Dia Yang Kembali Datang

Dia Yang Kembali Datang
Lulu mau Mama baru


__ADS_3

☕️☕️


Layaknya anak normal seumuran Lulu, anak itu juga sudah bisa berbicara meski tak terlalu jelas karena masih ada beberapa huruf yang belum jelas penyebutannya namun tetap dapat dipahami selain itu Lulu juga sudah bisa paham dengan apa yang orang dewasa katakan padanya.


Pada usia seperti Lulu biasa seorang anak akan mencari jati diri pada dirinya mulai melawan dan merasa sudah tau segala hal. Untuk seorang anak kecil usia tiga sampai empat tahun, semua hal yang orang dewasa ucapkan akan ia percayai dan sangat ia yakini dengan senang hati.


Di fase ini juga seorang anak sangat ingin tau, mereka biasa bertanya tentang ini itu, kenapa begini kenapa begitu bahkan kadang membuat orang dewasa habis cara untuk menjawabnya.


Maka dari itu sebagai orang dewasa sebaiknya tidak menjanjikan hal-hal mustahil pada anak, berusaha menjelaskan apa yang ingin anak tau dengan bahasa yang mudah dipahami si anak.


Raja patut bersyukur meski besar tanpa ibu, tidak ada kendala tumbuh kembang pada Lulu anak bungsunya, bahkah anak itu terbilang sangat aktif.


Hal yang justru Raja lupa adalah anak sekecil Lulu menyimpan memori di kepalanya mengalahkan profesor, segala hal bisa detail mereka ingat.


Hal lainya, anak seusia Lulu belum paham caranya menyimpan perasaan. Jika senang ia akan bersorak riang jika sedih ia akan langsung menampakan kesedihannya begitu juga dengan rasa marah dan kecewa.


“Lulu, ayahnya sudah datang. Itu siapa nak.?” Ucap Miss Eva memanggil Lulu yang sedang duduk berjauhan dengan teman yang tadi bertengkar dengan gadis kecil itu.


Mata Lulu berbinar saat melihat ayahnya datang dengan seorang wanita cantik.


“Ayah....” Teriak Lulu sambil berlari memeluk ayahnya yang sudah menyambutnya dengan duduk berjongkok seperti biasa agar sama tinggi dengan anak itu.


“Lulu happy today.?” Tanya Raja seperti biasa seolah tak tau apa yang terjadi pada Lulu.


“Happy... happy.” Jawab Lulu dengan mata berbinar melihat kearah wanita yang datang bersama Raja.


Lulu kemudian melepas pelukan dari Raja dan merentangkan tangan pada wanita yang datang dengan ayahnya itu mengisyaratkan ingin di peluk.


Yana ikut duduk berjongkok menyamakan tinggi dengan Lulu dan menyambut pelukan anak kecil itu.


“Senangnya berlipat lipat ya lu.” Ucap miss Eva mengusili gadis kecil itu.


“Ini mama bayu yang ayah janji tuk Yuyu kan.” Tanya gadis kecil itu antusias dengan mata berbinar sambil menyandarkan dari pada Yana.


Baru saja mulut Raja hampir terbuka untuk menjawab pertanyaan Lulu tapi laki-laki itu kalah cepat dari Yana yang paham kemana arah pertanyaan Lulu.


“Eh bukan, bukan nak.” Jawab Yana cepat.


Lulu langsung melepas pelukannya pada Yana dan beralih pada ayahnya.


“Bukan mama bayu untuk yuyu?” Tanya gadis itu dengan wajah sedih dan cemberut. Raja menarik nafas dan tersenyum sambil menggendong anak itu.


“Eh maaf bu saya fikir.” Ucap miss Eva merasa tak enak harus menjelaskan maksudnya. pasalnya tak pernah sekalipun Raja membawa wanita bersamanya, jika pun ada itu adalah sekretarisnya Masyitah dan mis Eva juga tahu Tita hanya sebatas sekretaris untuk Raja.


“Gapapa bu.” Jawab Yana datar.


“Yuyu mau beli clayon bayu, tangan yuyu takit huaaaaa.” Ucap gadis itu dengan bibir manyun dan berlanjut dengan tangisan sambil menunjuk tangannya yang memerah akibat di colok dengan crayon oleh temanya.


Rasa bahagia yang baru saja gadis kecil itu rasakan karena salah paham perihal wanita yang datang dengan ayahnya hilang tanpa belas dan hanya menyisakan sesak di dada.


“Maaf pak Raja kami lalai.” Ucap miss Eva dengan penuh penyesalan.

__ADS_1


“Gapapa miss, kedepan mohon lebih diperhatikan.” Jawab Raja dingin.


“Anak cantik ayah ga boleh na...” Raja menggantungkan kalimatnya sambil memeluk Lulu.


“Nis.” Jawab gadis kecil itu disela tangisnya.


“Kalau menangis nanti cantiknya hi...”


“Yang.”


“Pinter, anak a...”


“Yah.” Jawab gadis kecil itu dengan tangisnya yang sudah berhenti.


“Oke mari kita beli crayon baru setelah mengantar tante Yana pulang.”


“Kami permisi miss.” Ucap Raja pada miss Eva yang di tanggapi dengan senyum serta angukan oleh miss Eva dan permintaan maaf lagi.


“Ayo Ay, Kami antar pulang dulu.” Ucap Raja pada gadis itu yang masih bingung dengan interaksi anak dan ayah itu.


“Eh oh i.. iya.” Jawab Yana.


“Ate, Gendong yuyu mu ga.” Tanya anak itu penuh harap.


“Lulu anak baik kan.” Ucap Raja pada gadis kecil itu.


“Maaf Ay.” Tambahnya lagi pada wanita pujaannya hatinya itu.


“Ga usah Ay.” Jawab Raja, tapi Lulu malah sudah mencondongkan dirinya pada Yana dan di sambut wanita itu.


”Maaf Ay.” Ucap Raja tak enak, dan tak ada jawaban apapun dari wanita itu.


“Ye.. temen yuyu teling di gendong mamanya, tapi yuyu ga punya mama.”


“Ate punya mama.?” Tanya Lulu pada Yana yang menggendong Lulu sambil berjalan ke arah prakiraan sepeda motor.


“Lulu.” Raja menegur anak kecil itu.


☕️☕️☕️☕️☕️☕️


Seminggu berlalu setelah Yana bertemu dengan Lulu hatinya merasa tak tenang, sikapnya yang acuh tak acuh pada gadis kecil itu ia sesali selama seminggu ini.


Seharusnya ia tak bersikap demikian pada anak kecil itu hanya karena ia merasa tak suka pada ayah dari gadis kecil itu.


Lulu yang sengaja ia dudukan di tengan saat Raja mengantarnya pulang, sepanjang jalan mengoceh bertanya ini itu namun hanya ia jawab dengan jawaban ia dan tidak saja.


“Ay.” Suara seseorang yang sengat Yana kenal memecah lamunanya pagi itu saat ia duduk di tempat guru piket.


“Ya.” Jawab Yana datar.


“Cuman mau antar sarapan kayak biasa.” Jawab Raja datar.

__ADS_1


“Semoga kamu suka, tapi kopi abang ga sempat beli antriannya panjang.” Jawab Raja dengan senyum super manis yang laki-laki itu miliki.


“Aku kan udah bilang ga usah la...”


“Selamat sarapan, abang pamit ke kampus.” Jawab Raja cepat sebelum Yana selesai bicara. Dan laki-laki itu pergi begitu saja.


Sudah lebih dua minggu ini selalu begitu, hanya saja Raja tak terlalu memaksa seperti sebelum-sebelumnya.


“Yana lucu banget deh Yan.” Tiba-tiba mbak Muti datang dengan ponsel di tanganya sambil tertawa. Menyadarkan Yana dari diamnya.


“Apanya mba.” Tanya Yana malas, hatinya sudah tak pada Raja bahkan sekarang ia sudah sangat benci pada laki-laki itu. Namun pikiran tentang Lulu masih berdansa bahagia di kepalanya.


“Ini lho penulis Syaesha kamu juga baca tulisan-tulisan dia kan.”


“Yang terbaru sudah baca belum,” Tanya mba Muti lagi.


“Udah, yang Annaya kan.” Jawab Yana lagi.


“Bukan, itu juga sih. Tapi yang ini bukan itu,”


“Ini lho Yana yang nyeritain soal anak kecil namanya bintang, dia minta beli mama baru di toko bagus.”


Yana kembali terdiam lagi-lagi bayangan Lulu datang lagi.


“Lucu banget deh kamu wajib baca, itu anak kecil pengen punya mama pengen dianterin sekolah sama mama dan pengen punya foto keluarga yang ada mamanya.”


“Kasian ni anak punya bapak duda gagal move on ya gini hahahahah.”


“Aku duluan ya Yana ada kelas pagi.” Ucap mbak Muti berlalu begitu saja setelah memberi berita tak sedap itu pada Yana.


Hati Yana bertambah sesak, ia buka aplikasi yang memuat tulisan dari penulis favoritnya itu.


Yana mulai membaca tulisan yang berjudul “Anak bumi di bawah langit” itu dengan seksama, hatinya terasa sakit begitukah pikiran Lulu Padanya.


Pikirannya kembali melayang pada Lulu, wajah Lulu yang langsung berubah murung saat dia mengatakan bahwa dia bukan calon mama yang ayahnya janjikan.


Celotehan-celotehan anak itu yang menceritakan bahwa teman-temanya semua punya mama.


Cerita tentang khayalan-khayalan gadis kecil itu tentang apa yang akan ia lakukan dengan mama barunya saat nanti sudah punya mama lagi.


☕️To be continue☕️


☕️siapA nih yang belum baca cerita duda Gagal move on “Anak bumi di bawah langit” karya Syaesha hayo ngaku, wajib banget baca ini Rakan untuk olahraga rahang hahahaha” di bawah aku sertain gambarnya yaa


☕️terima kasih untuk semua pembaca setia aku mau ngasih tau besok tanggal 18 aku ga up ya Rakan karena ada Realita yang tak bisa dielakkan, sekedar info kali aja ada yang nyariin hihihi. GR kali ah si Nda_Malmsyah ini. terima kasih untuk Rakan semua sudah meberamai sejauh ini.


Ini aku sertain bacaan novel Yana ya Rakan hihihi.



__ADS_1


__ADS_2