Dia Yang Kembali Datang

Dia Yang Kembali Datang
Tsahh


__ADS_3

☕️☕️


“Saya terima nikahnya Ayyana Ahmad binti Ahmad anak bapak untuk saya dengan mahar tersebut tunai.”


“Sah”


“Sah”


Suara lantang Raja dan gema jawaban sah dari saksi terdengar sampai ke kamar Yana, Elita sengaja membuka pintu kamar itu lebar-lebar agar suara Raja terdengar jelas.


Yana mengucap hamdalah sambil meremas tangan bu Nur yang sejak tadi menemaninya bersama Elita dan Putri.


Bu Nur memeluk Yana erat, “jadilah istri dan ibu terbaik untuk Raja dan anak-anak.” Bisiknya di telinga Yana.


Gadis itu menganggukan kepala sambil tersenyum manis. “Doain terus ya bu.” Ucapnya.


“Wih maharnya kak, kaka minta segitu” Tanya Putri penasaran.


Yana menggeleng, ia tak pernah meminta hal itu pada Raja, ia hanya meminta cincin emas 3,8 gram dan uang sebesar Rp 3800.000,- hanya itu saja.


Jangankan untuk mahar sebesar yang Raja sebutkan tadi, untuk gaun menikah yang Raja tawarkan setelah lamaran saja Yana menolak, ia memilih memakai baju gamis berwarna biru yang pernah mak Duma berikan padanya dulu.


Dan ternyata anak-anak dan Raja juga memiliki baju dengan warna yang sama, akhirnya mereka sepakat memakai seragam biru itu saja.


“Apa Ayah tau bu? Tanya Yana pada bu Nur mencari tahu.


“Tau, dan ayah setuju.” Jawab Bu Nur Mantap.


“Tajir juga si duda kak, korupsi dimana dia.” Canda Elita menggoda sang kakak.


“Duda-duda kakak ipar kamu dia sekarang.” Jawab bu Nur sinis.


“mantan duda mpok.” Jawab Putri pada Elita.


“Hooh mantu barunya bu Nur, dek.” Jawab Elita lagi.


Gelak tawa dua kakak beradik itu membuat Yana ikut tersenyum, keluarganya selalu menjadi yang terbaik.


“Bu, kakak udah di suruh turun tuh.” Ucap Putra di ambang pintu memanggil Yana.


☕️☕️


Yana menuruni anak tangga dengan hati-hati dan diapit oleh bu Nur dan Elita.


Tidak ada make up yang cetar membahana, hanya make Up sederhana yang namun bisa membuat mata Raja membulat sempurna enggan berkedip.


Di ujung bawah tangga Lala Lili dan Lulu sudah menunggu Yana, tiga gadis kecil itu mengenakan baju senada dengan Yang Raja dan Yana kenakan.


Tamu yang diundang hanya orang terdekat saja, tetangga dan dan kerabat dekat serta dua orang petugas KUA.


Sedang dari pihak Raja hanya keluarga intinya dan ketua RT.

__ADS_1


Sampai ke anak tangga paling bawah Yana langsung disambut oleh Lala, gadis kecil itu menggantikan tugas Elita mengantarkan Yana pada Ayahnya.


Semua berjalan sebagaimana mestinya, hati Yana sempat tak karuan ketika Raja memegang pucuk kepalanya dan melantunkan doa terbaik.


Selanjutnya mereka menyalami para orang tua secara bergiliran, hal yang tak pernah Yana lihat selama hidupnya pak Ahmad menangis dan memeluknya erat.


“Kemanapun suami kamu, kamu harus ikut dan jadilah istri terbaik untuknya.” Pesan pak Ahmad di telinga Yana.


“Ayah titipkan Yana sama kamu, ayah yakin kamu terbaik. Nanti kal...!”


“Saya akan menjaga Yana seumur hidup saja sampai nanti-nanti sampai kapan pun, mohon doanya yah.” Ucap Raja memotong kata-kata pak Ahmad.


Pak Ahmad mengangguk dan menepuk bahu Raja, “ayah yakin itu, jangan buat ayah kecewa.”


☕️☕️☕️


Meninggalkan kebahagiaan orang dewasa yang sulit di pahami, di sudut rumah itu sedang duduk sepasang anak kecil yang berbicara dari hati ke hati.


“Kita masih Cs bestie atau udah jadi saudara.” Tanya Adam polos.


“Apa aja terserah kau lah.” Jawab Lili lemas tak bersemangat.


“Kenapa kamu ga senang sih, aku senang banget kita saudaraan.” Adam menberi pendapat.


“Aku belum tau harus senang atau sedih.” Jawab Lili ketus.


“Kamu kenapa sih?” Adam penasaran dengan sikap Lili, yang tak pernah Adam tau bahwa mulut berbisanya adalah sebab musabab dari semua itu terjadi.


Definisi bahwa manusia harus memilih orang yang tepat untuk berbagi cerita dan suka dan duka.


Acara sudah selesai dari kejauhan Lili dapat melihat Yana sedang duduk memeluk Lulu yang tertidur di pangkuan Yana dengan damai, ia tak merasa cemburu untuk hal itu yang ia rasakan justru merasa ngeri.


Dalam hatinya ia sudah bertekat akan menberi nasehat pada adiknya itu untuk tidak terlalu percaya pada Yana.


☕️☕️☕️☕️


Tak ada pesta mewah, Yana sudah sepakat akan melaksanakan acara pesta di penghujung minggu depan.


Meninggalkan rumah pak Ahmad, Yana memutuskan untuk langsung ikut ke rumah Raja malam itu juga.


Malam itu sudah sangat larut saat mereka berlima pulang, wajah Lala tampak pucat anak itu mengeluh sakit perut sejak pagi.


Sedang Lulu gadis kecil itu sudah kembali terlelap dalam dekapan Yana. Gadis kecil itu tidur dengan damai seperti mendapatkan surganya. Lili juga sudah tertidur pulas di samping Lala


Rumah susah sepi, lampu kamar yang mamak dan bapak tempati sudah gelap menandakan orang didalam ya sudah lelap. Begitu juga dengan kamar yang Rani tempati juga sudah gelap.


Raja tak sabar menarik tangan Yana menuju kamarnya setelah memastikan anak-anak tidur dengan nyaman, Yana bahkan sempat mengikuti gerak Raja yang meng cium satu-satu anaknya sebelum mereka tidur.


“Selamat datang nyonya Mahraja, mulai hari ini kekuasan tertinggi ada di tangan nyonya.” Ucap Raja santai saat mereka memasuki kamar.


Yana tersenyum, “koper Aya di bawah Aya mau ganti baju.” Ucap gadis itu gugup saat tangan Raja melingkar di pinggangnya dari arah belakang.

__ADS_1


“Sebentar.” Raja menyentuhkan bibirnya pada gadis itu dan bergegas turun mengambil satu buah koper besar berisi pakaian dan barang-barang penting milik Yana.


Yana terdiam mematung ia bergegas duduk di tepi ranjang King size milik raja yang berselimut seprai biru elektrik sambil memegang dadanya.


“Jangan, jangan sekarang.” Monolog Yana cemas.


Tak lama Raja masuk menyeret sebuah koper miliknya, dengan gerakan taktis Raja membuka koper itu.


“Abang, jangan di buka.” Ucap Yana panik.


Namun terlambat Raja sudah membuka lebar koper itu dan di bagian atas tersusun pakaian dalam milik Yana, buka hanya Yana, namun Raja juga merasa gugup jantungnya tak karuan dan dengan secepat kilat juga ia menutup kembali koper itu.


“Tadinya abang mau bantu susun pakaian kamu di lemari tapi nanti Aya susun sendiri aja ya,” Ucap Raja kemudian.


☕️☕️☕️☕️


Yana memilih mengganti pakaian di dalam kamar mandi, sebelum pulang kerumah Raja gadis itu memang sudah mandi di rumah pak Ahmad.


Gadis itu keluar dari kamar mandi sudah tidak mengenakan hijab, hanya piyama tidur dengan potongan kerah rendah.


Naluri laki-laki Raja bekerja sempurna, Raja langsung mendekat dan memeluk gadis itu lagi, Yana mulai terbuai dengan apa yang dilakukan suaminya itu.


Raja sudah menariknya ke arah ranjang, namun atensi Yana terganggu saat mendengar suara tangisan.


“Abang ada kuntilanak.” Ucap Yana berusaha merapikan piyamanya.


Raja tak peduli, laki-laki terus masih saja melanjutkan kegiatannya.


“Abang itu suara kuntilanak nangis.” Teriakan Yana menyadarkan Raja.


Benar ada suara menangis, tapi Raja yakin itu bukan kuntilanak, laki-laki itu membuka pintu kamarnya diikuti oleh Yana.


“Lala kenapa di situ.” Ucap Yana panik saat melihat Lala duduk menangis di depan pintu kamar.


Yana bergegas menarik lengan Raja kasar, “Masuk, pakai baju yang bener” ucapnya pada Raja yang hanya mengunakan celana selutut.


Lala berdiri dan menatap nanar wajah ibu sambungnya itu.


“A aku sakit perut,” jawab Lala gugup.


“Sini masuk, tante ganti pakaian dulu setelah itu kita kerumah sakit,” Jawab Yana yang hendak menarik tangan Lala.


“A aakuu berdarah,” Ucap gadis kecil itu takut takut.


“Berdarah!!” Suara Raja terdengar mengerikan.


Lala dengan ragu menunjukan dalaman yang sudah ia sembunyikan sejak tadi di belakangnya.


“Lala,,, Alhamdulillah anak tante sudah besar, sudah gadis,” ucap Yana sambil memeluk lalu menarik Lala ke dalam kamarnya.


☕️☕️To be continue☕️☕️

__ADS_1


☕️tidurrrrr ahh, karena pasti banyak yang hujat setelah baca part akhir🤭


☕️jan lupaaa bahagia Rakan jan lupa senyum 😊


__ADS_2