Dia Yang Kembali Datang

Dia Yang Kembali Datang
Sarapan Sama Mantan


__ADS_3

☕️☕️


Dalam teory mengejar wanita kali ini Raja bisa dikatakan terlalu percaya diri dengan sikapnya yang sekarang.


Seorang laki-laki lajang dan mapan saja belum tentu memiliki tingkat kepercayaan diri setinggi yang ia miliki sekarang.


Tapi itu hanya tampak luar, sikap yang Raja tunjukan hanya kamuflase untuk menutup kegugupan dan rasa tak percaya diri yang menggunung pada dirinya.


Jika di zaman sekarang istilah insecure sedang sangat tenar maka yang sekarang Raja rasakan adalah biang si insecure.


Pagi tadi sebelum keluar kamar ia mengganti bajunya berkali kali, dari enam stel baju yang ia coba hanya yang kali ini ia kenakan membuatnya terlihat lebih muda, itu juga versinya sendiri.


Bukan tanpa alasan ia melakukan itu, saingannya adalah executif muda dan mapan serta tampan meskipun ia tak tau apa alasan pembatalan pernikahan itu tapi menurutnya pandangan pertama Yana kali ini untuknya harus punya poin lebih.


Tapi nyatanya tak demikian wanita itu tak sedikitpun terlihat kagum dengan penampilannya. Sungguh menyedihkan.


Saat iya menuju keluar dari sekolah itu beban di kepalanya bertambah berat, kenyataan bahwa hari ini dia hanya menggunakan sepeda motor membuatnya merasa kalah jauh dari laki-laki yang pernah menjadi calon suami Yana beberapa waktu lalu.


Dengan segala keyakinan hati dan percaya diri bahwa ia mengenal Yana lebih dari Doni mengenal Yana dia yakinkan diri untuk tetap menunggu Yana di cafe depan sekolah.


Ia tau betul Yana bagaimana, Yana bukanlah wanita yang memandang segala hal dari sisi harta dan jabatan, ia juga yakin Yana yang sekarang juga masih begitu.


Tetapi sapaan Yana pagi ini padanya sebenarnya sangat membuatnya terkejut ‘kamu’ wanita itu memanggilnya kamu dan menyebut dirinya ‘aku’ belasan tahun lalu saja saat mereka baru berkenalan Yana sudah memanggilnya dengan sebutan abang dan ketika saat ini di panggil kamu rasa jarak antarnya dan Yana sungguh terasa sangat jauh.


Sebegitu bencikah Yana padanya? dia kah penyebab batalnya pernikahan Yana? bermacam-macam pertanyaan menari-nari indah di kepalanya.


Dua gelas teh hijau tanpa gula sudah habis masuk keperutnya dan bahkan si pelayan sudah mengantarkan gelas ketiga, ia jujur pada Yana bahwa ia belum sarapan dan akan sarapan jika ditemani wanita itu. Benar-benar virus cinta gila sudah menyerangnya lebih parah.


Raja melirik jam di tangan kirinya 10.28 ia bergegas menghabiskan teh hijau gelas ketiganya yang tersisa setengah gelas lagi, jika ditanya lapar laki-laki itu jelas lapar pagi tadi ia hanya menyiapkan sarapan dan bekal anak-anaknya tanpa ikut sarapan.


Laki-laki itu bangun menuju kasir untuk membayar tiga gelas teh hijau yang sudah pindah ke perutnya dan membuka perutnya menjadi sedikit kembung. Tapi tak apa demi cinta jangankan tak sarapan tidak makan seharian pun ia lakukan.


Raja mengeluarkan satu lembar uang berwarna merah dan menyerahkannya pada kasir. Saat itu juga masuk satu pesan di ponselnya tertulis nama ‘My Ayyana” disana.


‘Kamu di cafe depan kan, tunggu aja disitu aja aku kesana jam dua belas.”

__ADS_1


“Ambil aja kembalianya.” Kata Raja pada kasir itu, rasa bahagia mendapatkan pesan dari Yana membuatnya tak perlu menerima kembalian dari kasir cantik yang sudah mencuri pandang padanya sejak pagi tadi.


Dunia raja berubah cerah seketika ia kembali duduk di kursi yang tadi sempat ia duduki, terasa aneh memang tapi demi menunggu Yana ia rela menahan lirikan mata-mata orang di sekelilingnya.


Beberapa waktu kemudian Raja kembali melirik arloji di tangan kirinya jarum panjang di arlojinya menunjukan lima belas menit lagi menuju jam dua belas.


Jika Yana datang tepat jam dua belas ia punya waktu satu jam tiga puluh menit untuk mengobrol dengan Yana sebelum menjemput Lulu.


Pesan dari Yana membuatnya kembali merasa di atas awan, ia bahkan sudah berani berangan-angan akan mengajak Yana pergi menjemput Lulu bersama ke sekolah putri kecilnya itu.


Senyumnya sudah melebar hingga ke telinga sampai membuat kasir cafe itu ikut senyum-senyum juga karena terbawa perasaan, baper istilah remaja masa kini.


Menunggu waktu lima belas menit itu rasanya begitu lama untuknya padahal ia sudah menunggu sejak jam delapan pagi disana, kepalanya sudah penuh dengan Yana Yana dan Yana.


☕️☕️☕️☕️


Yana mulai menerima satu persatuan tugas dari siswanya dalam lembaran double folio masing-masing anak menulis dalam satu sampai dua lembar double folio.


Kepalanya juga sudah pusing, jika ia tak menemui Raja maka itu artinya ia tak menepati janji, sedang jika ia menemui Raja maka itu bertolak belakang dengan hatinya dan bagaimana tentang janjinya pada anak-anak didiknya.


Tak menunggu lama pesan yang dikirim itu langsung terlihat dibaca oleh si penerima pesan, cukup lama Yana menunggu tapi tak balasan pesan itu.


Yana pikir sudah tak mungkin Raja menunggu begitu lama, tapi Yana tidak baru hari ini kenal Raja meski bukan seorang pemaksa tapi bisa di pastikan Raja selalu menepati janjinya.


Tempat jam dua belas kurang lima belas menit notifikasi pesan pada ponselnya berbunyi. Tertera nama yang baru saja ia simpan di kontak ponselnya sekitar satu jam lalu, itupun hasil ia mencari pesan lama yang pernah Raja kirim saat ia bertunangan dulu.


Hantu blau


”Iya abang masih tunggu disini dan belum sarapan”


Jantung Yana terasa nyeri seketika, sejahat itukah dia sampai membiarkan Raja tak sarapan sampai sudah waktu jam makan siang.


“Bodoh, kalau sakit gimana anak mu siapa yang urus.” Monolog Yana setelah membaca pesan itu.


Bel jam istirahat berbunyi semua anak-anak itu bersorak bahagia, Yana berfikir sejenak mungkin ia akan ke kantin belakang membayar bakso untuk anak-anak muridnya dan setelah itu menemui raja.

__ADS_1


☕️☕️☕️☕️


Mata Raja berbinar saat melihat Yana memasuki cafe itu, jika saja jantungnya tidak tertutup tulang iga mungkin si jantung sudah melompat keluar tak terkendali.


Tapi pemandangan berikutnya membuatnya hampir saja pingsan seketika, setelah ini ia benar-benar harus memeriksa kesehatan jantung ya.


“Eh ada pak Raja, apa kabar pak?” Tanya Yana saat ia sudah di hadapan wanita itu.


“Baik.” Jawab Raja datar saat melihat sekitar tiga lulus siswa mengikuti Yana.


“Makan siang juga pak,” Tanya Yana lagi.


“Iya,” Jawab Raja, ia masih berfikir positif bahwa Yana hanya bersandiwara di depan anak-anak muridnya.


“Anak-anak ini pak Raja ibu pernah ikut seminar beliau pematerinya.”


“Mas mie Ramen untuk semua siswa saya ya.” Ucap Yana pada pelayan cafe membuat siswa-siswi itu mulai menduduki kursi-kursi yang ada.


“Ayo pak makan sama-sama.” Ucap Yana seolah tak terjadi apa-apa.


“Ayo mau sarapan, kan. Jangan lupa bayarin semua.” Bisik Yana tepat di samping Raja.


Raja sudah ikhlas dan mulai bernafas lega setidaknya ia bisa duduk semeja bersama dengan Yana, tapi nasib buruk memang sedang menguntitnya.


“ibu kami duduk disini ya.” Ucap empat murid Ayana bersamaan meminta duduk di meja yang sama.


Raja hanya bisa berharap Yana akan menolak permintaan keempat muridnya itu.


☕️☕️to be continue☕️☕️


Rakan pembaca : tumben up lagi


Me : aku lagi rajiin soalnya kelender ku tanggal merah.


Rakan pembaca : besokk??

__ADS_1


Me : hitam lagi 😭


__ADS_2