Dia Yang Kembali Datang

Dia Yang Kembali Datang
Istri Orang


__ADS_3

💚💚


Ponselnya berdering saat Yana keluar dari kamar mandi membuat Yana bergegas mengangkat telepon yang ternyata dari tante Jelita.


“Assalamualaikum sayang mang Didi jemput kamu dulu nanti baru balik lagi jemput tante kamu sudah siapkan?”


“Udah tan” jawab Yana singkat.


“Yang cantik ya sayang, tante tunggu.”


Setelah sambungan telepon mati, yana bergegas memakai baju yang dikirimkan tadi siang kerumahnya. memakai sedikit bedak tabur dan lipstik agar terlihat lebih cerah.


Yana berdiri didepan cermin sambil mengingat kata-kata mama Doni sebelum memutuskan sambungan telepon tadi “kalau aku gak cantik anak tante gak ngejar-ngejar aku” ucapnya pada cermin dan keluar dari kamar sambil tertawa.


Sebenarnya kepalanya sudah panas serasa hampir pecah, hari ini paginya kacau siangnya juga kacau dan entah apa yang akan terjadi malam ini.


Sambil menunggu Yana membuka tas dan dan mengambil amplop berisi undangan seminar yang kemarin ia simpan dalam tas, Yana buka dan membaca isinya. Disana juga tertulis pemateri di hari kedua dan hari ketiga masih ada nama Raja.


Raja yang di depan keramaian mengambil sikap cepat menjelaskan pada semua peserta bahwa mereka adalah adik dan kakak kelas sejak SMA memuji prestasi Yana dan berujung Yana yang tak jadi bertanya.


Yana memicit keningnya berharap bisa meringankan sedikit sakit kepalanya, kejadian sore tadi jelas memperlihatkan Raja tidak terganggu dengan kehadirannya kenapa dia harus mengingat lagi. Bukankah sekarang sudah ada Doni dan perasaannya pada Raja juga hanya cerita masa lalu.


Namun ada kejadian aneh saat dia menunggu Doni menjemputnya sore tadi, Raja menghampirinya dan tiba-tiba saja meminta maaf berkali kali.


Yana tidak sempat menjawab apa-apa Doni sudah menelpon dan mengatakan sudah menunggu di parkiran, saat ini dia harus benar-benar fokus pada Doni. Memperbaiki hubungan dengan mama Doni dan menikah dengan Doni.


“Salam untuk suami dan keluarga ay.” Ucap Raja saat Yana berpamitan, dan juga tak ada bantahan dari mulut Yana. Gadis itu hanya mengangguk.


➰➰➰➰➰➰➰➰➰➰➰➰♥️♥️


Hari sudah gelap saat Raja sampai ke rumah, wak Mar yang langsung pamit saat Raja sampai kerumah membuat Raja harus mengawasi dua anaknya mengerjakan PR sambil mengusap kepala si bungsu yang hampir tertidur.


“Yah udah siap.” Ucap Lala dan Lili bersamaan.


Raja mengangkat jempol “good job sweet girls,” Sekarang tidur ya.


“Ayah sakit” Tanya Lala tiba-tiba.


“Gak, capek aja. Tidur ya ayah juga mau tidur.”


Lala dan Lili menurut dan langsung tidur. Raja menuju kamarnya dan langsung merebahkan diri tanpa membersihkan badan terlebih dahulu.


Yana berputar putar di kepalanya, Raja  Mengambil bantal dan menutup mukanya. Yana masih mengganggu pikirannya, kenangan masa lalu membuatnya tersenyum, ‘Istri orang’ gumamnya.


➰➰➰➰➰➰➰➰➰➰➰➰♥️♥️


Yana tak bisa menyembunyikan rasa keterkejutannya bertemu dengan Raja. Tak mau pusing sendiri, ia akhirnya membagi kisahnya hari ini melalui aplikasi pesan pada Elita sepanjang perjalanan.

__ADS_1


[El, gue ketemu bg Raja]


[Raja yang mana? Elita malah bertanya]


[Bang Raja yang dulu pernah lamar gue El]


[Ngapain ketemu dia? Dimana? Kapan? Dia ngajak ketemu? Elu mau aja gitu? mau janji manis apalagi dia]


[Ketemu ga sengaja di acara seminar]


[Terus sekarang lu dimana kak?]


[Dijalan mau nemenin tante Jelita arisan]


[Ngapain lagi dia ngajak lu? Udah baik lagi si nyonya besar itu? Sejak kapan? Besok paling jutek lagi]


Yana tidak mendapatkan solusi apapun dari keluh kesahnya mungkin Elita sedang PMS pikirnya. Yana mengunci layar ponsel tanpa membalas lagi pesan adiknya.


Mobil mereka berhenti di depan Restoran mewah di pusat kota, tante Jelita menggandeng Ayana masuk dengan senyum lebar terasa sampai ke telinga.


“Ini jeng calon mantunya? Wah cantik kerudungan, pantesan nolak anak saya.” Ucap salah seorang teman sosialita Jelita.


“Iya, cantik dong.” Jawab jelita sambil mengelus sayang pundak Yana.


“Berapa umurnya keliatan udah matang ini siap jadi nyonya Doni.” Ucap ibu yang lainya.


“Seumuran sama Doni.” Jawaban Jelita sambil memegang bahu Yana, membuat Yana yang hampir membuka mulut menjadi menggigit bibirnya.


“kerja dimana? Punya usaha juga?” Kali ini ibu-ibu berkaca mata besar yang bertanya.


“Guru tan.” Jawab Yana.


“Susah banget maunya mandiri, tapi nanti setelah menikah dengan Doni mungkin udah gak usah kerja ya sayang ya dirumah aja.” Tambah tante Jelita.


Yana hanya bisa diam saja dan tersenyum, ia teringat pada postingan media sosial seorang penulis puisi yang dia baca tadi siang.


Berharap hati dan pikiran sejalan namun nyatanya itu terlalu sulit.


Mungkin kata-kata itu bisa mewakili perasaan Yana sekarang. Sebenarnya yana tidak ambil pusing ia sudah pernah membicarakan hal ini pada Doni, dan laki-laki itu berkata akan mendukung apapun kemauan Yana. Dan tidak akan melarang Yana untuk tetap bekerja meski sudah menikah nanti, Hanya saja saat ini Yana tak suka di perlakukan seperti ini.


Beruntung acara arisan ini tidak berlangsung lama, tante Jelita yang begitu peduli dan penuh sayang padanya membuatnya teman-teman arisan tante Jelita memuji kedekatan mereka.


Hanya saja keputusan tante Jelita yang tidak mengakui  umurnya masih jadi pertanyaan di kepala, apa mungkin tante Jelita malu dengan usianya saat ini.


Doni sudah menunggu di depan restoran saat mereka keluar, Yana membukakan pintu mobil sisi penumpang depan untuk Tante Jelita setelah itu barulah dia naik di belakang.


"Wihhhh seragaman ni dua wanita tercintah." Ucap Doni saat Yana sudah naik.

__ADS_1


"Iya dong harus di mulai dari sekarang iya kan Yana." Jawab tante Jelita sambil menoleh kebelakang.


Yana hanya tersenyum pada ibu dan anak itu, Doni tau ada yang tidak beres tapi tidak mungkin dia bertanya sekarang. Doni mengendarai mobilnya membelah malam mengantar Yana pulang lebih dahulu.


➰➰➰➰➰➰➰➰➰➰➰➰♥️♥️


Malam sudah larut tetapi laki-laki tiga anak itu masih mondar mandir di kamarnya, dia sudah mencoba tidur tapi sial saat memejamkan mata malah wajah Yana yang mondar mandir di otaknya.


“Jan lah mondar-mandir di kepala abang Ay”.


"Masih cantik aja ya Ay, malah tambah cantik sih pake hijab." gumamnya


"Kenapa tadi biasa aja sih Ay, kamu ga kaget gitu liat aku atau senang gitu misal huhhh." Ucapnya lagi sambul menggaruk kepala yang tidak gatal dengan kedua tanganya.


Raja duduk bersandar di kepala tempat tidur dan menegadahkan kepalnya menatap langit-langit kamarnya, kilas balik reka adegan siang tadi terputar jelas dikepalanya.


Suaranya yang menggema membuat semua peserta yang hanya berisi kurang dari seratus orang itu fokus melihanya.


"A... ay... Ayya Ayana kan? Yaa teman-teman Ayana ini adik kelas saya sejak SMA hingga kuliah dia ini sangat berprestasi wah tidak disangka ya Ayana kita bisa bertemu disini, kamu apa kabar." Raja berusaha senetral mungkin saat bicara pada Yana siang tadi.


"Alhamdulillah, Pak ...."


Jawaban singkat Yana kala itu malah makin membuat Raja gugup sebetulnya.


Ingatan Raja masih menerawang pada Yana dia tersenyum ketika menggingat Yana yang masih memanggilnya Abang pada saat Raja menemuainya setelah acara selasai.


Namun sedetik kemudia senyumnya sirna ketika kembali mengingat Yana menjawab telepon dan memanggil 'mas' pada seseorang yang menelpon dan menjemputnya.


Yana juga tidak membantah ketika ia titipkan salam pada keluarga dan suami Yana.


"Astagfirullah, Istri orang ya Allah." Ucap Raja sambil mengetuk ngetuk kepalanya pelan dengan tangan terkepal.


Entah bagaimana Raja harus bersikap besok saat bertemu lagi dengan gadis itu.


➰➰to be continue➰➰


♥️Bertemu tak terduga


hadir di depan mata


mengobrak abrik jiwa


menguras semua tenaga


(Quote by Mutia)


〰️tetap semangat jangan lupa bahagia jangan lupa syenyummmm😉〰️

__ADS_1


__ADS_2