Dia Yang Kembali Datang

Dia Yang Kembali Datang
Permintaan Ozan CS


__ADS_3

💚💚


Selepas magrib berjamaah seperti biasa saat dirumah, Raja mulai menyimak bacaan dua gadisnya yang sedang memantapkan hafalan, sedangkan Lulu anak bungsunya masih dalam tahap membenarkan bacaan hijaiyah, ini rutin Raja lakukan setiap setelah magrib sampai dengan azan isya. itu juga alasanya selalu absen untuk magrib berjamaah di mushola dekat rumah.


"Cerah kali muka Ayah hari ini, ayah lagi senang"? pertanyaan putri sulungnya Laindra Mahraja membuat Raja yang sedang memikirkan Ayana sedikit gugup, namun segera ia tepis dengan meminum air yang tersedia di depanya.


"Senang dikit, ayah dapat bonus dari kampus." jawabnya asal.


"Ayah dapat uang banyak? asik,,,,,,, kita makan malam diluar ya yah, Lulu mau sate padang, ayam goyeng, nasi goyeng, ekim tobeli, tus pulang na kita beli loti bakal ya yah." Anak bungsunya Luwinka Mahraja mengabsen semua makanan yang ia sukai dengan mata berbinar.


"Heh bocah perut mu nanti pecah kayak balon, mau kau?" kali ini Liliana Mahraja yang bersuara. anak yang selalu padat dan jelas saat berbicara serta ingin tau segala urusan serta tak bisa menyimpan rahasia itulah Lili.


suasana menjadi riuh adu suara tiga anak gadis kecilnya ini mulai memanas, ketika Lili mulai menyudutkan Lulu, Lulu mulai merengek dan sang kakak Lala membela, Lili tidak benci pada Lulu hanya saja dia suka sekali mengganggu Lulu.


"Udah-udah sekarang Lala, Lili setor hafalan, Lulu setelah kak Lala sama kak Lili baru giliran kamu dan nanti setelah sholat isya kita jalan-jalan sekalian makan di luar." Ucap Raja menengahi dan di sambut dengan riang gembira oleh tiga gadis kecil itu.


Raja benar-benar terjebak oleh mulutnya sendiri, wajah cerah yang Lala maksud mungkin karena tadi setelah pulang mengantar Ayana, Raja singgah ke barbershop untuk memotong rambutnya hingga cepak membuat wajahnya sedikit berubah.


Dengan memotong rambut sampai sependek itu Raja berharap sedikit bebanya berkurang, namun nyatanya tidak, Ayana tetap saja menghantuinya.


Sepulang dari membawa ketiga putrinya, dan menggendong Lulu yang tertidur ke kamar dan meletakkan putri kecilnya itu di tempat tidur Raja memimpin doa tidur untuk dua putrinya yang juga sudah siap untuk tidur, memberikan ciuman sayang di kening ketiga putrinya lalu menyalakan lampu tidur dan beranjak menuju kamarnya.


Raja lelah seharian berperang dengan hati dan mendapat penolakan dari Yana sore tadi, bukan hanya fisiknya yang lelah tapi hatinya juga lah hati kalau istinah anak sekarang, Namun matanya tetap saja tak bisa terpejam dan otak ya tetap memikirkan Ayana.


Sikapnya tadi pada Ayana berangsur membaik yang seolah mampu melewati semua sengaja dia tunjukkan pada Ayana agar wanita itu tidak merasa bersalah dengan keputusannya.


Ayana pantas bahagia, walaupun saat ini ayana masih sendiri maka egois jika dia mengharap ayana kembali dan merampas kembali kebahagian Ayana.


Hari ini semua sudah jelas, Ayana sudah tidak mengharapkan dia kembali, mungkin bukan hal yang mudah untuk melupakan Ayana kali ini untuk kedua kalinya, namun demi anak-anak Raja harus bisa memperbaiki kondisi hatinya.

__ADS_1


Ponselnya bergetar Raja langsung menyambar benda pipih itu dan membuka aplikasi pesan dengan penuh semangat, Dan pesan yang dia dapat ternyata dari Sitah sekretarisnya mengirim jadwal mengajarnya untuk besok, lengkap dengan ucapan selamat tidur.


"Astagfirullah mana mungkin Yana kirim pesan dia kan gak punya nomer hp aku." monolog Raja sambil mengusap kasar wajahnya.


Tiga hari berlalu setelah kesepakatan dengan Yana Raja selalu berhenti di depan SMA Binaan setelah mengantar Lala dan Lili sekolah walau hanya sekedar untuk melihat Yana dari jauh saja sudah membuat hati Raja senang.


Wanita itu terlihat biasa-biasa saja, menandakan bahwa kondisi Ayana baik-baik saja setelah kejadian itu serta juga membenarkan bahwa Ayana benar mencintai laki-laki yang akan menjadi tunangan nya itu.


Dan selama itu juga Raja lebih sering berdiam diri dirumah mengurusi tanaman dan kolam ikan nya, jika hanya untuk konsul skripsi maka dia meminta mahasiswa saja yang kerumahnya.


➰➰➰➰♥️♥️♥️


Tersisa waktu seminggu lagi untuk acara pertunangannya dengan Doni Yana mulai mengurangi jadwal mengajarnya meskipun semua diurus oleh wedding organizer Yana tak ingin lepas tangan.


Setelah kejadian perpisahan yang iya sepakati dengan Raja beberapa waktu lalu di taman dekat sekolah mereka dulu tidak pernah sekalipun Yana bertemu lagi dengan laki-laki itu walau hanya sekedar melihat.


kian hari Yana kian yakin keputusan memilih Doni adalah pilihan terbaiknya, meski kadang ingatanya tentang Raja masih sering mengganggu pikirannya, mungkin benar kata orang bahwa cinta pertama tak terlupakan. Tapi Yana yakin seiring berjalanya waktu dia bisa melupakan Raja.


“Ada pertanyaan.?” Tanya Yana pada anak-anak didiknya setelah selesai menjelaskan pelajaran.


Ozan terlihat mengacungkan tangan mengatakan ingin bertanya, dan Yana mempersilahkan Ozan bertanya.


“Bu Yana ibu beneran mau nikah, kapan?.” Tanya ozan yang langsung di soraki oleh teman-temanya.


“Fauzan tanya sesuai materi ya.” Ucap Yana sambil sedikit mendelik pada ozan.


“Biar kami bisa siap-siap untuk hari patah hati nasional SMA Binaan bu.” Jawab murid lain teman ozan yang berkulit putih bersih seperti artis korea.


sontak saja satu kelas langsung tertawa dan kembali ribut seperti saat tadi waktu awal Yana masuk.

__ADS_1


“Bu kami serius ibu kapan nikahnya kami mau ikut ya bu di acara ibu.” kali ini gadis yang selalu memaki bandana yang berbicara.


“ Iya bu kami kan anak-anak ibu, nanti setelah ibu menikah ibu tetap mengajarkan bu,” Tanya Cia yang langsung membuatnya mengingat tante Jelita.


“Iya bu iya tetap mengajar ya bu.”


“iya jangan tinggalkan kami bu tetap mengajar ya bu.” Sahut-sahutan suara anak-anak itu membuat Yana terdiam.


Baru saja tadi siang dia diajak makan siang bersama oleh tante Jelita dan dan membahas hal itu, bahkan tante Jelita mengatakan Doni bisa memberi seribu kali lipat dari gaji bulanan Yana mengajar di SMA swasta paling hits itu.


Yana sempat goyah, bukan karena soal tawaran finansial dari tante Jelita tetapi karena Yana mutlak ingin menjadi ibu rumah tangga dan mengabdi kepada suami dan keluarga kecilnya kelak.


Namun suasana kelas siang ini membuat Yana berfikir perlu mempertimbangkan lagi untuk berhenti mengajar, untuk Yana mengajar bukan hanya soal mencari uang tapi lebih kepada panggilan hati.


“Nggak ibu tidak akan berhenti mengajar sekarang semua diam jangan ribut nanti mengganggu kelas lain.” Kata Yana pada siswa-siswi itu.


“janji ya bu.”


“Iya bu janji ya.”


“Ibu gak bohong kan bu.”


siswa-siswi itu seolah tak puas dengan jawaban yang Yana katakan.


“Janji ibu janji.” Ucap Yana ya meyakinkan.


“Tuh kan bener gue bilang juga apa mana mungkin ibu-ibu yang kondenya segede wajan mama gue itu bisa buat bu Yana berhenti mengajar di sekolah ini.” Ucap Fauzan pada teman-temanya yang membuat mulut Yana menganga karena terkejut.


➰➰to be continue➰➰

__ADS_1


♥️Cintai yang kamu kerjakan, kerjakan yang kamu sukai.


〰️tetap semangat Rakan jangan lupa bahagia jangan lupa syenyummmm😊〰️


__ADS_2