Dia Yang Kembali Datang

Dia Yang Kembali Datang
Cincin Belian


__ADS_3

💚💚


Untuk seorang wanita dilamar oleh laki laki yang dicintai dan mencintainya adalah sebuah harapan dan kebahagiaan.


Begitu juga yang terjadi pada Yana seharusnya hari ini adalah hari bahagia untuk gadis itu setelah penantian begitu lama.


Wajah Doni yang begitu tampan menggunakan setelan kemeja berwarna putih tulang dengan celana berbahan kain warna hitam pekat senada dengan gaun yang Yana pakai membuat mereka terlihat begitu serasi.


Rasa ragunya yang menyerang ia kikis sampai habis agar terus menguap dan hilang sehingga hanya menyisakan keyakinan di hatinya untuk Doni.


Rasa terlanjur sayang kepada Doni membuatnya tidak sulit untuk yakin menjadi istri dari Andoni Raman Anggar, ia menganggap ingatan tentang Raja hanya selingan dan sikap tante jelita hanya cobaan sebelum menikah.


Anggukan kepala dan ucapan ‘Iya, Aku mau’ dari gadis itu disambut dengan ucapan hamdallah yang menggema dari semua tamu yang datang membuat suasana menjadi begitu haru dan semua tamu yang hadir merasakan kegembiraan yang keluarga itu rasakan.


Pak Ahmad terlihat meneteskan air mata sambil menggenggam tangan bu Nur istri tercintanya, tinggal selangkah lagi maka tugasnya sebagai orang tua sudah sempurna.


Tangis Yana membuat ibu mendekat dan memeluk putri kesayanganya itu dengan begitu tulus.


“InsyaAllah nak InsyaAllah kamu bahagia.” Bisik bu Nur di tenlingga Yana yang disambut anggukan oleh gadis itu.


“Yana memang begitu hatinya cepat sedih.” Ucap bu Nur pada tamu yang hadir yang hanya tetangga dan sanak saudara saja.


“Iya nih kakak nonton sinetron aja nangis,” Elita menimpali kata-kata bu Nur.


“Terharu ya calon manten atau gugup mau jadi istri,” Kali ini pak de yang berbicara dan di sambut hingar bingar tawa dari semua yang hadir.


Yana mencoba senyum dan melihat ke arah Doni yang juga sedang melihat ke arahnya dengan tatapan lekat dan dingin tanpa berkedip. Yana mencoba tersenyum dan akhirnya dibalas senyuman juga dari laki-laki itu.


Tante Jelita mendekat untuk memasang cincin pada jari manis kiri Yana, Yana mengulurkan tangan pada tante Jelita, cincin yang juga pilihan Jelita kerena memang wanita itu yang mengurus semuanya.


Cincin berwarna rose gold dengan mata berlian putih bersinar itu tersemat manis di jari manis Yana, dan diakhiri dengan peluk hangat dari tante Jelita.


“Mama harap kamu suka cincinnya sayang, ini limited edition.” Ucap tante Jelita.


“Dan mulai sekarang manggilnya mama seperti Doni manggil mama jangan panggil tante lagi ya sayang.” Ucap tante Jelita di depan semua tamu yang hadir dengan suara lebih keras dari sebelumnya.


Yana hanya menganggukan kepala tanda setuju dengan permintaan calon mertuanya itu.


Pembicaraan tentang tanggal pernikahan yang Doni dan Yana inginkan tidak disetujui oleh Tante Jelita, Wanita itu berharap semua berjalan sempurna dan tidak ada kekurangan sedikitpun.


Itu sebabnya tante jelita berharap acara dipersiapkan secara matang dan tentu saja melibatkan Wedding organizer yang telah ia rencanakan dan juga gedung atas pilihan keluarga Anggara itu.

__ADS_1


Ibu terlihat keberatan tapi pak Ahmad menyetujui saja agar semua berjalan lancar dan sebagaimana mestinya.


Pak Anggara yang juga mengikuti saja kemauan Jelita istrinya tidak bicara banyak bicara. Meski menurutnya waktu enam bulan terlalu lama untuk Doni dan Yana yang sama-sama sudah siap menikah.


Setelah penetapan waktu pernikahan suasana jadi mencair, semua tamu dan keluarga disibukkan dengan menikmati hidangan yang tersedia yang sudah tante Jelita persiapkan dari catering terbaik menurut nyonya Anggara Negara itu.


Yana duduk di sudut Ruangan dengan Elita dan Putri yang sedang sibuk membahas kemungkinan harga cincin berlian yang Yana pakai sekarang Yana yang sudah mulai riang juga terlihat tertawa saat Elita dan Putri mengusap cincin itu.


“Semoga bang Ali mau beliin aku yang kayak gini juga.” Ucap Elita


“Aamiin, Aku juga semoga bang Utha bisa beli yang seperti ini untuk aku.” Jawab Putri.


“Jual aja semua ikan arwana bang Ali kak, pasti kebeli lebih dari ini juga.” Ujar putri memberi saran pada Elita.


“Kamu mau liat aku di usir dari rumah dek,” Jawab Elita yang membuat tiga orang itu tertawa.


Tawa mereka terhenti saat melihat Doni mendekat, Putri yang lebih dulu pamit dengan alasan bayi dalam perutnya lapar dan ingin makan, di ikuti oleh Elita yang beralasan ingin mencari Idris yang tak terlihat sejak acara selesai tadi.


“Kamu suka cincinya.” Tanya Doni pada Yana yang sedang memutar mutar cincin pada jari manisnya itu.


Yana mengangguk dan tersenyum begitu manis. “Kamu bahagia,” Tanya Doni lagi.


“Bahagia mas sangat bahagia.” Jawab Yana meyakinkan. Doni terlihat menangguk tanda percaya pada ucapan Yana.


➰➰➰♥️♥️♥️♥️


Tidak butuh waktu lama untuk masyitah seorang sekretaris berpengalaman untuk mendapatkan keterangan lengkap dengan nomor kontak yang Raja inginkan pengalamannya sebagai sekretaris empat tahun ini tentu saja menjadikan hal ini sangat mudah.


Bukan hanya nomor ponselnya bahkan Tita bisa mendapatkan lengkap dengan alamatnya, meskipun Tita sedikit heran untuk apa bos nya itu nomor ponsel ibu dan bapak guru itu.


“Pak data lengkap yang ikut seminar itu sudah sayah forward ke bapakh,” Ucap Tita saat Raja hampir masuk ke ruang ketua prodi ekonomi akuntansi tempat dimana meja kerja Raja berada.


“Iya.” Jawabnya tanpa melihat ke arah Tita.


“Pak Jadwal bapakh untuk besok jugah sudah sayah kirimkan.”


“Iya,” Jawabnya lagi dan masuk tanpa memperdulikan Tita, Namun saat keluar Tita malah memanggilnya lagi.


“Pak,”


“Apa lagi Masyitah apa lagi.” Jawab Raja sedikit menaikan suaranya.

__ADS_1


“Duh bapak buat Titah kaget lagi copot ni jantung Titah.” Jawab Tita sambil memegang dada.


“Karena kalau kau terkejut bicara mu jadi normal.” Ucap Raja datar.


“Itu Pak surat ajuan untuk mahasiswa magang di NarArt company, mereka setuju menerima mahasiswa magang dari kampus kita" Dan pada saat serius Tita selalu berbicara normal.


"Sejak kapan, bukanya mereka tidak terima mahasiswa magang"


"Kali ini surat yang kita ajukan disetujui pak mereka juga setuju untuk kerja sama jangka panjang"


"Boleh aturkan saja jadwal saya bertemu dengan pak Furaq"


"Ketemu anaknya aja pak ganteng tau pak anaknya temen eSeMAh nya Titah Raka namanya baik masih muda lagi pak.


Raja menaikan alisnya melihat kearah sekretarisnya dengan serius, sudah sangat sabar rasanya Raja dengan Masyitah ini namun tugasnya sebagai ketua prodi di tambah dengan jadwal mengajar yang juga sangat padat membuatnya masih membutuhkan sekretaris yang kerjanya beres seperti masyitah ini.


"Ehh ups masih gantengan bapakh sih, tapi sama-sama galak." Ucap gadis itu lagi (mulai kumat manjahnyah).


“Saya pikir suami mahasiswa bernama loly itu bisa magang di NarArt Company karena masih kerabat dengan pak Faruq tapi ternyata menang perusahaan itu sudah mulai menerima mahasiswa magang.” Monolog Raja pada diri sendiri.


Namun Tita si sekertaris langsung menyambar kata-kata Raja, "Bapahk kenal samah si ganteng suami mahasiswa bapahk itu.” Ucap Tita dengan mata berbinar.


“Kerja kamu.” Ucap Raja ketus.


“Ihhh Galak deh, tapi Titah sukah.” Ucap gadis itu dan kembali melanjutkan pekerjaanya.


“Lulu, sayang ayo pulang kita jemput kak lili dulu.” Ucap Raja pada putri kecilnya sambil membuka pesan yang di kirim Tita di ponselnya dan menyimpan satu nomor pada ponselnya dengan nama My Ayyana.


Lulu yang sejak tadi menggambar orang-orangan di kertas HVS yang Tita berikan dan mewarnai pipi orang-orangan dengan Tinta merah tampak harus iklas kesenanganya di ganggu.


➰➰To Be Continue➰➰


🙏🏻Untuk rakan rakan yang geli dan kesel sama si Tittah ini mohon maaf ya…


😂dan untuk yang ikut men de sah pas baca part Tittah makasih banget juga karena udah mendalami karakter secara maksimal.


Pokoknya love-love deh untuk Rakan semuahhhhhhhhhhh.


〰️tetap semangat rakan jangan lupa bahagia jangan lupa syenyummmm😊〰️


Yang mau kenalan sama teman eSeMAh nya Tittah boleh baca Tisyabina Adhisty karya sahabat ku Nyai Yunghe.

__ADS_1


(Ngiklan sikit ya 🙏🏻)


__ADS_2