sekolah iyakan?”


“Dan itu juga alasan kamu diam aja sepanjang jalan pulang tadi, benar kan?”


“Mas tau dari mana,” Tanya Yana.


“Mama.” Jawab Doni pasti.


➰➰To Be Continue➰➰

__ADS_1


♥️selalu ada kebaikan setelah kesabaran.


〰️Mohon maaf lahir dan batin. Selamat menunaikan ibadah puasa untuk rakan-rakan yang menjalani semoga diberi kesehatan dan kelancaran Aamiin. tetap semangat rakan jangan lupa bahagia jangan lupa syenyummmm☺️〰️


__ADS_2