Dia Yang Kembali Datang

Dia Yang Kembali Datang
Nasi Padang


__ADS_3

💚💚


Bu Nur yang sudah kembali dengan rutinitasnya hari ini dikejutkan dengan kedatangan Elita di siang hari, jika tidak ada hal penting biasa elita tidak akan datang siang-siang begini.


Putri yang tidak masuk kerja karena mengalami hiperemesis berat juga sedang berada di rumah mertuanya itu.


Ibu yang sedang menemani Putri makan rujak di ruang keluarga, langsung saja bertanya saat melihat kehadiran Elita.


"Ada apa tidak biasa-biasanya kamu siang-siang kesini,"


"Idris mana?" Tanya ibu lagi sambil memastikan Elita memang hanya sendiri saja.


"Idris dirumah, kan ada omanya El lagi pengen masakan ibu." Jawab Elita


"Mau ghibah kak Yana ya? kak kalau masalah kak Yana aku di pihak ibu," Ucap Putri santai.


Elita terlihat melirik kanan kiri memastikan tidak ada ayah ataupun Putra dirumah itu.


"Cuma ada kita kak," Kata Putri meyakinkan.


"Ibu nyuruh kak Yana balikan sama mantannya." Tanya Elita penasaran langsung pada intinya.


Ibu dan Putri melihat Elita bersamaan menunggu apa lagi yang akan Elita ucapkan.


"Kemarin kak Yana telpon aku katanya ibu nyuruh dia mikir lagi untuk nikah sama Mas Doni." Ucapnya lagi.


"Aku sih setuju sama ibu," Jawab Putri yang masih asik mengunyah rujak mangganya.


"Aku ga memihak siapapun, siapa aja boleh sih aku cuma kepikiran aja sama kakak?" Elita memperjelas maksudnya.


"Ibu tidak menyuruhnya memilih siapa pun ibu hanya memberi penjelasan dan nasehat yang seharusnya ibu berikan." Jawab ibu lembut.


"Ibu ingin Yana merasakan apa yang kalian berdua rasakan hidup diterima mertua dengan baik El, meskipun sekarang memang ibu Doni sudah jauh lebih baik bersikap pada ibu." Ucap ibu juga memperjelas keadaan.


"Justru sekarang yang kami pikirkan bagaimana kalau mas Doni itu yang dieliminasi kak, bagaimana nanti nasib pekerjaan bang Utha." Jawab Putri sambil melirik ibu.


Elita terkejut dengan pernyataan Putri yang baru saja dia dengar, selama ini tak pernah iya pikirkan nasib adik laki satu-satunya itu bagaimana kalau nanti Doni kecewa dan memecat Putra.


"Kayak kompetisi ya Uthi ada eliminasi." Kata ibu sambil tertawa

__ADS_1


"Tetap yakin sama pemberi rezeki adalah yang maha kuasa." Ucap ibu lagi memberi nasehat.


"Huh rumit sekali cinta kak Yana buat aku pusing aja Yang satu hartanya banyak banget yang satu anaknya yang banyak banget." Ucap Elita sambil geleng geleng kepala.


➰➰➰➰♥️♥️♥️


Kali ini Raja memarkirkan mobilnya tepat di samping mobil yang juga baru saja berhenti di parkiran sekolah SMA Binaan itu, baru saja Raja hendak turun tapi laki-laki yang yang turun dari mobil sebelahnya membuatnya mengurungkan niatnya.


laki-laki itu memutari mobil dan membukakan pintu penumpang membuatnya melihat Yana turun dari mobil laki-laki itu dengan wajah cerah dan sambil sedikit tertawa.


Beruntung Raja menggunakan kaca mobil hitam dengan kegelapan 60% membuatnya tak perlu terlalu risau akan terlihat dari luar, Raja tak ingin atau bahkan tak sanggup melihat apalagi yang terjadi setelahnya, dia memilih merebahkan jok mobilnya dan bersandar sambil menunggu laki -laki yang mengantar Yana itu pergi.


laki-laki yang tak asing, entahlah dimana mereka pernah bertemu Raja lupa. Yang saat ini dia tau hanya laki-laki itu sangat dekat dengan Yana mungkin saja dialah calon suami dari Yana.


Tidak butuh waktu lama mobil yang terparkir di sebelahnya sudah dibawa pergi oleh pemiliknya, dengan keberanian yang sudah dikumpulkan sejak pagi tadi Raja turun dan langsung menuju kantor guru.


Dan harapannya jadi kenyataan Yana masih berdiri di sana sambil berbincang dengan seorang siswi disana.


“Pak Mahraja,” Pak Joni yang baru keluar dari ruangan guru memanggil Raja yang terlihat akan mendekati Yana.


“Iya pak,” jawab Raja yang terlihat sedikit bingung karena tidak mengenal pak Joni.”


“Saya Joni pak, pernah ikut seminar yang waktu itu bapak pembicaranya yang di kampus tempat bapak mengajar itu. wah pak Raja ini masih muda tapi pintarnya luar biasa ada apa pak kesini, ada yang bisa saya bantu.” Pak Joni memperkenalkan diri dengan antusias


“Ohh iya pak maaf saya tidak ingat semua peserta, saya ada perlu dengan Ayyana.” Ucap Raja tanpa ragu.


“Ma.. maaf pak sa.. saya ga bisa, sa.. saya ada jadwal mengajar les.” ucap Yana gugup.


“Biar saya yang gantikan bu Yana, kelas berapa? kasihan pak Mahraja sudah kesini pasti ada hal yang penting ya pak.” Pak Joni menawarkan bantuan.


“Makasih pak atas bantuannya,” Bukan Yana tetapi Raja yang menjawab. “Saya minta waktunya sebentar Ayyana.” Ucap Raja seolah tak ingin di bantah.


"Ayo bu Yana pergi saja tidak apa, biar bapak yang gantikan jam mengajar kamu gapapa bapak juga sering minta bantuan kamu kan." Pak Joni kembali memberi dukungan.


"Makasih pak, kelas X IPS 4 pak." Ucap Yana pada pak Joni dan langsung disambut gembira oleh Raja.


"Ma maauu ke kemana..." Tanya gadis itu gugup.


"Ikut aja sekalian abang antar pulang." Jawab Raja sambil mempersilahkan Yana berjalan ke arah mobilnya terparkir.

__ADS_1


"Dek Yana sudah sore masih cantik saja." Kali ini mang Dadang satpam sekolah yang menyapanya.


Muka Yana sudah merah padam ingin Rasanya dia ceburkan mang dadang ke kolam ikan belakang sekolah kalau sampai mang Dadang berbicara hal yang tidak tidak harus ia letakkan dimana mukanya.


"Baik." Jawab Yana tak seramah biasa.


"Dek Yana soal tawaran mamang itu,,,!"


Belum sempat mang dadang menyambung kalimatnya Yana sudah masuk kedalam mobil Raja tanpa instruksi dan menutup rapat pintu mobil itu.


Raja yang terlihat bingung langsung disambut angin segar saat membuka pintu mobil sisinya saat dia akan naik.


"Abang cepat tutup pintunya," Ucap Yana seolah antara mereka tak ada masalah apa-apa.


"Kenapa," Tanya Raja memastikan.


"Cepat, Nanti mang Dadang ngawur Aya ga suka." Jawab Yana dan tanpa dia sadari ada hati beku yang menghangat penuh harap hanya karena mendengar kata satu kata saja 'Aya'.


Dulu saat mereka bersama Yana tak pernah menyebut dirinya dengan sebutan aku Yana selalu menggunakan nama depanya,Aya. dan itu hanya berlaku antara mereka berdua saja.


"Ngawur gimana? Ngaku kamu calon istrinya? Abang udah tau tadi mang Dadang sudah bilang waktu abang laporan mau masuk sini, lagi menunggu jawaban kamu katanya." Ucap Raja santai.


"Abang ih nyebelin." Wajah Yana ditekuk lucu sekali menurut Raja, ada rasa resah bersalah dan juga khawatir dalam waktu bersamaan di hati Raja.


Kesalahannya terlalu besar, harapannya terlalu tinggi, peluangnya terlalu tipis. Raja paham itu namun apa salahnya mencoba.


"Kita makan nasi padang dulu abang lapar kamu buat abang kelaparan," kalimat absurd dari mulut Raja yang sulit dicerna dan membuat Yana heran.


Perut Raja yang sudah lapar sejak pagi hanya diisi oleh teh hijau tanpa gula di cafe depan sekolah Ayana. itupun dengan adegan tersedak hanya karena Raja mendengar nama Ayana disebut, konyol sekali hidupnya hari ini.


Sedangkan Ayana yang tadinya sudah berpikir kemana-mana dengan percaya diri merasa masih diharapkan namun sekarang faktanya hanya akan diajak makan nasi padang saja.


Apa yang telah Ayana perbuat sampai membuat Raja kelaparan, seingatnya tidak pernah sekalipun dia melarang Raja untuk makan. Kenapa Raja harus kelaparan karenanya.


➰➰to be continue➰➰


♥️sekecil apapun kemungkinan keberhasilan mu tetaplah mencoba setidaknya untuk tau tingkat kemampuan mu.


〰️tetap semangat jangan lupa bahagia jangan lupa syenyummmm😊〰️

__ADS_1


__ADS_2