
Assalamualaikum Rakan, apa kabar aku mau promo novel baru nih, tapi Up nya di Apps F I Z Z O yukk mampir ya rakan.
Waktu berlaku sampai saat Raja dan Yana datang menjemput mak Duma, pak Azis belum juga sukses merayu wanita itu agar tak usah ikut ke arisan.
“Pamit kami ya pak, banyak-banyak bapak berdoa,” ucap Raja pada bapaknya saat meninggalkan rumah sambil melambai-lambaikan tangan pada pak Azis.
Dugaan Raja benar terjadi, mak Duma merasa ketenangannya terusik saat melihat bu Hendon, masalah makin melebar saat bu Hendon blak-blakan menanyakan kabar pak Azis dan berkali-kali wanita itu memuji pak Azis dengan penuh kagum.
Mak Duma tetaplah wanita yang menjunjung tinggi harga diri, ia hanya tersenyum saat Hendon terus saja mengajaknya bercerita perihal pak Azis.
Namun hal itu hanya tersimpan di depan khalayak ramai, saat sudah di mobil dalam perjalan pulang mak Duma sudah berencana akan memberi peringatan keras pada pak Azis, padahal pak Azis tak perna tau salahnya apa.
Yana yang akhirnya tau cerita itu juga menyesal telah mengajak mak Duma, namun apalah guna menyesal yang tak dapat memperbaiki keadaan.
Saat sampai di rumah, mak Duma mendapatkan pemandangan tak kalah menyakitkan, dengan mata kepalanya mak Duma melihat pak Azis memberikan tisu pada Maryam, ibu Tita yang sedang menangis di teras rumah mereka.
Mak Duma sudah menganggap Maryam seperti anak sendiri, namun bibit cemburu yang sudah ada sejak dari arisan tadi membuat amarah mak Duma memuncak tak dapat di kendalikan lagi.
“Mak, aku harus bagaimana?” Maryam bergegas memeluk mak Duma saat melihat wanita itu. mak Duma dengan bijak membalas pelukan Maryam dan menanyakan apa yang terjadi.
__ADS_1
Sedangkan matanya menatap tajam pada pak Azis siap menerkam dan menghabisi pak Azis detik itu juga, mak Duma yakin Maryam tak salah hanya saja ia tak suka saat pak Azis memberi perhatian pada wanita lain.
Hari sudah senja, Maryam sudah pulang di jemput oleh Tita dan suaminya, wak Mar sudah menyiapkan makan malam dan semua sudah berkumpul di meja makan.
“Bang, tanyakan sama bapakmu dia mau ikan goreng atau ikan gulai?” ucap mak Duma pada Raja, dan membuat mata Lili,Lulu dan Nua menatap opung mereka.
“Bap_” suara Raja tertahan karena pak Azis sudah menjawab lebih dahulu.
“Bilang sama mamak mu, bapak ikan goreng aja.” Jawaban pak Azis membuat mata ketiga cucunya beralih menatap pak Azis.
“Mak, kat_” lagi-lagi Raja tak melanjutkan kata-katanya karena mak Duma sudah meletakkan ikan goreng di piring suaminya. Dan diikuti dengan tiga pasang mata cucunya mengikuti gerak tangan mak Duma.
“Pak, kata ma_” kali ini Raja kembali diam saat melihat pak Azis sudah mulai membuka mulut, namun yang terjadi nyatanya Lili yang bersuara lebih dulu, gadis kecil yang sudah duduk di bangku kelas empat SD itu sudah tak sabar melihat ayahnya terzolimi.
“Opung, kalau mau kirim pesan, orangnya harus jauh-jauh. Kalau opung masih mau kirim pesan untuk atok biar ku bawa atok ke depan nanti baru opung bisa kirim pesan.”
“Ga paham kau itu,” jawab mak Duma santai.
“Cemburu lah dia itu,” celetuk pak Azis mebuat mak Duma. Bertambah kesal.
“Mana pulak aku cemburu sama orang tua macam bapak.” bibir mak duma sudah maju dua centi saat berbicara.
__ADS_1
“Biasa kau kalau cemburu, hamil lah kau itu Duma.” Pak Azis tak mau kalah.
“Mulutmu ya, ga malu kau depan cucu.” Sepanjang perdebatan itu mata Raja,Yana dan anak-anaknya mengikuti kemana arah sumber suara.
“Tok, pung, makan dulu aku sebentar ya nanti ku jelaskan soal kirim pesan, kalau opung ga percaya nanti ku lihatkan buku pelajaran ku” Lili dengan wajah seriusnya mengajari mak Duma membuat Raja tertawa paling kencang di antara semua.
Namun saat melihat wajah mak Duma, tawa Raja diam seketika membayangkan sang pemilik pintu surganya sedang marah.
“Ya udah, bapak mau minum apa abis ini?” tanya mak Duma langsung pada pak Azis.
“Kalau kau yang buatkan apa aja aku mau, Duma,” jawab pak Azis dengan senyum paling manis.
“Itu baru betul, kalau dekat-dekat ga usah kirim pesan.” Lili kembali berbicara sebelum menyuapkan satu sendok nasi goreng ke mulutnya.
🌴🌴🌴
🌴Haloooo Rakan, apa kabar? Aku mau kasih info nih, aku punya karya baru dengan judul “Terjerat Cinta Barista” Rilis di Apps F I Z Z O yuk mampir kesana ya Rakan.
Jan lupa syenyummmmm jan lupa bahagia Rakan 😘
__ADS_1