Dia Yang Kembali Datang

Dia Yang Kembali Datang
Bertemu Lagi


__ADS_3

☕️☕️


Mengelak tanpa memberi jawaban adalah pilihan terbaik untuk Raja saat ini, sungguh ia tak berniat sedikitpun untuk membohongi mamaknya hanya saja Ia belum siap menceritakan siapa Yana pada mamak.


Raja masuk kerumah dengan beralasan ingin membersihkan diri namun saat melihat ke kamar putri-putrinya lampu kamar itu masih menyala sehingga membuat raja merasa ingin segera menuntaskan rasa penasaranya.


Ia naiki tangga demi tangga dengan penuh semangat saat pintu kamar anak-anak itu ia buka ternyata keberuntungan memang benar-benar sedang berpihak padanya.


Lala dan Lulu sudah terlelap dengan dengkuran harus di satu tempat tidur yang sama sedangkan Lili masih memainkan puzzle milik Lulu di atas tempat tidurnya yang terpisah dari Lala dan Lulu


“Kenapa belum tidur,” Ucap Raja yang baru saja memasuki kamar itu dan langsung duduk diatas tempat tidur Lili.


“Belum ngantuk yah.” Ucap Lili


“Li ada yang mau ayah tanyakan tapi ini rahasia kita ya.” Ucap Raja langsung pada inti permasalahan. Menurut Raja Lili adalah orang yang paling banyak tau tentang Yana dan sumbernya juga pasti dan dapat dipercaya sembilan puluh sembilan koma sembilan puluh sembilan persen tingkat keakuratannya.


“Apa.” Tanya Lili sambil membereskan mainan milik Lulu dan Lili juga terlihat menguap.


“Jangan tidur dulu ada yg mau ayah tanya.”


“Iya apa.” Tanya Lili bingung dengan sikap ayahnya.


“Si Adam, sehat dia.” Tanya Raja membuka pertanyaan berharap Lili menyambut dengan terbuka dan membeberkan semua cerita rahasiany dengan adam seperti biasa.


“Mana ku tau, kan libur.” Jawab anak kecil itu santai.


“Iya maksud ayah sebelum libur kemaren itu loh apa dia sehat.”


“Nampak ku sehat-sehat aja.”


Pancingan tak kena umpan kurang menarik hati, si ikan pun mulai mengantuk jadilah tak terjadi kesinambungan pembicaraan yang menghasilkan sesuai harapan pak dosen.


“Udah kan, aku ngantuk.” Jawab Lili tanpa dosa dan hampir merebahkan diri.


“Tunggu dulu, jadi Adam ga ada kabarnya.” Tanya Raja lagi.


“Ga ada, kenapa memangnya.” Jawab Lili mulai jemu dengan ayahnya yang mulai tak beres.


“Oh ya udah, tidur lah.” Jawab Raja pasrah sambil menyelimuti tubuh Lili yang sudah merebahkan diri hingga ke bahu.


Saat berbalik Raja tak melihat baju gaun Lili yang akan anak itu pakai untuk acara Yana. Beberapa hari lalu saat setelah membeli gaun itu Lili meminta agar baju itu di gantung saja dan tidak usah dimasukkan ke lemari.


“Gaun mu mana Li.” Tanya Raja lagi pada anak itu, meski sudah merebahkan diri dan diselimuti Raja tau anak itu belum tidur.


“Udah disimpan wak Mar di lemari.” Jawabnya singkat padat jelas.


“Kenapa di simpan di lemari.” Raja belum mau kalah dari anak kecil duplikat mak Duma itu.

__ADS_1


“Karna ga jadi pake.”


“Kenapa ga jadi pake.”


“Karena ga jadi undangan.”


“Karena ga jadi undangan.”


“Lili ngantuk lah banyak kali pun pertanyaan ayah.” Jawab Lili kesal.


“Ya udah, tidur lah.” Jawab Raja datar dengan hati tak kalah kesal karena tak mendapatkan info dari sumber terpercaya dan jelas. Raja menghidupkan lampu tidur dan mematikan lampu besar pada kamar putri-putrinya itu.


“Saat Raja sudah memegang hendel pintu suara Lili terdengar lagi.


“Yah, kenapa orang kalau sakit ga jadi nikah.” Ucapan Lili bagai hembus angin di tepi pantai saat senja sambil menikmati es kelapa muda,Segar.


Raja kembali mendekat ke arah putrinya dan duduk dipinggir tempat tidur anak keduanya itu, Lili juga terlihat bangun dari tidurnya dan duduk di dekat ayahnya.


“Siapa yang sakit.” Tanya Raja memastikan apa yang dia dengar tadi bener tentang Yana.


“Bunda si ompung, eh Adam hihihi giginya udah tumbuh tapi masih sedikit.” Ucap Lili sambil merapatkan jari telunjuk dan jempol ke depan ayahnya menjelaskan makna sedikit yang dia maksud.


Tidak menarik bagi Raja, tak penting Adam masih ompong atau sudah punya gigi tumbuhnya sedikit atau sudah banyak juga tak penting untuk laki-laki itu saat ini. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana bisa Yana tidak jadi menikah.


“Bundanya sakit, dimana, sakit apa? Tanya Raja memastikan rasa penasaran dan cemasnya mendengar bahwa Yana sakit.


“Kenapa kau nggak bilang sama ayah!!!”


“Ayah, terkejut Lili.” Jawab gadis kecil itu melotot.


“Eh maksud ayah kan, kalau kau bilang bisa kita jenguk gitu Li.” Jawab Raja beralibi.


“Terus sekarang”


“Sekarang ya aku ga tau, kan ga sekolah udah lama juga ya aku ga jumpa pong.” Ucap Lili sambil mengetuk-ngetuk telunjuk kanan nya di dagu.


“Baru mau dua minggu, jan genit kau.” Jawab Raja pada Lili mengingatkan anak gadis kecilnya itu.


“Jadi kenapa bundanya sakit.” Tanya Raja lagi.


“Nggak tau juga, kata Adam dia papa sama adiknya datang kerumah neneknya, terus dari dalam mobil dia liat bundanya nangis di peluk sama om Doni teman bundanya itu, tapi dia ga di kasih papanya turun.”


“Terus kakeknya pulang dari masjid terus bunda nya masuk ke rumah abis itu sakit masuk rumah sakit”


“Pas Lili tanya mana undanganya katanya ga jadi pesta, aku sama ompong juga bingung kenapa kalau orang nangis sakit terus ga jadi pesta.”


“Yah, yah ayah dengar Lili gak.” Tangan kecil Lili menepuk lengan Raja membuat laki-laki itu tersadar dari lamunannya.

__ADS_1


Ada perih tak terperi menyayat hatinya saat mendengar cerita Lili bahwa Yana dipeluk Doni namun dia bisa apa tak ada hak untuknya cemburu.


Ada senang tak terhingga juga disana saat tau pernikahan Doni dan Yana gagal, meski ia tak yakin bisa merebut hati Yana lagi setidaknya kali ini ia akan berusaha segenap jiwa raga nusa dan bangsa sampai titik darah penghabisan.


“Anak kecil jangan banyak kali tau, sekarang tidur ya.” Ucap Raja sambil menyuruh anaknya kembali tidur dan kembali menyelimuti Lili.


Raja kembali ke kamarnya dari balkon kamar itu ia melihat langit menatap bulan yang begitu indah “Ay kamu dimana apa kamu liat bulan yang sama dengan yang ku liat.” Monolog Raja.


Pikirannya melayang pada Yana, maukah Yana menerimanya kembali, dia yang dulu pernah meninggalkan Yana, dia juga yang sekarang sudah punya anak tiga dan sudah terlihat lebih tua dibanding Yana meski usia mereka hanya terpaut satu tahun.


➰➰➰☕️☕️☕️


Di sebuah hotel sederhana di Surabaya, Yana duduk di balkon kamar hotel itu menatap langit cerah dengan bulan yang indah.


“Yan perasaan mbak ni ya, dari dulu-dulu banget mbak kenal kamu sampai sekarang, kamu suka banget liat langit malam-malam, Kenapa.?” Tanya Muti yang baru selesai menelpon Zia suaminya yang tak bisa ikut karena ada ujian anak pesantren ditempat suami Muti mengajar.


“Suka aja mbak tenang damai gutu.” Jawab Yana.


“Masuk yuk tidur, besok pesawat pagi nanti telat.” Jawab Muti mengingatkan gadis itu.


Keesokan paginya di pagi yang cerah mereka menuju bandara Juanda untuk terbang kembali ke ibu kota. Sampai di Jakarta Zia suami Muti sudah menunggu untuk menjemput anak dan istrinya.


“Makasih Yana udah mau nemenin Muti,” Ucap Zia pada Yana.


“Sama-sama bang aku yang terimakasih udah di bolehin ikut.” Jawab Yana sopan.


“Sekalian aja yuk, kami antar pulang.” Kata Muti lagi mengajak Yana untuk kesekian kalinya, dan lagi lagi Yana menolak.


Dari awal sudah berkali kali Yana bilang ia ingin minum kopi dulu di terminal keberangkatan, Yana juga sengaja tidak menelpon Putra atau Elita untuk menjemputnya ia ingin minum kopi di salah satu gerai kopi yang berada di terminal keberangkatan setelah itu baru ia pulang dengan menggunakan taxi.


Akhirnya mereka berpisah Yana berjalan menuju ke terminal keberangkatan yang jaraknya lumayan jauh, tapi tekadnya untuk minum kopi di sana sudah bulat.


Saat sampai di gerai kopi yang dituju kursi-kursi yang ada semua penuh tak ada tempat duduk yang bisa Yana duduki.


Matanya tertuju pada sebuah meja yang diisi oleh sepasang bapak dan ibu yang dari samping sudah terlihat lumayan berumur, ada tiga kursi disana namun hanya dua yang terisi oleh pasangan itu.


Yana memesan kopinya dan mendekat ke arah kuris tersebut yang berada di paling ujung.


“Permisi, kursinya kosong maaf boleh saya duduk.” ucap Yana sopan.


“Yana, nak ku ingat nya kau sama mamak.” Seorang ibu-ibu langsung menyapanya ramah.


☕️☕️to be continue☕️☕️


♥️tidak ada kebetulan yang terjadi di dunia ini, semua sudah direncanakan oleh sang pemilik semesta kau hanya perlu meminta pada yang kuasa.


☕️Jan lupa bahagia rakan, jan lupa syemyummm. Untuk permintaan double up maaf ya rakan aku belum mampu hihihi nanti kalau da waktu luang aku doble up sesekali ya makasih udah membersamai Yana sejauh ini🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2