Dia Yang Kembali Datang

Dia Yang Kembali Datang
Maunya Mak Duma


__ADS_3

💚💚


Keesokan hari setelah pertemuan pak Ahmad dengan Doni dan pak Anggara, bu Nur terus saja mendampingi Yana di rumah mengajak wanita itu mengobrol apa saja.


Bahkan saat siang hari Putra menghubungi pak Ahmad bahwa Putri telah melahirkan seorang anak laki-laki bu Nur dan pak Ahmad tetap saja tak pergi bersamaan ke rumah sakit.


Bu Nur yang lebih dahulu pergi melihat cucu dan menantunya itu, setelah bu Nur pulang barulah pak Ahmad yang pergi.


Yana sempat bertanya pada ayah dan ibu namun bu Nur hanya mengatakan bahwa ia hanya tak ingin meninggalkan Yana yang baru sembuh dari sakit sendirian.


Sore itu Yana sempat menghubungi Doni, ia hanya berniat menanyakan apa maksud Doni mendiamkannya seperti ini. Namun dari dua panggilan yang Yana lakukan tak ada satupun yang Doni angkat, begitu juga pesan tak ada pesan Yana yang Doni balas.


Mengalihkan rasa gelisah yang mengganggu gadis itu akhirnya membuka sosial media yang ia punya sembari merebahkan diri pada kursi malas di ruang tamu rumah sederhana keluarga meraka yang cukup nyaman itu.


Betapa terkejutnya gadis itu melihat begitu banyak pemberitahuan pada notifikasi aplikasi sosial medianya. Banyak juga pesan yang masuk nyaris mendekati angka seribu.


Sejak Doni mengumumkan pertunangannya dengan Yana di sosial media memang sosial media Yana seketika diikuti oleh ribuan pengikut.


Pertama Yana membuka pemberitahuan komentar pada sebuah foto yang sempat ia unggah beberapa waktu lalu setelah acara pertunangan mereka, ratusan komentar menanyakan apa benar hubunganya dengan Doni telah berakhir dan apa sebabnya.


Yana menutup pemberitahuan komentar foto itu dan beralih pada kotak pesan di aplikasi sosial media itu, dan ternyata isinya sama semua pertanyaan tentang apa benar mereka telah berpisah, pertanyaan kenapa Doni menghapus foto pertunangan mereka pada sosial media pribadi Doni dan apa sebab mereka berpisah.


Yana segera membuka profil sosial media Doni pada di aplikasi sosial media itu dan ternyata benar sudah tak ada foto Yana disana foto saat mereka bertunangan juga sudah tidak ada.


Yana tak ingin membalas satupun pertanyaan orang-orang yang ada di sana ia memilih menonaktifkan sosial medianya dan menghapus aplikasi itu dari ponselnya.


Dadanya terasa sesak seperti dihimpit batu besar, bohong jika dikatakan ia tak terluka. Gadis itu juga berjuang untuk bisa membuka hati pada Doni namun sekarang malah ia harus merasakan dihempaskan begitu kejam tanpa penjelasan sepatah kata pun dari mulut laki-laki yang begitu manis memujanya dulu saat awal perkenalan mereka.


Ibu yang melihat perubahan expresi wajah Yana langsung mendekat, mebuat ayah juga ikut memperhatikan Yana.


“Ada apa kak, pusing lagi? Kepalanya sakit?.” Tanya bu Nur panik sambil memegang kening Yana.


Anak gadis bu Nur dan pak Ahmad itu hanya menggelengkan kepala dan tersenyum.


“Aku baik-baik aja.” Ucapnya menenangkan ibunya.

__ADS_1


“Bu, ada yang aku ga tau.” Tanya Yana pada bu Nur. Namun wanita itu hanya diam saja dan malah melempar pandangan pada suaminya yang duduk tak jauh dari mereka.


Seolah paham dengan apa yang akan terjadi pak Ahmad bangun dari duduknya dan mendekat pada anak sulung dan istrinya itu.


Yana bergegas membuka cincin berlian yang melingkar manis di jarinya, dan menyerahkannya pada bu Nur.


“Ada yang Aku ga tau yah tentang ini,” ucap Yana sambil menunjuk cincin berlian yang sudah berada di telapak tangan ibunya.


“Ayah minta maaf kak,” Ucap pak Ahmad sambi mengelus kepala anaknya.


“Ayah tidak bisa melepaskan kamu dengan orang yang ayah tak percaya bahwa dia mampu membahagiakanmu, maafkan ayah.”


“Ayah, boleh Yana tau cerita lengkapnya.” Ucap gadis itu dengan tegar dan akhirnya membuat pak Ahmad mengangguk dan menceritakan semua kejadian di mushola rumah sakit sore kemarin tanpa ada yang di tutupi.


Yana diam cukup lama, bu Nur sampai menepuk pundak gadis itu berkali kali mengucap kata sabar berulang ulang. Kemudian Yana membenarkan duduknya, merentangkan tangan meminta ayah dan ibu memeluknya.


“Kakak gapapa semua sudah jalan ceritanya ayah sama ibu ga usah susah aku beneran gapapa,” Ucap Yana di dalam pelukan ayah dan ibunya.


Bun Nur yang awalnya mengira Yana akan menangis hebat ternyata tidak, wanita yang masih segar di usia senjanya itu mengucap syukur berkali kali pada yang kuasa saat melihat anaknya begitu kuat menghadapi masalah ini.


“Aku mau liat bayinya Utha, aku kerumah sakit boleh ga.?” Tanya Yana saat sudah melepas pelukan kedua orang tuanya.


“Boleh, ayah yang antar.” Ucapa Pak Ahmad antusias.


“Ibu ikut.” Tambah bu Nur tak kalah antusias. “Tapi kita makan malam dirumah dulu ibu masak sebentar.”


“Kita makan pecel lele warung tenda depan komplek aja gimana.?” Tanya Yana lagi, dan langsung disetujui oleh kedua orang tuanya.


Kecewa sudah pasti sedih juga sudah pasti gagal menikah bukan hal yang mudah, apalagi untuk orang seperti Yana yang gagal menikah dengan seorang eksekutif muda seterkenal Doni.


Beruntung selama ini ia tak pernah mau dirinya di expose secara berlebihan, Karena memang Doni juga tak ingin foto Yana tersebar luas. foto-fotonya yang tersebar setelah acara pertunangan itu juga hanya foto yang tampak samping dan tidak terlalu jelas.


➰➰➰♥️♥️♥️


Di pulau lain di negara ini, seorang istri sedang mengibarkan bendera perang dan mengumumkan kontak senjata pada pak suami yang dituduh lebih sayang pada ikan-ikan nya di bandingkan pada sang istri yang sudah empat puluh tahun mendampinginya dalam senang dan susahnya.

__ADS_1


Wanita itu merasa cinta pak suami sudah memudar hanya karena pak suami tak mau mengantarkan wanita itu ke ibu kota menemui anaknya yang ternyata tak bisa pulang kampung karena banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan.


Jika ditarik garis lurus untuk mencari titik benar maka sudah dapat dipastikan pak suami ada di sisi benar yang patut dibela, bukan pak suami tan mau mengantar m, hanya saja pak suami meminta waktu dua minggu sampai ikan-ikanya panen. Sehingga nanti saat di ibu kota mereka bisa menikmati waktu lebih lama dan tak buru-buru pulang.


Namun teory wanita tak pernah salah jelas sudah berlaku pada keluarga ini jauh sejak Mahraja putra pertama mereka belum lahir kedunia fana ini.


“Mak rasa-rasa bapak memang udah ga cinta lagi sama mamak, kalau tau mamak caranyan kalau berani mama naek pesawat sendiri ga pun mamak ajak bapak,” Ucap bu Duma menggebu sore itu setelah membuat kopi dan menyajikan ya dengan sepiring pisang gore hasil buatannya sendri.


Defenisi di mulut mengatakan benci tapi di hati tetap paling dicintai, sedang marah saja masih sempat mak Duma menyiapkan cemilan sore untuk suaminya yang baru kembali dari memberi pakan ikan.


“Kan udah ku bilang, dua minggu lagi tunggu ikan-ikan itu panen dulu baru pergi kita Duma.” Jawab pak Azis tenang.


“Dulu masih mamak muda, masih aku cantek ku tengok apa ku minta langsung bapak iyakan.” Meski sudah tua saat merajuk begini wanita tetap saja perlu dibujuk dan di puja.


“Sekarang pun kau cantek Duma, sampai kapanpun kau cantek, sabar dulu ya.”


“Banyak kali cakap bapak ga percaya lagi aku sama rayuan bapak udah empat puluh taun ku dengar udah bosan aku.”


“Jadi kek mana mau mu, Duma.” Rayuan pak Azis sudah habis stok.


“Ayoklah ke Jakarta kita pak, rindu kali kurasa sama Raja sama anak-anak itu juga, ga tertahankan lagi ini.” Mak Duma mulai merengek.


Pak Azis menarik nafas dalam, untuk pak Azis, Duma adalah segalanya. Wanita itu ia nikahi saat umurnya masih delapan belas tahun itu yang membuat pak Azis banyak mengalah pada mak Duma dan itu berlaku sampai sekarang, Namun meski demikian Mak Duma adala istri soleha yang selalu patuh pada suami.


“Ya udah ku pikir dulu malam ini macam mana nanti yang terbaiknya.” Jawab pak Azis.


“Kalau besok pagi bapak jawab ga mau juga ngantar mamak, berarti udah ga sayang lagi bapak sama mamak.”


“Duma oh Duma.” Pak Azis menyebut nama istrinya sambil geleng geleng kepala.


➰➰To be continue➰➰


♥️emak-emak disini jangan ikut tingkah mak Duma yaa ga baik kasian pak Azis dan para bapack bapack di dunia nyata😁😁


😎Untuk yang udah mudik selamat mengenang masa-masa indah di sudut kampung halaman, untuk yang mau mudik hati-hati dijalan kata judul lagu hihihihi, Jangan lupa bahagia rakan jan lupa senyummmmm dan jan lupa pamer foto mudik kalian ya biar kami-kami yang tidak mudik ini merasakan euforia kampung halaman sekaligus merasakan Iri hati

__ADS_1


__ADS_2