
☕️☕️
Jika dikatakan hancur maka yang Yana rasakan jelas hancur, ia bukan hanya bersedih dengan hal yang menimpanya tapi juga takut dan trauma tentunya.
Pun demikian Yana tetap paham semua keputusan baik meskipun menyisakan luka tapi ia yakin akan sembuh seiring waktu berjalan.
Hidup harus tetap berlanjut meskipun tidak bisa membahagiakan semua pihak setidaknya ia harus bisa bahagia untuk dirinya sendiri.
Banyak omongan yang Yana dengar di sekitar tempat tinggalnya, ada yang yang memberinya semangat ada yang meremehkan dan macam-ancam yang lainya lagi.
Begitu juga pihak keluarga, ada yang khusus datang untuk menghibur ada juga yang datang hanya untuk membuatnya bertambah sakit kepala.
Siang itu tak lama setelah ditinggalkan Raja di cafe mie ramen depan sekolah, ojek online yang ia pesan datang menjemputnya meminta maaf berkali-kali serta berterima kasih karena Yana masih mau menunggu dan tidak membatalkan pesanannya.
Untuk Yana jika memang masih bisa di tunggu maka ia akan menunggu karena ia paham betul sebahagian rezeki tukang ojek itu ada padanya hari ini. kenapa harus memutuskan rezeki orang lain jika memang masih bisa diatasi dengan baik.
Lalu bagaimana dengan keusilannya hari ini, rejeki tiga puluh muridnya juga seharusnya tanggung jawabnya karena ia yang berjanji. Tapi malah ia limpahkan pada laki-laki dengan tanggungan tiga anak yang harus laki-laki itu menafkahi.
Sepanjang perjalanan duduk di belakang tukang ojek itu Yana merasa bersalah pada ulahnya hari ini, haruskah ia meminta maaf pada Raja atau membiarkan begitu saja.
Untuk pesan-pesan yang Raja kirim ia tak merasakan apapun saat membaca pesan itu tak ada getaran apapun di hatinya, dan ia yakin itu artinya tak ada sisa perasaan apapun untuk Raja saat ini.
Ingatanya melayang pada enam bulan lalu malam sebelum hari pertunangannya dengan Doni ia masih memimpikan berada di satu pesawat yang sama berdampingan dengan Raja, entah kemana tujuannya.
Tapi setelah menerima lamaran Doni saat itu semua hilang begitu saja, bahkan hari ini saat ia kembali bertemu dengan Raja semua biasa-biasa saja. Meski tak dapat dipungkiri penampilan Raja hari ini sangat berbeda dan sempat membuatnya terkesima namun tak ia tampakkan didepan laki-laki itu.
“Sesuai titik bu.” Ucapan driver ojek yang menghentikan motor tepat di depan rumahnya membuat lamunan Yana berhenti.
“Eh, ia makasih pak. Saya sudah bayar dari aplikasi.” Jawab Yana setelah turun dari motor itu.
Driver ojek online itu mengangguk setelah memeriksa pembayaran Yana di ponselnya, dan pergi meninggalkan rumah itu.
Hati Yana kembali mendung saat Ia melihat ada mobil pakde terparkir di depan rumah, andai hanya pakde yang datang Yana pasti bahagia namun tak mungkin pakde datang tanpa bu de Sukma si mulut pedas dan kepo dengan kehidupan orang lain.
Yana mengambil ponselnya untuk mengirim pesan pada grup keluarga yang berisi anak dan menantu pak Ahmad.
Yana
kalian dimana, aku depan rumah kayaknya ada bude sukma didalam
Uthi
Ia kak, ada si nenek lampir di bawah
Ali
semangat kak, merdeka. 💪🏻💪🏻
Utha
maaf sistah pekerja ga bisa pulang bos galak sedang di tempat
Uthi
__ADS_1
Bebe mertua abang itu @abiaboy
Elita
masih banyak pasien sistah, maafkan dan berjuanglah.
Yana menarik nafas panjang, dan menyimpan kembali ponselnya kedalam tas. Akan ada drama apa lagi nanti di dalam rumanya sana entahlah, selanjutnya ia buka pintu dan mengucap salam.
Benar saja ada ayah dan pakde di ruang tamu, Yana menyalami ayah dan pakde lalu beralih ke dapur, ada ibu dan bude di sana ia juga menyalami satu persatu para orang tua itu dan berencana langsung pamit menuju kamarnya. Tapi ucapan bude Sukma membuatnya berhenti.
“Kamu itu sensitif banget sih Yana, di bilangin gitu sama mama si Doni aja ngambek.” Ucap bu de Sukma pedas.
“Belum jodohnya mbak.” Ibu menjawab perkataan kakak iparnya itu dengan tenang.
“Kamu juga jadi ibu salah Nur, umurnya udah segitu jodoh kok masih milih-milih.” Ucap bude Sukma lagi.
“Permisi bude aku naik ke atas dulu mau istirahat,” Ucap Yana tak terpancing
“Tuh kan lagi dinasehati malah mau pergi, keras kepala banget gimana sih Nur kamu ngajarin anak ga bener baget.” Bude Sukma malah memantik emosi Yana yang memang sejak pagi sudah banyak pikiran.
“Ini kok jadi bude yang repot ya, kenapa suka banget nyalahin ibu aku memangnya bude udah bener mendidik anak.” Yana sebelumnya tak pernah berbicara tak sopan pada orang lain apalagi kepada yang lebih tua darinya namun akhir-akhir ini memang emosinya tak terkontrol dengan baik.
“Mba udah cukup ya jangan ikut campur urusan anakku.” Jawab bu Nur datar.
“Kakak naik, Uthi juga katanya mau mandi gantian sama Uthi ya jagain Aboy.”
Yana menganggukan kepala dan bergegas naik menuju kamar Putra, ada Uthi yang sedang duduk di atas tempat tidur sambil memberi asi pada Aboy.
“Kakak cape ga aku titip Aboy sebentar aja boleh, janji kak sebentar aja.” Tanya Putri tak enak pada kakak iparnya yang baru pulang itu.
Rasa kesal capek lelah Yana menguap begitu saja saat melihat Aboy yang meminum asi dengan tangan dan kakinya terus bergerak-gerak bayi yang belum cukup sebulan itu sangat menggemaskan.
“Boleh dong, kamu apan sih gitu banget mintanya. Nanti kakak bawa ke kamar ya.” Jawab Yana sambil tersenyum.
“Bunda mandi kembang dulu ya Boy nanti baru jagain kamu makanya cepat besar biar kita jajan es krim ke market depan.” Ucap Yana pada bayi itu.
“Siap, aku tunggu unda.” Jawab Putri lagi sambil menirukan gaya bahasa anak-anak.
Hatinya menjadi sedikit lebih baik setelah bertemu Aboy bayi munggil sumber kebahagiaan keluarga itu akhir-akhir ini.
☕️☕️☕️☕️♥️♥️
Virus cinta gila memang sungguh berbahaya jangankan membayarkan tiga puluh siswa makan siang, demi Yana jika Raja harus membayar makan siang semua siswa sekolah SMA Binaan satu pun akan Raja lakukan. Padalah untuk makan sendiri saja masih pas-pasan.
Selama seminggu ini setelah kejadian membayar tiga puluh siswa Yana makan mie ramen setiap pagi Raja datang ke sekolah Yana mengantar sarapan pagi dan minuman utama kopi susu tanpa gula yang tak pernah absen sekalipun.
Sedang untuk sarapan yang ia bawa setiap hari berganti-ganti mulai dari bubur ayam, lontong sayur, kupat tahu, ketoprak sampai nasi goreng dengan telur ceplok yang dikemas dalam wadah yang Yana yakini itu dibawa dari rumah dan bukan dibeli.
Meski mbak Muti sempat mengingatkan Yana nasi goreng itu jangan di makan karena bisa saja Yana dipelet, tapi Yana tetap memakan nasi goreng ala anak kos yang rasanya masih sama dengan belasan tahun lalu.
Dan sudah seminggu ini juga penampilan Raja saat ke kampus tidak seperti biasa, menurut pandangan mata Masyitah laki-laki itu terlihat lebih rapi dan selalu wangi.
“Hemmmm kan harih inih wangihnya sampai ke paruh-paruh.” Ucap Titta sang sekretaris saat Raja masuk kantor dosen fakultas ekonomi itu.
__ADS_1
“Iya ni Raja akhir-akhir ini beda ya Tita.” Ucap pak Erida rekan Raja sesama dosen yang juga berada di sana.
“Nggak ah, itu perasaan kamu aja.” Jawab Raja pada Erida.
“Emang iyah pakh Erh, pak Raja khan lagih jatuh cintah, berjutah rasanyah.” Tita membeberkan rahasia Raja begitu saja.
“Wahh sama siapa Ta,” Tanya Erida penasaran.
“Gak ada, Tita ngada-ngada aja itu.” Ucap Raja dengan wajah sudah bersemu merah, jatuh cinta memang susah disembunyikan kebenaranya.
“Adah, Titah saksihnyah. Samah guruh SMA masih mudah palinghan seumuran Titah.” Jawab Tita yang tak tau bahwa usia Yana jauh darinya.
Kepercayaan diri Raja menguap lagi hanya gara-gara kata-kata Tita, Terlihat semuda itukah Yana. Lalu bagaimana denganya.
“Wah, pedofil kamu Ja masa sama bocah.” Ucap Erida membercandai Raja sambil menepuk pundak raja dan pergi berlalu begitu saja karena ada kelas mengajar.
“Kamu beneran minta saya pecat, hah.” Tanya Raja pada Tita yang sudah mencemarkan nama baiknya pagi-pagi setelah rekanya tak terlihat lagi di ruangan itu.
“Salah Titah appah.” Jawab gadis berusia hampir dua puluh lima tahun itu merasa tak punya salah yang fatal sampai harus ada derama pecat memecat.
”salah kamu sudah mencemarkan nama baik saya.”
Raja kemudian berjalan ke arah pintu ruangan kaprodi fakultas itu berada. sebelum masuk ia berhenti sebentar di depan ruangan itu dan berbalik.
“Ta, kosongkan jadwal saya untuk nanti siang.”
“Tuh kan, mauh ngedate yah pakh.” jawab Tita lagi.
“Kerjain aja kerjaan kamu.” Jawab Raja lagi.
“Tuh khan ghalak deh ah, untung ganteng samah baik betah deh tittah kerjah disinih.” Ucap Tita tapi Raja tak berminat mendengarnya.
Banyak hal yang berubah dari Tita setelah bertemu dengan Yana beberapa waktu lalu, gadis itu juga mengatakan sebenarnya tak ada perasaan apa-apa pada Raja.
Ia juga jujur tentang kepada siapa ia suka dan juga menyatakan siap membantu Raja berjuang dengan seluruh jiwa raga agar Raja bisa mendapatkan Yana.
Raja berencana mengajak Yana untuk makan siang diluar hari ini, meski ia belum tau Yana mau atau tidak. Ibarat jinak-jinak merpati seminggu ini memang Yana tak menolak saat ia mengantar sarapan untuk gadis pujaan hatinya itu, namun tak juga tampak Yana membuka diri.
selama seminggu ini juga ia selalu mengirim pesan selamat pagi dan selamat tidur pada gadis itu tapi tak pernah ada balasan meski pesan itu terbaca, namun ia sudah bertekad sebelum mamaknya yang super atik aneh bin ajaib itu kembali ke Jakarta, Yana sudah harus membuka hati untuknya.
Dari bapak Raja tahu bahwa mamaknya mengatakan akan sering datang ke Jakarta, bahkan bapak meminta izin untuk membuat kolam ikan di belakang rumah, Raja tentu saja setuju untuk itu.
Bapak juga sudah mengirimkan satu buah mesin jahit dari medan ke rumahnya untuk mengisi waktu luang mamak selama mamak di Jakarta nanti.
Ia tak keberatan mamaknya akan tinggal bersamanya, Raja paham betul tanggung jawab mengurus orang tua ada pada anak laki-laki bahkan surga anak laki-laki seumur hidup pada ibunya.
Hanya saja menurut Raja waktunya tak tepat jika mamaknya datang dan tinggal bersamanya sekarang, bisa kacau balau dunia persilatan dan niatnya kembali pada mantan, Mak Duma sungguh meresahkan.
☕️To be continue
☕️Bang Raja aku cuman mau mengingatkan, kunci pintu surga abang ada sama mak Duma.
Kepanjangan🤭seharunya ini untuk dua bab🙏maafken rakan, Jan lupa bahagia rakan jan lupa syenyummmmm 😊
__ADS_1