Dia Yang Kembali Datang

Dia Yang Kembali Datang
Apakah Harus Seperti Ini


__ADS_3

💚💚


Seperti bangkai yang disimpan, serapi apapun sebaik apapun menyimpanya tetap saja ketahuan pada saatnya.


Begitu yang Putra pahami tak mungkin ia menyimpan rahasia itu pada semua terlebih Putri sang istri sudah menuduhnya yang tidak-tidak.


Dengan keberanian yang ia punya Putra mengangkat kepala memberitahu hal terburuk pertama di hadapan Ayah, ibu istri dan babe mertuanya.


Setelah teriakan histeris Putri menuduh putra selingkuh pak Ahmad dan babe Zuki menarik Putra keruang tamu rumah itu, dan mendudukkan putra pada sofa single serta di kelilingi yang lain. Putra sudah seperti terdakwa kasus kejahatan berat.


“A..a aku berkelahi sama Doni,” Kata Putra ragu-ragu.


“Maksudnya abang ketahuan selingkuh sama mas Don terus mas Don mukulin abang,” Putri masih pada tuduhannya.


“Jangan bilang yang di bilang istrimu benar, ibu bunuh kamu.” Bu nur menambahi sambil berbalik melihat Putri yang duduk di sampingnya. bukan membela anaknya malah menantunya yang ia bela.


“Et dah buset ni anak kebanyakan nonton sinetron lu ye.” Babe Zuki mengingatkan Putri anaknya.


Putra menggelengkan kepala mengisyaratkan tuduhan itu tidak benar adanya, bagaimana mungkin ia bisa menghianati Putri istrinya tercinta.


“Jangan setengah-setengah, kamu tau ayah tidak suka hal itu.” Suara pak Ahmad mulai meninggi perasaan tak enak mulai menghantui ayah tiga anak itu.


“Aku berkelahi sama Doni karena kakak.” Dan selanjutnya mengalirlah semua cerita yang terjadi pada Putra tanpa ada yang kurang sedikitpun.


Bu Nur dan Putri sudah menangis membayangkan bagaimana kalau Yana tau hal itu sehancur apa hati Yana. Seburuk itukan Yana dipandang oleh Jelita selama ini.


“Pekerjaan mu.” Tanya pak Ahmad selanjutnya dan langsung membuat Putra menatap istri dan mertuanya bergantian lalu menggelengkan kepala.


“Lu udah kagak kerja di sono lagi?” Tanya babe Zuki pada menantunya memastikan arti gelengan kepala menantunya itu.


Putra hanya bisa diam dan menggelengkan kepala sambil berucap maaf berkali kali pada istrinya dan berjanji akan segera mencari pekerjaan lain.


Putri diam saja entah apa yang ia pikirkan, bagaimana pun ia tentu saja cemas baru satu bulan ini ia resign dari pekerjaanya karena merasa cukup hidup dari pendapatan Putra dan ingin fokus mengurus anak saja. Dan sekarang malah mereka berdua tak punya pekerjaan.


Namun reaksi babe Zuki diluar dugaan, berbeda dengan Putri yang diam saja, wajah babe Zuki langsung berbinar seperti emak-emak menang giveaway.


“Yaa Allah, baek banget Allah sama aye Mad, orang kerja di toko kagak ada yang becus ditinggal sebentar barang laku uang kagak ade.” Ucap babe Zuki pada pak Ahmad.


“Semalam aye doa minta petunjuk sore ini Allah langsung kasih jawaban walaupun caranya begini amat yak.”

__ADS_1


“Noh toko grosir barang kelontong babe butuh kasir kalau sama lu babe yakin pasti aman, kagak besar si itu toko tapi elu sendiri yang jadi bos disana.”


Bukti nyata Allah tak tidur sedang Putra Rasakan saat ini, Allah langsung menggantikan seketika dengan yang lebih baik. Putra langsung memeluk babe Zuki mengucapkan terimakasih.


“Untuk si Yana lu harus tegas Mad, tega bener itu perempuan begitu sama anak kite.” Tambah babe Zuki lagi.


Pak Ahmad hanya diam tanpa ada sepatah katapun keluar dari mulutnya, bu Nur yang terus menangis membuat pak Ahmad menyuruh Putri mengantar istrinya itu ke dalam kamar.


Baru saja bu Nur bangun dari duduknya dunia sudah terasa melayang kepalanya berputar pijakanya tak ada lagi rasa, bu Nur jatuh seketika, beruntung Putra cepat menangkap sehingga kepala bu Nur tak terbentur meja di ruang tamu itu.


Setelah ibu siuman, Ibu ditemani Ayah di kamar, babe Zuki juga sudah pulang sejak tadi, saat ini Putra sedang menangis sejadi-jadinya di pangkuan istrinya. Penyesalan tentu saja ia rasakan.


Allah begitu baik padanya dalam hitungan jam langsung menggantikan pintu rejeki yang lainya, namun bagaimana dengan kakaknya, apa yang akan terjadi pada kakaknya jika kakaknya sampai menikah dengan Doni.


Putra merasa bersalah karena telah menjerumuskan sang kakak ke tempat terburuk dalam kehidupan kakaknya itu.


➰➰➰➰♥️♥️♥️


Yana masih mematung dalam pelukan Doni, selama setahun bersama baru kali ini Doni memeluknya dan pelukan pertama ini disertai dengan tangis pilu dari laki-laki itu.


“Duduk ya, duduk aku jelasin.” Doni membimbing Yana duduk pada kursi teras rumah itu. Yana hanya diam dan mengikuti semua arahan Doni tanpa berkomentar apa-apa.


“Lalu yang benar.” Jawab Yana dingin.


“Itu semua tidak benar, Putra aja yang salah sangak sayang itu ga benar.”


“Yang benar seperti apa.?” Jawab Yana dengan air mata sudah meleleh, sejak tadi ia sudah menahan agar tak menangis namun ternyata ia tak cukup kuat.


Doni diam, tak ada yang bisa laki-laki itu jelaskan karena memang tak ada sisi benar yang ia punya.


“Aku ga dengar apa-apa dari Putra mas, putra tidak cerita apa-apa.”


“Bahkan saat aku tanya kenapa mukanya lebam Putri hanya menjawab dia dirampok orang.”


Yana diam sebentar menatap Doni yang ada di sampingnya yang sudah terlihat lebih panik dari sebelumnya.


Doni sangat terkejut kenapa ia harus mengatakan hal itu pada Yana sebelum memastikan apakah Putra sudah menceritakan atau belum tentang semuanya, saat sedang hancur orang memang kadang hilang kecerdasan.


“Aku dengar sendiri dengan mata kepala dan telinga mas, kata-kata yang keluar langsung dari mulut mama Jelita.” Yana kembali menyeka air matanya yang terus saja meleleh.

__ADS_1


“Bahwa mama Jelita akan mempersiapkan calon istri untuk mas kalau wanita tua seperti aku ini tidak bisa hamil dan punya anak.” Ucap Yana dengan nada bergetar sambil menunjuk dirinya sendiri.


“Sayang bukan begitu maksud mama.” Kali ini Doni lebih terkejut lagi ternyata Yana tau itu bahkan langsung dari mulut mamanya.


“Aku harus apa mas, saat calon mertua ku bahkan sudah menyiapkan istri untuk orang yang aku cintai.”


“Aku tau mas poligami itu dibolehkan, tapi aku manusia biasa yang penuh ego untuk saat ini iman ku belum cukup, aku tidak sanggup kalau itu sampai terjadi.” Kali ini suara tangisan Yana pecah kembali dan membuat Doni kembali memeluk wanita itu. Dan kali ini Yana membalas pelukan Doni dengan erat, sambil terus menangis.


“Aku harus apa mas, harus apa.” Suara Yana tak kalah pilu terdengar di telinga Doni dan tangan terkepalnya memukul-mukul pelan pundak laki-laki itu.


➰➰➰♥️♥️♥️


Putra yang mengetahui kedatangan Doni sudah merasa tangannya gatal sejak tadi, ingin rasanya ia pecahkan kepala laki-laki itu terutama saat dari balik jendela ia mendengar lirih suara kakaknya yang ternyata sudah mengetahui hal itu.


Putri menemani ibu duduk di ruang tamu menenangkan wanita yang sudah ia anggap seperti ibunya sendiri.


Elita menahan Putra untuk tidak keluar dan membiarkan dua sejoli itu menyelesaikan masalahnya.


“Lepaskan anak saya.” Suara pak Ahmad membuat Doni melepaskan pelukan ya pada Yana.


“Apa pukulan dari Putra belum cukup.” Tanya pak Ahmad kembali. Dan berhasil membuat Doni dan Yana tersentak kaget, itu artinya pak Ahmad sudah tahu tentang hal itu.


“Yana masuk”. Ucap pak Ahmad memerintah dan Yana bergegas berdiri serta masuk kedalam rumahnya.


“Dan kamu Doni pulanglah kamu boleh datang kembali kalau kamu sudah bisa menjamin anak saya akan bahagia jika saya nikahkan dengan kamu, serta kalau mamamu yang kaya raya itu sudah berani menunjukkan wajahnya di depan saya.” Ucap pak Ahmad dingin dan segera menutup pintu rumahnya setelah ia ikut masuk dan membiarkan Doni diluar.


Begitulah rasa sakitnya saat di tolak, dengan terang-terangan, jika selama ini Doni hanya bisa mendengar keluh kesah Yana kali ini ia yang merasakan sendiri.


Di dalam rumah Yana yang mendapati ibunya duduk di sofa ruang tamu langsung saja menghamburkan diri pada wanita itu dan kembali menangis. Jika sudah begini dia bisa apa selain mengikuti kata-kata ayah dan ibunya.


Sebagian besar wanita tentu saja pernah mengalami yang namanya patah hati, sebahagian besarannya juga pernah mengalami yang namanya putus cinta, namun jika wanita yang mengalami gagal menikah bahkan di waktu yang sudah sangat dekat dengan tanggal yang ditetapkan hanya sebagian kecil yang mengalami dan mampu melewatinya.


Untuk saat ini sangat kecil kemungkinan untuk Yana bisa melanjutkan pernikahan dengan Doni, kali ini bukan hanya mama Doni yang menentang tetapi juga ada ayah dan ibunya.


semua orang di ruang tamu itu terdiam, lambat laun suara lirih Yana hilang, dan gadis itu terkulai lemas di pelukan ibunya.


➰➰➰to be continue➰➰➰


♥️Apakah semua harus berakhir sudah dan berhenti sampai disini, jangan paksakan aku mengiyakan ingin mu bila tak kau indahkan semua mimpi tentang kita (sepengal lirik lagu dari penyanyi favorit saya)

__ADS_1


〰️tetaph semangath yachhh janganh lupah syenyummmh Rakanh ☺️〰️


__ADS_2