Dia Yang Kembali Datang

Dia Yang Kembali Datang
Bersama tiga dara


__ADS_3

☕️☕️


My Ayyana


[Sama-sama, Lala. Bilang sama ayah harus bisa jaga kondisi, sebab ada tiga bidadari kecil yang butuh ayah selalu sehat.]


Balasan pesan dari nomor kontak yang dia simpan dengan nama My Ayyana seolah memberi efek kafein tingkat tinggi.


Tubuhnya yang telah ia baringkan di sebelah Lala dengan mata yang sudah mulai layu spontan terbuka lebar dan duduk kembali dengan mata mendelik dan kembali membaca pesan itu.


Benar kata Titah sang sekretaris kalau cinta berjuta rasanya, tapi yang terjadi pada Raja sudah keterlaluan cinta membuat si duda lupa sudah punya anak tiga.


“Ayah kenapa?” Tanya Lala panik yang tak kalah terkejut dengan sikap ayahnya yang sudah seperti orang kerasukan setan yang tiba-tiba mengejutkannya.


“Eh em anu kak apa ini ada berita di sosial media.” Jawab Raja gugup.


“Oh..” jawab gadis kecil itu dan kembali tidur di sebelah ayahnya sambil memeluk bantal guling.


Raja memegang dadanya, detak jantungnya berdegup tidak normal dengan kecepatan di atas rata-rata. Jika di pasang alat pendeteksi pompa jantung pasti ia disarankan untuk di rawat di ruang intensif jantung ICCU untuk diberi panganan meringankan kerja jantungnya yang tak normah hanya karena cinta.


Dengan hati cerah bak mata hari pagi di tepi pantai Raja membalas pesan itu sambil terus menyungingkan senyum di wajahnya.


[Makasih Ay perhatiannya, ini abang bukan Lala nanti abang sampaikan sama Lala ya. Besok boleh abang jemput kita sarapan pagi sama-sama?]


Pesan itu Raja kirim pada Yana dan langsung ada tanda pesan itu sudah dibaca, dua minit tak ada balasan. Selanjutnya lima menit tapi tak juga ada balasan.


Sekarang sudah dua puluh menit tapi tetap tak ada balasan, padahal pada keterangan kontak Yana di aplikasi pesan itu tertulis ‘online’.


Raja menutup layar ponselnya dan meletakan ponsel itu di atas nakas, ia kembali berbaring dengan menatap langit-langit kamarnya.


Tok tok tok


Ketukan pintu kamarnya kembali terdengar, disusul suara Lulu yang menangis.


“Ayah, kak La hilang hikz.” Raja bergegas membuka pintu kamar yang tak pernah ia kunci itu.


“Kenapa.” Tanya Raja pada Lulu sambil mengangkat Lulu kedalam pelukannya.


“Kak La hilang.” Ucap gadis itu sendu.


“Itu kak La tidur, tunggu disini sama kak La ayah angkat kan Li kesini ya.” jawab Raja sambil menurunkan Lulu dari gendongannya di atas tempat tidur itu.


“Kak Li juga hilang.” Jawab Lulu polos.


“Hah.” Raja cukup terkejut dengan pernyataan Lulu.

__ADS_1


“Ish kebiasaan aku ditinggal.” Terdengar suara Lili yang masuk dan langsung menutup kembali pintu kamar ayahnya, gadis kecil itu langsung naik ketempat tidur ayahnya dan tidur di samping Lala.


“Tadi hilang kemana Li.” Tanya Raja memastikan berita dari Lulu.


“Kamar mandi.” Jawab gadis kecil itu singkat dan langsung kembali tertidur sambil memeluk bantal pisang yang Ia bawa dari kamarnya.


Raja akhirnya menidurkan Lulu di sebelahnya, dari semua anaknya hanya Lulu yang masih mau di peluk-peluk, sedangkan dua gadis kecil lainya sudah tak mau.


Sebenarnya sakit yang ia alami akhir-akhir ini tidak murni karena Yana, nasib anak-anaknya adalah beban pikiran terberatnya saat ini..


Ia tidak percaya diri dengan keadaan yang ada, ia memang mencintai Yana tapi ia juga sadar diri statusnya sebagai duda anak tiga tak akan pernah sama seperti sedia kala.


Jika dulu ada alasan syarat dari pak Ahmad yang tak mampu ia penuhi maka tak menutup kemungkinan kali ini juga sama. Ditambah lagi kali ini ia punya tiga bidadari berharga seperti kata Yana.


Sebenarnya Raja juga khawatir bagaimana nasib Yana nanti jika harus menikah denganya, bagaimana anak-anaknya nanti dan yang paling mencemaskan adalah mampukah dia adil nanti antara Yana dan anak-anaknya.


“Yah, nti kalau udah beli mama baru yuyu boleh bobo sini.? Ucap Lulu dengan mata sayu hampir tertidur dan memeluknya erat.


“Boleh.”


“Kapan belinya?” Tanya Lulu lagi.


Raja tak punya jawaban untuk itu, ia hanya memeluk Lulu lebih erat dan mengusap punggung balita itu.


“Ayah sayang Lulu, ingat itu ayah sayang Lulu.” Bisiknya berkali kali di telinga Lulu.


Ponselnya kembali berdering, ia bergegas memgambil ponselnya dan mengusap tombol hijau ke kanan menerima telpon dari bapak.


“Bang, minggu depan kami berangkat ya jan lupa kau jemput nanti.” Suara mak Duma di sebrang sana terdengar nyaring setelah mak Duma menjawab salamnya.


Setelah berbicara panjang lebar Raja menyudahi telpon itu dan melirik jam dinding, hampir jam dua belas malam. Mamak menelponya hanya untuk mengatakan akan datang ke Jakarta minggu depan di hampir jam dua belas malam, sunguh mamak ajaib.


Namun mukan itu masalahnya sekarang melainkan ia hanya punya waktu satu minggu lagi untuk meluluhkan hati Yana sebelum mamak ajaibnya datang dan mengacaukan semuanya.


☕️☕️☕️☕️☕️


Jika Lulu tak sabar punya mama baru makan Duma Hasian istri tercinta pak Yazis tak sabar punya menantu baru.


“Disitu kita mau berangkat disitu pulak bapak sakit.” Ucap mak Duma sambil melumuri badan bapak dengan minyak angin.


“Masih minggu depan.” Jawab pak Azis datar.


“Iya memang, tapi tiket pesawat udah dibayar si Rani kek mana nanti kalau kita pergi bapak masih sakit.” Ucap mak Duma kembali, sore tadi ia memang sudah menerima dua tiket pesawat Perkutut Airlines yang diantarkan Mahrani anak bungsu mereka.


“Masuk angin aja lo aku Duma, gak nya masuk angin pun ga bisa naik pesawat.” Ucap pak Azis mulai kesal.

__ADS_1


“Maksud ku kan kalau bapak sembuh lebih enak lagi kita perginya.” Jawab mak Duma memberi alasan keresahan yang ia rasakan.


“Iya, sembuh aku minggu depan. Tenang kau.” Jawab pak Azis menenangkan.


Mak Duma yang selalu saja bertindak terlebih dahulu baru berpikir memang sangat cepat meledak-ledak, namun menurut pak Azis mak Duma adalah wanita terbaik seantero sumatra dan sekitarnya. Itu juga hanya pak Azis katakan saat di depan mak Duma saja tentunya.


“Semoga aja Yana belum ada lagi calonnya, siapa tau dia mau ku jodohkan dengan si Raja.” Ucap mak Duma sambil terus memijat pundak suaminya.


“Inilah, ini yang buat aku sakit ga sembuh-sembuh.”


“Apa pulak, kenapa memangnya.” Tanya mak Duma tanpa dosa.


“Otak mu itu, ntah hapa-hapa kau pikirkan.”


“Cukuplah Mia dulu udah kau buat susah, jangan ada perempuan lain lagi.” Jawab pak Azis tak setuju sambil mengenang saat Mia menangis bercerita minta cerai dahulu di hadapannya dan Duma tanpa pernah mau jujur apa alasannya, meski Mia tak mengatakan bahwa Raja mencintai wanita lain namun mak Duma dan pak Azis tau itu alasanya.


“Tapi buktinya ga jadi pisah orang itu, Raja sama Mia baek-baek aja.” Ucap mak Duma membela diri, “Bapak juga yang jodohkan dulu itu aku ngikut aja nya” Tambah mak Duma lagi.


“Itulah makanya ku bilang udah jangan lagi, biarlah si Raja sama bunda kawan si Lili itu aja.”


“Macam cantek kali pun perempuan itu sampe sakit anak ku di buatnya.” Cicit mak Duma kesal membayangkan anaknya pernah sampai masuk rumah sakit gara-gara bunda teman Lili yang sampai saat ini tak pernah ia tahu siapa orangnya..


“Namanya anak kita udah duda anak tiga Duma, berpikir juga lah anak gadis menerimanya kurasa.”


“Iya ya pak, Yana pun masih gadis juga. Mananya mau dia sama Raja ya.” Bu Duma mulai Ragu dengan niatnya.


“Pak, kalau aku meninggal bapak kawin lagi,? Tiba-tiba mak Duma menanyakan hal yang tak penting pada suaminya.


“Eh kenapa itu pulak pertanyaan mu, berpuluh tahunnya kau jadi istriku tak pernah kau tanya itu.” Pak Azis menanggapi dengan sedikit heran.


“Bapak jawab aja udah.” Mak Duma sudah mengerucutkan bibirnya tanda ia sudah kesal.


“Oh jelas, yang macam masyitah sekertaris si Raja itu ku cari.” Jawab pak Azis santai karena tau kemana arah pembicaraan Duma Hasian sang istri tercinta.


“Gatal kali pun ah udah tua ga sadar diri.” Jawab bu Duma sambil beranjak menyudahi pijatan pada pundak suaminya.


“Ku jawab salah, gak dijawab salah.” Ucap pak Azis sambil terkekeh.


☕️☕️to be continue☕️☕️


☕️Cinta membuat si duda lupa sudah punya anak tiga.sehingga membuat penulis di teror rakan pembaca.


“Nyusahin aja kau ini bang Raja ”


☕️ICCU (Intensive Cardiologi Care Unit) merupakan ruangan yang melayani perawatan pasien kritis dewasa yang mengalami gangguan pada jantung

__ADS_1


☕️Jan lupa bahagia rakan, jan lupa syenyummmmmmmmmmm


__ADS_2