Dia Yang Kembali Datang

Dia Yang Kembali Datang
Mencoba Terbang


__ADS_3

💚💚


Seperti janjinya pada diri sendiri, ia akan hidup dengan bahagia dan mencintai diri sendiri lebih dari apapun maka Yana berusaha menepati janji pada dirinya sendiri.


Melewati hari penuh bahagia dengan ayah dan ibu serta bayi mungil laki-laki bernama Boy Nadi Ahmad keponakan barunya yang dipanggil Aboy adalah kesehariannya.


Menemani Aboy berjemur adalah rutinitas paginya beberapa hari ini. Putri yang awalnya berencana tinggal di rumah orang tuanya setelah melahirkan akhirnya berubah pikiran dan ingin tetap tinggal di rumah pak Ahmad, alasanya sudah jelas tak ingin Yana merasakan kesendirian.


Maka proses memindahkan barang-barang bayi mereka dari rumah babe Zuki ke rumah pak Ahmad juga di bantu oleh Yana dengan senang hati, proses pindah yang hanya bermodalkan menyebrang jalan.


Pagi yang sama dengan saat mak Duma mempersiapkan oleh-oleh untuk Yana di kediaman anak sulungnya, Yana mendapatkan telpon dari mbak Muti yang awalnya memberinya semangat lalu berpamitan akan pulang ke kediri melihat ibunya selama satu minggu sampai libur sekolah berakhir.


Jika ajakan liburan dari Elita di tolak mentah-mentah oleh Yana maka kali ini tanpa di ajak malah Yana yang minta ikut.


“Aku lama Yana semingguan di sana nanti kamu ndak betah piye?” Begitu kata Muti dari sambungan telepon saat mendengar Yana meminta ikut.


Tapi dengan yakin gadis itu mengatakan ingin ikut dan berjanji tak akan merepotkan, sebenarnya yang Muti takuti bukan perihal Yana yang akan merepotkan, Muti yakin seribu persen itu tidak akan terjadi.


Muti hanya khawatir Yana tak betah dengan suasana kampungnya dan malah akan membuat gadis itu bertambah sedih dan kepikiran dengan kisah cintanya yang kandas secara tragis.


Tekat Yana untuk tetap ikut membuat Muti pada akhirnya menyerah dan menyetujui Yana untuk ikut bersamanya,


Siang itu langsung saja Yana menyiapkan beberapa helai pakaian yang ia butuhkan satu rok hitam dan satu celana kulot abu-abu serta beberapa helai atasan dan jilbab yang senada dengan baju atasannya yang ia masukkan kedalam ransel.


Yana mulai kembali pada kebiasaan lamanya hidup sesimple mungkin tanpa harus repot memikirkan ini itu. Seperti biasanya saat bepergian sejak dulu jika hanya empat sampai lima hari ia hanya mengganti bajunya saja sedang celana atau rok hanya dua itu saja yang di ganti-ganti.


Jika perempuan-perempuan lain repot dengan bawan yang banyak ia lebih suka Backpacker lebih mudah dan juga hemat bawaan, begitu biasa alasanya.


“Aku bukanya bersukur atas musibah mu sih yan, cuman ya itu.” Kata Muti saat pesawat yang mereka tumpangi sudah mulai menjauh dari permukaan bumi.


“Terus,” Tany Yana pada temanya itu.


“Ya itu semoga aja ini yang terbaik ya.” Jawab guru seni itu lagi.


“Terus.”

__ADS_1


“Ya kamu bebas dari mertua modelan jelimet juminten itu.” Jawab Muti lagi dengan sabar.


“Terus.”


“Teras terus teras terus, moh aku bicara lagi.” Ucap Muti kesal. Jawaban Muti malah membuat Yana tertawa riang sehingga menarik perhatian Muti.


“Aku kok kayak ketemu kamu yang dulu-dulu ya Yan, bahagia terus ya.” Kata Muti dengan raut wajah tak kalah bahagia.bayi mungil Muti yang tertidur dalam pangkuannya terlihat sangat nyaman tak terusik dengan keributan dua orang dewasa itu.


“Aku cuman pengen nikmatin sisa hidup dengan bahagia mbak, itu aja ga lebih.” Jawab Yana santai sambil mengambil ponselnya yang sudah ia setting mode pesawat sejak ia memasuki kabin pesawat setelah menelpon ibu mengatakan akan segera berangkat.


Yana mulai membidik video berdurasi beberapa menit dan menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas kecil yang ia isi perlengkapan seperti charger hp dan dompet.


Perjalan mereka menuju kediri diawali dari menggunakan pesawat terbang dari bandara Soekarno Hatta menuju bandara Juanda Surabaya yang memakan waktu sekitar satu jam lima menit.


Saat tiba di bandara Juanda Yana juga sempat menelpon ibu memberi kabar sebelum mereka melanjutkan perjalanan darat menuju kota kediri menggunakan travel yang memakan waktu satu jam lebih.


Saat keluar dari gerbang tol bandar, travel mereka mengambil jalur kanan menuju Kota Kediri. Pepohonan yang tumbuh di sepanjang jalan keluar tol menuju kota itu menjadi pemandangan yang sangat menyenangkan untuk diabadikan saat senja.


Yana mengeluarkan ponselnya dan kembali mengambil beberapa video pendek, Jalan yang tidak terlalu ramai dan kondisi jalan yang sangat bagus membuat perjalanan mereka menjadi lebih cepat, hanya sekitar tiga puluh menit dari keluar pintu tol bandar travel yang mereka tumpangi sudah berhenti didepan rumah orang tua Muti.


Malam itu mereka langsung beristirahat, keesokan harinya Muti mengajak Yana berkeliling ke tempat-tempat wisata dengan menggunakan sepeda motor milik ayahnya.


Bayi kecilnya Muti tinggalkan bersama ibunya. bayi itu seolah paham ibunya sedang menghibur orang patah hati sehingga ia tak rewel sedikitpun.


Tempat pertama yang mereka tuju adalah masjid Agung kota kediri, Sore pertama di kota itu Muti membawa Yana ke alun-alun kota yang berada tepat di depan masjid Agung Kediri untuk menghabiskan waktu senja di sana.


Muti juga menyempatkan waktu membawa Yana ke simpang lima gumul kediri yang mirip dengan arc de triomphe di Paris.


Bukan hanya yang jaraknya dekat Muti juga membawa Yana ke tempat wisata kampoeng anggrek kediri, Yang berjarak sekitar tiga puluh kilo meter dari masjid Agung.


Di kampoeng wisata anggrek itu tidak hanya ada anggrek yang cantik-cantik namun ada juga situs rumah peninggalan Belanda dan ada juga gerai rumah coklat yang membuat Yana hampir lupa diri saat membeli coklat-coklat disana.


Hampir seminggu di kediri Muti terus saja mengajaknya berjalan-jalan. Kediri yang merupakan salah satu kota tertua di negara ini cukup membuat Yana puas saat mengunjunginya.


Sebelum pulang ke Jakarta orang tua Muti bahkan menyiapkan banyak sekali oleh-oleh untuk dibawa ke Jakarta terutama tahu kuning khas kediri dan gethuk gedhang yang rasanya sangat gurih.

__ADS_1


“InsyaAllah digantikan dengan yang terbaik ya ndok,” Ucapan ibu dari Muti sambil memeluk Yana sesat sebelum gadis itu menaiki travel yang sudah menjemput mereka membuat Yana merasa benar-benar dianggap sebagai anak di keluarga itu. Yana benar-benar bahagia.


Mereka memang memilih pulang lebih cepat karena ingin menghabiskan waktu sehari lagi di Surabaya sebelum kembali ke Jakarta.


Bayi Muti lagi-lagi seolah mengerti jika ibunya sedang jadi tour guide, bayi berumur sekitar delapan bulan itu tidak pernah rewel kecuali saat haus saja.


➰➰♥️♥️♥️


Di Sebuah rumah mewah di salah satu kota kecil seorang laki-laki yang sedang patah hati hanya berdiam diri di rumah itu sejak beberapa hari yang lalu.


Kondisi hatinya yang tidak menentu membuat laki-laki itu memilih mengurung diri dirumah peninggalan keluarga papanya jauh dari ibu kota dan juga mamanya.


Hanya dia, papanya dan penjaga rumah itu yang tau keberadaan laki-laki yang sedang patah hati itu.


Sore itu ia duduk di teras rumah sendirian sambil membuka sosial media, yang pertama ia lihat adalah nama seorang wanita yang masih sangat ia cintai sampai detik ini.


Beberapa hari ini ia selalu mencari nama gadis itu di sosial media tapi tak pernah ia temukan namun, kali ini tanpa dicari nama itu muncul dengan video yang baru di unggah pemiliknya.


Sebuah video jendela pesawat terbang yang berdurasi kurang dari satu menit itu menampakkan pemandangan yang ada da di luar jendela pesawat itu.


Pada keterangan foto itu tertulis. ‘Terima kasih sudah pernah membuatku seperti seorang putri raja aku bahagia, dan saat ini biarkan aku terbang sendiri karena tujuan kita sudah tak sama.’


Dalam keterangan video itu juga tertera nama kota yang tak terlalu jauh dari tempatnya sekarang berada, namun keberanian laki-laki bernama Andoni Raman Anggara itu untuk memperjuangkan cintanya sudah tak ada.


Ia mengaku lemah, ia mengaku kalah dan bersalah, mungkin setelah ini ia harus pergi lebih jauh lagi untuk benar-benar bisa lupa pada gadis itu.


Untuk mamanya, ia sudah tak marah pada wanita bernama Ratu Jelita wanita yang sudah bertaruh nyawa melahirkanya ke dunia ini. Doni hanya kecewa dengan keadaan yang menurutnya sedang mempermainkannya.


“Yana, hiduplah dengan bahagia.” Gumam laki-laki itu seolah berbicara pada Yana didepanya. kemudian ia hapus gadis itu dari daftar pertemanan sosial media serta juga memblokir nomor ponsel gadis itu. Menutup semua akses tentang gadis itu dari hidupnya.


➰➰to be continue➰➰


Selamat menikmati hari libur dan lebar-an di hari kedua ini rakan, jan lupa bahagia jan lupa syemyum 😊


#untuk seorang rakan terimakasih tsay udah rela direpotkan seputar kota Kediri sinii tiyumm 😚

__ADS_1


__ADS_2