Dia Yang Kembali Datang

Dia Yang Kembali Datang
Foto Keluarga


__ADS_3

💚💚


Jatuh cinta memang membuat orang paling cerdas sekalipun bisa menjadi manusia paling bodoh sedunia dan itulah yang sedang Raja Rasakan saat ini.


Siapa yang harus ia salahkan kali ini selain mamak tercintanya emak-emak paling aktif sejagad raya, ibu Duma Hasian istri dari laki-laki yang menurut Raja paling sabar sejagad raya juga, pak Azis ayahnya.


Setiap kali menelpon mamak tercintanya itu selalu mengingatkan agar Raja melupakan wanita yang membuatnya sempat sakit tiga bulan lalu. Namun sekarang saat hatinya mulai membaik malah mamanya yang mengacaukan lagi.


Sejak mengetahui Yana bertunangan dengan Andoni pengusaha muda pewaris perusahaan tekstil terkenal di negara ini, Raja tak pernah sekalipun bertemu dengan gadis itu lagi sebisa mungkin Raja selalu mengelak.


Sesekali memang Raja masih melihat Yana dari jauh, tepatnya berdiam diri di dalam mobilnya di depan sekolah gadis itu saat setelah mengantar tiga anak gadis kecilnya ke sekolah. Hanya melihat dari kejauhan saja sudah cukup untuk Raja.


Jika harus diurai dari semua spesifikasi jeles Raja kalah telak dari pengusaha muda yang sangat terkenal itu, Doni lebih muda sudah pasti, lebih mapan finansialnya juga sudah pasti dan yang paling utama laki-laki itu masih lajang, tidak sepertinya yang sudah punya tiga tanggungan dan berstatus duda.


Tekadnya sudah bulat untuk tidak akan mengganggu hak milik orang lain, meski milik krqng lain itu hanya baru sebatas bertunangan.


Dengan kepala yang sedang buntu dan merasa dibodohi oleh permainan cinta akhirnya saran masyitah sekretarisnya ia setuju.


Dan saat ini ia sedang berada dalam sebuah mobil berkaca hitam pekat dengan kegelapan kaca enam puluh persen yang terparkir di parkiran sekolah tempat Yana mengajar. Mobil itu milik Iwan mahasiswanya.


Raja yang duduk di bangku penumpang belakang di sebuah mobil itu sudah melihat Yana jalan menuju tempat guru piket yang tadi di arahkan oleh mang Dadang saat mereka masuk tadi.


➰➰➰➰♥️♥️♥️


Yana menghampiri bu Siti guru piket hari itu dan bertanya dimana orang yang mencarinya dan bu Siti menunjukkan sepasang laki-laki dan perempuan yang menunggu di kursi tak jauh dari meja itu.


Yana menghampiri dua orang yang sudah menunggunya dengan wajah sedikit bingung karena tak mengenal sama sekali siapa dua orang tersebut.


“Maaf saya Ayyana Ahmad apa benar mbak dan mas ini mencari saya, ada keperluan apa ya mbak, mas?” Ucap Yana menghampiri dua orang itu.


Masyitah yang tadinya sempat memaksa pada Raja agar ia ikut saja yang mengantarkan kotak berisi gamis itu dibuat terperangah dengan mata tak berkedip sedikitpun saat menatap Yana berada di depannya, ketika ia berdiri dari duduknya menyambut perkenalan diri dari Yana.


Yana yang memiliki postur tubuh kecil dengan pinggang ramping namun memiliki bentuk tubuh yang proporsional membuat Masyitah benar-benar terkesima. Namun bukan persoalan tubuhnya yang membuat Masyitah merasa kalah melainkan cara berpakaian gadis itu yang saat itu memakai seragam guru dengan hijab terjulur menutupi bagian depan tubuhnya dengan sempurna.


Serta ditambah dengan cara bicaranya yang sangat sopan dan teratur rapi benar-benar wanita berwibawa dan wanita ini adalah wanita yang disukai bos nya, maka saat itu juga Tita merasa kerdil seketika.


Serta Sepatu kets warnan putih bersih membuat yana tetlihat lebih imut dan mengemaskan.


Tita tak sangup menbayangkan jika Yana berpakaian tak menutup auratnya dan memakai sepatu kah tinggi seperti yang ia pakai saat ini mungkin Yana bisa jadi model dunia dengan kulitnya putih bersih yang mendukung.


“Mbak maaf apa benar mencari saya.” Tanya Yana lagi.


“Eh apa iya..iya.. mbak saya cari mbak, mbak Ayyan kan? guru ekonomi?” Ucap Tita tersadar dari lamunannya.

__ADS_1


“Iya benar ada apa ya, silahkan duduk saja.” Ucap Yana mempersilahkan dua tamunya duduk kembali.


“Mana kotaknya,” Minta Tita pada seorang laki-laki yang ikut bersamanya itu.


Masyitah langsung mengambil kotak itu dari tangan laki-laki seorang mahasiswa tingkat akhir dan sering menjadi asisten dosen menggantikan Raja mengajar.


“Saya Titah mbak, saya kesini mengantarkan ini, titipan bu Duma dari medan untuk mbak, beliau menjahit sendiri katanya ini untuk kado pernikahan mbak.” Ucap Tita menjelaskan.


“Bu Duma yang bertemu dengan saya di rumah sakit dua bulan lalu.” Tanya Yana memastikan.


“Iya benar mbak.” Jawab Tita


“Wah terima kasih, ucapkan terima kasih saya pada pada bu Duma, apa beliau sedang di jakarta.” Tanya Yana antusias.


“Nggak mbak, Ini dikirim dari medan.” Ucap masyitah lagi.


“Panggil kak Yana aja, saya terbiasa di panggil kakak, Titah anaknya bu Duma ya?”


“Bukan mbak, eh kak. Saya calon menantunya.” Jawab Titah santai namun tak di tanggapi santai oleh laki-laki yang sedang berada di samping Tita yang dari tadi sudah menemaninya.


“Eh kok tadi janjinya nggak gitu,” Ucap laki-laki itu spontan, namun langsung dipelototi oleh Tita dengan bibirnya komat kamit mengancam.


“Masnya?” Tanya Yana heran.


Asisten dosen kesayangan Raja yang sudah lama menaruh hati pada Tita hanya bisa diam saja saat melihat sorot tajam mata Tita sudah melotot lagi kearahnya.


“Kak boleh dibuka ga kotaknya kaka pegang bajunya saya foto, biar jadi bukti untuk bu Duma kak,” Pinta Tita dan disanggupi oleh Yana.


Misi selesai dua orang itu kembali ke mobil milik Iwan setelah mengucapkan terima kasih dan pamit pada Yana. Yana sempat meminta nomor ponsel Bu Duma namun Tita mengatakan tak memiliki nomor hape bu Duma.


“Tita ada nyebut nama saya ga wan.” Tanya Raja saat sepasang manusia itu sudah naik ke mobil honda jazz milik iwan, awalnya laki-laki itu merasa sedang sangat beruntung, ia datang menemui Raja untuk kepentingan skripsi namun Raja malah menyuruhnya ikut dan mengawasi masyitah agar tak menyebut namanya di depan Yana.


“Nggak pak.” Jawab laki-laki itu lemas.


Iwan jelas bahagia bisa pergi bersama Tita gadis yang sudah lama ia incar itu. Namun pernyataan yang keluar dari mulut Tita meruntuhkan langitnya.


➰➰➰♥️♥️♥️


Langit sudah mulai gelap saat selesai melaksanakan shalat magrib berjamaah dan mengawasi anak-anaknya mengaji.


Raja dan anak-anaknya menikmati waktu malam itu sambil menikmati Lapis legit dan bika ambon kiriman mak Duma yang dikirim sekaligus dengan empat buah baju gamis dengan warna yang sama dan juga model yang sama.


Mamak juga mengirimkan sebuah baju kurta yang mamak jahit sendiri dan juga berbahan yang sama dan warna yang sama dengan empat gamis itu.

__ADS_1


Raja melihat foto-foto yang dikirimkan masyitah pada aplikasi pesannya, terlihat foto Yana yang sedang meletakkan baju gamis itu diatas badanya, terlihat sangat pas dan cocok.


khayalan bodohnya mulai datang lagi, andai mereka berlima menggunakan baju itu secara bersamaan maka bisa dilakukan foto keluarga dan hasilnya pasti sangat bagus untuk di pajang di ruang keluarga pada dinding tanpa dosa yang sedang Raja tatap dengan tajam saat ini.


Lala sedang sibuk dengan tugas sekolahnya mengambil jarak lebih jauh dari kerumunan adik-adik dan ayahnya.


Lulu yang sibuk menyusun mainan puzzle bergambar masha and the bear itu sesekali terdengar bertanya pada Raja untuk susunan yang benar.


“Yah, Lili baru ingat ada yang mau Lili tanyakan sama ayah.” Tanya Lili tiba-tiba memecah khayalan bodoh sang ayah.


“Apa.” Jawab Raja santai.


“Yah kenapa orang mau nikah nangisnya lama dari subuh sampai siang, nikah itu sedih ya yah.” Tanya Lili.


“Bisa jadi sedih, mungkin dia mau pergi jauh meninggalkan keluarganya jadi sedih.” Jawab Raja lagi tanpa memperdulikan Lili paham atau tidak dengan penjelasanya.


“Ohh gitu berarti bundanya mau pergi jauh.” Gumam Lili namun masih terdengar oleh Raja.


“Siapa Li yang mau pergi jauh.” Tanya Raja penasaran.


“Bundanya ompong yah, nanti aku bilang sama dia kalau itu artinya bundanya mau pergi jauh. ayah ingat kan yang ku ceritakan itu yah, yang bundanya di lamar orang.


"jadi waktu acara itu kata ompong bundanya menangis dari subuh sampai siang pas acara itu juga bundanya masih nangis.”


“Kasian kali ku tengok ompong tu ditanyakan sama mama nya tapi ga mau dijawab mamanya, makanya ku bilangkan samanya biar ku tanya sama ayah kan Ayah pinter.


“Buktinya ayah langsung tau jawabnya, besok kasih tau si ompong biar ga penasaran lagi dia.”


Raja hanya diam dan mendengar celotehan yang keluar dari mulut putri keduanya itu Lili ini adalah fotocopy sempurna dari mak Duma yang ucapanya kadang membuat dunia berhenti sesaat, lalu pernyataan lili tadi. Yana menanggis selama itu. apakah itu bisa dikatakan bahagia.


“Horeeeeee dah tiap yah dah tiap.” Teriakan bahagia Lulu yang sudah menyelesaikan susunan puzzlenya tepat di telinga Raja membuatnya refleks menyebut nama seseorang.


“Ayaa.”


“Aya siapa yah,” Tanya ketiga putrinya kompak.


➰to be continue➰


🤭Rakan bertanya : yacchhh kenapa bukan Raja yang ketemu ayana.


🤪Aku menjawab : Aku takut digantung sama mas don kalau ketahuan mempertemukan mereka berdua.


\~Jangan lupa bahagia rakan jan lupa syenyummmmmmmmmmm😊〰️

__ADS_1


__ADS_2