Dia Yang Kembali Datang

Dia Yang Kembali Datang
Kejutan dari Mamak


__ADS_3

đź’šđź’š


Jika dua hari lalu Raja bisa tertawa bahagia melihat ketiga anak gadisnya begitu senang menyambut kedatangan opung dan atok mereka namun tidak untuk pagi ini.


Sejak pagi mak Duma sudah membereskan sepaket oleh-oleh yang ia bawa dari medan, lapis legit, bika ambon dan teri medan yang ia masak sendiri.


“Jam berapa jadi bang kita kurumah si Yana itu.” Ucap mamak saat mereka sedang sarapan. Nasi goreng kampung yang sedang Raja kunyah terasa tersangkut di tenggorokan tak bisa ditelan saat mendengar pertanyaan mamaknya.


Jika kemarin dia bisa mengelak dengan berbagai alasan maka tidak mungkin dengan hari ini, mamak tak akan mungkin membiarkannya lepas lagi dari janji mengantar mamak ke rumah Yana.


“Siang ya mak.” Jawab Raja singkat dan langsung pamit menuju kampus meninggalkan tiga anaknya bersama mamak dan bapak.


Janji siang itu berlalu begitu saja, namun saat sore sudah tidak ada lagi alasan yang bisa Raja berikan pada mamaknya, dengan berat hati ia mengendarai mobil yang ia pinjam dari temannya menuju rumah gadis itu.


“Dari mana kau dapat alamatnya bang,” Tanya mak Duma saat mereka sedang di perjalanan menuju rumah gadis itu.


“Dari satpam sekolah tempat dia ngajar mak,” Jawab Raja cepat tanpa Ragu, ia sudah mempersiapkan jawaban itu sejak pagi dan ternyata benar mamak bertanya tentang hal itu.


“Mobil mu mana? kenapa pake mobil ini, mobil siapa ini bang.” Tanya mamak lagi, dan jawaban untuk itupun sudah Raja persiapkan.


“Ganti oli mak, ini mobil orang bengkel.” Jawab Raja saat memasuki kawasan rumah Yana.


Raja memang sengaja menukar mobilnya dengan mobil temanya pemilik bengkel langganannya. karena Yana sudah pasti mengenali mobilnya, ia juga tak berencana masuk ke rumah gadis.


Semuanya sudah Raja susun sedemikian matang agar tak ada celah untuk mamak dan Yana saling tahu, setelah ini ia akan meminta mamak tidak berhubungan lagi dengan Yana apapun alasanya.


“Ini rumahnya.” Tanya mamak menunjuk rumah yang dipinggir jalan depan rumah itu ada beberapa mobil dan sepeda motor terparkir.


“Iya.” Jawab Raja Yakin.


“Yakin kau ga turun.” Tanya mamak lagi.


“Yakin mak, mamak aja lah kerjaan ku juga banyak kali ini. Aku tunggu disini mamak jangan lama kali ya.” Jawab Raja sambil memakai kacamata baca dan membuka tabletnya seolah benar ia banyak kerjaan.


“Ya udahlah tunggu sini.” jawab Mamak lalu turun dari mobil itu menuju rumah yang Raja tunjukkan tadi.


Ada beberapa mobil yang Raja lihat terparkir di pinggir jalan dekat rumah itu, dan ada juga beberapa motor disana. Raja yakin mobil dan motor itu milik tamu Yana mengingat waktu pernikahan gadis itu tinggal empat hari lagi.


Empat hari lagi Yana wanita yang ia cintai sejak dulu akan menjadi istri orang, dan ia juga harus bisa ikhlas untuk itu.


Tak sampai setengah jam kaca jendela mobilnya diketuk ternyata mamak tercinta pelakunya. Ia bergegas membuka kunci otomatis pintu mobil itu dan mamak langsung naik.


“Udah mak.” Tanya Raja heran.

__ADS_1


“Udah beres, yok.” Jawab mak Duma datar, Raja tak berani bertanya lain-lain lagi takut mak Duma curiga.


Mulut Raja sudah gatal ingin bertanya apakah Yana menceritakan tentang siapa yang mengantar gamis biru titipan mamak tempo hari, namun tak berani ia tanyakan.


Raja juga kenal betul siapa mamaknya, Duma Hasian wanita yang tak suka berbasa basi. Jika Yana menceritakan hal itu maka tak mungkin mamak akan diam saja sudah pasti ia akan mendapatkan kuliah tambahan dari sang mamak.


Raja terus melajukan mobilnya menuju bengkel tempat dimana ia menitipkan mobilnya tadi sebelum menjemput mamak sepulang dari kampus.


“Ngapain kesini bang.” Tanya mak Duma saat mobil mereka sudah berhenti tepat di depan bengkel itu.


“Ganti mobil dulu mak, udah siap ganti oli.” Jawab Raja sambil mengajak mak Duma turun dan berganti kenderaan ke mobilnya.


Mak Duma lebih banyak diam sejak keluar dari rumah Yana hanya mengikuti perintah anaknya, saat sudah berganti mobil dan mulai jalan rasa penasaran Raja melihat mamak lebih banyak diam tak bisa lagi ia bendung.


“Diam kali mamak ku tengok,” Tanya Raja pada sang ibu negara yang biasa selalu ada saja yang ia kritik dan selalu berada di titik maha benar.


“Teringat aja mamak sama si Yana tadi lah bang.” Jawab mak Duma dengan wajah sendu.


“Kenapa memangnya.”


“Mau gak dia sama kau ya bang,”


“Apa pulak mamak ni, istri orang lho mak.”


“Ya Allah mak, istighfar. Istri orang mak cemana lah pikiran mamak.” Raja sudah mulai jemu dengan ulah mak Duma.


Raja terus saja melajukan mobilnya dengan kecepatan sedikit lebih tinggi karena mengejar waktu agar bisa magrib berjamaah bersama anak-anak dan bapak.


“Recok kali mulutmu ah istri orang istri orang, ga jadi nikah lho dia bang ditinggal sama sama calon suaminya”


Gubrakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk


Suara benturan terdengar dari arah belakang dan ternyata berasal dari mobil Raja yang berhenti tiba-tiba itu ditabrak oleh mobil lain dari belakangnya.


Rem yang tak sengaja Raja injak berakibat fatal. informasi yang mamak berikan kali ini lebih dahsyat dari sebelumnya, Lili dan mak Duma ini memang sangat membahayakan,


“Astagfirullah Bang, udah gila nya kau mau kau bunuh mamak ya.” Ucap mak Duma yang terkejut dengan kejadian itu.


“Maaf mak maaf salah injak rem abang.”


Raja langsung bergegas turun melihat bemper belakang mobilnya yang penyok dan bumper depan mobil si penabrak juga penyok, beruntung tidak ada korban hanya saja Raja harus ganti rugi atas kerusakan si penabrak karena memang salahnya yang berhenti tiba-tiba.


Selain itu raja juga harus kembali mengantar mobilnya ke bengkel temannya tadi untuk memperbaiki mobilnya yang penyok.

__ADS_1


Seperti hutang yang segera dibayar lunas, baru saja beberapa saat yang lalu ia berbohong pada mak Duma bahwa mobilnya harus masuk bengkel dan kali ini hal itu benar-benar terjadi bahkan ia harus menanggung perbaikan dua mobil sekaligus.


“Balik lah kita kerumah Aya eh Yana mak.” Ucap Raja saat mengendarai mobil kembali ke bengkel temannya.


“Ngapain lagi.” Tanya mak Duma heran.


“Ya... cuman... ya mau itu.”


“Mau apa? Yang betol cakap mu bang, agak laen ku tengok kau.” Ucap mak Duma sedikit heran pada sikap Raja.


”Itu lho mak, tadi kan aku belom ngucapin apa itu, kayak ngasih suport gitu mak.”


“Ngapain! orangnya pun ga ada.” Jawab mak Duma polos.


“Hah kemana dia.” Tanya Raja dengan suara lebih tinggi dari sebelumnya.


“Ya tuhan kenapa lah anak ini, tekejot mamak kau buat bang.”


“Eh maaf mak maaf, kemana memang perginya gitu lho mak maksud ku.


“Pergi ke rumah kawannya dia, kata ibunya baru aja setengah jam sebelum kita sampe berangkatnya”


“Telat kita, kemaren mamak ajak ga mau kau antarkan mamak, dah lah ga bisa mamak jumpa dia.”


Penyesalan kembali meliputi hati duda beranak tiga itu, andai saja hidup boleh berandai-andai, andai saja ia mau dari kemarin mengantar mamak atau andai saja ia tadi ikut masuk setidaknya ia bisa tau langsung apa penyebab Yana tidak jadi menikah.


Pikiranya melayang pada seseorang yang sudah di pastikan tau detail urusan Yana, secepatnya ia harus menemui orang itu.


âž°âž°to be continueâž°âž°


Yang mau folow IG ku boleh ya Rakan @coretan_nda


kalau di FB aku jarang aktif 🙏


♥️assalamualaikum rakan semuanya minal aidin wal faizin mohon maaf lahir dan batin rakan-rakan tercinta semua untuk kesalahan yang sengaja ataupun tak sengaja.


Mau curcol dikit nih aku tuh kalau ramadhan sudah habis gini suka mikir apa tahun depan masih bisa ketemu ramadhan lagi atau gak. ada yang sama kayak aku ga sih.


Tetap semangat rakan jangan lupa senyum jangan lupa THR eh salah jangan lupa syenyummmmmmm


Ehh tunggu masih ada, aku mau pamer sambel teri medan sama tempe dan juga mau bilang kalau ini enak di makan pake nasi panas.


__ADS_1


__ADS_2