Dia Yang Kembali Datang

Dia Yang Kembali Datang
Gara-Gara Nama


__ADS_3

☕️☕️☕️


Malam itu dengan penuh penyesalan atas sikap diamnya kepada Yana, Raja melesat ke kamar mereka setelah mendengar nasehat dari mamak dan bapaknya. Tak ada yang salah dari ucapan mamak dan bapaknya bahkan saat ini ia pun mulai ragu jika anak itu laki-laki bisakah ia bersikap seadil mungkin pada anak-anaknya dari dua ibu yang berbeda.


Tetapi saat sampai ke kamar tak ada Yana di tempat tidur mereka, Raja berpikir wanita itu sedang ke kamar mandi dan saat ia memeriksa kamar mandi di kamar itu hasilnya nihil Yana juga tak ada disana.


Bapak yang sebentar lagi punya anak empat itu keluar dan menuju ke dapur namun sama saja Yana tak terlihat juga di sana, dengan cemas yang sudah sangat tinggi Raja menuju pintu utama rumah dan syukurnya pintu rumah terkunci dari dalam.


Raja sedikit tenang setidaknya Yana tak keluar dari rumah itu, dengan langkah lebar ia kembali menuju gazebo yang berada di belakang rumah dari pintu samping.


“Mak, ada mamak liat Yana. Hilang dia.!” Ucap Raja panik.


“Balek juga kau ngadu sama mamak mu ini kan, mana pulak hilang sebesar gitu.”


“Ke atas dia, ke kam_”


“Makasih mak.” Ucap Raja memotong ucapan mamaknya dan kembali masuk kerumah.


“Ada nampak bapak itu, an_”


“Iya anak ku itu Duma, anak ku dia.” Ucap pak Azis yang kembali memotong ucapan mak Duma sehingga membuat bibir wanita paruh baya itu maju satu sekitar dua centi.


☕️☕️☕️


Di sudut kota lain kota metropolitan sepasang suami istri baru saja menikmati waktu rehatnya setelah berperang dengan dunia fana seharian.


“Siapa, yang.” Tanya Ali pada istrinya yang baru saja menutup sambungan telepon saat laki-laki itu masuk ke kamar mereka.


“Kak Yana, besok mau ngajakin anak-anak berenang katanya.” Jawab Elita.


“Kak Yana yang bawa? masih sanggup dia jalan-jalan.” Tanya Ali memastikan.


“Bukan bebh, yang bawa anak-anak Utha sama Uthi. Nanti kita sama kak Yana nyusul belakangan aja.”


“Terus,”


“Terus ya gitu, kita ngasih anak aja yang lain udah di tanggung sama bang Raja semuanya.”


“Wih asik tu gratisan, lansia emang kalau bucin meresahkan ya, yang.”


“Kalau yang gratis kita ga boleh nolak dong bebh, rejeki hahah” ucap Elita.


“Emang meresahkan gimana.?” Tanya Elita penasaran.


“Beberapa minggu lalu abang liat kak Yana makan di suapin sama bang Raja.”


“Wajarlah istrinya, ayang bebh liat dimana? di rumah ibu.?” Tanya Elita memastikan.


“Di taman dekat sekolah SMA kamu dulu, sore-sore.”


“Hah, kapan” Elita Membelalakkan matanya mendengar kabar dari suaminya.

__ADS_1


“Uda lama, beberapa minggu lalu.”


“Dihh, ayang bebh kenapa telat sih ngasih taunya.” Protes Elita pada suaminya namun Ali enggan merespon istrinya tersebut.


“Padahal kan bisa jadi headline news di grup keluarga, apalagi kalau ada fotonya.”


“Kamu salah masuk jurusan deh, yang.” Ucap Ali sungguh-sungguh.


“Kenapa.” tanya Elita heran.


“Seharusnya masuk sekolah komunikasi atau sospol , yang. Biar bisa jadi jurnalis.”


“Seharusnya ya bebh.” Ucap Elita lalu menertawai dirinya sendiri.


☕️☕️☕️


Raja naik ke lantai atas rumahnya dan langsung menuju kamar Lala, selama ini Lala adalah teman cerita terbaik untuk Yana dan begitu juga sebaliknya. Sejak mereka menikah Lala menceritakan segala hal tentang dirinya pada Yana bukan lagi pada Raja.


Awalnya Raja merasa disisihkan namun ucapan mak Duma yang mengatakan mungkin Lala lebih nyaman dengan Yana karena sesama wanita membuat Raja akhirnya mengalah.


Kamar itu Raja ketuk berkali kali tapi tak ada yang menjawab, saat di buka tak ada satu orang pun disana termasuk si pemilik kamar yang bernuansa kuning mulai dari pintu masuk sampai kamar mandi itu.


Raja tersenyum, dugaannya ternyata salah kali ini tak lama kemudian ia menggelengkan kepala membayangkan akan ada satu wanita lagi yang bersekongkol dengan wanita-wanita yang sekarang ada di rumahnya ini.


Raja beralih membuka kamar Lili dan Lulu tanpa mengetuk terlebih dahulu ada empat wanita kesayangannya sedang tertidur pulas di atas tempat tidur berdempetan.


Raja mendekat dan membangunkan Yana dengan hati-hati agar anak-anaknya tak tebangun, Raja juga mebisikkan maaf berkali kali di telinga Yana.


“Disini ga muat abang takut perut kamu ini ketendang Lili Ay serem Lili tidurnya lasak.” Bisik Raja lagi hati-hati.”


Akhirnya Yana membangunkan Lala untuk pindah tidur ke kamar bawah dan meninggalkan Lili dan Lulu berdua.


☕️☕️☕️


Saat pagi cerah yang sudah di janjian untuk mereka berangkat berenang Lulu malah protes karena ditinggalkan saat tidur malam tadi, sedangkan Lili tak peduli menurutnya tak ada sikap umma nya yang berubah jadi tak ada yang mesti di resahkan hanya karena di tinggal tidur saja.


Raja mengalihkan perhatian Lulu dengan mengatakan tak lama lagi adik yang sudah ayahnya pesan akan datang dan berjenis kelamin perempuan.


Lala tentu senang, ia tahu apa yang ummanya mau sedangkan Lili langsung menarik napas panjang.


“Lulu aja satu udah pening kepala ku.” Ucap Lili berlagak orang dewasa.


“Aku, dua kau sama Lili kiramu ga pening kepalaku tapi tak ada aku mengeluh.” Jawab Lala sinis.


“Yuyu suka nanti ada temen bobo kan.” Jawab Lulu riang.


“Pinter,” jawab Lala merespon ucapan adiknya.


“Coba lu ulang lagi ‘suka’” Ucap Lala mengajari.


“Tukak.” Lulu mengikuti.

__ADS_1


“Kan, apa ku bilang kadang-kadang aja dia bisa huruf S.” Jawab Lili games.


“Jangan dipaksa nanti bisa sendiri.” Jawab Yana mendekat dan mulai menyisir rambut Lili terlebih dahulu.


“Namanya siapa nanti yah,” tanya Lala serius.


“Lala, Lili, Lulu satu lagi Lele macam nama ikan atok.” Jawab Lili asal.


“Muncung mu ya, Li.” Jawab Lala cepat.


“Kakak, ngomongnya, nak.” Ucap Yana lembut, Yana paham bahasa yang di gunakan anak-anaknya mungkin hal biasa di kampung ayah mereka namun Yana juga sudah mempelajari mana yang boleh dan mana yang tak boleh.


“Mulutnya itu um kesel aku.”


“Di bilangin baik-baik ya, terus siapa rencana namanya, yah.” Tanya Yana.


“Ayah suka Nur, artinya cahaya. Tapi belum tau Nur apa.”


“Yuwinda.” Jawab Lulu antusias,


“Itu nama kamu bocah.” Jawab Lili.


“Tapi yuyu mau namanya yuyu.” Gadis kecil itu tak mau kalah.


“Iya nanti namanya ada lulunya.” Jawab Raja cepat tanpa memikirkan dampak yang terjadi setelahnya.


“Kalau macam itu nama ku harus ada juga.” Jawab Lili tak mau kalah.


“Kalau ada nama Lili nama ku harus ada juga lah.” Lala ikut-ikutan menyumbang nama.


Raja mulai menyadari jawaban gegabahnya yang justru menjadi senjata makan tuan, padahal dia hanya butuh satu kata lagi untuk melengkapi naman Nur Mahraja. Raja menggunakan nama Nur karena artinya cahaya dengan harapan bayi itu bisa menjadi cahaya bagi keluarga mereka.


“Mamak pun mau lah Ja nama mamak kau pakek sikit.” Ucap mak Duma yang ternyata mendengar obrolan keluarga kecil itu.


“Ya Allah mak, mau sepanjang mana namanya nanti, siapa tau Aya juga mau kasih nama ya kan, um.?” Jawab Raja lalu bertanya pada istrinya.


“Nggak yah, umma terserah ayah aja.” Jawab Yana yang sedang fokus mengepang rambut Lili.


“Nama yuyu harul ada.” Ucap gadis kecil itu sambil melipat tangan di dada.


“Nama ku juga.” Lili tak mau kalah.


“Aku pun.” Jawab Lala dan mak Duma bersamaan.


☕️To be continue☕️


☕️Banyak kali pun maunya keluarga ini pusing aku ah, jan lupa senyum kelen ya Rakan jan lupa bahagia macam mak Duma.


Halo rakan aku mau recomendasi novel yang menurutku bagus pake banget, kuy kepoin di aps sebelah.F***o kuyyy


__ADS_1


__ADS_2