Dia Yang Kembali Datang

Dia Yang Kembali Datang
Isi Hati Tiga Dara


__ADS_3

☕️☕️


Laindra Mahra, gadis kecil yang sebentar lagi genap berusia dua belas tahun itu pagi ini dikejutkan dengan penampilan ayahnya yang tak kalah dengan model iklan yang sering dia lihat di televisi.


Yang lebih mengejutkan lagi ayahnya mengatakan akan mencari mama untuk Lulu, Lala bukan anak kecil yang tak paham apa-apa di usianya yang sudah hampir dua belas tahun ia sudah paham tentang konsep mempunyai ibu sambung.


Hampir empat tahun mamanya meninggal dan hampir setahun ini ia ikut tinggal bersama ayah di ibu kota tak pernah sekalipun ayahnya membahas soal akan menikah lagi atau mencari ibu untuk mereka.


Lala tau ayahnya menyukai bunda dari Adam teman Lili, adiknya. Lala juga tahu dari Lili beberapa hari lalu bahwa bunda Adam itu tidak jadi menikah.


Lala juga sudah pernah membicarakan tentang wanita lain selain ibunya pada Raja, ayahnya itu berjanji tak akan pernah meninggalkan mereka walaupun ayahnya nanti menikah lagi.


Hari pertamanya di sekolah Lala menjadi tidak fokus, ia berfikir apakah yang ayahnya katakan benar atau hanya gurauan semata.


Ia tidak keberatan jika ayahnya harus menikah lagi, ia sudah mampu mengurus dirinya sendiri bahkan adik-adiknya tetapi perasaan takut tetap saja menghantui jika nanti yang ayahnya pilih wanita yang tidak menyayanginya dan adiknya bagaimana.


Ia juga tak yakin sangup memanggil ‘mama’ pada wanita lain yang nanti akan ayahnya pilih, untuknya mama hanya satu dan tak akan pernah tergantikan. Dari mereka bertiga memang hanya Lala yang mempunyai kenangan paling banyak dengan Mia, mama mereka.


Ia harus tanya pada ayahnya apakah yang ayahnya bicarakan pagi tadi serius dan jika memang benar ia akan mencari tahu sendiri siapa wanita itu, jika itu bunda Adam ia akan menemui wanita itu sendiri untuk membicarakan hal ini secara dewasa, menurut versinya.


Lala memang sudah pernah bertemu dengan bunda Adam beberapa kali, wanita itu kelihatannya baik dan ramah tapi ia tetap harus waspada untuk hal itu.


☕️☕️☕️


Masih disekolah yang sama di kelas yang berbeda seorang gadis cilik bernama Liyana Mahraja sendang melakukan pembicaraan penting dengan bestie nya.


Bukan hanya kakaknya Lala tapi Lili juga merasa ayahnya sedikit aneh, ia pernah mengatakan ingin punya mama tapi tak pernah digubris oleh ayahnya.


Namun pagi ini hanya karena Lulu enggan ke sekolah kenapa Ayahnya malah menjanjikan akan mencari mama untuknya. seingatnya sebagai anak, ayahnya selalu mengajarkan kejujuran dan ayahnya juga tak pernah berbohong.


karena ayahnya selama ini tak pernah berbohong maka kemungkinan ia akan punya mama lagi bisa saja benar dan akan terlaksana.


“Itu namanya ibu tiri cir.” Jawab Adam saat ia menceritakan problematika kehidupannya yang rumit tentang mama baru yang ayahnya janjikan untuk Lulu pada Adam.


“Ibu tiri kayak mamanya Rapunzel ya pong.” Ucap Lili sambil bergidik ngeri.


“Iya yang jahat itu, nanti kamu bisa dikurung di menara.” Jawab Adam lagi menjelaskan.


Per Hari ini entah sampai kapan panggilan mereka berubah menjadi cir dan pong, cir untuk kuncir dan pong untuk ompong, meskipun Lili sudah tidak mengikat rambut ala kuncir kuda dan gigi Adam sudah mulai tumbuh.

__ADS_1


Wajah Lili berubah takut ia merasa menyesal pernah bertanya soal mama baru kepada ayahnya, jika sampai itu terjadi bagaimana nasibnya nanti.


“Tapi rumahku kan ga ada menaranya pong,” Cicit Lili mencoba menghilangkan rasa cemasnya.


“Iya juga ya cir.” Jawab Adam lagi.


“Nanti aku tanya nenek ku ya cir kalau punya ibu tiri tapi ga punya menara apa ibu tirinya masih bisa kurung kamu.” Ucap Adam memberi solusi.


“Tanya mama mu aja pong.” Ucap Lili lagi.


“Mama ku suka marah kalau aku tanya soal orang dewasa.” Jawab Adam jujur.


“Enak ya pong punya mama.”


“Enak dong, kan mamaku bukan ibu tiri.” Jawab Adam polos.


Lili diam sejenak pikirannya melayang pada ayah yang akan mencarikan mama untuk mereka, dan juga pada penjelasan adam soal ibu tiri yang jahat.


“Eh tapi kamu ga usah takut nanti kalau ibu tiri kamu jahat kita lapor papaku, papaku punya senjata dan bisa penjara orang jahat kata mama.” Adam lagi-lagi memberi solusi menenangkan hati Lili.


Seketika wajah Lili berbinar ia merasa dalam posisi aman, ia juga berniat menceritakan ini pada kakaknya Lala nanti saat pulang sekolah.


☕️☕️☕️


Gadis kecil itu terus saja tersenyum dengan rona wajah bagia sejak masuk ke sekolah sehingga membuat ibu guru yang mengajar bertanya ada apa dengannya.


“Lulu sedang bahagia ya, ayo cerita sama miss.” Kata miss Eva guru kelas Lulu dengan lembut.


“Yuyu mu beli mama bayu miss hihihi.” Jawab Lulu polos.


“Siapa yang bilang begitu nak.” Tanya miss Eva lagi.


“Ayah hihihi.” Jawab gadis kecil itu bahagia.


“Wah selamat ya nak, miss doakan Lulu selalu bahagia ya sayang.” Jawab miss Eva sambil mengelus kepala Lulu.


Sejak awal masuk ke PAUD memang miss Eva ibu tiga anak itu adalah guru yang paling dekat dengan Lulu, Lulu yang manis dan selalu patuh membuat miss Eva sangat tertarik padanya.


Miss Eva juga sudah berencana nanti saat pak Raja ayah Lulu datang menjemput ia akan mengucapkan selamat kepada orang tua dari muridnya itu.

__ADS_1


☕️☕️☕️


“Pagi bu.” Jawab murid kelas XI IPS satu kompak saat Yana memasuki kelas itu, tidak ada keributan seperti biasa tidak ada gombalan-gombalan receh yang keluar dari mulut Ozan dan gengnya.


“Pagi, gimana liburanya.” Jawab Yana santai.


“Baik bu.” Jawab anak-anak itu kembali kompak.


Selanjutnya hening tak ada yg membuat keributan seperti biasa tak ada negosiasi meminta pelajaran ditunda karena alasan ini hari pertama sekolah seperti sebelum-sebelumnya.


Pelajaran jam kedua di kelas yang merupakan Yana wali kelasnya itu berjalan datar tanpa derama apa-apa sampai Yana memberi waktu boleh bertanya pada anak-anak itu.


“Kalau pertanyaanya di luar pelajaran boleh ga bu.” Jawab Cindy Ayuni salah satu siswi cantik di kelas itu sesat sesudah Yana memberikan pernyataan apakah ada yang ingin bertanya setelah ia menjelaskan pelajaran tentang perhitungan laba rugi.


Yana paham apa maksud anak yang dipanggil Cia itu, ia sudah berjanji akan menghadapi apapun itu. Yana hanya menganggukan kepala tanda setuju.


“A ap apa ibu baik-baik saja.” Tanya Fauzan ketua osis kelas itu ragu-ragu.


“Baik, sangat baik ada yang kelihatan tidak baik sama ibu.” Jawab Yana santai seolah tak punya beban apa-apa.


“Ibu, kami sayang ibu.” Tambah Cia dan ikuti murid-murid lainya.


Yana spontan tertawa bahagia anak-anak muridnya kadang bisa terasa seperti teman walau kadang menyebalkan, meskipun Yana sering menghukum mereka karena ulah mereka yang bermacam macam tapi Yana harus akui anak-anak itu punya sisi baik juga.


Tak berselang lama suasana kelas kembali seperti biasa terutama saat Yana memberi tugas keributan mulai terdengar lebih jelas dari mulut-mulut mereka.


“Sebagai bukti kalau ibu bahagia maka siapa yang tugasnya siap sebelum bel jam istirahat berbunyi nanti ibu traktir mie ramen di cafe depan.” Ucap Yana spontan.


Sorakan dari anak-anak kelas itu menggema ke seluruh kelas merasa senang sekaligus beruntung memiliki wali kelas seperti Yana.


“Eh nggak, nggak di cafe depan ibu traktir bakso aja di kantin belakang.” Jawab Yana meralat kata-katanya dengan cepat saat ia teringat sesuatu.


“Yahhhh ga jadi makan mie ramen geratis bestie.” Ucap siswi yang selalu memakai bandana dan hari ini ia memakai bandana warna merah cerah.


Pikiran Yana teringat pada seseorang yang sudah berjanji menunggunya di cafe depan dan akan kembali menjemputnya sebentar lagi, Yana melirik jam di tangan kirinya yang menunjukan angka 10.28 itu artinya setengah jam lagi laki-laki itu bisa saja datang lagi ke sekolah ini.


Lalu bagaimana dengan janji yang baru saja sudah Yana ucapkan pada anak-anak ini, bagaimana jika Raja datang lagi saat ia sedang bersama anak-anak ini. yang mana yang harus Yana pilih lebih.


☕️☕️To be continue☕️☕️

__ADS_1


☕️Bang Raja aku cuman mau bilang Lili ga mau punya mama baru hihihi


☕️Jan lupa bahagia rakan jan lupa seyenyunmmm


__ADS_2