Dia Yang Kembali Datang

Dia Yang Kembali Datang
Harmoni


__ADS_3

☕️☕️☕️


Perjalanan Jakarta bogor melalui tol Jagorawi yang seharusnya hanya memakan waktu sekitar satu jam kali ini menjadi lebih panjang.


Dalam sejarah hidup Raja menginjak pulau jawa perjalanan kali ini adalah pejalan terpanjang dan terberat yang harus ia lalu dari Jakarta menuju Bogor.


Hampir setiap rest area Raja menerima permintaan agar mobil berhenti sejenak dari para penumpang, malai penumpang paling tua yang jika tak dituruti Surga taruhanya.


Sampai dengan penumpang paling kecil yang jika tak dituruti perang dunia taruhanya.


Ada saja kata-kata ajaib seperti, yah Lulu mau pup, yah Lili haus, yah kaka lapar, bang Aya mau ke kamar mandi, sampai dengan bang mamak pusing kalau kau ngebut-ngebut.


Untuk alasan yang terakhir Raja tahu persis itu hanya alibi mamaknya saja, pasalnya jalan dari kota Medan menuju kampung mamak tak semulus jalan Jakarta bogor tetapi Raja tidak pernah mendengar mamak mengeluh pusing.


Saat tiba di Bogor sambutan sangat baik diberikan oleh tim WO Madera bahkan mereka disambut langsung oleh Alka Handaru, owner Madera organizer and entertainment itu.


Saat mendatangi butik ketineung juga mereka disambut langsung oleh Azla yang akrab disapa Lala wanita itu mengatakan akan mengirim hasil jahitanya satu hari sebelum hari H.


Mak Duma sempat memuji beberapa hasil rancangan gadis muda itu yang terpajang di butiknya, sebagai sesama penjahit menurut mak Duma, Azla sangat berbakat.


Fakta lain ternyata wanita itu adalah adik kandung Alka pemilik Madera organizer and entertainment yang juga mereka pakai jasanya, Raja bahkan sempat dibuat takjub dengan keluarga itu.


“Cerdas baget Ay prinsip ekonominya.” Ungkap Raja saat Yana menceritakan siapa Lala pemilik butik ketineung itu.


“Lulusan mana dia bisa keren gitu mikirnya, jadi job nya seputar dia dan adiknya aja.” Kata Raja lagi.


“Katanya sih mereka hanya lulusan SMA, bang.” Jawab Yana.


“Keren, lulusan SMA sekolahnya mikirnya sih master itu.” Ucap Raja memuji.


“Abang kalah dong.” Jawab Yana dan hanya dan disambut dengan tawa oleh Raja.


☕️☕️☕️☕️


Hari berlalu, tak ada hari cuti untuk mereka terus bekerja. Raja sudah berencana akan mengajukan cuti pekan depan untuk mereka pulang ke medan, begitu juga dengan Ayana.


Mak Duma bersikeras tetap akan mengadakan acara syukuran meski ini kali kedua untuk Raja menikah.


“Biar saudara-saudara di Medan kenal sama kau.” Begitu kata mak Duma saat Yana mengatakan tak perlu lagi ada acara meriah di Medan.


Untuk Yana acara yang akan dilaksanakan di rumahnya pada hujung minggu ini sudah menjawab semua doa-doa dan harapannya. Raja memberikan semua yang ia pernah impikan.


Kesibukan di sekolah dan juga Raja di kampus serta anak-anak membuat mereka berbeda dengan pasangan-pasangan pengantin baru yang lainya.


“Ay, emang kalau datang bulan sakit perutnya malam aja ya.” Ucap Raja pada Yana saat Yana mengatakan harus melihat Lala sebelum ia tidur.

__ADS_1


“Ga juga.” Jawab Yana santai.


“Ya udah malam ini Lala ga udah di tengokin gimana?” Tanya Raja.


“Liat bentar aja bang, biar Aya tenang.” Jawab Yana.


“Tapi kalau kamu ke kamar sebelah nanti Lulu ikut lagi kesini.”


“Abang juga mua di manja kamu Ay, bukan cuman mereka.” Keluh Raja dengan wajah memelas.


“Em.” Jawab Yana kasihan pada pada suaminya itu.


Baru saja Raja mendekat menarik Yana dalam pelukannya suara gedoran pintu kamarnya membuat kepalanya kembali pusing, kali ini pusing sembilan keliling.


Dengan malas ia membuka pintu kamar dan mendapati. Lulu disana siap dengan bantal kesayangan dan selimut bergambar keroppi.


“Lulu mau tidur disini lagi.” Tanyanya tak bersemangat.


Lulu tak menjawab, anak itu berjalan melewatkannya ke arah Yana.


“Gini-gini aja terus sampai telur ada tanduknya.” Gumam Raja dan membuat Yana tergelak, Raja kemudian mengambil guling dan memilih tidur di samping Yana yang sudah duduk.


“Lulu mau di tengah atau di sebelah Umma.” Tanya Yana pada Lulu.


“Em... lau Yuyu ga bobo tama umma malam ini boleh?” Tanya Lulu memastikan.


“Kenapa, sayang.” Tanya Yana lembut sambil mengusap pucuk kepala anak itu.


“Opung nangil ta opung tatut bobo minta yuyu temenin.” Lulu memberi penjelasan bahwa ia harus menemani mak Duma yang menangis karena takut tidur jika tak di temani Lulu.


Gadis kecil itu seolah merasa bersalah karena akan meninggalkan Yana malam ini.


“Boleh, sangat boleh ayo ayah antar ke bawah.” Raja langsung menggendong Lulu dan membawa anak itu ke kamar dimana mak Duma berada.


Raja baru bisa mendapatkan haknya sebagai suami setelah hampir seminggu menikah. Sebagai seorang laki-laki dewasa yang sudah berpengalaman, bagi Raja melihat gadis secantik Yana dengan paras yang memesona di depan mata jelas menggugah sesuatu dalam dirinya


Namun ujiannya ternyata lebih berat dari yang ia bayangkan sebelumnya, selama ini Lulu menempel pada Yana seperti perangko dan Yana juga lebih memilih Lulu dari pada dirinya. Beruntung malam ini mamak ajaibnya kembali campur tangan.


Ketika malam ini semesta seolah memberi ruang pada Raja dan terlebih saat itu juga Ayana pun seolah tak menolak dengan 'ajakan' Raja, laki-laki itu tentu saja tak menyia-nyiakan kesempatan langka yang ia dapatkan itu dan perlahan mulai melancarkan keinginannya.


Raja memperlakukan Yana dengan sangat baik dan lembut, ia jelas tak ingin menyakiti Yana yang baru pertama kali mengalaminya.


Yana terbangun saat adzan subuh sudah mulai berkumandang dan tak mendapati Raja di sampingnya. Hal yang juga baru Yana ketahui setelah menikah bahwa ternyata Raja jauh lebih taat dari yang ia bayangkan.


Penampilan Raja sehari hari tak mencerminkan bahwa laki-laki itu hampir setiap malam bangun di sepertiga malam. namun malam tadi Raja tak membangunkannya.

__ADS_1


“Ay, cepetan bangun mandi dulu sebelum subuh nanti terlambat. Abang mau ke masjid.”


Yana tersenyum melihat suaminya yang sedang mengambil baju koko dari gantungan dan Yana menatap suaminya itu tajam.


“Jangan gitu liatnya.” Ucap Raja sambil mengancingkan baju kokonya.


“Kenapa.” Tanya Yana serius dari dari balik selimutnya.


“Karena mata kamu kejam, kalau kamu tatap abang gitu bisa buat abang lupa ingatan. Nanti abang lupa jalan ke masjid lewat mana.” Jawab Raja santai, kali ini laki-laki itu sedang menyisir rambutnya.


“Bawa HP nanti Aya kirim peta.” Jawab Yana juga asal, dan mereka berdua kembali tersenyum.


“Udah telat, abang ke masjid ya. Titip anak-anak.” Ucap Raja dan menghilang di balik pintu karena terburu buru sebelum ia benar-benar lupa jalan ke masjid lewat mana.


Yana kembali tersenyum, wanita itu bersyukur dengan hidupnya, doa-doa yang selama ini ia langitkan di kabulkan oleh sang khalik bahkan lebih dari yang ia minta.


☕️☕️☕️


Pagi itu Yana berencana pulang ke rumah orang tuanya untuk menginap disana sampai hari sabtu, hari acara pesta pernikahan mereka di gelar.


Yana sudah membicarakan hal itu pada Raja malam tadi, dan suaminya itu tentu saja setuju.


Namun kenyataanya lagi-lagi tak sesuai kenyataan Lala yang masih sering mengalami kram perut dan Lulu tak setuju kita Yana harus pulang ke rumah orang tuanya.


“Bunda janji setelah acara, malamnya bunda langsung kesini lagi.” Ucap Yana pada Lala, sejak malam berdarah itu Lala memang sudah memanggilnya dengan sebutan bunda dan mulai menerima Yana.


“Yuyu ngambek ni.” Ucap Lulu dengan pipi sudah mirip kue bakpao dan tangan dilipat di dada.


Mak Duma yang melihat intraksi itu menarik napas dalam, berbagai macam iming-iming sudah diberikan namun gadis kecil itu tetap saja kukuh tak ingin ditinggal oleh Yana.


“Gimana kalau kalian ikut aja, nanti kita minta ayah jemput kita kesana sekalian kalau pagi.” Ucap Yana memberi saran.


“Boleh?” Tanya Lala dan Lulu bersamaan.


“Nggak.” Jawab Lili tak mau kalah.


“Ya udah kau tinggal kami ikut.” Jawab Lala santai.


“Ya udah aku tinggal.” Jawab Lili tak kalah sengit.


“Nanti kita tanya ayah ya, boleh atau tidak ucap Yana pada Lala dan Lulu.


“Lili kenapa, sayang?” Tanya Yana lembut.


“Gapapa, aku mau nemenin opung aja.” Jawab gadis itu berdalih.

__ADS_1


☕️☕️to be continue☕️☕️


Hola Rakan, jan lupa senyum,jan lupa bahagia 😄


__ADS_2