Dia Yang Kembali Datang

Dia Yang Kembali Datang
Lamaran Dadakan


__ADS_3

☕️☕️


”Pak, bu Duma telpon kesini berkali-kali kenapa bapak ga angkat telpon bu Duma sih.” Ucap Titta saat Raja baru saja memasuki pintu ruangan nya mendekati meja kerja Tita.


“Kalau cewe ga mau nikah itu kenapa ta.” Tanya Raja tanpa menjawab pertanyaan Tita.


“Bapak telpon balik bu Duma dulu.” Jawab Tita kesal pada tingkah bosnya yang sedang puber mendekati gila, kali ini Tita tak ingin menanggapi kegilaan bosnya.


“Tumben kau bicara ga macam orang kepedasan.” Tanya Raja heran dengan Tita.


“Kena mental saya dimarahi ibunya bapak yang ajaib itu, itu mulut apa cabe rawit setan sih pedes banget.” Ucap Tita bertambah kesal.


Raja tertawa terbahak-bahak, itulah mamaknya kadang tak pernah mempertimbangkan apa yang keluar dari mulutnya, meski kadang-kadang sangat peka tapi itu hanya terjadi sesekali saja.


“Emm nanti saya telpon balik.” Ucap Raja setelah itu.


“Gitu deh kalau lagi jatuh cinta titah dijadikan korban.” Ucap Tita sebelum Raja membalikan badanya melangkah ke ruangan nya.


“Pakh” panggil Tita lagi.


“Em apa? Mulai kepedasan lagi kamu.” Tanya Raja.


“Pak, jangan pecat saya ya pak, ibu saya nanti bagaimana kalau saya tidak kerja lagi.” Ucap Tita dengan mata berkaca kaca.


“Apa pulak masalah saya pecat kamu.” Ucap Raja cuek dan tak tau kemana arah pembicaraan Tita.


“Saya.. em sa ya..”


“Apa? kenapa kau? cepat ngomong.”


“Jangan pecat ya pak.” Tita memohon pada Raja.


“Salah apa yang udah kau buat? Kau jual aset kantor?” Tanya Raja tak sabar.


Tita menggelengkan kepala, dan menunduk.


“Ga ngomong juga kau? Ku pecat beneran ini.” Ucap Raja mengancam.


Tita mengakat kepala dan menggelengkan kepalanya, air matanya sudah mulai berjatuhan.


“Pak dari semua tempat saya kerja bapak paling baik dan menghargai saya, saya senang bekerja dengan bapak.”


“Ibu dan adik saya masih butuh biaya hidup pak, kalau bapak pecat saya nanti mereka bagaimana.”


“Tenang kau, ga sejahat itu aku. Apa salahmu cepat ngaku.” Ujar Raja dengan tenang.


Raja melihat tak ada printer yang baru dibeli kantor satu minggu lalu di atas meja, ia menebak mungkin Tita terjepit masalah ekonomi dan menjual benda itu.


Jika memang itu yang terjadi Raja bisa membeli printer lain sebagai ganti, itu bukan hal yang berat. Bahkan jika satu set komputer pun yang Tita jual akan ia gantikan.


Selama ini Tita begitu jujur, kembalian lima ribu rupiah sisa beli nasi saja ia kembalikan dengan utuh.


“Saya buat dosa besar pak.” Jawab Tita ambigu.

__ADS_1


“Kamu hamil? Siapa laki-laki itu biar saya yang temui.” Ucap Raja melai tersulut emosi.


Tita menggeleng, “bukan pak.”


“Lalu?” Tanya Raja heran, selama tiga tahun ini tidak pernah ia melihat Tita begitu ketakutan.


“Kau ga bubuh orang kan ta.!” Raja mulai cemas.


Tita menggelengkan kepala.


“Bu Duma...” Tita diam sejenak.


Raja berfikir apakah mamaknya menyuruh Tita berhenti bekerja, tapi apa alasanya. Mamaknya tak mungkin sejahat itu dan mamak tak suka mencampuri urusan kerjanya.


“Mamak saya kesini.” Tanya Raja bingung.


“Tid ti tidak, hanya menelpon ke telpon kan kantor.” Jawab Tita jujur dan sedikit gugup.


“Lalu.?”


“Sa saya, ceritakan semua tentang bapak dan kak Ayana. Maaf pak saya terpaksa.” Tita benar-benar menangis setelah itu.


“Semua? Semuanya!! Termasuk dia adalah orang yang mamak temui di rumah sakit?.” Tanya Raja meninggikan suaranya sampai membuat Tita terkejut.


Tita memang sudah tau Yana adalah wanita yang mak Duma kenal, selama ini Raja terbuka karena Tita bisa diandalkan dan menyimpan rahasia dengan baik.


“Tidak pak, bu Duma hanya tau bapak sakit karena perempuan itu dan perempuan itu pernah jadi masa lalu bapak, tapi saya ga nyebut nama dan ga bilang itu Yana yang juga bu Duma kenal.” Tita menjawab sejujur-jujurnya dengan cepat sebelum bos nya itu lebih marah lagi.


“Maaf pak, bu Duma maksa minta saya temukan dia dengan perempuan yang menolak bapak dan buat bapak sakit kemarin itu.”


“Saya ga punya cara lain selain bilang dia mantan bapak makanya dia nolak bapak.” Tita sudah pasrah.


“Kamu buat masalah aja, kosongkan jadwal saya untuk besok dan saya tidak mau diganggu.”


“Satu lagi, jangan muncul dihadapan saya sebelum saya mengijinkan, saya sedang tidak mau lihat muka kamu..!!!” Jawab Raja dengan muka datar dan pergi meninggalkan Tita begitu saja.


☕️☕️☕️


Hari berganti, siang itu setelah mengantarkan mak Duma kepasar Raja melajukan kendaraannya ke sekolah tempat Yana mengajar. Raja berniat membereskan semua.


Malam tadi mamaknya sudah mewanti-wanti agar dia tidak menemui mantan kekasihnya lagi, dan Raja harus mau di kenalkan dengan Yana kenalan mamak. Andai mamak ajaibnya itu tau bahwa yang dimaksud adalah wanita yang sama.


Sampai di sekolah tak ada Yana disana, salah seorang rekan sesama guru mengatakan Yana hari ini tidak ada kelas mengajar sehingga tidak wajib datang kesekolah.


Raja memberanikan diri datang ke rumah Yana berencana menemui gadis itu. Namun gadis itu juga tak ada di rumahnya.


Bu Nur mengatakan Yana sedang keluar rumah dan tak tau jam berapa pulangnya, jika ingin tau Raja boleh menelpon.


Saat akan pamit pak Ahmad menahan Raja, ia jelas kenal siapa laki-laki yang datang mencari anaknya itu.


“Kita pernah bertemu sebelumnya,?” Tanya pak Ahmad saat mereka sudah duduk di kursi ruang tamu rumah itu.


Bu nur tak berani berkomentar apapun, malam tadi Yana sudah cerita banyak tentang Raja. Tetapi ia belum sempat menceritakan apapun pada suaminya.

__ADS_1


“Iya pak, saya Mahraja yang pernah menemui bapak melamar Ayyana empat belas tahun lalu.” Ucap Raja tanpa ragu sedikitpun.


“Sekarang apa mau mu.?” Tanya pak Ahmad kembali.


“Saya, ingin kembali melamar Yana untuk istri saya pak.” Jawab Raja juga Yakin, ia tidak merencanakan ini sebelumnya namun keadaan seolah memberikan peluang untuk mengatakan itu.


“Sejak kapan kamu mendekati anak saya lagi.?” Tanya pak Ahmad masih dengan nada yang dingin dan kaku.


“Sejak Yana tidak jadi menikah pak.” Ucap Raja, ia tak jujur mengatakan bahwa sebelumnya ia sudah sempat mendekati Yana.


“Kamu masih sendiri?”


Pertanyaan pak Ahmad kali ini membuat Raja diam sejenak, menghirup oksigen sebanyak banyaknya mencoba memberanikan diri jujur dengan keadaannya saat ini.


“Saya sudah memiliki tiga anak pak, ibu dari anak-anak sudah meninggal sekitar empat tahun lalu.” Jawab Raja mantap tanpa ragu.


“Jadi, kamu mau anak saya menjadi pengasuh anak kamu.” Ujar pak Ahmad dengan wajah tak suka.


“Ayah,” Bu nur mengingatkan suaminya.


Pak Ahmad bergeming, ia jelas tak ingin anaknya tersiksa semua orang tua berharap anaknya bahagia.


Raja jelas tak suka mendengar ucapan pak Ahmad, namun menurut Raja pak Ahmad wajar berpikir demikian. Menikah dan langsung memiliki tiga anak sambung bukanlah hal mudah.


“Maaf pak, saya dan anak-anak saya akan menyayangi Yana dan tak akan membuatnya susah atau membuatnya terbeban.” Ucap Raja Yakin meski ia tak tahu apakan anak-anaknya bisa menerima Yana nanti.


“Saya perlu berpikir, pulanglah.” Ucap pak Ahmad mengusir Raja secara halus.


☕️☕️☕️


“Mamak,” Suara yang ia kenal membuat mak Duma berbalik mencari suara itu.


“Aih nak ku, ketemu juga aku sama kau.” Ucap mak Duma sambil memeluk seorang gadis yang sekarang berada di depanya.


“Mamak ngapain disini?” Tanya gadis itu antusias, entah kenapa bertemu dengan mak Duma punya nilai kegembiraan tersendiri untuk gadis itu.


“Belanja sayur sama ikan mamak nak, niatku selesai masak mau ku antarkan kerumah mu sore nanti.”


“Tapi karena udah jumpa aku sama kau ayok lah ikut ke rumah anakku, makan di sana kita.” Ajak mak Duma kepada gadis itu.


“Dekat nya dari sini, naik taksi aja kita ga usah lagi ku suruh anak ku menjemput biar ga lama kali.”


Gadis itu mempertimbangkan ajakan mak Duma, ia memang hanya sesekali bertemu dengan mak Duma tapi ia yakin mak Duma orang yang baik.


“Cemana? Mau kau kan.” Tanya mak Duma lagi pada gadis itu.


☕️☕️To be continue☕️☕️


☕️dalam keadaan terjepit kita kadang akan melakukan hal yang di luar rencana.


☕️ada yang mau nampung titah ga Rakan?? Kasian dia sampai hilang desahhhhnya 😂😂


☕️jan lupah bahagiahh yahh jan lupah syenyummmmh 😊

__ADS_1


__ADS_2