Dia Yang Kembali Datang

Dia Yang Kembali Datang
Uangnya Udah Cukup


__ADS_3

☕️☕️☕️


Pengalaman memiliki tiga orang anak untuk Raja sudah cukup untuk mencurigai keadaan Yana perihal kehamilan istrinya itu, sore itu setelah mengantar anak-anak pulang dari jalan-jalan sore Raja menyempatkan diri keluar berdua saja dengan Yana untuk membeli alat tes kehamilan di apotik dekat rumah mereka.


Awalnya Raja meminta Yana saja yang turun sendiri membeli alat tes kehamilan itu tetapi Yana mengatakan malu melakukannya, sehingga Raja harus ikut menemaninya. sampai di apotek justru hanya Raja yang berbicara saat membeli alat itu sedang Yana hanya diam saja.


“Kenapa abang beli sampai lima sih.” Tanya Yana saat mereka sudah kembali ke dalam mobil dan kendaraan itu mulai bergerak membelah jalanan ibu kota yang mulai gelap.


“Bingung mau beli yang mana, Aya ditanya ga jawab apa-apa.”


“Malu bang, masa beli begituan,” Jawab Yana dengan wajah yang masih memerah sejak dari apotek tadi.


“Kenapa malu.”


“Malu aja,”


“Kamu hamil juga ada yang tanggung jawab, jelas pelakunya kenapa harus malu.” Jawab Raja asal.


“Abang ih, mulutnya.”


“Biasalah, sayang. Turunan Duma hasian.” Jawab Rajasantai, yang lalu membuat mereka tertawa bersama. “Tapi kan bener sayang.” tambah Raja lagi.


“Tapi Aya bahagia banget bang jadi menantu mamak.” Ucap Yana jujur


“Kalau jadi istri abang,”


“Entah,” Jawab Yana santai sambil mengambil ponselnya untuk menghubungi mak Duma menanyakan apakah anak-anak menanyakannya atau Raja.


“Belum juga satu jam mereka ditinggal Ay,” ucap Raja saat sambungan telepon yana dan mak Duma terputus.


“Teringat aja bang, memastikan mereka ga kecarian kita juga.”


“Abang juga di kampus dari pagi sampai sore tapi Aya ga telpon abang, selalu abang yang telpon atau kirim pesan duluan.” Jawab Raja protes merasa tak diperhatikan oleh istrinya itu.


“Sama anak aja cemburu, gimana sih bang,” Cicit Yana kesal


“Cemburu tanda cinta Ay, dari pada Aya yang ga pernah cemburu sama abang.”


Yana tak berniat menjawab sepatah katapun pertanyaan tak penting dari Raja, kadang cemburu Raja memang tak wajar membuat Yana enggan menanggapi keanehan suaminya itu.


Sebelum pulang mereka juga menyempatkan diri mengantar satu ekor burung srigunting berwarna biru yang sudah Raja pesan dari seorang temannya untuk pak Ahmad. sedangkan untuk kandang burung itu sudah disediakan oleh Ali, menantu pak Ahmad yang lainya.


☕️☕️☕️


Yana terdiam di atas kursi di depan meja rias saat Raja baru pulang dari shalat subuh berjamaah di masjid komplek rumah mereka, hal yang tak biasa untuk wanita itu. Biasa setelah subuh Yana sudah turun ke dapur untuk ikut mempersiapkan sarapan pagi.

__ADS_1


Pikiran Yana melayang entah sudah kemana mana, ada rasa yang tak bisa diucapkan berkecamuk di hatinya sehingga membuatnya hanya bisa mematung di depan cermin setelah shalat subuh dan melihat hasil alat tes kehamilannya berulang ulang.


“Sayang, kenapa?” Tanya Raja heran sambil memegang pundak Yana dari belakang saat melihat istrinya masih menggunakan piyama duduk didepan meja rias.


Bukan menjawab pertanyaan yang Raja tanjakan Yana malah berbalik dan menangis kencang sambil memeluk Raja posesif membuat Raja bertambah bingung.


Melihat ada alat tes kehamilan di atas tisu dengan posisi terbalik membuat Raja mengusap kepala Yana penuh sayang, “Apapun hasilnya gak akan ada yang berubah Ay, perasaan abang untuk Aya tetap sama.” Ucap Raja menenangkan.


“Kau apakan dia,?” Suara mak Duma setengah berteriak di depan pintu kamar membuat pasangan itu terkejut.


“Umma kenapa.” Lala Lili dan Lulu juga ada bersama mak Duma bergegas masuk tanpa permisi.


Pintu kamar yang tak tertutup rapat ternyata membuat suara tangis Yana terdengar sampai ke bawah dan mengusik telinga ibu ratu dan tiga kurcacinya. Lala Lili dan Lulu bergegas mendekat kearah Yana dan membuat Raja tersingkir dari sana, tatapan tajam ketiga putrinya membuat Raja mengalah dan duduk di tepi tempat tidur sambil menarik nafas dalam.


Tiga anak itu, memeluk Yana posesif, Lili mengambil tisu yang berada di atas meja rias dan mengelap air mata Yana yang meleleh. Kepala Raja terasa berat, saat ini ia tak punya sekutu di rumahnya sendiri yang bisa Raja harapkan hanya pak Azis namun laki-laki itu lebih memilih kencan dengan kolam-kolam ikan nya dibandingkan membela Raja anak kandungnya sendiri.


“Kau pakan dia, bang.?” suara mak Duma menggema melihat kondi menantunya yang tragis dengan mata sedikit sembab.


“Ya Allah mamak ku sayang, istriku lho dia mak. Mana pulak mungkin ku apa-apakan masih sehat aku mak.” Raja membela diri.


“Abang ga salah mak.” Ucap Yana yang sudah tak menangis lagi dengan suara serak.”


“Jangan kau bela dia, apa salahnya bilang sama mamak.”


“Ya Allah mak, anak mamak aku mak,” Ucap Raja pasrah dengan ke ajaiban mamaknya.


“Cepat sikit cakap mu, hangus mie gomak sedang ku rebus di bawah sana.” Ucap mak Duma.


“Lala Lili sama Lulu mau punya adik.” Jawab Yana sambil menatap Raja.


“Alhamdulillah,” Seru Raja dan mak Duma bersamaan.


“Apa kubilang rejeki ga kemana lah itu. Masih bisa juga kau rupanya, bang.” Ucap mak Duma asal kepada Raja merusak suasana haru yang sedang Raja rasakan.


“Mak, didepan anak-anak mamak rem lah sikit.” Ucap Raja memelas, sungguh lelah menghadapi keanehan mamaknya. Entah bagaimana pak Azis melewati hidup hampir lebih empat puluh tahun bersama mak Duma.


Tak peduli dengan ucapan Raja mak Duma lekas mendekat kearah Yana memeluk erat Yana sambil melantunkan doa-doa terbaik di telinga menantunya itu.


Setelah itu Raja melakukan hal yang sama hanya raja Raja memeuk empat wanita kesayanganya bersamaan.


“Adik bayi.? Tanya Lulu dengan mata berbinar.


“Iya, kau yang minta kan.” Lala yang menjawab.


“Uangnya udah cukup.” Tanya Lulu polos.

__ADS_1


“Bukan di beli di pasar bocil, tapi dalam perut uma.” Kali ini suara Lili si bocil yang merasa dewasa yang menjawab.


“Sok tau kau.”


“Kawan ku yang bilang.” Lili menjawab ucapan kakaknya.


“Suka Sekali kau dengar kawan-kawan mu itu, Nanti nangis lagi takut dikurung di menara lah di gudang lah, dasar bocil.” Ucap Lala ketus membuat Lili merasa malu dan memeluk tubuh ramping umanya.


“Dam peyut uma ada adik bayi.” Tanya Lulu bertambah heran.


“Napa uma timpan dayam peyut, adik bayi uma teyan.” Kening Lulu sudah berkerut memikirkan ucapan kakaknya tentang adik bayi dalam perut Uma. anak kecil itu berpikir Yana menelan seorang bayi dan menyimpannya di dalam perut.


Akibat ucapan Lili akhirnya pak Azis ditugaskan langsung oleh istri tercintanya harus turun tangan untuk mengalihkan perhatian Lulu perihal ada bayi dalam perut Yana.


☕️☕️☕️


Mata hari sudah mulai naik, mereka semua sudah janji akan makan siang bersama di rumah bu Nur, itu juga sebabnya mak Duma sudah memasak mie gomak sejak pagi.


Raja baru saja masuk kamar setelah memanaskan mesin mobilnya dan melihat istrinya berdiri di depan cermin sambil mengusap-usap perut ratanya, “Terima kasih sayang.” Ucap Raja sambil memeluk Yana.


“Aya ga pernah nyangka bisa hamil, bang.”


“Buktinya jika yang Kuasa berkehendak tidak ada yang tidak mungkin kan.” Ucap Raja sambil menarik Yana duduk di kursi meja rias milik wanita itu.


“Manusia boleh berencana namun hanya ketetapan Allah yang tak tertukar, dan hanya keputusan Allah yang tak dapat di gangu gugat.”


“Aya bahagia bang, ingatkan dan tegur Aya kalau nanti Aya berlaku tidak adil sama anak-anak ya.” Ucap Yana sambil membelai kepala Raja yang sudah berlutut di hadapannya.


“Kita jaga titipan Allah sama-sama ya, sayang. Abang juga gak bisa sendiri tanpa Aya.”


“Abang bahagia?.” Tanya Yana.


“Emm,” Jawab Raja lalu merapatkan wajahnya pada perut Yana, “Woi, kau nak ku yang di dalam, ucok atau butet kau? ucok atau pun butet sama ajalah penting sehat-sehat kau ya nak. Banyak kakak-kakak mu nunggu kau.” ucapa Raja tepat di depan perut Yana membuat Yana tertawa merasa lucu.


“Di film-film ga gitu bang.” cicit Yana


“Beda Ay yang di film bukan cucu mamak kita, yang ini harus digituin Ay, biar nanti pas lahir gak terkejut dia liat opungnya yang ajaib itu.”


“Satu lagi kalau mau apa-apa jangan tau opung mu ya, nak.” Raja kembali berbicara setengah memohon didepan perut Yana. Membuat Yana kembali tertawa terbahak-bahak.


☕️☕️to be continue☕️☕️


👶🏼Ucok pangilan untuk anak laki-laki


👧🏻butet pangilan untum anak perempuan

__ADS_1


☕️Hola Rakan,dikit lagi insyaAllah cerita ini End dan Ini adalah karya pertama ku dalam bentuk cerita panjang, aku mau minta kesan pesan dari rakan selama baca novel ini. Maksih Rakan.


☕️jan lupa bahagia Rakan jan lupa syemyummmmmmmm


__ADS_2