Dia Yang Kembali Datang

Dia Yang Kembali Datang
Syarat dan Ketentuan Berlaku


__ADS_3

💚💚


Tiga hari berlalu setelah terjadinya keributan yang disebabkan mama Jelita Yana masih terbaring di bad salah satu rumah sakit negeri yang berada dekat dengan rumah pak Ahmad.


Yana yang malam itu terkulai lemas dan hilang kesadaran di larikan kerumah sakit oleh keluarganya karena lebih dari setengah jam wanita itu tak sadarkan diri juga. Saat Elita mencoba mengukur tekanan darah gadis itu hanya 70/50 Mmhg sehingga mereka memutuskan membawa Yana ke rumah sakit.


Tiga hari dirawat tubuh Yana terlihat lebih kurus dari biasa, dan selama tiga hari itu juga orang yang paling ditunggu-tunggu oleh Yana tak terlihat datang menjenguknya sekalipun. bukan hanya itu bahkan Doni tak pernah menelpon dan pesan pun tak pernah Doni kirimkan pada Yana.


Beberapa kali Yana mengirim pesan pesan pada laki-laki itu namun hanya ada tanda pesan itu sudah dibaca oleh Doni tanpa ada balasan dari laki-laki itu. dan selama tiga hari itu juga hanya ada orang-orang terdekat Yana yang datang kecuali Doni.


Idris yang dua puluh empat jam menemaninya bersama ibu di rumah sakit cukup membuatnya tak kesepian. Elita dan Ali suaminya setiap siang datang membawa berbagai jenis makanan untuk makan siang, dan tetap saja Elita dan suaminya itu yang banyak makan.


‘Yang jagain orang sakit harus banyak makan biar tetap sehat’ selalu begitu alasan pasangan dokter dan abdi negara itu, yang setiap siang selalu datang mengunakan seragam kebanggan mereka.


Putri yang sedang menunggu hari kelahiran tak mau kalah, dengan alasan tak mau sendiri di rumah ia selalu datang setiap hari saat Putra pergi ke toko bebe Zuki untuk mulai mempelajari harga-harga barang di toko mertuanya itu.


Mba Muti sahabat Yana yang dua hari ini hanya bisa menelpon setiap hari karena suaminya melarang membawa bayi mereka ke rumah sakit, sore itu menyempatkan diri datang bersama dengan murid kelas Xl IPS 1 Yana jelas haru bahkan di saat sedang libur semester begini siswa kelas Xl IPS 1 itu datang dengan formasi lengkap tanpa kurang satu orang pun.


Fauzan si ketua osis yang jalan masih menggunakan tongkat juga hadir dengan antusias walau lebih banyak diam karena takut kepada pak Ahmad.


“Adik bayinya mana mba.” Tanya Yana pada Mbak Muti.


“Ya tak tinggal dirumah sama Abinya, biar Abinya ada kerjaan selain mengisi ceramah.” Ucap Muti yang di sambut gelak tawa oleh semua murid yang ikut hadir.


Pak Ahmad dan bu Nur ikut tersenyum bahagia ketika melihat Yana ikut tertawa dengan para tamunya itu. Pasalnya hari pertama Yana bahkan hanya menjawab saat ditanya hari kedua Yana mulai mau berbicara namun tidak banyak.


Tetapi setelah murid-muridnya datang Yana seperti mendapatkan semangat hidupnya kembali, awalnya pak Ahmad cemas kalau sampai kesedihan Yana akan berlarut-larut, didikan pak Ahmad pada anak-anaknya memang sedikit keras oleh sebab itu tidak ada dari anak-anaknya yang manja berlebihan. Namun pada kasus seperti Yana semua orangtua pasti merasa cemas dengan psikis anaknya.


Saat bu Nur pamit untuk menemni Putri memriksa kandunganya pak Ahmad memutuskan membawa Idris membeli jajanan sekaligus mengurus administrasi rumah sakit agar tak menunggu waktu Yana dengan teman dan murid-muridnya.


“Bapak pergi sebentar mengurus administrasi soalnya besok pagi udah boleh pulang. Bapak titip Yana, jangan pulang dulu sebelum bapak atau ibu kembali bisa.?” Tanya pak Ahmad yang di jawab. “bisa pak.” kompak dari murid-murid SMA itu.


“Ndak papa pak nanti kalau anak-anak pulang biar saya yang nungguin.” Ucap Muti sopan pada pak Ahmad.

__ADS_1


Baru saja pak Ahmad keluar ruang rawat itu sudah riuh seperti pasar, ada saja celetukan anak-anak muridnya yang membuat Yana tertawa.


“Ayah mertua buat aku ga bisa gombal aja,” Ucap Ozan saat melihat pak Ahmad sudah benar-benar tak terlihat lagi, namun melihat mata bu Muti melotot Ozan langsung menciut pasalnya guru seni yang terlihat sangat ramah dan suka bicara ceplas-ceplos itu sangat mengutamakan sopan santun.


“Maaf bu Ozan khilaf.” Ucap Ozan pada Muti namun malah di tertawakan oleh rekan rekanya.


Suasana sore itu membuat Yana benar-benar bahagia, apapun yang terjadi kedepan padanya setidaknya Yana tau dan paham bahwa ia tak sendiri banyak yang menyayanginya dan juga peduli padanya.


➰➰➰♥️♥️


Tiga hari juga setelah perdebatan sengit antara seorang anak kecil berusia tujuh tahun dengan seorang duda anak tiga berusia tiga puluh delapan tahun dan dimenangkan oleh sang duda namun dengan berbagai syarat dan ketentuan berlaku yang harus dipatuhi.


Dan disinilah duda anak tiga itu beserta dengan tiga anaknya sekarang, di sebuah mall paling mewah di negara ini, mencari gaun pesta untuk anaknya yang bernama Lili yang akan akan Lili pakai menghadiri pesta pernikahan bunda dari temanya beberapa hari akan datang.


Syarat dan ketentuan yang pertama Lili minta adalah membeli gaun pesta di mall ini, mau tak mau mampu tak mampu Raja terpaksa mengiyakan dari pada harus merelakan Lili datang ke pesta itu dengan gamis biru yang mak Duma jahit.


Syarat kedua dan ketentuan yang kedua keluar dari mulut Lala, sesuai kesepakatan yang sudah ada sejak Mia tidak bersama mereka lagi, jika membeli pakaian maka akan dibelikan tiga dengan model yang sama meskipun mereka bukan anak kembar.


Dan lagi-lagi mau tak mau mampu tak mampu Raja terpaksa mengiyakan, semua demi agar Lili tak memakai gamis biru yang Mak Duma jahit.


Semua hal yang terjadi hanya gara-gara menghindari Yana, gadis itu sudah menghancur leburkan hidupnya hampir setahun ini, Raja berharap ini adalah kali terakhir ia berurusan dengan Yana dalam segala hal, ia harus bangkit dan bangkit.


Dua minggu lagi saat Lala libur ia berniat membawa anak-anaknya pulang ke Medan untuk menziarahi makam mama mereka, dan juga saat Itu ia akan jujur pada mak Duma siapa Yana dan juga menjelaskan siapa bunda dari teman Lili yang selalu mak Duma waspadai itu.


“Yah yang ini boleh,” Tanya Lili membuyarkan lamunan Raja.


“Harganya,” Tanya Raja.


Petugas toko itu menyebutkan nominal harga gaun itu yang setara dengan satu bulan gaji pokok Raja, dan membuat Raja menggeleng pada anak-anaknya tanda tak setuju, dan meminta maaf pada petugas toko bahwa mereka tak jadi membeli.


Dengan berbagai bujuk rayu akhirnya tiga anak itu mau diajak makan es krim terlebih dahulu sebelum melanjutkan mencari gaun untuk pesta saat sedang makan eskrim raja memutar otak agar anak-anaknya tak membeli gaun yang terlalu mahal.


Di Sebuah meja bulat mereka duduk melingkar dengan es krim yang sudah tersaji Raja mencoba membujuk kembali anaknya.

__ADS_1


“Harusnya gaun yang tadi Li?” Tanya Raja pada anak keduanya itu.


“Iyalah Yah kata si ompong pestanya di hotel mewah tempat orang-orang kaya.” Jawab Lili menggebu.


“Kau, harus beli juga,” kali ini pertanyaan Raja untuk Lala.


“Kan biar adil biasa juga gitu,” Jawab Lala.


Raja terdiam sejenak, otaknya terus berputar memikirkan cara agar anak-anak tak membeli gaun mahal itu.


tak lama ponselnya yang terletak di meja bergetar tertera nama ‘mamakku sayang’ disana Raja bergegas mengangkat telepon dari mamaknya itu.


“Iya mak,,, Waalaikumsalam,,, ku tengok dulu nanti mak kalau bisa pulang aku,,, ia mak waalaikumsalam.”


Raja menutup sambungan telepon itu dan langsung mendapatkan pertanyan emas dari Lala. “Opung suruh kita pulang yah,” Tanya gadis belia itu.


“Ia tapi ga bisa lah kita pulang ni.” Jawab Raja dengan wajah sedih.


“Kenapa.” Tanya Lili cepat.


Lagi-lagi Raja seperti mendapat pertanyaan yang berhadiah jackpot.


“Kan harus beli gaun mahal tiga.” jawabnya dengan wajah serius dan menunjukan tiga jari pada anaknya.


Lala dan Lili saling berpandangan dan terlihat berbisik-bisik entah apa yang dua anak itu bicarakan, sedang Lulu si peserta pendukung hanya diam saja sambil memakan es krim stroberinya tanpa perduli apa yang sedang terjadi.


“Ya udah aku sama Lulu ga usah beli gaun ku rasa pun belum perlunya,” jawab Lala setelah berdiskusi dengan sekutunya.


“Aku juga beli gaun yang biasa aja, yang penting pulang kampung kan kak.” Jawab Lili sambil meminta pendapat kakaknya.


Raja tersenyum telpon tak terduga dari mamak sangat membantunya ia memberi dua jempol pada anak-anaknya yang selalu bisa diandalkan dan mudah untuk diatur itu “Terimakasih Mia dan maaf belum bisa memberikan segala yang mereka minta,” Ucap Raja dalam hati. didikan Mia pada Lala dan Lili memang yang terbaik.


➰➰to be continue➰➰

__ADS_1


♥️Lili udah beli gaun ni untuk pesta, rakan-rakan pembaca udah belum? Tenang aja di undang semua kok ke acaranya Yana dan Doni.


〰️jan lupa bahagia jan lupaaa syenyummmmm rakan ☺️〰️


__ADS_2