Dia Yang Kembali Datang

Dia Yang Kembali Datang
Pasti Ku Bisa


__ADS_3

💚💚


Hari berganti tanpa bisa dihentikan meski sedetik pun, waktu menuntut manusia untuk siap menghadapi segala hal yang akan terjadi. Kejam memang tapi waktu jugalah yang mengajarkan manusia untuk bisa lebih kuat.


Yana harus menata hari-harinya setelah ia tahu kenyataan bahwa kali ini ia ditinggalkan lagi oleh seorang laki-laki, jika belasan tahun lalu ia. ditinggalkan kekasih kali ini ditinggalkan calon suami dalam hitungan hari menjelang hari pernikahan.


Banyak teman-teman yang menghubunginya dari pesan ataupun telepon yang bertanya kenapa? Bagaimana bisa? Sebabnya apa dan lain-lain, semua hanya Yana tanggapi dengan permohonan minta di doakan yang terbaik saja kedepanya.


Menyibukkan diri adalah hal yang terbaik disaat begini, Yana tak ingin mengurung diri di kamar seperti layaknya orang patah hati, ia sudah pernah menangis seorang diri di kamarnya satu malaman setelah pulang dari rumah sakit mengunjungi Putri tempo hari.


Pagi setelah tangis pilu malam itu ia putuskan untuk menyikapi hidup lebih baik berjanji pada diri sendiri bahwa tidak akan ada tangis setelah ini serta mencintai diri sendiri lebih dari apapun.


Hal pertama yang Yana lakukan saat matahari sudah mulai menyapa pagi itu adalah menghubungi mbak Susi langganan lulur dan pijat yang biasa datang kerumah.


Untuk gadis itu tak perlu salon mahal, sentuhan tangan dan ramah tamah mbak Susi saja sudah membuatnya sangat nyaman dan bahagia.


Beruntung pagi itu mbak Susi tidak ada janji dengan orang lain hanya ada satu bayi yang harus ia pijat dan mandikan sehingga mbak menyanggupi untuk datang di jam sembilan pagi.


Saat mbak Susi datang bu Nur langsung saja menceritakan pada wanita itu tentang Yana sehingga saat proses luluran dan pijat pada Yana mbak Susi tidak menyinggung masalah Doni dan pernikahan sedikit pun.


Selama Yana di lulur wanita asli Jawa tengah itu hanya menceritakan tentang kampung halamanya dan tentang almarhum mertuanya yang mewariskan cara lulur dan pijat padanya sampai ia bisa hidup dari pekerjaan itu.


“Wihh asik banget yang di lulur, traktir gue dong kak.” Elita si biang rusuh datang langsung masuk ke kamar Yana tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


“Ehh copot-copot, dek Elita buat jantung mbak Susi copot ini.” Ucap mbak Susi yang terkejut dengan kedatangan Elita.


Mbak Susi memang sudah mengenal keluarga ini sejak dulu, Almarhum Mbok Atik mertua mbak Susi adalah langganan lulur dan pijat bu Nur sejak dulu.


“Maaf mbak Si aku sengaja biar mbak Si kaget, setelah ni aku ya mbak Si.” Ucap Elita sambil tertawa.


“Siap, setelah ini ya dek.” Mbak Susi sudah senyum bahagian membayangkan rejekinya yang bertambah lagi pagi ini.


“Tapi ngutang dulu ya mbak,” Sambung Elita lagi dan langsung sambung dengan pelorotan mata dari Yana.


“Kamu ih, suka banget ngusilin mbak Susi, aku bayarin kalau kamu mau juga mumpung mbak Susi lagi disini.” Seolah angin segar menerpa Elita langsung saja menerima tawaran rejeki itu dengan bahagia.


“Kak, liburan yuk mumpung Adam libur.” Tanya Elita pada Yana yang sedang di pijat bagian kakinya oleh mbak Susi.

__ADS_1


“Males ah.”


“Ayolah kak biar lu happy gtu.”


“Aku bahagia.” Jawab Yana yakin.


Elita mengalah ia tak ingin kakaknya tak nyaman jika terlalu di paksa, ia bermaksud mengajak Yana liburan agar kakaknya itu tak terlalu memikirkan apa yang sedang ia alami.


“Kalau kakak mau, nanti kabari aku ya aku traktirin semua termasuk penginapan, kakak mau kemana aja boleh.” Jawab Elita sambil merebahkan diri di atas kasur empuk milik sang kakak.


“Ke Arab Saudi sama ke Dubai ya dek,” Jawab Yana santai.


Elita langsung duduk dari tidurnya dan menghadap ke arah dimana Yana berada.


“Ga gitu juga kali kak gue aja belum nyampe kesana.” Jawab ibu anak dua itu serius dan langsung di sambut gelak tawa oleh mbak Susi.


Pijatan dan luluran mbak Susi membuat Yana terbuai sejak mengenal mama Jelita ia tak pernah lagi di pijat oleh mbak Susi. Meski dua minggu sekali mama Jelita membawanya ke salon-salon terkenal untuk perawatan tapi tetap saja tak ada yang senikmat ini, bebas tanpa harus menjaga image.


Selanjutnya obrolan asik mereka sampai membuat tawa ketiga perempuan itu terdengar sampai ke lantai bawah, bu Nur yang mendengar tawa itu tersenyum sambil mengucap hamdalah berkali kali.


➰➰➰♥️♥️


Lain Yana lain lagi Raja laki-laki itu benar-benar sedang dihadapkan dengan ujian berat, hatinya bertambah tak tenang ketika pak Azis menelpon dan mengatakan sudah di bandara Kualanamu sudah boarding dan sedang menunggu di terminal keberangkatan.


Raja bergegas membereskan pekerjaan yang tersisa agar tak terlambat ke bandara untuk menjemput bapak dan mamak tercintanya itu.


Bukan tak senang atas kedatangan orang tuanya, hanya saja kali ini menurut Raja kedatangan mamaknya bukan di waktu yang tepat dan sangat berbahaya.


Masyitah sekretarisnya sudah mengosongkan semua jadwalnya siang itu sesuai permintaan Raja. Gadis itu kini sudah mulai memakai pakaian lebih sopan hanya saja tidak pakai kerudung dan berbicaranya masih sama.


“Pakh udah jham duah belash nantih chamer nyah tittah nungguh lamah.” Ucap sekertaris itu mengingatkan. Pagi tadi ia memang minta diingatkan jika sudah jam dua belas.


“Camer-camer…! kupecat kau ya.” Jawab Raja ketus sambil menutup laporan proposal mahasiswa yang sedang ia periksa.


“Dari pagih marah-marah terush salah Titah apah sih.” Jawab Tita protes.


“Salah kamu buat saya pusing,” Ucap Raja dan pergi berlalu begitu saja meninggalkan Tita yang geleng-geleng kepala melihat tingkah bosnya.

__ADS_1


Beberapa tahun ini menjadi sekretaris Raja tidak pernah ada masalah untuk Tita, Raja juga jarang bahkan nyaris tidak pernah marah.


Tetapi beberapa bulan ini emosi Raja tidak stabil kadang sangat ramah kadang untuk menjawab pertanyaan Tita saja ia tak sudi, Tita juga sangat yakin hal itu disebabkan wanita bernama Yana yang ia temui di sekolah SMA Binaan beberapa waktu lalu.


➰➰➰♥️♥️♥️


Raja tiba di ruang tunggu kedatangan domestik bandara tepat saat mak Duma dan pak Azis keluar dari pintu kedatangan, Raja langsung membantu orang tuanya mengangkat tas yang dijinjing bapak menuju mobilnya dan pulang kerumah.


Sore itu gelak tawa ketiga anaknya membuat Raja ikut bahagia, yang paling di tunggu anak-anak tentu saja masakan mamak yang lezat dan juga kue-kue buatan mamak yang tak kalah sedap dari gerai kue terkenal.


Hal lain yang membuat mereka bahagia adalah cerita-cerita bapak tentang kampung mereka, tantang ikan-ikan dan juga ayam-ayam peliharaan opong mereka.


Keadaan mencekam justru datang setelah anak-anak tidur, Raja yang sedang mengisap nikotin di teras rumah dikejutkan oleh bapak yang datang dan langsung bertanya tepat sasaran.


“Kenapa abang, sedang ada masalah nya?.”


“Eh, gak lah pak. Cuman banyak kerjaan aja sejak jadi prodi memang agak banyak kerjaan ku pak.” Jawab Raja sambil mematikan rokoknya.


Meskipun sudah berumur lebih dari seperempat abad Raja tak pernah berani menghisap nikotin itu terang-terangan di depan bapak, bapak memang tak pernah melarangnya tapi ia merasa tak sopan jika harus merokok di depan bapak.


“Baek-baek lah bang, jan nyusahin mahasiswa.” Ucap bapak mengingatkan dan langsung di angguki oleh Raja.


“Disini nya rupanya capek lah mamak cari.” Mak Duma datang menghampiri.


“Bang, besok jam berapa kau pulang dari kampus.” Tanya mak Duma.


“Sebelum siang udah pulang besok, cuman satu kelas aku ngajar, kegiatan lain juga gak ada. Kenapa mak?” Jawab Raja tanpa beban dan tanpa tau apa tujuan pertanyaan sang mamak tercinta.


“Pas lah udah, besok bisa kan kau antar mamak kerumah Yana itu.”


Ibarat senjata makan tuan, jawaban yang ia berikan memberi peluang besar untuk mamak menghancurkannya seketika tanpa sisa.


➰➰To be continue➰➰


♥️menyikapi hidup lebih baik, berjanji pada diri sendiri bahwa tidak akan ada tangis sia-sia dan cintai diri sendiri lebih dari apapun.


〰️selamat bersahur terakhir di Ramadhan ini rakan, sakit memang di tinggal pas lagi sayang-sayangnya namun apa boleh buat janji temu dengan Ramadhan tahun ini hanya sampai disini. Ramadhan pasti kembali dan Semoga Ramadhan kembali menemui kita semua di tahun depan.Aamiin😊

__ADS_1


__ADS_2